fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

5 Tips Membangun Brand untuk Bisnis Kamu dan Langkah Awalnya

brand

Pebisnis mesti membangun brand sebagai langkah awal membangun bisnisnya. Bisnis tanpa landasan pemikiran merek yang baik ibarat membangun sebuah rumah tanpa pondasi yang kokoh. Konsumen bakal mudah mengingat merek yang kuat. Namun, tak semua pebisnis pemula mampu membangun brand kuat untuk bisnisnya. Seumpama kamu mengalaminya, jangan khawatir, kali ini LummoSHOP memberikan 5 tips membangun brand untuk bisnismu dan langkah demi langkah memulainya.

Pengertian Brand

Sebelum mulai membangun brand, yuk lebih dulu mengenal apa maksud dari brand. Apakah brand terbatas hanya pada logo dan merek, atau sesuatu yang lebih dari sekedar itu?

Memang benar, brand atau dalam Bahasa Indonesia berarti merek, hakikatnya merupakan nama yang melekat pada sebuah produk. Merek sebagai pengartian nama itu diterjemahkan ke dalam bentuk logo, wordmark, simbol, atau perpaduan hal-hal tersebut.

Mengutip lansiran American Marketing Association, brand merupakan nama, istilah, desain, simbol, atau fitur lain apa pun yang mengidentifikasi barang atau jasa seorang penjual sebagai pembeda dari barang atau jasa penjual lainnya. Berlandasarkan hal itu, membangun brand berarti juga membangun top of mind di mata dan benak konsumen.

Produk begitu melekat dengan brand. Contohnya, saat kamu mendengar jargon produk “bangga memakai local brand”, apa yang terlintas di benakmu? Bagi kalangan yang memahami hal ini, local brand identik dengan sesuatu yang unik atau tidak pasaran, home made sehingga eksklusif dan terbatas, tapi memiliki kualitas produk yang memadai seperti kompetitor besar lainnya.

Langkah Awal Membangun Brand

Tentu, bukan hal mudah untuk memulai, namun bukan juga sesuatu yang terlalu sulit. Kecuali, kamu memilih untuk tidak pernah memulainya. Langkah awal yang perlu kamu lakukan, yakni dengan mulai melakukan riset pasar. Pasar atau kondisi konsumen dalam jumlah besar selalu mengalami tren cukup dinamis.

Ada kalanya tren berlaku untuk kurun waktu tertentu, musim tertentu, atau berdasarkan hal viral tertentu yang sedang menjadi perbincangan hangat. Ingat, jangan asal ikut tren, tetap cermati kebiasaan konsumen yang sedang berkembang. Misalnya, kebiasaan konsumen saat dengan sebelum pandemi, pastinya berubah. Contohnya, masker. Siapa sangka produk seperti masker laris dan menjadi salah satu ide bisnis yang diperhitungkan.

Sebagai langkah awal membangun merek dagang, penting untuk melakukan:

Riset Pasar 

Kamu juga bisa menggunakan kecanggihan teknologi hari ini. Salah satu di antaranya, memanfaatkan Google Analytics.

Menentukan Positioning

Dalam membangun merek dagang, usahakan meletakkan prioritas konsumen menjadi paling utama. Pelajari hasil riset pasarmu, dan dengarkan apa yang konsumen inginkan merujuk hasil tersebut. Tentukan positioning yang bisa menjadi magnet. Kamu bisa memahami pain konsumenmu, kemudian bisa meletakkan solusi dengan tepat.

Temukan value terbaik dari bisnismu, yang mampu membedakanmu dengan kompetitor. Menurut Dodi Zulkifli dari Neymabrand.id, untuk membuat brand blueprint, kamu harus bisa menentukan rational value dan emotional value. Memulai positioning tak harus dari sebuah produk, bisa juga mulai dengan membangun persepsi yang berbeda di benak konsumen.

5 Tips untuk Bisnismu

Setelah melakukan langkah awal dalam membangun merek dagang, terdapat 5 tips yang boleh jadi membuat konsumen makin mengenal produkmu. Berikut 5 tips untuk kamu.

brand

  • Menentukan Target Market Potensial

Kamu tak mungkin membuat semua orang—dengan segala usia dan latar belakang—menyukai dan membutuhkan produkmu. Berawal dari riset pasar dalam langkah awal membangun brand, kamu sudah dapat menentukan target market potensialmu.

Mengetahui target market potensial dengan baik membantu kamu lebih mudah menyusun strategi pemasaran, pengembangan produk, dan perencanaan lainnya. Kamu akan lebih fokus pada hal yang market-mu butuhkan. Jangan lupa, riset pula target market kompetitormu.

  • Menentukan Nama Brand 

Nama brand yang menarik berarti investasi jangka panjang. Nama merek dagang sebaiknya mudah diingat, mudah diucapkan. Istilahnya, eye-catching atau ear-catching pada saat bersamaan. Kamu boleh saja menggunakan nama brand sesuai tawaran produk, atau boleh juga berhubungan dengan behind the story dalam perjalanan bisnismu. Kamu pun perlu memastikan nama brand-mu cukup kuat dan mudah bagi konsumen mengingatnya dibanding produk maupun layanan serupa punya kompetitor. Tak hanya menentukan nama, membangun brand juga penting untuk memperhatikan representasi dari bisnismu. Demikian pula karakter atau kepribadian dari sebuah brand yang ingin kamu bangun.

Beriringan dengan langkah menentukan nama merek, kamu sekaligus menentukan slogan atau tagline yang membantu memperjelas filosofi merek dagangmu. Tagline biasanya terdiri atas satu kalimat pendek yang dapat mendeskripsikan bisnismu.

  • Membuat Visual Identity

Setelah nama merek dagang dan tagline, berikutnya membuat segala sesuatu yang berhubungan dengan visual identity. Dalam menentukan visual identity, kamu perlu memikirkan segala sesuatu jenis visual yang berlaku untuk identitas merek dagangmu, bukan hanya logo. Misalnya, karakter warna dan tipografi.

Hal utama, kamu mesti memikirkan, bahwa logo tersebut mudah diingat, sederhana namun mengena dalam merepresentasikan bisnismu. Ibaratnya, logo merupakan wajah sebuah merek dagang dari segi visual yang melekat untuk pertama kalinya.

Bila ingin mendapatkan hasil profesional, kamu juga bisa menggunakan jasa pihak ketiga yang akan menerjemahkan keinginanmu. Pihak ketiga itu seperti brand consulting. Pasalnya, bagi pebisnis pemula yang ingin membangun merek dagang untuk bisnis jangka panjang dan serius, tak mudah untuk melakukan semuanya sendirian.

brand

  • Membentuk Persepsi dan Ekspektasi

Nama brand, tagline, logo dan visual identity lainnya akan membawamu ke tahap selanjutnya, yakni membentuk persepsi dan ekpektasi. Ingat, bahwa persepsi dan ekspektasi konsumen sudah terbentuk sejak awal saat mereka mengaitkan brand dengan produk atau layanan yang bisa mereka terima.

Jangan sampai, konsumen yang mencoba produk atau layananmu pertama kali beroleh pengalaman di bawah harapannya. Ekspektasi dengan realita yang berbanding terbalik akan menjatuhkan brand-mu di mata konsumen.

Contohnya, konsumen mempersepsikan suatu tempat makan laris dan ramai sebagai penyedia kuliner yang enak, menjanjikan, dan bakal bikin ketagihan. Namun, setelah konsumen mengalami berbagai proses—termasuk antre, serta melihat kualitas pelayanan—dan mencoba makanan tersebut, ternyata tidak sesuai ekspektasi. Efeknya, persepsi konsumen itu berubah.

Jadi, membentuk persepsi dan ekspektasi konsumen atas brand-mu mesti bisa menyandingkan reputasi brand yang kamu bangun dengan produk atau layanannya.

  • Melakukan Bukti Nyata dari Produkmu

Langkah terakhir ini paling penting dalam praktik membangun brand. Konsumen akan makin mengingat brand bisnismu saat mereka mengalami pengalaman nyata setelah membeli hingga mengonsumsi sebuah produk.

Ciptakan pengalaman mengesankan, sejak konsumen membeli di channel distribusi, menanti proses pengiriman produk atau sebuah layanan ter-deliver, sampai bagaimana cara mereka menggunakan produk dan menikmati sebuah layanan.

Salah satu saja dari proses pengalaman konsumen mengecewakan, berarti mempertaruhkan kepercayaan konsumen atas brand-mu. Upaya memberikan bukti nyata ini akan membentuk reputasi sekaligus loyalitas konsumen akan brand-mu. Saat sudah begitu, kamu pun akan mereguk profit yang kamu inginkan.

  • Menggunakan Online Commerce Builder 

Setelah memperhatikan hal-hal di atas, tentu kamu makin paham, bahwa membangun brand merupakan satu langkah menyeluruh dan terdapat rangkaian proses yang tidak dapat terpisahkan. Brand bukan sekadar merek ataupun logo.

Merek hanya nama yang telah didaftarkan, sedangkan brand merupakan identitas yang mencerminkan bisnismu. Salah satu cara ampuh membangun merek dagang, yakni dengan melakukan bukti nyata atas janji yang telah kamu berikan melalui nama merek dagang, tagline, serta karakter yang kamu ciptakan.

Untuk memberikan pengalaman mengesankan sejak dari proses pembelian hingga konsumen menerima produk atau layanan yang mereka pilih, kamu bisa menggunakan online commerce builder seperti LummoSHOP. Kamu akan merasakan pengelolaan bisnis menjadi lebih mudah dengan sistem katalog online, sistem manajemen order, pembayaran, sampai pengiriman barang.

 

Baca juga artikel terkait lainnya

Mau Bisnismu Sukses dan Jadi Brand Ternama? Ikuti 8 Langkah Ini

Ini Caranya Agar Brand kamu Selalu Diingat Konsumen

Branding Bisnis Dropship Sukses dengan 7 Cara Ini

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP