fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

3 Langkah Mudah Branding untuk UMKM dari Founder Agensi Kreatif

branding umkm

Bagaimana, sih, caranya melakukan branding UMKM dengan tepat? Yuk, simak penjelasan Diego F. Pattiselanno, Co-Founder Coulava Digital & Creative Agency, tentang langkah-langkah mudah branding untuk UMKM. Pebisnis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) harus bisa melakukan branding agar bisa bersaing dengan bisnis yang mapan dan meraih pangsa pasar. Dengan strategi branding UMKM yang tepat, pebisnis UMKM dapat menciptakan citra produk atau layanan yang juga tepat, sehingga brand bisa terus ada di benak konsumen. Sebaliknya, jika kamu salah menerapkan strategi branding UMKM, maka identitas brand kamu juga sulit diterima oleh konsumen.

Marketing dan Branding, Apa Bedanya?

Masalah lain yang juga sering muncul di dunia UMKM adalah kurangnya pemahaman tentang perbedaan antara marketing dan branding. Hal ini tentunya menyebabkan sulitnya menyusun strategi yang tepat untuk ke depannya. Maka dari itu, sebelum  masuk ke dalam penjabaran mengenai langkah-langkah branding UMKM, yuk, kita pahami dulu perbedaan antara marketing dan branding.

branding umkm

Marketing adalah proses mendistribusikan produk kamu ke kanal-kanal marketing yang paling mungkin mendapatkan prospek, leads, serta untuk menjangkau calon pelanggan. Tujuannya adalah agar mendapatkan banyak prospek yang akhirnya membuka lebih banyak peluang.

Sementara itu, branding adalah proses membangun persepsi orang lain saat melihat brand atau produk kamu. Kesan apa yang ingin kamu tampilkan dalam produk atau jasa kamu, serta bagaimana orang melihat produk atau jasamu. Singkatnya, brand positioning adalah strategi memposisikan bisnis kamu pada benak pelanggan agar timbul citra tertentu.

Jika sebuah brand baru tidak menerapkan brand positioning, kemudian ia terjun ke dalam pasar yang sudah ramai dengan begitu banyak kompetitor dan konsumen yang sudah punya pilihan masing-masing, maka brand tersebut akan sulit mendapatkan peluang apalagi bertahan. Meskipun beragam booster pemasaran telah dilakukan seperti dengan cara memasang iklan di berbagai platform, hal itu justru tidak akan menjadikannya efektif dan efisien.

Sebagai contoh, UMKM grosir pakaian jadi dengan harga murah namun menampilkan gambar terlalu eksklusif. Belum lagi tampak tidak menunjukkan bahwa UMKM tersebut memiliki banyak stok untuk memenuhi pelanggan grosir dan menawarkan pembeli dengan harga tangan pertama. Hal-hal tersebut sebenarnya merupakan hal yang penting bagi transaksi jual-beli grosir. Karena tidak terpenuhi, branding UMKM tersebut tidak terwujud.

3 Langkah Branding untuk UMKM

Lantas, bagaimana cara menerapkan branding UMKM? Berikut ini adalah penjelasan mengenai langkah-langkah mudah branding untuk UMKM.

Kenali Bisnis Kamu dan Produk atau Jasa yang Kamu Pasarkan

Ini adalah langkah dasar saat kamu mulai membangun bisnis kamu. Kenali dan ketahui secara mendalam, industri apa yang akan menjadi playground bisnismu. Berikutnya, produk apa yang kamu tawarkan dan apa kelebihan serta kekurangannya, berapa harganya, dan bagaimana persaingannya dengan kompetitor. Kesemua poin tersebut akan mempengaruhi cara-cara kamu dalam berkomunikasi kepada konsumen. Komunikasi tak hanya secara lisan dan tulisan melalui copywriting, tetapi juga secara visual melalui desain grafik.

Ketahui Siapa Target Pasar Kamu dengan Membuat Buyer Persona

branding umkm

Jika pada poin pertama, kamu terlebih dahulu harus mengenal produkmu, ekosistem industrinya, hingga kompetitor, maka di poin ini kamu harus mengenal betul siapa target pasar kamu. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat buyer persona yang di dalamnya terdapat informasi tentang usia dan gender target pasar kamu, kota tempat mereka tinggal, bagaimana daya beli mereka karena hal ini terkait dengan penentuan harga produk kamu, kesulitan mereka seputar produk yang kita pasarkan, ketertarikan mereka, hingga topik-topik yang sukai. Intinya, dapatkan dan kumpulkan informasi dan insight dari target pasar kamu sebanyak-banyaknya.

Ada tiga hal untuk mendorong kamu membuat buyer persona

  • agar bisa menentukan cara berkomunikasi;
  • untuk memudahkan proses membuat konten; dan 
  • konten yang dibuat lebih bisa diterima oleh target pasar karena lebih terarah.

Bentuk Brand Kamu Sesuai dengan Profil Mereka

Setelah mengenal produk, kompetitor, serta target pasar kamu, maka saatnya kamu mewujudkan identitas brand kamu. Identitas ini tentunya bisa tunjukkan dalam beragam bentuk seperti logo, poster iklan atau konten, hingga copywriting-nya. Ingat selalu untuk menciptakan identitas-identitas ini bukan hanya sekadarnya atau mengikuti kemauan atau selera kamu sebagai pengusaha, tetapi pastikan kamu menyesuaikan branding UMKM ini dengan profil konsumen. Ciptakan logo yang dapat mewakili konsumen, buat grafik visual berupa poster iklan atau konten yang sesuai dengan selera konsumen, bicaralah dengan cara bicara konsumen saat membuat copywriting agar pesan yang ingin kamu sampaikan lebih mudah diterima. 

Bagaimana? Semoga kamu semakin paham mengenai branding UMKM. Semoga dengan mengikuti langkah-langkah mudah branding untuk UMKM dari founder agensi kreatif, dapat mendorong kamu melakukan branding yang tepat untuk usaha kamu, ya.

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP