fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

5 Faktor Ini yang Bisa Membuat Jualan Makanan Laris Terus

bisnis makanan 01

Memang benar jargon yang sering dibicarakan orang, bahwa bisnis makanan tidak ada matinya. Bahkan dalam kondisi pandemi Covid-19, misalnya, ketika banyak bisnis tiarap, bisnis makanan termasuk bisnis yang makin moncer dan menghasilkan keuntungan tak sedikit. Beragam ide jualan makanan bermunculan di tengah pandemi, memberi alternatif bagi masyarakat. Meski begitu, tentu tidak menafikan kenyataan bahwa ada juga pebisnis makanan yang mengalami kesulitan bahkan menutup bisnisnya saat pandemi. Lantas, apa saja faktor yang membuat jualan makanan laris terus? Yuk, kita bahas, Lummoners!

Bisnis Makanan yang Tidak Ada Matinya

bisnis makanan 03Jargon ini perlu diulang-ulang, karena peluang bisnis ini memang sangat lebar. Seperti kita sudah pahami, pangan atau makanan adalah kebutuhan pokok manusia. Tidak ada manusia di muka bumi ini yang tidak memerlukan makanan. Semua manusia membutuhkan makanan untuk dapat bertahan hidup. Paling tidak dalam sehari, manusia membutuhkan makanan dua kali sehari. 

Mengutip Okezone, makanan memiliki potensi pasar yang besar dan terus-menerus. Setiap hari orang pasti mengonsumsi dan menghabiskan makanan saat itu juga dan kejadian itu berulang. Konsumsi yang berulang-ulang merupakan potensi pasar yang besar sehingga tercipta permintaan yang besar.

Bisnis makanan merupakan usaha yang sangat fleksibel dan kamu dapat memulai dengan modal sedikit. Jumlah makanan yang diproduksi juga dapat disesuaikan dengan jumlah modal yang kamu miliki. Hal ini membuat makanan menjadi bisnis yang sangat menjanjikan. Mulai dari bisnis makanan ringan hingga berat. Lokasi atau tempat bisnis juga bisa dilakukan mulai di warung pinggir jalan, gerobak dorong keliling dari rumah ke rumah, hingga restoran mewah. 

Bisnis makanan juga terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Beragam ide jualan makanan muncul dari kreativitas manusia, membuat konsumen penasaran dengan beragam nama unik bahkan nyeleneh. Sehingga, bisnis kuliner atau makanan menjadi bisnis pilihan bagi banyak orang.

Namun, sama sebagaimana bisnis lainnya. Supaya sukses dan laris, bisnis makanan pun memiliki faktor-faktor penyebab, yang kamu perlu ketahui lebih detail.

Dari Kualitas Hingga Marketing: Faktor-faktor yang Bikin Produk Laris

Pernah tidak kamu mendengar orang berpendapat seperti ini ketika mengetahui produk seorang pebisnis tidak laku? “Kurang promosi, tuh!”, Produknya enggak terlalu dibutuhkan masyarakat!”, atau, “Harganya kemahalan!”. 

Pendapat-pendapat itu benar, kok. Walaupun sebenarnya, bukan hanya hal tersebut saja. Ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi laris tidaknya sebuah produk, di antaranya:

1. Kualitas produk

bisnis makanan 02Ini adalah faktor penting bagi konsumen, yang menentukan apakah mereka akan membeli kembali atau tidak produk yang sama di waktu mendatang. Ide jualan makanan boleh unik atau nyeleneh, tapi kualitas produk harus nomor satu. Sebab, saat konsumen merasa puas dengan suatu produk, maka persentase mereka membeli lagi produk yang sama akan terbuka lebar.

 Apalagi produk makanan, yang seperti telah disebut di atas merupakan kebutuhan pokok manusia. Sekali saja seorang konsumen puas dengan kualitas dan rasa makanan, maka mereka akan nagih dan kembali membeli. Terkadang, ada konsumen yang bela-belain datang ke tempat jualan makanan tersebut yang mungkin jauh dari rumahnya, demi memuaskan diri dan terkesan dengan kualitas rasa produk makanan itu. Mungkin termasuk kamu?

2. Harga yang kompetitif dan sesuai target konsumen

Menentukan harga sebuah produk bukan sekadar murah atau mahal. Tapi juga terkait kesesuaian dengan target konsumen. Kamu mungkin pernah mendengar atau membaca beberapa produk yang dicari bahkan bikin konsumen antre untuk membeli meski harganya cukup mahal? 

Nah, salah satu faktor yang berperan dalam larisnya suatu produk adalah  penentuan harga. Mengutip Jurnal.id, dalam era sekarang ini, ketika segala informasi mudah didapat hanya dengan sekali klik, konsumen sudah makin cerdas. Mereka sudah terbiasa membandingkan produk yang akan mereka beli. Seringkali, produk berkualitas hampir sama tetapi memiliki selisih harga yang cukup besar, membuat konsumen berpaling dan memilih produk tersebut. 

Oleh karena itu, penting bagi pebisnis menentukan harga dengan tepat setelah memutuskan ide jualan makanan yang akan dikembangkan. Salah satu caranya adalah melakukan survei harga kompetitor pebisnis lain yang menjual produk sejenis. Seorang pebisnis dapat melakukan survei terhadap beberapa kompetitor di wilayah sang pebisnis akan memasarkan produk.

3. Strategi marketing atau pemasaran

 Marketing is everything, everything is marketing, begitu kata sebuah quote yang bermakna bahwa marketing atau pemasaran adalah faktor penting dalam lancarnya bisnis dan larisnya suatu produk. Ada banyak contoh, sebuah produk yang berkualitas dengan harga kompetitif, tapi karena kurang atau tidak memiliki strategi pemasaran, konsumen tidak tahu produk tersebut. Produk itu pun tenggelam dan tidak laku dijual.

Terkait bisnis makanan, beragam ide jualan makanan dan kompetisi yang cukup tinggi, membuat seorang pebisnis makanan harus memiliki strategi pemasaran yang cerdas dan menyasar konsumen yang tepat. Melansir dari Hubster, beberapa strategi pemasaran yang bisa dilakukan seorang pebisnis di antaranya:

  • Menggunakan kemasan produk yang eye catching.
  • Lakukan promosi melalui media sosial.
  • Tampilkan foto produk yang maksimal.
  • Memanfaatkan layanan pesan antar.
  • Membuat website, selain dapat dimanfaatkan sebagai display produk, juga untuk berjualan online.
  • Mengadakan giveaway.

4. Pelayanan

Kualitas produk sudah oke, harga kompetitif, pemasaran mantap, tapi ternyata pelayanan kepada konsumen tidak bagus. Maka, bisnis dapat terganggu. Terdapat banyak kasus, konsumen kecewa dan memutuskan tidak akan membeli lagi suatu produk. 

Konsumen adalah raja. Pernyataan ini berlaku untuk semua bisnis, termasuk bisnis kuliner. Untuk itu, penting melayani dan memberikan pelayanan ramah kepada konsumen. Apapun tipe dan karakter konsumen, seorang pebisnis maupun pekerja di bisnis mampu harus mampu melayani konsumen dengan baik dan ramah. Begitu juga saat harus menghadapi komplain atau keluhan konsumen, seorang pebisnis perlu menyikapi dengan ramah. Jika hal ini dilakukan, maka konsumen pun akan merasa puas dan menjadi loyal serta akan kembali datang untuk membeli produk kamu.

5. Memberikan pengalaman atau sensasi berbeda

Beragam bisnis yang telah ada, membuat pebisnis perlu memutar otak menjadikan produknya dilirik dan laku dibeli konsumen. Termasuk produk makanan. Mengutip dari Kompas.com, menciptakan produk makanan dan minuman yang enak saja tidak cukup. Rasa memang hal paling penting dalam bisnis kuliner, tetapi sekarang ini konsumen ingin mendapatkan sesuatu yang lebih, seperti mendapatkan pengalaman atau sensasi yang berbeda ketika menikmati produk makanan buatan kamu. 

Contohnya, ide jualan makanan jenis bakso sudah sangat banyak. Saat ini muncul beragam jenis bakso yang memberi sensasi unik, seperti bakso mercon, bakso raksasa, hingga bakso lobster. Sensasi atau pengalaman lain juga bisa berbentuk lokasi atau tempat. Misalnya, membuka restoran dengan konsep instagramable sehingga pengunjung juga dapat selfie dan wefie. Serta beragam ide sensasi atau pengalaman unik dan berbeda lainnya yang dapat kamu kembangkan.

Pebisnis Makanan yang Sukses

Salah satu bukti bahwa bisnis makanan adalah bisnis yang tidak ada matinya, adalah bisnis-bisnis makanan berikut yang telah berkecimpung belasan hingga puluhan tahun. Para pebisnis ini tak hanya berhenti pada ide jualan makanan yang unik, tapi juga fokus pada keberlangsungan bisnisnya. Tak heran, hingga sekarang bisnis mereka terus berkembang.

1. Es Teler 77

Sebagai daerah tropis, minuman jenis es disukai banyak orang di Indonesia. Salah satu pebisnis sukses kuliner adalah Sukyatno Nugroho, yang mendirikan restoran Es Teler 77, dengan hanya mengandalkan kemampuan memasak sang ibu mertua. Mengutip Cekaja.com, awalnya Es Teler 77 adalah warung makan biasa, tapi kini sudah berhasil masuk ke mal-mal besar di Indonesia, dengan gerai yang sudah tersebar di hampir seluruh Indonesia dan juga terdapat beberapa di luar negeri. Adanya layanan pesan antar di berbagai platform, menjadikan Es Teler 77 lebih dekat dengan konsumen karena dapat dibeli online.

2. Pecel Lele Lela

Rangga Umara, pemilik bisnis ini mengawali usahanya 16 tahun lalu, karena diPHK dari perusahaan tempat ia sebelumnya bekerja. Awalnya, Rangga membuka rumah makan seafood. Tetapi karena sepi pembeli, ia memutuskan menutup restoran tersebut dan memutuskan mencari ide jualan makanan yang berbeda. Rangga memilih jenis makanan yang merupakan salah satu menu favoritnya saat masih kuliah, yang juga banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia, yakni pecel lele.

Bisnis pecel lele Rangga hampir bangkrut, karena makanan olahan lele kala itu belum sepopuler ayam. Rangga pun berinovasi dengan membuat beberapa menu pecel lele yang tidak biasa, sehingga menimbulkan rasa penasaran di kalangan masyarakat. Hasilnya? Kini Rangga masuk ke dalam deretan pengusaha sukses kuliner di Indonesia dan memiliki lebih dari 50 gerai Pecel Lele Lela yang sudah tersebar di Indonesia, termasuk di luar negeri yakni Malaysia dan Singapura.

3. Kartika Sari

Bandung dikenal bukan hanya wisata alam pegunungannya, tapi juga wisata kuliner, salah satunya pisang bolen Kartika Sari. Saking terkenalnya, tidak lengkap bila ke Bandung tidak membeli oleh-oleh dari Kartika Sari. 

Mengutip Kompas.com, Kartika Sari dikenal karena kue-kue yang fresh from the oven, salah satunya dan yang paling jadi incaran wisatawan adalah pisang bolen. Kamu yang pernah ke Bandung dan membeli pisang bolen, mungkin pernah merasakan kotak kemasan yang terasa hangat, karena memang produknya selalu fresh. Tak heran bila pisang bolen menjadi andalan Kartika Sari selama lebih dari 30 tahun dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan bisnis toko kue tersebut. 

Bahkan, kini kita tak perlu ke Bandung jika ingin pisang bolen Kartika Sari. Sebab, banyak reseller-reseller dan outlet-outlet yang menyediakannya di Jabodetabek bahkan di beberapa kota lain di Jawa dan Sumatra. Kartika Sari juga dapat dibeli secara online.

4. Bumbu Desa

Restoran ini khas dengan dekorasi kayu dan warna cokelatnya, serta menu-menu khas tanah Sunda. Mengutip Cekaja.com, Santoni, pemilik restoran Bumbu Desa, memulai bisnis kulinernya 18 tahun lalu, tepatnya tahun 2004. Saat ini, Bumbu Desa telah memiliki lebih dari 50 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dengan omset miliaran rupiah per bulan. Beberapa cabangnya juga sudah merambah ke negara lain seperti Singapura dan Malaysia. Bahkan, Santoni juga berencana  membuka cabang di beberapa kota di Amerika Utara, seperti Seattle dan Vancouver.

5. Klenger Burger

Bisnis makanan fast food ini dengan mudah dapat kita temui di kota-kota besar. Velly Kristanti, sang pemilik mengawali bisnisnya karena hobinya yang senang membuat makanan. Ia lalu mencari ide jualan makanan yang khas anak muda. Dari situlah tercetus Klenger Burger yang saat ini berkembang pesat hingga memiliki ratusan outlet di Indonesia. Klenger Burger juga dapat mudah kamu pesan secara online.

Menarik banget ya, bisnis makanan. Kamu siap memasuki bisnis yang tidak ada matinya ini?