fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

4 Tren Konsumen dan Tips Bisnis Bertahan di Kala Pandemi dari CEO Kursus Bisnis Online

tips bisnis

Pertumbuhan belanja konsumen menurun drastis sejak badai pandemi Covid-19 menghantam. Meski sudah dua tahun lebih berlangsung dan geliat pertumbuhan ekonomi mulai terlihat, namun masih banyak pemilik usaha yang kewalahan meningkatkan penjualan agar bertahan di situasi yang serba tak pasti ini. Lalu apa, ya, tips bisnis agar usaha dapat tetap bertahan?

Di segmen Tanya Ahli kali ini, General Manager Presiden.com dan CEO Kursus Bisnis Online, DM Lintang, akan berbagi rahasianya. LummoSHOP telah merangkum serangkaian pengetahuan dan pengalaman DM Lintang serta data-data terkait tren konsumen dan tips bisnis agar bisnis kamu bisa tetap berjalan dan bertahan selama masa pandemi.

Memahami Tren Belanja Konsumen

Pandemi telah mengubah kita semua, tanpa terkecuali, di berbagai aspek kehidupan. Keterbatasan pergerakan membuat kita harus mencari cara agar hal-hal esensial tetap bisa dilakukan dengan aman. Salah satunya adalah aspek belanja kebutuhan sehari-hari. Sebelum pandemi, masih banyak orang terutama generasi Z (usia 18-26 tahun) yang belum pernah melakukan transaksi online. Namun ketika pandemi menghadang, terjadi perubahan yang sangat signifikan terhadap gaya hidup, yakni bahwa hampir semua responden dari generasi Z sudah pernah melakukan transaksi online. Begitu juga dengan keberadaan toko online. Sejak pandemi, pertumbuhan toko online semakin tinggi dan keberadaan toko fisik menurun signifikan.

Berdasarkan data-data tersebut, kita bisa lihat bahwa pandemi Covid-19 membawa perubahan yang begitu besar dan signifikan terhadap kehidupan kita sehari-hari sehingga mengubah juga  kelangsungan bisnis. Dari yang punya toko offline, jadi menutup tokonya karena pandemi membatasi pergerakan masyarakat sehingga pengunjung menurun drastis. Dari yang tidak pernah melakukan transaksi online, karena pandemi membuat kita semua terpaksa melakukan sesuatu dari rumah, maka transaksi online meningkat. Oleh karena itu, salah satu tips bisnis untuk bisa bertahan di situasi pandemi adalah memiliki kemampuan memperhatikan perubahan-perubahan tren belanja konsumen seperti ini. Manfaatnya, adalah agar kamu bisa menentukan langkah-langkah bisnis kamu selanjutnya yang harus kamu ambil.

Terapkan Strategi Marketing di Masa Krisis

tips bisnis

Strategi marketing mampu membawa suatu bisnis bertahan di masa krisis dan menemukan peluang-peluang yang menguntungkan. Tips bisnis berikutnya bagi pelaku usaha untuk bertahan di masa krisis adalah dengan menggunakan strategi marketing yang tepat. 

  • Manfaatkan keberadaan top 3 marketplace dan pastikan kamu memiliki kanal penjualan di sana. Dengan berjualan di 3 top marketplace maka peluang kamu untuk mendapatkan lebih banyak awareness dan traffic semakin tinggi serta meningkatkan transaksi.
  • Optimalisasi corong media sosial. Media sosial jamak dipakai juga untuk berjualan, melakukan transaksi, namun jangan lupa inti dari media sosial adalah membuat jejaring dengan orang lain. Buatlah jejaring dengan target khalayak dan konsumen kamu melaluinya. Buat konten-konten yang bukan sekadar konten berjualan tapi juga relevan dengan bisnis kamu. Tentunya juga mempertimbangkan yang kira-kira akan menarik atau membuat interaksi dengan konsumen kamu. Lakukan ini di berbagai platform media sosial yang kamu miliki. Hal ini akan meningkatkan awareness terhadap bisnis kamu, juga dapat menciptakan traffic dan membuka peluang transaksi. 
  • Untuk mendapatkan omzet dengan cepat dan banyak, kamu juga butuh tenaga bantuan dalam menjalankan marketing-mu. Karena online marketing menjadi salah satu alternatif strategi yang harus kamu coma rambah saat masa krisis, maka setidaknya kamu punya tim khusus untuk menanganinya. Paling tidak, milikilah tim berisikan content creator, traffic maker, dan customer relationship management. 
  • Sisihkan budget marketing kamu untuk beriklan dan pastikan efektif dan efisien.

Bulan Ramadan, Saatnya Cuci Gudang!

tips bisnis

Tips bisnis berikutnya adalah dengan cara melakukan cuci gudang saat bulan Ramadan. Seperti kita telah ketahui bersama, momen bulan Ramadan dan Idulfitri merupakan momen ketika intensitas belanja masyarakat lebih tinggi dibanding bulan-bulan lainnya. Kebutuhan belanja barang-barang rumah tangga, sembako, pakaian, hingga barang-barang tersier meningkat di saat bulan Ramadan. Hal ini tentunya membuka peluang besar bagi para pelaku bisnis.

Meskipun bulan Ramadan kali ini kita pun masih dalam situasi pandemi, namun sudah terlihat secara umum situasi mulai membaik. Ekonomi juga semakin pulih. Ini merupakan sinyal positif bagi kamu sebagai pelaku bisnis untuk kembali mengakselerasi usahamu. Lakukan beragam bentuk promosi dan marketing selama Ramadan. Melakukan cuci gudang, memberi potongan harga besar-besaran, bonus, dan banyak bentuk promosi lainnya bisa kamu jadikan alternatif untuk mendorong transaksi.

Kreativitas adalah Kunci

Di masa kritis, di kala pandemi seperti sekarang ini, satu hal yang bisa menjadi kunci keberhasilan bisnis kamu melewati masa-masa sulit adalah dengan kreativitas. Jika kamu lihat sekeliling, iklan-iklan produk membanjiri semua media, dari mulai iklan TV hingga billboard, dari iklan pop-up hingga konten berbayar. Jika bisnis kamu ingin sukses maka kamu harus menyiapkan strategi marketing yang mampu menonjol di antara begitu ramai dan berisiknya dunia marketing dengan begitu banyak kompetitor. Strategi dan taktik marketing kreatif adalah tips bisnis untuk kamu agar tak hanya bisa menarik perhatian khalayak tetapi juga bisa membuat bisnis kamu bertahan di masa sulit.

Masa yang kita sedang jalani saat ini adalah masa yang sulit yang tiba-tiba membawa bisnis kamu ke situasi yang serba baru dan asing. Semoga tips bisnis di atas bisa membantu kamu menemukan cara untuk meningkatkan kapasitas kamu agar kamu bisa bertahan dan keluar dari masa krisis dengan keberhasilan. Jangan lupa untuk selalu semangat, ya!

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP