fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

10 Jurus Marketing Online untuk Produk Ibu dan Anak

marketing

Jika kamu berencana untuk memulai bisnis produk ibu dan anak, ini adalah waktunya untuk mempersiapkan strategi marketing yang tepat. Transaksi produk perlengkapan Ibu dan Anak di toko online rata-rata mengalami peningkatan signifikan di masa pandemi ini. Sebuah hasil penelitian yang disampaikan oleh BeritaSatu.com, selama Agustus 2020, peningkatan transaksi kategori Ibu dan Anak mencapai dua kali lipat dibandingkan transaksi bulanan sebelum pandemi.

Riset yang dilakukan MarkPlus Insight memperkuat fenomena tersebut. Dalam laporan Perilaku Konsumen E-Commerce Tahun 2021, mereka menemukan data, aktivitas belanja konsumen perlengkapan keperluan Ibu, Bayi dan Anak-anak mengalami peningkatan sebesar 25,4%.

Tak beda jauh dengan hasil survei yang dilakukan platform parenting Orami kepada anggota komunitasnya di awal pandemi. Survei itu menemukan munculnya perubahan perilaku dan keseharian para ibu sejak minggu ke-4 PPKM, di mana 50% ibu mengaku belanja produk Mom & Baby melalui e-commerce dan 26% melalui toko online yang ada di media sosial. Sebanyak 58% responden mengaku bahwa pembelian kebutuhan dasar untuk produk anak dan produk bayi seperti popok dan susu pun mengalami peningkatan karena ditujukan sebagai stok sehingga jumlah yang dibeli pun menjadi lebih banyak. 

Penjualan di platform e-commerce Tokopedia juga memperlihatkan tren serupa. Mereka merekam peningkatan penjualan produk kebutuhan ibu dan anak sebesar 31% dengan nilai penjualan yang meningkat lebih dari 25%. 

 

Strategi Digital Marketing untuk Produk Ibu dan Anak

“Kue gurih” yang tersaji pada data-data di atas, sudah tentu menggiurkan bagi kamu-kamu yang sudah (akan) terjun di bisnis D2C (direct to consumer) kebutuhan ibu (termasuk produk ibu hamil), keperluan anak, dan kebutuhan bayi. Namun untuk ikut menikmatinya, sudah tentu diperlukan “pisau tajam” untuk mengirisnya melalui strategi bisnis online yang efektif. 

Nah untuk kamu yang sudah tidak sabar ingin ikut menikmati gurihnya margin dari hasil jualan online kategori tersebut, berikut 10 strategi digital marketing yang kami rangkum dari beberapa pelaku industrinya. 

1. Tentukan Unique Selling Proposition (USP)

Sama dalam strategi pemasaran konvensional, sebelum masuk jalur pemasaran online kamu juga harus sudah menentukan unique selling proposition (USP – faktor unik) dari produk ibu dan anak yang bisa langsung membuat orang tertarik untuk masuk ke tokomu.

Akan menjadi lebih baik lagi jika kamu sudah melakukan analisa data seperti psikografi dan demografi pelanggan, termasuk opini yang bisa kamu jadikan data dasar untuk melakukan inovasi dan menemukan konsep produk bisnis yang sesuai dengan apa yang pasar inginkan.

Pahami kemampuan dan kelebihan bisnis online-mu. Miliki informasi sebanyak mungkin mengenai industri kamu lewat informasi-informasi yang relevan. Pemahaman ini juga akan membantu dalam mengidentifikasi para pesaing. Perhatikan baik-baik apa yang mereka lakukan dan bagaimana mereka menampilkan diri kepada calon pelanggan. Setelah itu, cobalah tentukan siapa target pelanggan kamu dan apa yang mereka inginkan.

2. Maksimalkan Eksistensi Online

Setelah mendapatkan pemahaman mendalam tentang bisnis dan industri ibu dan anak pada tahap 1 di atas, kini saatnya melakukan pemasaran kepada calon pelanggan. Meskipun ada banyak saluran pemasaran yang perlu dipertimbangkan, biasanya yang paling efisien dan hemat biaya adalah melalui pemasaran online. Luangkan waktu untuk menganalisa kehadiran online kamu. 

Tempat yang paling mudah untuk memulai bisnis online adalah melalui situs web bisnis dan media sosial karena kedua saluran itu merupakan ujung tombak pemasaran online. Tanpa kedua channel itu, sulit bagimu untuk menunjukkan eksistensi bisnis secara nyata.

Pastikan kamu menampilkan tampilan situs yang konsisten, dapat diakses dengan mudah, dan juga berisi informasi-informasi yang biasanya dicari oleh pelanggan. Selain itu, mudahkan pelanggan kamu untuk mendaftar ke email list atau subscribe untuk memungkinkan kamu membangun database berlangganan. Database ini akan memberikan kesempatan untuk menghubungi mereka secara teratur mengenai update produk, berita menarik atau diskon yang bisa kamu berikan kemudian hari.

Pastikan informasi produk sudah terisi dengan jelas. Semakin jelas informasinya maka produk akan lebih dipercaya. Tak hanya soal harga, tapi nama dan detail mengenai brand itu sendiri. Ibu-ibu milenial cenderung mengingat nama online shop ketika sudah percaya dengan brand tersebut. Tambahkan juga garansi serta sertifikasi yang membuat konsumen lebih percaya.

marketing3. Bangun Branding Online

Di tengah gempuran kompetisi penjual produk ibu & anak lainnya, kamu harus tetap mencari cara untuk menonjol. Membanting harga bukanlah solusinya. Selain kamu akan terus terjebak di fenomena pertarungan harga murah yang tidak sehat, pelanggan kamu ada kemungkinan hanya akan membeli produk kamu dengan harga rendah dan akan beralih mencari produk yang lebih murah jika kamu kembali ke harga semula. Untuk bisnis jangka panjang, cara ini tidak sehat untuk margin usaha kamu. 

Lebih baik kamu membangun brand bisnis kamu agak dikenal untuk nilai-nilai, kualitas produk, dan ciri khas lainnya yang ditawarkan sehingga konsumen akan tetap setia bukan hanya karena harga. Dengan mempunyai website brand kamu sendiri, kamu mempunyai keleluasaan untuk berkomunikasi langsung dengan pelanggan dan menyuguhkan produk kamu sesuai dengan keinginan. Kamu juga bisa mengetahui perilaku atau kebiasaan konsumen yang berbelanja padamu, sehingga bisa digunakan sebagai insights untuk menjaga brand usahamu. 

4. Content Marketing

Sering menggunakan istilah mbah Google untuk menyebut aktivitas browsing-mu di internet? Istilah itu menggambarkan habit para pengguna internet yang selalu mencari informasi melalui internet. Begitu juga para online shopper, mereka juga suka melakukan penelusuran lewat Google sebelum benar-benar belanja, mencari informasi tentang produk, dan melakukan pencarian review produk.

Oleh sebab itu, strategi pemasaran online dengan menyediakan content marketing dinilai paling efektif. Karena selain menjual produk, kita bisa menyampaikan beragam informasi yang dibutuhkan oleh pelanggan dari konten yang kita sajikan. 

Konten tersebut bisa berupa artikel atau teks, video, gambar atau bahkan hasil riset tertentu. Informasi yang disediakan harus memiliki keterikatan atau relevan dengan usaha bisnis yang kau miliki. 

Untuk toko online yang menjual produk kebutuhan ibu dan anak, kamu bisa memberikan informasi tentang tips parenting. Atau buat konten semenarik mungkin agar mampu menarik minat lebih banyak pelanggan.

5. Visual Marketing

Masih terkait dengan strategi content marketing, kamu harus memberikan perhatian lebih khusus tentang visual marketing. Sudah menjadi pakem umum dalam ilmu komunikasi, bahwa gambar berbicara jauh lebih banyak dari pada teks panjang lebar. Ada juga yang bilang 1 gambar mewakili 1.000 kata. Itulah kekuatan visual marketing. Foto atau video yang kamu ciptakan, seakan sudah berbicara sendiri dari refleksi visual yang ditampilkan. Visual marketing tidak hanya di dunia nyata tetapi juga bisa di dunia maya seperti Instagram, Pinterest, bahkan YouTube. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa kualitas foto-foto dan video yang kamu tampilkan untuk materi promosi brand-mu sudah mewakili citra yang ingin kamu bangun dan dalam kualitas terbaik. 

6. Lakukan Continuous Marketing

Continuous Marketing atau pemasaran berkelanjutan menekankan pada aktivitas promosi di jejaring media sosial. Saluran media sosial adalah cara pemasaran berbiaya rendah tetapi efektif membangun brand awareness serta engagement dengan target pelanggan. Semakin mudah pelanggan menemukan kamu secara online, semakin besar pula kemungkinan penjualan akan meningkat. 

Pilih media yang sesuai dengan target pelanggan. FacebookInstagram, Line, dan LinkedIn melayani tujuan pasar yang sangat berbeda. Misalnya jika kamu memiliki target pasar berusia 20-35 tahun, maka Instagram dapat menjadi pilihan yang tepat. Atau jika kebanyakan target pasar kamu memiliki demografi di luar kota maka Facebook menjadi salah satu pilihan juga.

Jadilah pintar dalam menentukan pilihan dan pikirkan jenis konten yang akan kamu bagikan. Menggunakan platform yang spesifik untuk bisnis merupakan strategi pemasaran online yang memudahkan pelanggan untuk menemukan dan berinteraksi dengan bisnis kamu secara online.

7. Integrated Digital Marketing

Ibarat perang, kamu juga mesti siap mengintegrasikan seluruh kekuatan squadronmu. Untuk mengefektifkan strategi pemasaran online yang powerful, kamu harus mengerahkan semua komponen sumber daya digital secara maksimal. Contohnya, kamu membuat blog atau website, melakukan kampanye brand atau iklan, menggunakan media sosial dan yang lainnya. Semakin banyak channel yang kamu tempuh, semakin banyak audiens dan calon konsumen yang bisa kamu jangkau. 

Untuk masuk ke ranah integrasi ini, tentu dibutuhkan orang-orang yang mengetahui seluk-beluk dunia digital termasuk juga dunia marketing.

8. Personalized Marketing

Strategi one to one yang mengedepankan konsumen secara personal ini juga bisa menjadi pilihan. Dalam strategi tersebut, kamu harus mampu menangkap dan menganggap bahwa setiap konsumen itu unik. Oleh sebab itu, setiap konsumen harus diperlakukan secara berbeda. 

Untuk bisnis e-commerce, maka strategi marketing ini sangat tepat. Toko online dengan sistem e-commerce bisa menampilkan produk-produk yang disediakan bisa berbeda-beda tergantung dari masing-masing user dari mulai perbedaan lokasi, hobi, minat, umur, gender dan lain-lain. Dengan cara ini, pastinya konsumen akan lebih tertarget.

marketing9. Personal Touch 

Kalau hanya jualan produk online, kamu akan kalah saing dengan kompetitor. Kamu perlu melakukan personal touch dengan pelanggan. Membalas chat, meminta review, hingga menghadirkan live chat akan membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan. Seorang pelanggan mengaku, tanpa review saat belanja online, ia akan langsung keluar link tanpa melihat produknya. Hal lain yang membuatnya ‘ilfil’ (ilang feeling) untuk belanja adalah tidak adanya respons dari admin akun bisnis online tersebut.

10. Berikan Promosi Spesial

Mungkin terkesan biasa, tapi tahukah kamu bahwa memberikan diskon adalah salah satu strategi marketing online yang paling diminati oleh pelanggan? Dengan memberikan diskon akan memungkinkan kamu menarik konsumen baru ataupun pelanggan untuk kembali membeli dengan kamu. Berikan diskon yang menarik tetapi tetap lakukan perhitungan bagi bisnis. Jangan sampai kamu merugi karena terlalu sering memberikan diskon.

Demikian 10 jurus jitu pemasaran online untuk produk ibu dan anak yang bisa kamu terapkan. Siapkan semua senjata dan optimalkan penggunaannya.

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP