fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

6 Cara Kreatif Memanfaatkan TikTok untuk Jualan

Cara Jualan di Tiktok

Pertumbuhan pengguna TikTok memang fenomenal. Dengan jumlah pengguna yang terus bertambah, TikTok memang menjanjikan sebagai sarana promo toko online. Asyiknya lagi, TikTok memberi ruang bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah alias UMKM lewat fitur TikTok for Business. Sudah banyak pelaku bisnis yang menggunakan TikTok untuk jualan 

Masih ingat nama Bowo Alpenliebe? Bocah yang viral karena main aplikasi TikTok kira-kira di tahun 2018? Berkat aksinya bermain TikTok, Bowo jadi terkenal dan punya banyak penggemar yang kebanyakan anak-anak yang beranjak remaja. Bowo bahkan berani mengadakan Meet & Greet dengan penggemarnya. Hebatnya, Meet & Greet Bowo tidak gratis, alias berbayar Rp100.000.

Karena aksinya di TikTok dan keberaniannya mengadakan ‘jumpa fans’ Bowo jadi bulan-bulanan warga net. Bowo dianggap alay, aplikasi TikTok pun ikut terseret disebut aplikasi para alay

Siapa sangka kalau saat ini TikTok menjadi aplikasi yang paling pesat penambahan jumlah penggunanya. Bahkan banyak artis lintas usia asyik bermain TikTok. Aplikasi ini pun tak lagi dianggap alay

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Banyak dari kamu pasti punya aplikasi TikTok bahkan mungkin aktif membuat postingan video di TikTok. Sebagian lagi mungkin merasa terlalu tua untuk bermain TikTok, atau punya aplikasinya tapi enggan menggunakannya. 

Yang jelas, walau bukan pengguna aktif atau merasa terlalu tua buat TikTok, kita pasti penikmat video-video TikTok. Entah karena goyangannya yang asyik, musiknya yang seru, konten yang lucu, atau karena kontennya informatif. 

Apa pun alasannya, TikTok memang sudah jadi fenomena baru. Pertumbuhan jumlah penggunanya begitu pesat dan cepat hampir menyaingi platform media sosial lain yang lebih dulu eksis seperti Facebook atau Instagram

Faktanya, di Indonesia, jumlah pengguna TikTok selama 2021 meningkat sebanyak tiga kali lipat. TikTok melaporkan, jumlah penggunanya di Indonesia mencapai 92,2 juta pengguna per Juli 2021. Sebelumnya, per April 2020, jumlah pengguna TikTok baru mencapai 37 juta pengguna. 

Jumlah pengguna TikTok di Indonesia didominasi remaja dengan rentang usia 14 sampai 24 tahun dan kebanyakan berasal dari kota-kota besar. 

Sementara itu, perusahaan riset Insider Intelligence memperkirakan, pada tahun 2022 TikTok akan menjadi media sosial terbesar ketiga di bawah Facebook dan Instagram. Insider Intelligence memprediksi TikTok akan memiliki 755 juta pengguna aktif bulanan pada 2022. 

Perkiraan ini berkaca pada peningkatan pengguna TikTok pada 2020 mencapai 59,8 persen, dan di 2021 mencapai 40,8 persen. 

Pengguna TikTok yang besar dan potensinya di masa depan, membuat aplikasi ini tentu menjanjikan sebagai media promosi bisnis atau toko online

Memanfaatkan TikTok untuk bisnis dapat membantu kamu dalam meningkatkan kesadaran merek, membangun komunitas, mengiklankan produk atau layanan dengan target audiens yang tepat, lalu ada umpan balik langsung dari audiens. 

Pemasaran dengan TikTok bisa dilakukan dengan membuat konten viral organik, iklan TikTok atau bekerja sama dengan influencer TikTok

TikTok seperti menyadari kekuatannya. Selain sebagai sarana hiburan, pada tahun 2020 TikTok memperkenalkan fitur baru yang bernama TikTok for Business. Fitur ini bisa dimanfaatkan oleh pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mempromosikan toko online atau bisnisnya. 

Memanfaatkan TikTok untuk jualan mendatangkan sejumlah keuntungan buat promosi yang kamu jalankan, seperti:

  • Lebih dekat dengan konsumen

TikTok for Business memberi kamu kesempatan untuk membalas komentar, berkirim pesan lewat DM, juga bisa membalas pertanyaan dan komentar lewat video. Dengan fitur ini, TikTok untuk jualan kamu bisa lebih dekat dengan konsumen.

  • Performa konten bisa dipantau

Kamu, sebagai pemilik akun bisnis di TikTok sekaligus sebagai pengusaha online bisa melihat performa dari setiap konten yang kamu unggah secara realtime. Jadi kamu bisa cepat mengetahui mana konten yang bagus responnya dan mana yang tidak.

  • Mengetahui konten yang trending

Kamu bisa memantau tren apa saja di kalangan TikTokers atau para pengguna Twitter. Lihat produk apa saja yang dijual, lalu konsep kontennya seperti apa, dan banyak lagi lainnya. Pelajari dan tiru tentunya dengan dimodifikasi dengan harapan konten yang kamu buat bisa viral.

  • Aplikasi mudah digunakan

Di TikTok kamu bisa membuat dan mengedit video dengan mudah, ditambah dengan banyak efek dan filter yang tersedia.

  • Target audiens luas

Memang, penelitian menyebutkan, jumlah pengguna TikTok terbanyak di Indonesia berusia antara 14-24 tahun. Namun, nyatanya aplikasi ini disukai oleh lintas generasi. Jadi, manfaatkan TikTok untuk jualan memperluas jangkauan pasar bisnis kamu.

Berbasis Artificial Intelligence

TikTok menggunakan Artificial Intelligence alias AI yang bisa membantu kamu memaksimalkan pembuatan konten. Teknologi ini teraplikasi di TikTok yakni untuk memahami preferensi dan keterlibatan pengguna berdasarkan jumlah like dan komentar. 

Teknologi AI ini juga yang bisa mendeteksi pergerakan tubuh penggunanya ketika sedang menari dan memudahkan pengeditan video. 

Kalau kamu sudah yakin dan ingin membuat mengaktifkan TikTok for Business, kamu bisa mengikuti langkah berikut:

  1. Pasang aplikasi TikTok lalu buat akunmu
  2. Klik menu pada Profil yakni garis tiga di sudut kanan atas
  3. Pada menu Pengaturan pilih ‘Manage Account
  4. Lalu pada bagian ‘Account Control‘ pilih ‘Switch to Business Account‘ dan klik ‘Next
  5. Pilih kategori ‘Bisnis‘ lalu ‘Next‘ dan selesai, akun bisnis TikTok milikmu siap digunakanCara Jualan di TikTok

TikTok for Business ini menyediakan lima jenis iklan yang bisa kamu manfaatkan:

  • In-Feed Ads

Berbentuk video, iklan ini muncul saat pengguna melakukan scroll feed. Kurang lebih kemunculan iklan ini sama ketika kita melihat-lihat Instagram Stories.

  • Brand Takeover

Jenis iklan ini berbentuk video layar penuh berdurasi 3 hingga 5 detik. Iklan akan muncul ketika pengguna membuka aplikasi TikTok dan muncul di halaman For You dalam bentuk gambar, GIF, atau video. Kamu bisa menyisipkan tagar atau link yang bisa langsung di-klik oleh pengguna TikTok.

  • TopView

Serupa dengan iklan Brand Takeover, TopView juga ditampilkan dalam bentuk video layar penuh. Bedanya pada durasi video yang lebih panjang sampai 60 detik. Iklan TopView tidak langsung tampil saat pengguna membuka aplikasi. Iklan akan muncul di feed pertama setelah 3 detik.

  • Branded Hashtag Challenge

Iklan ini cukup unik, brand akan meminta pengguna TikTok merekam dirinya sedang menarikan sebuah koreografi lalu meminta pengguna mengunggah dengan tagar tertentu. Ketika tagar di-klik, pengguna akan diarahkan ke landing page TikTok yang berisi logo brand, link website, sampai deskripsi tentang Challenge tersebut. 

  • Branded Effects

Kamu bisa membuat stiker, filter, atau efek yang bisa dibagikan di TikTok. Semacam filter di Snapchat atau Instagram, tapi bedanya ini menampilkan brand. Jenis iklan ini memungkinkan kamu memasarkan produk secara organik yakni meminta follower menggunakan filter yang kamu buat dengan imbalan reward untuk follower tersebut.

Cara Jualan di TikTokAgar Iklan TikTok Efektif

Meski sudah menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari dan mudah digunakan, memanfaatkan TikTok untuk bisnis atau jualan tetap ada strateginya supaya pemasaran yang kamu jalankan efektif dan tepat sasaran. 

  • Kenali TikTok

Strategi pemasaran TikTok bisa jadi berbeda dengan Instagram atau Facebook, karena karakter pengguna, tren, dan fiturnya juga berbeda. Jadi kenali dulu aplikasinya.

Pahami bagaimana algoritma TikTok. Bagaimana TikTok memberi peringkat di kolom FYP kamu. Pelajari juga soal pemberian tagar.

  • Siapa Targetmu?

Pelajari demografi pengguna TikTok. Berapa rentang usianya atau apa minat terbanyaknya. Dari situ kamu bisa mengetahui apakah produkmu pas untuk dipasarkan lewat TikTok, atau kamu bisa memetakan konten apa saja yang cocok dengan demografi tersebut.

  • Analisa Kompetitormu

Cari tiga brand yang sekiranya menawarkan produk atau layanan yang sama dengan bisnismu. Lihat konten apa yang mereka buat dan bagaimana mereka memanfaatkan TikTok. Dari situ kamu lihat mana konten yang berhasil dan tidak. Kamu perlu mempertimbangkan menggunakan influencer atau konten kreator untuk TikTok.

  • Tetapkan Tujuan

Apa tujuanmu menggunakan TikTok untuk bisnis? Apakah untuk menjangkau audiens baru, meningkatkan citra dari brand, membangun kesadaran merek, atau untuk membangun hubungan dengan konsumen lebih dekat. Tujuannya supaya strategimu terarah.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Jangan lupa manfaatkan fitur analitik TikTok untuk mengetahui efektivitas kampanyemu. Cara menggunakan fitur ini, masuk ke halaman profil dan ketuk gambar tiga garis di sudut kanan atas. Lalu pilih Creator Tools lalu Analytics.

  • Posting secara Teratur

Buat jadwal konten apa saja yang ingin diunggah dan di jam berapa. Lalu posting secara berkala.

  • Asah Kreativitas

Nggak ada formula manjur untuk menghasilkan konten yang akan viral. Jadi tergantung kreativitas dan momentum yang pas. Asah terus kreativitasmu, gali terus ide-idemu.

Pada dasarnya pengguna TikTok kecanduan menggunakan aplikasi ini karena terasa menyenangkan, seru karena bisa dilakukan bersama kawan dan kerabat, apalagi kalau sampai viral.

Jadi kalau kamu mau memanfaatkan TikTok buat jualan, buatlah konten yang menimbulkan kegembiraan atau setidaknya senyum para penikmatnya. Dan kamu sebagai pengusaha toko online yang jualan di TikTok berbahagialah saat mengolah konten iklan-iklan milikmu. Karena pepatah bijak bilang, apa yang disampaikan dengan hati akan sampai ke hati pula.