fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

5+ Strategi Promosi untuk Bisnis Mainan Anak

Bisnis Mainan Anak

Di zaman yang serba digital ini, promosi tetaplah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari suatu bisnis. Bahkan bisa lebih gencar karena persaingan yang semakin kompetitif. Apalagi jika kamu adalah seorang pengusaha bisnis mainan anak.

Bisnis mainan anak memang memiliki target pasar yang jelas, yaitu anak-anak. Namun tahukah jika saat ini mainan anak tidak hanya diperuntukkan untuk anak-anak saja? Orang dewasa pun juga membeli jenis mainan anak-anak tertentu. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Jenis-jenis mainan dan hobi ternyata sudah mampu membentuk target pasarnya sendiri. Ada yang didasari karena tren, penasaran, media untuk menghilangkan stres, dan karena memang suka. 

7 Mainan Anak yang Disukai Orang Dewasa

  • LEGO

Mainan ini selain mengasah kemampuan otak, ternyata juga dapat meningkatkan kreativitas dengan permainan imajinasi yang penuh ketelitian. Bahkan ada juga beberapa karakter lego khusus yang hanya dapat diselesaikan oleh orang dewasa karena tingkat kerumitannya, lho.

  • Puzzle

Sebelas dua belas dengan LEGO, mainan anak satu ini ada yang tingkat kerumitannya rendah sampai tinggi. Bahkan mainan edukatif ini juga sudah menyentuh dunia digital. Puzzle sudah dapat dimainkan secara online di handphone. Menarik, kan?

  • Robot Gundam

Sama halnya dengan LEGO, sabar dan ketelitian dibutuhkan untuk merakit robot gundam. Memang ada robot jenis lain, tapi kebanyakan robot gundam yang dimainkan oleh orang dewasa. Bahkan ada komunitas pecinta robot gundam. Apa kamu salah satunya?

  • Action Figure

Miniatur karakter anime atau superhero yang biasanya bukan dimainkan tapi menjadi koleksi karena hobi. Itulah action figure. Harganya bahkan bisa fantastis jika produksinya langka atau edisi spesial. Tentu ini adalah dunia yang tidak dipahami oleh anak-anak. Jadi wajar saja mainan action figure lebih banyak diburu oleh orang dewasa.

  • Diecast

Mainan yang terbuat dari bahan metal melalui suatu proses dilelehkan dan dicetak hingga menyerupai suatu bentuk tertentu. Biasanya mobil, motor, dan kendaraan lainnya. Salah satu brand terkenal yang memproduksi diecast adalah Hot Wheels.

  • Monopoli

Permainan yang membutuhkan tantangan untuk seru-seruan. Orang dewasa ketika berkumpul dalam suatu acara yang membutuhkan waktu untuk mencairkan suasana, umumnya akan memainkan permainan satu ini.

  • Classic Jenga

Sama halnya dengan monopoli. Mainan ini juga digunakan untuk membuat suasana menjadi akrab.

Mainan Anak, Go Digital, dan Konsumennya

Ternyata banyak juga jenis mainan anak yang target pasarnya justru lebih didominasi oleh orang dewasa, ya? Namun tetap saja. Sesuai namanya mainan anak. Tentu peruntukannya memang untuk anak-anak.

Lantas mainan anak seperti apa yang biasanya diburu konsumen sejatinya?

Dewasa ini anak-anak semakin mahir saja dalam menentukan pilihan. Peran orang tua mulai tergeser sebagai konsumen secara tidak langsung untuk memilih dan membelikan anak-anaknya mainan. Karena anak-anak sudah paham tren dan selera. 

Tidak heran jika sekarang anak-anak sudah bisa mencari sendiri di dunia maya mainan yang diinginkannya. Kamu sebagai pebisnis mainan anak tentu sangat senang dengan hadirnya kemampuan anak-anak yang gesit beradaptasi dengan dunia digital. Jualan online kamu jadi semakin mudah menemukan konsumennya.

Kalau dulu pengusaha bisnis mainan anak merasa segmentasi pasarnya terbatas pada kebutuhan anak-anak sehingga bisnis mainan anak memiliki risiko yang tinggi. Kini hal itu seolah sudah ditepikan.

Meskipun begitu, kamu tetap harus memasang strategi promosi yang dapat menarik hati. Karena target konsumen kamu sekarang semakin beragam mulai dari anak itu sendiri, orang tuanya, sampai orang dewasa yang belum memiliki anak sekali pun. Maka strategi promosi yang dilakukan juga harus berkembang.

Sebelum mulai menyusun strategi promosi yang tepat. Kamu harus memastikan bisnis mainan anak milik kamu ini segmentasi pasarnya meliputi yang mana dulu. Agar nantinya strategi promosi kamu berjalan optimal.

Bisnis Mainan Anak

Strategi Promosi untuk Bisnis Mainan Anak di Era Bisnis D2C

Meskipun anak-anak sudah pandai membuat sebuah pilihan. Namun terkadang produk yang anak-anak suka belum tentu mendapat persetujuan dari orang tua. 

Bisa jadi karena dirasa manfaatnya kurang atau bahannya yang tidak aman. Sebagai pengusaha bisnis mainan anak yang menargetkan anak-anak sebagai konsumen, kamu harus paham tentang standar penilaian produk yang tepat dan baik untuk anak-anak dari sisi orang tua maupun anak-anak.

Apalagi di dunia bisnis yang sudah serba D2C atau Direct-to-Consumer ini, ketika kamu dapat dengan mudahnya untuk menjual langsung ke konsumen. Sehingga kamu lebih mudah pula untuk berkreasi dengan idemu, baik itu ide untuk produk itu sendiri hingga strategi promosi untuk mengenalkan produkmu.

Meskipun semua terasa lebih mudah di era D2C atau Direct-to-Consumer ini. Justru kemudahan ini mendatangkan tantangan yang harus dipecahkan. Bagaimana? Sudah siap LummoSHOP beritahu strategi promosi seperti apa yang dapat membuat bisnis mainan anak kamu tetap eksis?

  1. Tampilan Menarik

Dunia anak memang penuh warna. Tidak terkecuali dengan hal di sekeliling mereka. Kecenderungan secara natural jika mereka menyukai warna yang cerah, bentuk yang lucu, dan hal lainnya yang menarik bagi anak-anak tentu harus kamu jadikan pertimbangan pertama untuk memproduksi mainan.

Selain itu kamu juga harus paham tren apa yang sedang digemari anak-anak. Bisa jadi kalau anak zaman dulu kenalnya Power Rangers, tapi anak zaman sekarang sudah asing dengan karakter tersebut.

Jika bisnis mainan anak kamu paham dengan tren yang berjalan tentu itu menjadi sebuah strategi yang tepat untuk menarik konsumen.

  1. Bentuk Aman

Kamu harus dapat membuat mainan yang bentuknya aman. Maksudnya tidak memiliki sisi yang tajam atau tidak terlalu keras apalagi mainan untuk anak usia 3 tahun ke bawah.

Tidak semua pengusaha bisnis mainan anak yang peduli akan pentingnya bentuk mainan anak yang aman dipakai. Karena itu merupakan hal yang detail. 

Jika kamu menjadi pebisnis mainan anak yang peduli kepada keselamatan mereka dalam bermain secara detail, ini juga bisa menjadi strategi bisnis bagi kamu tentunya.

Karena orang tua tentu akan lebih tertarik untuk membeli mainan yang aman. Terlebih mereka yang tidak bisa setiap saat menemani anaknya bermain, tentu ini akan menjadi pertimbangan penting sebelum membeli.

  1. Bahan Aman

Bahan yang aman untuk mainan adalah mainan tersebut tidak menggunakan pewarna berbahaya dan pengawet buatan. Apalagi untuk mainan anak dengan usia 3 tahun ke bawah. Karena memang mereka membutuhkan sebuah mainan untuk melatih sensor tertentu.Bahkan saat ini orang tua sudah lebih selektif lagi dalam memilih mainan anak. Di Indonesia, sudah diatur pula mainan yang layak mendapat SNI atau Standar Nasional Indonesia. Tentunya mainan anak yang lolos SNI adalah mainan anak yang aman dan kualitasnya terjamin karena sudah melewati beberapa tahap pengujian.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Jika kamu sebagai pebisnis mainan anak yang tidak ingin bisnismu berhenti sekejap mata. Alangkah baiknya kamu mendaftarkan bisnis kamu agar mendapat sertifikasi SNI. Sehingga bisnis mainan anak kamu mampu bersaing dengan pasar yang lebih luas dan kompetitif.

  1. Awet

Agar bisa dipakai dari generasi ke generasi. Tidak heran jika ada sebagian orang tua yang berpikir demikian, lho. Apalagi jika target konsumenmu satu ini memiliki keluarga yang jumlah anaknya banyak. Tentu pertimbangan mainan yang awet adalah salah satunya agar bisa berhemat.

Kamu dapat membuat mainan anak dengan bahan yang terkenal awet sebagai solusinya tentu. Misalnya saja kayu. Selain minim bahan kimia dan ramah lingkungan, mainan anak dari kayu terbukti lebih awet meskipun dilempar sekali pun.

Namanya juga mainan anak, harus tahan benturan, kan?Jika kamu masih bingung mau menggunakan bahan apa untuk produk mainan anak bisnis kamu. Coba saja membuatnya dari bahan kayu. Dijamin nilai jual produkmu meningkat karena saat ini mainan anak dari kayu sedang tren kembali.

  1. Edukatif

Jangan hanya diberi imbuhan edukatif di setiap promosi tapi mainan anak milik kamu ternyata tidak memiliki nilai tersebut. Memang orang tua lebih muda tergiur jika ada kata edukatif di setiap produk. Namun kamu tidak boleh hanya memanfaatkan peluang ini demi mengejar keuntungan.

Berusaha menciptakan karya terbaik yang sesuai itu etos kerja yang harus kamu miliki. Jika memang mau membuat mainan dengan sentuhan unsur edukasi, maka buatlah dengan sungguh. Lalu jadikan mainan tadi sebagai strategi promosi jitu untuk meluluhkan konsumen.

  1. Sesuai Usia

Ini strategi promosi yang juga memudahkan konsumen kamu untuk memilih mainan yang sesuai dengan usia anak mereka. Memang terkesan biasa saja, tetapi untuk pasangan rumah tangga muda, tentu hal ini sangat membantu. Kamu bisa menjadi pebisnis mainan anak dengan pelayanan terbaik jika dapat memudahkan konsumen, lho. Yakin nggak mau coba strategi yang paling mudah ini?

Bisnis Mainan Anak
Tidak ada ceritanya pebisnis yang tidak menyukai dunia kompetitif. Termasuk dengan menjadi pengusaha bisnis mainan anak. Untuk dapat menang dari pertarungan itu, kamu harus menyiapkan strategi yang optimal tergantung target konsumen kamu. Karena dewasa ini target konsumen bisnis mainan anak sudah beragam. Harapannya tentu dengan strategi promosi yang terbaik akan memikat hati konsumen untuk tertarik.

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP