fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

15 Tantangan Berbisnis Dengan Supplier Yang Pengusaha Hadapi

Tantangan berbisnis dengan supplier 01

Tantangan berbisnis dengan supplier, tentu dihadapi oleh setiap pengusaha yang berhubungan dengan supplier atau pemasok. Tantangan tersebut mulai dari memahami latar belakang supplier sampai manajemen supplier. Wah, ternyata cukup bervariasi tantangannya. Lalu apakah mudah mengatasi tantangan berbisnis dengan supplier?

Untuk kamu-kamu pengusaha yang tangguh, berikut disajikan 15 tantangan berbisnis dengan supplier yang perlu kamu tahu dan cara mengatasinya.   

Latar belakang supplier

Tantangan berbisnis dengan supplier paling awal adalah mempelajari latar belakang mereka. Beberapa tantangannya adalah sebagai berikut. 

1. Mempelajari track record (rekam jejak) supplier

Tantangan berbisnis dengan supplier 02Sebelum berlanjut pada kerja sama yang melibatkan sejumlah dana, penting sekali bagi kamu mempelajari rekam jejak supplier. Termasuk dalam track record supplier diantaranya: proyek-proyeknya di masa lalu terutama sehubungan dengan kualitas dan kinerja, legalitasnya (perijinan, pajak, hukum, dan sebagainya), serta hubungan dengan konsumen dan mitra kerja. Mengetahui rekam jejak ini sangat penting dalam rangka menjaga hubungan baik dengan supplier.

Guna menggali track record supplier, kamu bisa: 

  • Mempelajari supplier lewat berbagai media, baik secara online maupun offline. 
  • Mempelajari supplier lewat website dan media sosial mereka, terutama di bagian review konsumen
  • Menanyakan mengenai supplier, langsung kepada: konsumen mereka, kompetitor, dan mantan pegawainya.

2. Mengetahui budaya bisnis mereka

Penting untuk mengetahui budaya bisnis supplier, kemudian kamu sebagai pengusaha melakukan penyesuaian diri. Penyesuaian yang baik, pasti akan membuat kerjasama dengan supplier menjadi lebih lancar. 

Sebuah contoh budaya bisnis, adalah supplier yang akan segera memproses pesanan jika pembeli membayar tunai. Maka kamu sebagai pengusaha, demi kelancaran bisnis perlu membayar tunai untuk barang yang kamu pesan.  

Untuk mengetahui tentang seluk beluk budaya bisnis supplier, kamu bisa:

  • Bertanya kepada: konsumen mereka, karyawan mereka, dan kompetitor bisnismu yang menggunakan supplier yang sama.  
  • Mempelajarinya langsung dengan melakukan transaksi dengan supplier.

Komunikasi

Tantangan berbisnis dengan supplier berikutnya adalah berhubungan erat dengan komunikasi, yaitu: 

3. Hambatan komunikasi

Komunikasi adalah hal mutlak yang dibutuhkan dalam bisnis di setiap aspeknya. Supplier yang tidak memahami mengenai tujuan strategis bisnis kamu, tentu akan menghambat bisnismu. Dan hal tersebut bisa dijelaskan dengan berkomunikasi.

Oleh sebab itu, pengusaha harus bisa mengatasi hambatan komunikasi dengan supplier. Memenangkan komunikasi dengan supplier, adalah cara memperoleh keuntungan sebesar-besarnya untuk bisnismu. 

Cara untuk mengatasi hambatan komunikasi, diantaranya:

  • Saling jujur antara pebisnis dan supplier.
  • Saling terbuka terutama sehubungan dengan bisnis.
  • Memiliki dokumen atau kontrak tertulis mengenai hubungan kedua belah pihak. 

4. Proses yang transparan

Dampak proses yang tidak transparan, akan menciptakan kesenjangan antara bisnismu dengan supplier. Contohnya proses pengiriman barang yang tidak bisa terlacak dengan jelas. Untuk mengatasinya, dapat dibantu dengan penggunaan teknologi. Kamu dapat menggunakan teknologi pelacakan, seperti yang banyak dipergunakan perusahaan logistik. 

Maka cara untuk membuat sebuah proses transparan adalah dengan:

  • Menggunakan teknologi.

5. Memelihara hubungan baik

Tantangan berbisnis dengan supplier 03Kamu sebagai pebisnis harus memelihara hubungan baik dengan supplier. Setiap supplier yang turut dilibatkan dalam setiap perjalanan bisnismu, tentu akan memiliki hubungan yang lebih baik. Dengan begitu mereka akan mendukung bisnismu.   

Cara untuk menjaga hubungan baik, seperti:

  • Tidak langsung memecat supplier saat terjadi pengiriman barang yang cacat atau rusak. Bicarakan hal tersebut dengan baik. 
  • Melakukan negosiasi secara baik untuk keuntungan kedua belah pihak.
  • Saling memberi ucapan selamat atas keberhasilan yang dicapai.

6. Konflik atas kontrak

Sebagai pebisnis, kamu harus membuat kontrak yang jelas dengan supplier. Karena kontrak yang bias, akan membuat hubunganmu dengan supplier memburuk bahkan menimbulkan konflik. Oleh sebab itu untuk meminimalisir konflik dalam kontrak dengan supplier, perlu untuk memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Memastikan kontrak memberikan manfaat untuk kedua belah pihak
  • Melakukan pratinjau dengan sangat hati-hati, sebelum memfinalisasi kontrak.
  • Membuat kontrak yang jelas dan dipahami kedua belah pihak.
  • Membuat kontrak yang legalitasnya terjamin.

Rantai pasok (supply chain)

Tantangan berbisnis dengan supplier berikutnya adalah berhubungan erat dengan rantai pasok (supply chain). Rantai pasok adalah sebuah alur yang memastikan perusahaan selalu menerima barang tepat waktu, tidak sampai kehabisan, dan laku tepat waktu pula. Atau dengan kata lain, persediaan tidak mengalami kelebihan atau kekurangan. Berikut beberapa tantangannya.

7. Manajemen persediaan

Bisnismu harus mampu melakukan pelacakan terus menerus terhadap persediaan. Untuk melakukannya kamu perlu manajemen persedian. 

Manajemen persediaan yang kamu buat, kemudian bagikan pula kepada supplier. Sehingga mereka dapat memberikan informasi tambahan mengenai resiko kehabisan stok atau membongkar persediaan yang kadaluarsa, yang sangat penting dalam manajemen persediaan.

Untuk mewujudkan manajemen persediaan yang baik, dapat dilakukan dengan:

  • Membuat standard operating procedure (SOP) yang jelas mengenai manajemen persediaan.
  • Membuat alur manajemen persediaan yang baik dan jelas.
  • Menempatkan pegawai berpengalaman dalam manajemen persediaan.
  • Menggunakan bantuan teknologi untuk manajemen persediaan.

8. Integrasi Teknologi

Teknologi sangat membantu bisnismu. Oleh sebab itu untuk mengatasi tantangan rantai pasok dan dunia bisnis yang terus berubah, maka integrasikanlah dengan teknologi. Dengan integrasi tersebut, kamu bisa melakukan pengawasan yang lebih mudah dan akurat terhadap rantai pasok. Tentu saja kamu harus tetap mempekerjakan sumber daya manusia untuk mengoperasikannya. 

Cara untuk mengintegrasikan teknologi, diantaranya:

  • Menggunakan software sehubungan dengan rantai pasok.
  • Mempekerjakan sumber daya manusia yang memahami teknologi sehubungan rantai pasok.
  • Memilih teknologi yang mampu mengintegrasikan keseluruhan proses dalam rantai pasok.

9. Membebankan tanggung jawab hanya pada supplier tunggal

Menggantungkan bisnismu hanya pada satu supplier, adalah sebuah kesalahan. Apalagi jika pemasok tersebut mengalami overload atau kelebihan pesanan. Dampaknya adalah bisa jadi pengiriman barang pesananmu akan mengalami keterlambatan. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap bisnismu.

Oleh sebab itu, untuk mengatasi tantangan berbisnis dengan supplier yang ini, kamu perlu:

  • Memiliki lebih dari satu supplier.
  • Mengelompokkan supplier sesuai kebutuhan bisnismu. 
  • Memiliki manajemen rantai pasok yang baik, untuk memastikan jumlah persediaan. Kemudian membagi informasi tersebut kepada pemasok. 

10. Penjaringan supplier tidak efisien

Bisa jadi supplier tidak bisa memenuhi kewajibannya, karena proses penjaringannya yang tidak efisien. Kamu mungkin tidak memiliki dokumen mencukupi untuk menjelaskan mengenai rantai pasok yang kamu terapkan. Sehingga supplier pun tidak memahami yang kamu butuhkan. Oleh sebab itu kamu perlu untuk melakukan beberapa hal berikut, saat menjaring supplier:

  • Menemukan banyak kandidat untuk pemasok, sehingga kamu bisa memilih yang terbaik.
  • Menjelaskan secara detail dan tertulis kebutuhanmu.
  • Berkomunikasi secara terbuka mengenai kebutuhan persediaanmu.
  • Membuat perjanjian tertulis (kontrak) yang jelas mengenai hubunganmu dengan supplier yang terpilih.

11. Resiko rantai pasokan (supply chain)

Tantangan berikutnya yang mungkin timbul adalah sehubungan dengan ketidakpastian dalam supply chain. Maksudnya adalah supplier tidak bisa memberikan kepastian mengenai persediaan, disebabkan oleh beberapa masalah, seperti: keterbatasan bahan baku, sumber daya atau hukum. Oleh sebab itu pebisnis perlu untuk memperkirakan resiko tersebut, dengan:

  • Memastikan legalitas dari supplier
  • Mencari informasi mengenai pelanggaran hukum yang pernah dilakukan pemasok.
  • Mengidentifikasi resiko rantai pasok dan mencari solusi yang terbaik. 
  • Memanfaatkan teknologi untuk mengatasi hambatan rantai pasok. 
  • Melakukan segmentasi pemasok, sehingga resiko bisa terukur. 

12. Ketergantungan berlebihan pada JIT (Just In Time)

Just In Time (JIT) adalah suatu pendekatan manajemen persediaan, yang menetapkan persediaan cadangan jumlahnya minimal atau bahkan tidak ada. Sayangnya pendekatan ini kurang efektif dalam menghadapi situasi pandemi. Karena pandemi membuat kebutuhan akan barang atau jasa berfluktuasi tidak normal, sebagai dampak pembatasan. Oleh sebab itu kamu perlu untuk:

  • Tidak hanya mengandalkan JIT dalam manajemen rantai pasok.

Perlu ada alternatif lain untuk pendekatan manajemen persediaan. Kamu dapat menggunakan metode lain, seperti: EOQ (Economic Order Quantity) yang fokus pada pesanan, MRP (Material Requirement Planning) yang menjamin persediaan selalu ada dalam jumlah sedikit, ABC yang membagi persediaan dalam kelompok-kelompok, dan Periodic Review yang melakukan pesanan persediaan dalam waktu berdekatan. 

Manajemen supplier

Tantangan berbisnis dengan supplier 04Tantangan berbisnis dengan supplier berikutnya adalah sehubungan dengan manajemen supplier, yaitu:

13. Membuat strategi manajemen supplier

Tanpa strategi manajemen yang baik, maka akan memberikan hasil yang tidak konsisten bahkan terus memburuk. Oleh sebab itu penting untuk menciptakan strategi manajemen pemasok yang reaktif (cepat tanggap). Kamu dapat melakukan beberapa strategi berikut, untuk strategi manajemen supplier:

  • Kepemimpinan organisasi memegang faktor penting dalam manajemen supplier.
  • Menentukan tujuan dari kerjasama dengan supplier dan membagikannya dengan mereka.
  • Menentukan beberapa alternatif dan memutuskan prioritas dalam manajemen supplier.

14. Kejelasan strategi manajemen supplier

Setelah menentukan strategi manajemen supplier yang terbaik, tugasmu berikutnya adalah membuatnya cukup jelas dan mudah dipahami. Sehingga supplier yang terpilih memahami yang kamu inginkan. Strategi paling baik dan mudah untuk diidentifikasi adalah yang berpusat pada kebutuhan konsumen bisnismu.

Untuk membuat strategi manajemen supplier yang jelas, kamu bisa melakukan:

  • Fokus pada kebutuhan konsumen bisnismu.
  • Membuat strategi manajemen yang tertulis.
  • Memberikan dokumen tertulis yang jelas dan mudah dipahami, mengenai strategi yang kamu pergunakan kepada supplier.
  • Melakukan komunikasi secara terbuka dengan supplier, terutama sehubungan dengan manajemen supplier. 

15. Menyesuaikan dengan prioritas

Banyak prioritas yang ingin dicapai dalam bisnis. Hal ini juga akan sangat mempengaruhi bisnismu sehubungan dengan supplier. Contohnya perusahaan tentu menetapkan untuk harga barang kulakan (pembelian) yang paling rendah, untuk kemudian dijual dengan mahal. Namun konsumen masa kini, sangat sadar akan kualitas dan mau membayar lebih mahal. Oleh sebab itu, kamu tidak bisa lagi berpegang pada prinsip bahwa harga kulakan haruslah rendah. Kamu bisa membeli barang yang berkualitas dengan harga tinggi, untuk dijual lebih tinggi kepada konsumen yang tepat.

Maka manajemen supplier, juga berhubungan erat dengan penyesuaian prioritas bisnismu. Sehubungan dengan tantangan berbisnis dengan supplier yang ini, kamu bisa: 

  • Menetapkan tujuan utama bisnismu, dengan berpatokan kepada kebutuhan konsumenmu.
  • Memperkirakan kemampuan modalmu untuk membiayai permintaan konsumenmu.
  • Menyusun daftar prioritas.

 

Bisnismu tanpa supplier akan mengalami kesulitan. Maka kamu harus mampu mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Tentunya setelah membaca artikel ini, menjadi lebih mudah bukan untuk mengatasinya. 

Tetap semangat berbisnis dan jaga hubungan baik dengan supplier-mu.