fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

10 Tips Praktis Meningkatkan Digital Presence bagi Bisnis D2C

produk trend

Ketika pertama kali membangun bisnis atau brand, apa sih yang menjadi impian atau cita-cita kamu? Bisnis sukses, omset penjualan meledak dan mampu mempekerjakan puluhan karyawan? Meski perjalanan untuk mencapai impian tersebut tak mudah, tapi bukan berarti tak mungkin.

Terutama buat kamu yang memiliki brand atau bisnis direct to consumer (D2C), harus menyadari bahwa sangatlah penting untuk memiliki digital presence yang kuat di pasar internet saat ini. Kenapa? Karena dengan digital presence yang kuat memungkinkan bisnis sukses menjangkau lebih banyak orang. 

Kamu juga memiliki lebih banyak kesempatan untuk menunjukkan produk kepada pelanggan, meningkatkan prospek pelanggan, dan menarik lebih banyak orang untuk mengunjungi situs web resmi dan lokasi toko fisik kamu. 

Bagaimana caranya membangun dan meningkatkan digital presence bisnis kamu dan menghasilkan penjualan yang tinggi? Baca artikel ini sampai habis ya. 

1. Membuat Website

Hal pertama yang harus dilakukan untuk memiliki digital presence adalah memiliki website. Selain media sosial, salah satu tempat pertama yang akan dikunjungi orang untuk mengetahui lebih banyak tentang bisnis atau brand adalah website kamu.

Website adalah tempat kamu dapat memamerkan brand D2C kamu melalui warna, font, teks, video, dan gambar. Kamu juga akan menarik pain point buyer persona kamu dan memberikan solusi untuk masalah mereka.

Untuk membuat situs web, ada banyak CMS (content management system) yang bisa digunakan, antara lain HubSpot, Wix, WordPress, dan Squarespace.

2. Hadir dan Aktif di Media Sosial

Hadir di media sosial adalah sebuah keharusan saat ini. Faktanya, data dari We Are Social per Oktober 2021 ada 4,55 miliar orang aktif di media sosial secara global, jadi media sosial adalah alat utama untuk menjangkau audiens yang kamu tuju di platform mana pun yang mereka sukai.

Kehadiran di media sosial menanamkan kepercayaan pada pelanggan dan prospek saat ini. Ditambah lagi, media sosial adalah cara yang bagus untuk membangun kredibilitas dan reputasi serta memamerkan brand. Saat calon pelanggan riset tentang brand kamu, maka tempat pertama yang akan mereka lihat adalah media sosial untuk melihat apa yang kamu tampilkan di sana dan apa yang orang katakan tentang brand kamu.

3. Membuat Konten

Semakin banyak konten yang kamu hasilkan, maka akan semakin banyak peluang yang kamu miliki untuk muncul secara online. Memiliki digital presence adalah tentang muncul di mesin pencari, di media sosial, dan situs web lain seperti YouTube.

Saat mulai memproduksi konten, buat strategi di tempat yang ingin kamu tuju untuk tampil secara online. Apakah kamu ingin bisnis kamu berada di Facebook, Instagram, YouTube, Twitter, Pinterest atau bahkan di blog?

Prioritaskan situs web di mana tempat pelanggan kamu aktif yang bisa kamu dapat berdasarkan riset pelanggan dan mulailah melakukan brainstorming konten yang paling sesuai untuk media tersebut. Misalnya, dengan YouTube, kamu akan menemukan ide video—sedangkan di Instagram, kamu akan menemukan ide foto dan teks.

4. Menguasai SEO

Dengan algoritma yang berubah setiap hari, optimasi mesin pencari (SEO) adalah salah satu taktik terbaik untuk meningkatkan digital presence kamu. Langkah pertama untuk muncul secara online ketika konsumen mencari brand atau bisnis D2C kamu adalah menguasai SEO.

SEO dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu: SEO on-site, dan SEO off-site.

SEO on site adalah tentang konten. Kamu bisa melakukan riset keyword, menyertakan tautan internal dan eksternal, dan membuat konten edukasi yang kemungkinan cocok dengan hasil penelusuran audiens target brand kamu.

Dengan SEO off site, kamu akan memperhatikan sisi yang lebih teknis. Misalnya,kamu ingin memastikan website diatur dengan benar, memiliki struktur URL yang sederhana, dan memuat dengan cepat. Selain itu, SEO off site juga mencakup membangun kredibilitas dengan tautan balik.

Terakhir, jika kamu ingin brand D2C kamu muncul di Google, buat akun Google My Business, dan gunakan Google Keyword Planner.

digital presence
5.
Aktif secara Online

Agar memiliki digital presence yang tinggi, kamu tak hanya hadir tapi juga harus aktif secara online. Di antaranya memposting konten secara teratur ke channel yang kamu miliki, termasuk website atau blog dan akun media sosial bisnis kamu.

Selain itu, kamu juga harus aktif terlibat dengan follower dan pelanggan di media sosial. Jika ada sesuatu yang dibicarakan semua orang di industri, kamu juga dapat terlibat dalam percakapan tersebut.

6. Buat Daftar e-mail

Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan digital presence brand atau bisnis D2C kamu adalah dengan membuat dan mengembangkan daftar email. Daftar email akan memungkinkan kamu untuk terlibat dengan pelanggan saat ini dan calon pelanggan setiap hari, mingguan, atau bulanan.

Dalam rangka mengembangkan daftar email, kamu dapat membuat konten yang terjaga keamanannya yang harus diterima oleh pengguna. Selain itu, kamu dapat menggunakan ajakan bertindak atau call to action (CTA) di situs web dan media sosial untuk mempromosikan buletin email kamu. Dengan buletin, kamu dapat mengumpulkan email prospek—yang menunjukkan prospek bahwa pelanggan tertarik dengan konten kamu.

Kamu dapat menggunakan alat di sistem manajemen konten (CMS) untuk membuat formulir, CTA, atau pop up yang dirancang untuk mengumpulkan alamat email. Contohnya HubSpot yang menawarkan email marketing tools, formulir pop-up gratis, dan pembuat formulir online gratis untuk membantu membuat daftar email. Atau, kamu juga bisa menggunakan MailChimp atau GetResponse. 

7. Bereksperimen dengan Online Ads

Solusi yang lebih cepat untuk meningkatkan digital presence adalah melalui online ads. Jika iklan brand D2C kamu muncul di hasil pencarian teratas, kamu berarti telah membangun brand awareness dan meningkatkan visibilitas secara online.

Kamu bisa beriklan di mesin pencari seperti Google, Yahoo, dan Bing. Selain itu, kamu dapat menggunakan social ads atau iklan media sosial. Facebook, Instagram, dan YouTube terkenal dengan pilihan iklan mereka.

Sebelum kamu mulai beriklan online, pikirkan apa yang ingin kamu promosikan. Apakah kamu ingin mempromosikan penawaran tertentu? Atau, mungkin kamu ingin mengiklankan orang untuk mengarahkan traffic ke website? Meningkatkan engagement, meningkatkan instalasi aplikasi, lead generation?

Setelah kamu memilih tujuan beriklan, langkah selanjutnya juga harus memutuskan platform yang paling sesuai dan memiliki audiens yang tepat untuk mempromosikan konten tersebut.

Ada baiknya kamu belajar lebih banyak lagi tentang cara iklan di Instagram serta cara jualan di Instagram melalui Facebook BluePrint yang gratis dan bisa diakses kapan saja.

8. Riset Influencer Marketing

Salah satu hal penting agar tetap aktif di komunitas adalah terlibat dengan tokoh paling populer di komunitas kamu. Misalnya, jika kamu brand D2C produk kecantikan, kamu dapat mempertimbangkan untuk riset influencer kecantikan di YouTube dan Instagram. Banyak konsumen mencari influencer untuk promosi dan review jujur ​​mereka sebelum membeli suatu produk.

Selain itu, influencer marketing akan menyebarkan berita tentang brand D2C kamu secara online. Semakin banyak orang membicarakan brand kamu, maka semakin sering brand kamu muncul secara online.

9. Kembangkan Hubungan atau Relasi

Mengembangkan hubungan dengan orang-orang di industri adalah salah satu cara untuk meningkatkan digital presence. Misalnya, jika kamu memiliki hubungan dengan penulis blog atau podcaster di industri, mereka bisa saja menampilkan brand atau bisnis kamu dalam konten mereka. Mungkin mereka akan meminta kamu untuk menjadi guest post atau muncul di podcast mereka.

Menjalin hubungan dengan orang lain atau komunitas di industri kamu pada akhirnya akan mendongkrak digital presence brand kamu secara online.

10. Menganalisis Hasil 

Setelah kamu menjalankan beberapa langkah untuk meningkatkan digital presence bisnis atau brand kamu, jangan lupakan untuk mengevaluasi serta menganalisis hasil effort kamu. Hal ini dilakukan untuk menguji strategi sehingga kamu dapat mempelajari langkah apa yang berhasil dan apa yang tidak.

Cara menguji hasil, mulailah dengan memutuskan metrik apa yang digunakan. Jika kamu melakukan upaya SEO, kamu dapat melacak hasil mesin telusur di Google. Di sisi lain, jika kamu membuat daftar email, kamu dapat melacak jumlah pelanggan, ditambah rasio buka dan klik-tayang.

digital presence
Kesimpulan:

Membangun dan meningkatkan digital presence adalah strategi jangka panjang. Beberapa upaya mungkin membutuhkan waktu untuk menghasilkan indikator bahwa bisnis sukses. 

Namun dengan melakukan beberapa atau bahkan semuanya dari sepuluh strategi di atas dapat membantu kamu membangun dan meningkatkan digital presence brand, brand awareness, dan mengembangkan reputasi yang kuat. Membangun dan meningkatkan digital presence memang membutuhkan usaha, tetapi seiring waktu usaha tersebut akan terbayar dengan peningkatan penjualan dan brand awareness yang lebih baik di industri. Dengan demikian bisnis sukses D2C milikmu bukan lagi sekadar mimpi. Semangat mencoba dan jangan menyerah ya!

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP