fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

11 Tips Hindari Stress di Masa Liburan Ramadan dan Lebaran

stress di masa liburan ramadan dan lebaran

Masa liburan Ramadan dan Lebaran memang terasa menyenangkan, ya, karena inilah waktunya untuk kita dapat berkumpul bersama keluarga dan sejenak meninggalkan rutinitas pekerjaan. Tapi ternyata, untuk pengusaha, bisa jadi malah sebaliknya. Masa liburan Ramadan dan Lebaran malah berisiko membuat stress

Janet Attard, pendiri dari portal bisnis UMKM “Business Know-How” dan juga penulis buku yang berjudul The Home Office and Small Business Answer Book dan Business Know-How: An Operational Guide for Home-Based and Micro-Sized Businesses with Limited Budgets memiliki pandangan tentang ini. Beliau melihat bahwa umumnya masa liburan Ramadan & Lebaran, tekanan dari pekerjaan yang datangnya bersamaan dengan banyaknya acara keluarga dan kesibukan berbelanja untuk keperluan liburan, justru membuat para pengusaha UMKM tidak nyaman, dilanda kepanikan, bahkan stress.

Tekanan dari pekerjaan di masa liburan Ramadan dan Lebaran umumnya dipicu dari naiknya tren pembelian dari konsumen. Kamu selaku pengusaha UMKM harus memastikan stok produk mencukupi, juga distribusi bahan dari supplier tidak terhenti. Belum lagi urusan kelancaran pengiriman produk kepada konsumen tidak boleh terganggu, karena biasanya kebutuhan kurir dan pengiriman barang menjadi semakin tinggi sehingga sering kali terjadi keterlambatan di masa liburan Ramadan dan Lebaran. Wah, bisa dibayangkan bagaimana pusingnya mengatur semua itu.

Belum berhenti sampai di situ saja, jika kamu memiliki sejumlah karyawan, kamu juga perlu memikirkan soal terkumpulnya uang hasil penjualan, pembayaran THR maupun bonus di masa liburan Ramadan dan Lebaran. Semuanya tidak boleh ditunda, apalagi THR adalah ketentuan yang tatanannya sudah diatur pemerintah. Bisa repot kalau karyawan merasa tidak puas dan mengajukan protes. 

Sayangnya, stress di masa liburan agak sulit untuk dihilangkan sepenuhnya bagi para pengusaha. Untuk membantu menghindari stress di masa liburan Ramadan dan Lebaran, berikut ini ada 11 tips yang bisa menginspirasimu. 

Atur ekspektasimu

Stress di masa liburan Ramadan dan Lebaran bisa dihindari kalau kamu mengatur ekspektasimu. Bekerja menjadi pengusaha bukan berarti 100% tahan banting, bukan? Kamu tidak akan dapat mengerjakan semua hal sekaligus. Meskipun masa liburan Ramadan dan Lebaran adalah peluang emas untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya, keluarga dan kesehatanmu pun penting. 

Cobalah untuk mengatur target-target yang lebih mudah dicapai. Masukkan agenda bersama keluarga di dalamnya. Cara ini cukup bisa membantumu menghindari stress dalam pekerjaan dan konflik bersama keluarga, juga tidak membuatmu sakit. Ingatlah bahwa kesehatan mahal harganya. 

Buat skala prioritas

Di masa liburan Ramadan dan Lebaran, kadang semua hal sepertinya penting dan mendesak. Agar tidak stress, buatlah skala prioritas untuk memilah-milah semua urusan. Atur dari yang paling mendesak, mendesak tetapi masih bisa kamu tunda sejenak, dan mana yang bisa kamu tunda sampai masa liburan selesai. Kemudian, selesaikan masing-masing prioritasmu secara teratur hingga tuntas.

Atur jam kerjamu

Tak ada salahnya ingin mendapatkan keuntungan di masa liburan Ramadan dan Lebaran. Tetapi bukan berarti setiap hari harus lembur. Atur jam kerjamu secara wajar, misalnya mulai pukul 9 pagi hingga 6 sore. Tidak ada jaminan, lho, bahwa waktu buka toko yang lebih panjang, apalagi sampai tengah malam akan menghasilkan profit yang lebih besar. Perhitungkan juga upah lembur yang harus kamu siapkan bila karyawan harus bekerja di luar jam kerja normal. 

Pengusaha yang memiliki toko offline juga harus mengingat bahwa di masa liburan Ramadan dan Lebaran biasanya tingkat kriminalitas turut naik. Membuka toko hingga tengah malam atau membuka layanan 24 jam bisa menimbulkan risiko pencurian atau perampokan. Jadi, pikirkan juga keamanan dan keselamatan diri dan karyawan tokomu. 

Tahu kapan mengatakan “tidak”

Ramadan dan Lebaran untuk mereka yang menjalankan bisnis kadang bisa menjadi godaan yang sulit ditolak. Kamu mungkin akan menghadapi beberapa kesempatan untuk mendapatkan keuntungan besar. Misalnya, dengan menumpuk stok barang lebih banyak, menerima semua pesanan pre-order, atau mengambil keputusan-keputusan penting lain yang sebenarnya kamu sendiri belum yakin bisa menyelesaikannya. Kegagalanmu dalam memenuhi semua permintaan konsumen bisa membuat mereka berkomentar buruk tentang bisnismu. Akibatnya, semua rencanamu bisa gagal, stok barang menumpuk dan sulit untuk dihabiskan. Jadi, kuatkan diri untuk mengatakan “tidak”. 

Jadwalkan waktu istirahat

stress di masa liburan ramadan & lebaran

Di masa liburan Ramadan dan Lebaran di mana bisnis sedang sibuk-sibuknya, terkadang kita lupa untuk memberi waktu istirahat. Jam kerja yang panjang, apalagi sampai menyita waktu istirahat bisa menyebabkan kelelahan, baik secara fisik maupun mental. Tetap patuhi waktu istirahat, misalnya jam 12 hingga jam 1 siang untuk makan siang. Atau bagi yang punya toko offline, berikan jam istirahat untuk karyawan secara bergantian agar tetap ada yang bisa menjaga toko.

Percayalah bahwa istirahat selama 1 jam tidak akan membuat bisnismu berantakan. Justru malah membuat tubuh dan pikiran kembali segar dan bersemangat.

Mendelegasikan pekerjaan

Untuk mengurangi stress di masa liburan Ramadan dan Lebaran, tak ada salahnya untuk mendelegasikan sebagian pekerjaan kepada karyawan. Kalau tidak ada karyawan, kamu juga bisa meminta bantuan dari keluarga atau orang lain sebagai tenaga sementara. Mintalah mereka untuk membantumu menyelesaikan urusan bisnismu, seperti mengecek stok, menghubungi supplier, membuat rekap order, dan sebagainya. Dengan begitu, kamu akan punya waktu untuk mengerjakan hal lain.

Ciptakan suasana menyenangkan

Stress di masa liburan Ramadan dan Lebaran juga bisa dialami oleh karyawanmu. Terutama mereka yang berniat pulang kampung dan membawa uang yang cukup selama mudik. Mereka tentunya juga ingin mempersiapkan diri. Berikan mereka kesempatan untuk berbelanja keperluan mudik, agar nanti saat cuti, mereka juga akan merasa senang. Atur jadwal libur mereka agar tempat kerjamu pun tetap ada karyawan yang bisa membantu. 

Perlu diingat juga bahwa dengan besarnya stress di tempat kerja, karyawan akan berisiko lebih mudah melakukan kesalahan atau sulit berkonsentrasi. Jangan tambahi beban mereka dengan selalu memarahi atau menekan mental karyawan, ya. Justru, kenyamanan di tempat kerja sangat diperlukan. Siapkan THR dan bonus dalam jumlah yang sesuai dengan kinerja yang mereka berikan agar mereka merasa puas dan nyaman bekerja bersamamu. 

Lawan jadi kawan

Kurangi stress di masa liburan Ramadan dan Lebaran dengan berkolaborasi bersama pengusaha lain. Ajak mereka untuk membuat paket-paket promosi dengan harga menarik yang hanya bisa didapatkan selama masa liburan Ramadan & Lebaran. Atau, bila bisnismu bergerak di bidang jasa, seperti jasa pengiriman barang, pengepakan, atau yang lainnya, kamu bisa juga mengalihkan beberapa pesanan konsumen kepada pebisnis lain yang terpercaya. Saling bantu menyelesaikan pesanan juga bisa membuka kesempatan kolaborasi di masa mendatang, lho! Tetapi pastikan, orang-orang yang kamu ajak berkolaborasi bisa kamu percaya dan tidak akan menikung bisnismu. 

Resapi makna liburan

Agar tidak dilanda stress di masa liburan Ramadan dan Lebaran, cobalah untuk meresapi makna Hari Raya yang segera tiba. Semua orang berhak untuk merasa bahagia berkumpul bersama keluarga dan menikmati saat bersilaturahmi. Selalu berikan ruang untukmu merasa senang, karena ini bisa menjadi energi positif dan penyemangatmu dalam menjalankan usaha. 

Sempatkan diri untuk berbelanja

stress di masa liburan ramadan & lebaran

Kalau tidak ada orang yang bisa kamu mintai bantuan untuk berbelanja keperluan liburan Ramadan dan Lebaran, kamu perlu menyempatkan diri untuk melakukannya. Apalagi sekarang berbelanja bisa dilakukan secara online. Semua keperluan liburan bisa beres dalam waktu yang tidak terlalu lama. Tapi, lakukan dengan bijak dan jangan sampai melebihi anggaran dan kemampuanmu. 

Nikmati liburanmu

Saat liburan Ramadan dan Lebaran tiba, usahakan untuk benar-benar menghentikan kegiatan bisnis, meskipun hanya untuk 1-2 hari. Ini adalah saatmu bersantai, tidak memikirkan pekerjaan, dan berfokus pada keluarga. Jangan menerima telepon atau mengecek email dari klien atau konsumen. Jadikan momen liburan ini sebagai “me-time”. Nikmati semua acara keluarga dengan perasaan tenang. 

Selamat menyambut liburan, semoga Hari Raya kali ini makin meninggalkan kesan yang membahagiakan.

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP