fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

11 Kesalahan Penggunaan Youtube untuk Bisnis

Kesalahan penggunaan youtube

Saat ini Youtube bukan lagi hanya tempat untuk konten kreator, musisi, artis, ataupun selebrita. Berbagai brand atau bisnis kini beramai-ramai eksis di Youtube. Hal ini wajar karena menjadi salah satu cara untuk tetap dekat serta adaptif dengan konsumen. Tapi sayangnya tak jarang brand atau brand yang melakukan kesalahan penggunaan Youtube. 

11 Kesalahan Penggunaan Youtube

Padahal kalau saja kesalahan ini bisa dihindari, maka akan berpotensi menghasilkan channel marketing baru yang cukup efektif. Nah agar tidak mengulang kesalahan yang sama, ada baiknya simak 11 kesalahan penggunaan Youtube yang biasa dilakukan oleh pebisnis atau brand berikut ini. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP
  1. Tidak Menggunakan Strategi Konten yang Tepat

Kesalahan penggunaan Youtube yang pertama adalah tidak ada strategi konten. Langkah pertama untuk terjun di Youtube adalah membuat strategi. Untuk membuat strategi marketing YouTube, kamu harus memulai dengan menentukan tujuan. Kumpulkan tujuan dengan SMART atau specific (spesifik), measurable (terukur), attainable (dapat dicapai), relevant (relevan) dan time specific (terikat waktu).

Dengan tujuan yang SMART ini akan membantu memastikan bahwa tujuan kamu spesifik, memiliki tenggat waktu yang dapat dilakukan. Cari tahu strategi produksi video kamu dan seimbangkan strategi produksi dengan strategi marketing.

  1. Tidak Melakukan Branding dalam Video

Branding dapat membangun identitas channel marketing dan menarik pemirsa untuk membantu mengembangkan bisnis kamu. Sebagian besar audiens atau viewers akan diperkenalkan ke channel kamu melalui brand milikmu. Kalau kamu ingin pengunjung subscribe YouTube kamu maka kamu pun harus terlihat profesional. 

Branding pada channel Youtube kamu akan membantu audiens mengenali konten kamu. Yang paling penting, branding YouTube juga harus dilakukan secara konsisten. Salah satu cara untuk mencapai konsistensi adalah dengan menggunakan logo perusahaan untuk channel Youtube kamu. Sebuah logo membuat perbedaan besar karena merupakan titik identifikasi viewers.

  1. Tidak Menggunakan Video Berbasis Data

Penglihatan atau mata merupakan indera yang paling dominan pada manusia. Sebagian besar informasi yang dikirimkan ke otak kita bersifat visual, sehingga gambar dan grafik berbasis data dapat meningkatkan interaksi secara besar-besaran. 

Untuk mengukur tingkat keterlibatan video kamu dengan benar, kamu harus memberikan fakta berdasarkan data kepada pemirsa. Pengumpulan dan analisis data memberikan wawasan selama proses membuat strategi konten YouTube.

  1. Tidak Membuat Jadwal yang Konsisten

Kesalahan penggunaan youtube Hindari kesalahan penggunaan Youtube hanya karena tidak mengunggah konten yang konsisten. Mengunggah video YouTube secara konsisten memungkinkan channel kamu tetap aktif dan memberi audiens kamu pengalaman yang baik. Rencanakan untuk memposting waktu yang sama setiap hari, minggu, atau bulan. Dengan postingan yang konsisten, pemirsa akan tahu kapan harus kembali lagi ke channel Youtube kamu. 

Saat kamu berhenti mengunggah video YouTube, kamu berpotensi akan kehilangan beberapa pelanggan, dan pertumbuhan akun akan terhenti. Jumlah video yang kamu unggah pun harus bergantung pada saluran dan subjek kamu. Ingatlah tips vlogging sederhana ini saat kamu merencanakan jadwal:

    • Konsisten
    • Publikasikan pada interval mingguan atau harian
    • Bersikaplah realistis sesuai bisnis kamu
    • Jangan membuat jadwal kamu ambisius, jika tidak kamu tidak akan dapat mempertahankannya
    • Pastikan kamu dapat memenuhi tujuan kamu
    • Pertimbangkan zona waktu. Pilih waktu ketika audiens target kamu sedang aktif
  1. Kualitas Audio atau Video yang Buruk

Salah satu kesalahan penggunaan Youtube yang fatal adalah kualitas audio atau video yang buruk. Jika kamu memposting video online yang tidak berkualitas tinggi, akan mencederai brand kamu yang terlihat tidak profesional. Yang lebih parahnya adalah audiens atau konsumen potensial kamu mungkin meragukan karena bisnis kamu nampak tidak serius dan mereka tentu saja tidak akan merasa nyaman memberikan uang mereka membeli dari brand kamu.

Kalau kamu memang berniat untuk terjun ke Youtube, pastikan untuk memiliki kamera dan mikrofon yang bagus agar pengalaman audiens saat melihat video kamu pun menyenangkan. Dan video yang digarap secara serius pun akan lebih mudah meyakinkan konsumen potensial kamu.

  1. Video yang Terlalu Panjang atau Terlalu Pendek

Coba bertanya pada diri sendiri berapa lama video online terakhir yang kamu tonton. Semakin lama kamu membuat video, biasanya akan semakin rendah kemungkinan seseorang menontonnya sampai akhir. Kecuali bila video tersebut benar-benar berguna untuk audiens dan semakin cepat pula engagement pemirsa menurun. Begitu pula semakin pendek video pesannya semakin tidak jelas. Tetap singkat, jelas dan to the point

  1. Mengabaikan SEO 

Kesalahan penggunaan Youtube lainnya adalah mengabaikan praktik SEO. Padahal, sebenarnya kamu dapat melakukan promosi silang konten di platform media sosial yang berbeda. Mempromosikan video kamu di saluran sosial selain YouTube adalah cara termudah untuk menumbuhkan audiens. Adalah sebuah kesalahan besar kalau kamu tidak membagikan video YouTube di platform sosial lain. Membuat audiens melihat video yang kamu unggah sangat penting. Dan mempostingnya di YouTube saja tidak cukup dan tidak menjamin akan mendapatkan ribuan impressions. Facebook, Linkedin, Instagram, Pinterest, ada banyak pilihan platform media sosial yang sesuai dengan brand kamu.

Hal penting lainnya adalah menggunakan kata kunci atau keyword yang relevan dalam kategori, judul, tag, dan deskripsi. Dengan cara ini akan membantu orang menemukan video kamu selama pencarian online. Gunanya tentu saja untuk meningkatkan jumlah audiens dan mendapatkan lebih banyak tampilan untuk mempromosikannya di platform jejaring sosial lainnya. Selalu optimalkan judul, tag, dan deskripsi dengan kata kunci.

  1. Mengharapkan Hasil Instan

Kesalahan penggunaan Youtube yang selanjutnya adalah mengharapkan hasil instan. Seperti kata pepatah, sedikit sedikit lama-lama menjadi bukit. Usaha kecil yang kamu lakukan secara konsisten tentu saja dapat mendatangkan hasil yang baik. Kecuali kalau kamu melakukan usaha yang agresif. Pasalnya sangat jarang video menjadi viral. Kalau pun terjadi biasanya didukung karena kehadiran media sosial yang mapan. 

Oleh sebab itu, tetapkan tujuan yang jelas dan realistis yang dapat dicapai untuk video kamu. Jika kamu tidak mencapai sasaran, jangan panik, namun rencanakan video yang lebih baik.

  1. Gagal Fokus Pada Audiens 

kesalahan penggunaan youtube 03Selain mengharapkan hasil instan, kesalahan penggunaan Youtube yang lain adalah membuat video dengan pesan yang umum dan tidak spesifik. Padahal video yang kamu buat harus fokus hanya pada satu target pasar. Mengapa? Karena tujuan video kamu adalah untuk mengatasi masalah dan memberikan informasi yang menjangkau audiens target ini. Bahkan jika kamu memiliki produk dan layanan yang dapat bermanfaat bagi khalayak luas, video kamu akan lebih efektif jika kamu fokus pada satu titik. Orang yang berbeda memiliki titik rasa sakit yang berbeda. Dan kamu pun perlu memutuskan mana yang ingin kamu tangani.

  1. Tidak Ada Subtitles

Kesalahan penggunaan Youtube selanjutnya adalah tidak adanya subtitles. Padahal dengan adanya subtitle akan membuka konten kamu untuk pemirsa yang lebih luas, termasuk pemirsa tunarungu atau mereka yang berbicara bahasa selain bahasa yang digunakan dalam video kamu. Ini berlaku untuk film, acara TV, video media sosial, konten pelatihan, dan jenis video lainnya yang mungkin kamu rekam dan bagikan ke khalayak.

Keberadaan subtitle penting karena:

    • Tidak semua orang mendengar audio kamu
    • Tidak semua orang tahu bahasamu
    • Banyak orang tidak dapat mengaktifkan video
    • Teks membantu untuk memahami video
    • Membantu melibatkan pemirsa
    • Video subtitle meningkatkan jangkauan sosial
  1. Tidak Meminta Audiens untuk Komentar

Di akhir setiap video YouTube, selalu minta penonton untuk subscribe atau berkomentar. Orang-orang zaman sekarang juga melakukannya di awal video. Ada anotasi yang muncul di banyak video yang menarik orang untuk berlangganan.

Banyak video juga mendorong interaksi dan langganan. Kamu tentu ingin memastikan orang-orang yang menghargai video kamu untuk pertama kali dapat dengan mudah mendapatkan pemberitahuan tentang video baru kamu kan?

Bonus: Referensi video Youtube untuk Inspirasi Pebisnis

  • CR Cook

CR Cook adalah channel memasak dengan subscriber lebih dari 2,8 juta. Kok bisa? Kekuatan CR Cook hingga memiliki subscriber sebanyak itu adalah koleksi videonya yang sangat lengkap. Kamu bisa menemukan berbagai masakan nusantara, kue, roti, bahkan makanan yang sedang viral. Selain itu, hasil videonya pun sangat detail sehingga dapat diikuti oleh viewers dengan mudah. 

Yang bisa diambil pelajaran dari CR Cook ini adalah perpaduan antara kualitas video yang bagus dengan visual yang menarik, konten yang detail atau berupa tutorial dan kecerdikan untuk riding the tren. Jadi kamu bisa mempertimbangkan untuk menggunakan cara ini untuk meningkatkan subscriber serta viewers

  • Hikmah Puasa untuk Sahabat 

Video dari PT Djarum yang dikeluarkan setiap bulan puasa ini berhasil mengundang emosi dan empati hingga mendapat lebih dari 6 juta views. Hal ini tak lepas dari strategi storytelling yang bisa dimanfaatkan oleh brand untuk membuat pesan akan produk atau layanan yang dijual menjadi adaptif, tidak terlalu kaku, tidak berjarak untuk tetap relevan dengan audiens. 

Dengan konsep storytelling video, kamu harus bisa membuat dan menganggap bahwa setiap video adalah sebuah cerita baik berupa narasi, presentasi maupun kemasan cerita lainnya tanpa peduli berapa lama durasi videonya. Jadi itulah pembahasan seputar kesalahan penggunaan Youtube yang bisa saja dilakukan oleh pebisnis atau brand. Semoga bisa menjadi referensi sekaligus petunjuk ketika ingin terjun ke Youtube ya

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP