fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

5 Franchise Boba Terlaris di Kota-Kota Besar Indonesia

franchise boba

Beberapa tahun terakhir ini, minuman bubble tea atau boba, meramaikan industri kuliner di Indonesia. Bahkan hingga sekarang, minuman yang berasal dari Taiwan ini masih memiliki banyak penggemar. Terlihat dari panjangnya antrian pembeli di gerai-gerai boba, meski harganya tergolong tidak murah. Kini, beragam brand minuman boba pun semakin banyak. Ada yang asli buatan Indonesia, dan ada pula yang datang dari Taiwan langsung. Beberapa di antaranya meraup kesuksesan hingga menjadi franchise boba terlaris di kota-kota besar Indonesia.

Terbukti memang, salah satu industri yang terus tumbuh di masa pandemi adalah industri makanan dan minuman. Wajar sekali bila franchise boba terus merajai kuliner tanah air meski digempur pandemi. Walaupun pertumbuhannya tidak secepat di saat sebelum pandemi, namun industri makanan dan minuman mampu bertahan dan berkembang. 

Menurut data dari Katadata.co.id, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, produk domestik bruto (PDB) industri makanan dan minuman nasional atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp1,12 kuadriliun pada 2021. Nah, bila diukur merujuk PDB atas dasar harga konstan (ADHK) 2010, industri makanan dan minuman tumbuh 2,54% menjadi Rp775,1 triliun pada tahun lalu dibanding tahun sebelumnya. 

Vancelia Wiradjaja, sosok di balik suksesnya brand boba Xing Fu Tang, bercerita kepada Kumparan.com, selama pandemi omset usahanya memang turun. Karena itu, ia dan timnya membuat inovasi dengan meluncurkan produk baru yang bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Menurutnya, sekarang penjualan bisnisnya sudah kembali membaik sekitar 50%.

Bisnis Boba di Indonesia

Para pebisnis melihat tren minuman boba ini sebagai peluang usaha, bahkan banyak pebisnis baru yang terinspirasi untuk membuat boba sendiri dan menjualnya. Karena itu, semakin banyak gerai minuman boba yang bermunculan, mulai dari skala kecil hingga besar, di Jabodetabek hingga kota-kota besar lainnya di Indonesia. 

Vancelia mengatakan, berdasarkan pengalaman pribadinya, ia melihat konsumen di daerah lebih excited menerima brand boba ketimbang konsumen di ibukota. “Market di Jakarta sudah saturated karena sudah banyak brand yang similar yang menawarkan hal yang sama, meskipun rasanya berbeda-beda. Tapi, kalau di daerah pilihannya belum sebanyak di Jakarta, for some reason feedback-nya jadi lebih bagus ketika buka di daerah,” jelasnya kepada Kumparan. 

franchise bobaMenurut Yolla Margaretha, S.E., M.M., Dosen Program Sarjana Manajemen Universitas Kristen Maranatha, minuman boba bisa sukses di Indonesia karena rasanya yang cocok dengan selera orang Indonesia. Keunggulan lain dari boba adalah memiliki added value, seperti faktor lifestyle dan tren. Generasi milenial dan gen Z rela membelanjakan uang mereka untuk membeli boba bukan hanya karena  menikmati rasanya, tapi juga karena ingin mengikuti tren. “Jadi, kita cari minuman boba bukan karena haus, tetapi karena value minuman itu dianggap keren,” ucap Yolla kepada Maranatha News.

 

Franchise Boba Terlaris di Indonesia

Berikut adalah 5 franchise boba terlaris di kota-kota besar Indonesia.

  1. Street Boba

Content creator Jovi Adhiguna bersama Nikmat Group merintis kedai boba ini dirintis sejak tahun 2020. Group ini sendiri merupakan kumpulan pengusaha kuliner yang juga membawahi brand lain, seperti Kopi Lain Hati dan Gildak. Hingga September 2021, Street Boba telah memiliki 153 gerai cabang yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Mulai dari Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Cirebon, Karawang, Malang, Sidoarjo, Bali, Lombok, Surabaya, Jambi, Palembang, Lampung, Medan, Bengkulu, Pekanbaru, Makassar, Palu, Kendari, hingga Manado. 

Keunggulan dari Street Boba bukan hanya kualitas rasa minuman dan bobanya, tapi juga dari interior kedai yang menarik serta instagrammable bertema Jepang. Yup, kalau brand boba pada umumnya identik dengan atribut Taiwan, Street Boba malah memilih tema Harajuku yang colorful, dan keunikannya tersebut malah menjadi daya tarik mereka.

Di era digital ini, di mana media sosial jadi ajang keeksisan para penggunanya, dekorasi restoran yang menarik akan membuat konsumen datang untuk berfoto di toko, bukan hanya untuk menikmati produknya. Kemudian, membagikan foto-fotonya ke media sosial. Secara tidak langsung, mereka ikut mempromosikan bisnismu di media sosial. Itu juga yang membuat brand boba drink ini hits di media sosial, yaitu berkat dekorasi tokonya yang ciamik. 

Hal lain yang bisa kamu contek dari Jovi adalah caranya melibatkan konsumen. Bagi Jovi, keberadaan konsumen sangat penting untuk kelangsungan sebuah bisnis. Street Boba tidak akan bisa sebesar sekarang bila tanpa dukungan dari konsumen. Karena itu, Street Boba selalu melibatkan konsumen dalam pengembangan usaha. Contohnya, ketika Street Boba akan melakukan ekspansi dan akan menentukan lokasi gerai selanjutnya, mereka membuat poling lokasi gerai berikutnya di media sosial. Lokasi yang mendapatkan respons paling tinggi yang kemudian menjadi pertimbangan untuk membuka gerai baru. Ternyata cara ini cukup efisien untuk mengetahui mana lokasi toko atau franchise boba yang lebih potensial. 

  1. Xing Fu Tang

Jalan-jalan ke luar negeri memberikan ide jenius pada Vancelia Wiradjaja, salah satu owner dari Xing Fu Tang Indonesia. Saat itu, ia sedang berlibur ke Melbourne dan menemukan banyak gerai makanan dan minuman menjajakan kuliner asal Taiwan yang laris manis. Ia pun meluncur ke Taiwan pada tahun 2018 untuk mempelajari kuliner di sana dengan tujuan untuk mengembangkannya di Indonesia. Di sana, Vancelia jatuh cinta dengan minuman boba bermerek Xing Fu Tang. 

Xing Fu Tang sendiri merupakan bisnis besutan keluarga Chen di Taiwan. PT Pelepas Dahaga Indonesia membeli franchise untuk Xing Fu Tang Indonesia di akhir tahun 2018, lalu launching di Indonesia di bulan Juni 2019, dan langsung populer di awal kemunculannya. Vancelia memgakui bahwa strategi pemasaran melalui media sosial merupakan langkah yang tepat untuk mengenalkan brand boba ini di tanah air. Lima bulan sebelum tokonya buka di Indonesia, Xing Fu Tang sudah aktif mengenalkan brand-nya di media sosial. Vancelia mengirimkan beberapa influencer ke Taiwan untuk mencoba langsung Xing Fu Tang.

Setelah buka di Indonesia, Xing Fu Tang memberi pengalaman minum boba yang baru dan menarik dengan menyajikan live kitchen di pintu masuk gerai serta menghadirkan Happy Claw Machine untuk memberikan ‘interaksi’ Xing Fu Tang dengan konsumen dari sisi visual dan emosional. Konsumen bisa melihat langsung cara membuat boba pesanan mereka. Vancelia juga menjaga kualitas rasa bobanya tetap seperti produk di Taiwan dengan meraciknya menggunakan bahan-bahan yang 90% didatangkan dari Taiwan. Sementara itu, untuk produk lokal mereka menggunakan susu dan bahan-bahan buah dari Indonesia.

franchise boba

  1. HeiHei Boba

Berawal dari kesukaannya meminum boba, Randy Sugiarto merintis usaha HeiHei Boba di tahun 2018. Ini adalah salah satu brand boba asli Indonesia yang berhasil menghadapi persaingan dengan merek-merek boba dari luar negeri. Kini, usahanya memiliki omzet Rp180 juta-Rp 250 juta per outlet setiap bulannya. Kalau dihitung rata-rata Rp200 jutaan per bulan dengan empat outlet, maka usaha Randy diperkirakan mengantongi omzet sebesar Rp800 jutaan per bulan, dan Rp 9,6 miliar per tahun. 

Menurut Randy, kesuksesan HeiHei Boba bisa dicapai berkat tiga kunci utama dalam menjalankan bisnis. Yang pertama adalah konsistensi, yang sangat penting untuk bisa fokus pada tujuan dan dapat terus berkembang. Kedua, adaptasi dan inovasi. Terus menyesuaikan dengan tren dan mengikuti perkembangan zaman, mulai dari produk hingga metode pembayaran. Ketiga, kualitas. Dengan terus menjaga kualitas, Randy berhasil menjaga loyalitas konsumennya dan bahkan meraih pelanggan baru. Inovasi memang penting, tapi jangan lupa untuk mengutamakan kualitas produk, pesan Randy.

  1. Gulu Gulu

Produk boba ini pernah mendapat rekor MURI sebagai “Merek yang Menjual Lisensi Terbanyak Sebelum Diluncurkan”. Hingga akhir 2021, Gulu Gulu sudah membuka lebih 100 gerai di seluruh Indonesia. Franchise minuman boba ini terkenal dengan varian Cheese Tea, namun Gulu Gulu tak berhenti berkreasi menciptakan hal baru yang unik dengan membuat boba berwarna merah. 

Menurut Donny Pramono CEO dan founder Sour Sally Group (SSG) serta Gulu Gulu, penting untuk membuat sesuatu yang berbeda dan unik. Namun, pastikan keunikan tersebut dieksekusi dengan baik sehingga hasilnya pun baik. 

  1. Xie Xie Boba

Bila kamu ingin memiliki franchise boba dengan harga yang relatif murah, mungkin bisa mempertimbangkan Xie Xie Boba. Dikutip dari laman resmi Xie Xie Boba, xiexieboba.com, modal awal yang dibutuhkan untuk bisa membuka satu gerai minuman boba tersebut kurang dari Rp10 juta. Harga jualnya pun terbilang lebih murah dibandingkan merek-merek boba lainnya. Lokasi gerainya kebanyakan berada di area perumahan dan sekolah/kampus. Di akhir tahun 2019, brand boba lokal ini sudah memiliki sekitar 100 outlet di seluruh Indonesia, lho

Bagi kamu yang ingin berbisnis minuman boba, mungkin memiliki keraguan dengan tingginya persaingan di pasar ini. Tenang saja, bila kamu bisa membuat strategi pemasaran yang menarik dan memiliki identitas produk nan menonjol, maka kesuksesan dapat kamu raih. Strategi pemasaran lainnya yang dipakai pebisnis minuman boba adalah melihat tren pasar dan juga penggunaan platform media sosial. Jangan lupa juga untuk membangun hubungan kerja sama dengan berbagai platform e-wallet di Indonesia agar dapat menunjang penjualan.