fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

6 Langkah Keluar dari Masalah Bisnis

LummoSHOP_Langkah Bisnis

Harus diakui, pandemi yang berlangsung 2 tahun terakhir telah mengubah wajah bisnis di Indonesia menjadi murung. Kamu mungkin termasuk pengusaha yang mengalami masalah bisnis yang bertubi-tubi, mulai dari omzet yang turun drastis, pengiriman pasokan bahan baku terhambat, distribusi produk macet, hingga angka penjualan terjun bebas. 

Meski begitu, beberapa pebisnis berhasil lolos dari kepungan masalah itu dan perlahan bangkit. Bagaimana caranya? Simak  beberapa pelajaran berikut ini, kami sarikan dari pengalaman mereka yang berhasil lolos membalikkan keadaan sulit menjadi peluang bisnis baru yang prospektif.

Jalan Keluar Itu Bernama Bisnis Online

Sweet Sundae Ice Cream, sebuah kedai es krim yang berlokasi di Jogjakarta, mengalami kerugian 175 juta rupiah pada hari kedua PSBB diterapkan. Mereka berhasil bangkit setelah pelan-pelan mengalihkan jual-beli produk ke mitra online, seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Shopee dan lainnya.  

Sebelum pandemi, pesanan online yang masuk memang tidak terlalu banyak. Pelanggan lebih suka membeli es krim dan gelato langsung di outlet-nya. Namun sejak pandemi, pesanan lewat Go-Food dan GrabFood menjadi sumber pendapatan utama mereka.

Contoh lainnya adalah Java Group, perusahaan Food & Beverages (F&B) yang menaungi beberapa merek dagang, seperti Bebek Kanoman, Solopuccino, dan Chicken Day. Grup ini terdiri dari usaha restoran, kafe atau gerai kecil yang memiliki lebih dari 40 outlet tersebar di seluruh Indonesia. Pada awal pandemi, usaha ritel ini mendapatkan  dampak langsung penerapan PSBB dan lockdown.

Beruntung, Java Group punya kepercayaan kuat terhadap kekuatan internet dan media sosial.  Bagi Java Group yang memiliki usaha ritel berbagai jenis makanan, mulai dari bebek penyet, ayam geprek, hingga fried chicken lokal, data-data di atas hanya berarti satu hal. Bahwa sudah saatnya jalur perdagangan dialihkan ke ranah distribusi online dan delivery order.  

Datangnya pandemi mempercepat proses pengalihan ini, dan Java Group “dipaksa” belajar mengenai strategi perdagangan F&B secara online agar usaha ritelnya dapat bertahan. 

Di samping mengedepankan strategi bisnis dan promosi online, Java Group juga mampu bertahan dengan menerapkan konsep Cloud Kitchen, yang berbasis central kitchen management.  Bagaimana cara kerjanya? 

Sederhana saja. Ruang yang tadinya untuk tempat makan pengunjung, diubah menjadi mini-outlet frozen food untuk jualan online, termasuk lewat e-commerce ataupun lewat delivery order. Frozen food yang dijual multiproduk, mulai dari bebek penyet dan goreng beku, ayam geprek beku, bakso dan otak-otak beku, dan banyak lainnya. 

Outlet-outlet ini ditempatkan di kota-kota besar yang memang memiliki layanan serta jaringan mitra GoFood dan GrabFood  luas. Model bisnis makanan ini hanya memerlukan satu ruangan sebagai gerai, dengan satu staf dan satu koki berpengalaman.

Cloud Kitchen, alias ghost kitchen, belakangan banyak diterapkan para pebisnis kuliner untuk menekan biaya operasional. Konsep ini dianggap lebih praktis  dibandingkan restoran konvensional. Alasannya mereka tak perlu menyewa tempat makan untuk pengunjung dan hanya melayani delivery order. Dan yang kedua, proses pemesanan, pembuatan, dan pengantaran makanan ke pelanggan jadi relatif lebih singkat.

Meskipun awalnya sempat jatuh ketika menghadapi pandemi, manajemen Java Group menemukan dua ilmu baru. Pertama, mengelola promosi online serta cara jualan online, dan kedua, mengelola bisnis frozen food.  Gerai-gerai ritel mereka yang tersebar di lima pulau kemudian berubah jadi pabrik frozen food. Dan pabrik-pabrik ini akan tetap dilanjutkan meski pandemi usai nanti. 

LummoSHOP_Langkah Bisnis

7 Langkah Keluar dari Stagnasi Bisnis

Begitulah, seperti sebuah titik balik, masalah bisnis bisa menjadi bahan bakar paling ampuh untuk menempa seseorang menjadi lebih kuat dan mampu membalikkan keadaan sulit menjadi peluang. Lantas, bagaimana caranya agar kesulitan-kesulitan bisnis yang kita alami bisa menjadi bahan bakar untuk bangkit kembali? Coba simak langkah-langkah berikut ini.

  1. Minta Pendapat Klien

Ingat, pelanggan adalah modal dasar setiap bisnis. Pendapat dari pelanggan dan klien bisa sangat mempengaruhi kemajuan bisnis.  Dalam kondisi sulit, semakin kamu dengar pendapat mereka, maka semakin banyak peluang untuk keluar dari masalah bisnismu. 

Mulai sekarang catat semua komplain mereka, serta terima kritik dan sarannya. Ingat, komplain, kritik dan saran dari pelanggan pada dasarnya adalah metode penelitian yang sangat andal. Dalam kondisi normal, kritik dan komplain pelanggan adalah bocoran luar biasa yang sangat membantumu dalam mengalahkan kompetisi pasar.

Hargai keberadaan pelanggan dengan membuat promosi kecil-kecilan yang menerangkan bahwa dalam waktu tertentu kamu akan menawarkan diskon besar-besaran. Atau kalau memang perlu, berikan hadiah gratis bagi para pelanggan. 

2. Buat Actual Business Plan

Tidak pandang skala bisnis online yang kamu miliki, business plan adalah komponen penting untuk mengukur proses bisnis yang sedang kamu jalankan. Kalau kamu menuliskan rencana bisnis tersebut dengan sungguh-sungguh, biasanya kamu akan menemukan ide-ide baru yang bisa menjadi jalan keluar atas masalah bisnismu. Segala keputusan  yang diambil bisa menjadi gambaran tentang kelayakan ide bisnismu, termasuk menganalisa kompetisi pasar yang ada. 

Kalau kamu berpikir ingin membuka pintu investasi pihak ketiga, business plan yang bagus bisa menjadi alat untuk mencari investor baru. 

Pada tahap awal, terapkan business plan tersebut untuk menyusun rencana pemasaran jangka pendek. Bisa untuk satu minggu atau sebulan ke depan.  Usahakan rencana tersebut mampu menembus pasar sehingga dapat menutupi kerugian-kerugian yang kamu alami.

3. Rombak Sistem Pemasaran & Berinovasilah

Jawab dengan jujur, apakah kamu sudah melakukan sistem pemasaran yang bagus? Saat ini, kamu bisa mengelaborasi sistem pemasaran dengan memadukan teknik konvensional dengan teknik online. Di zaman digital seperti sekarang, promosi online melalui website bisa lebih efektif dibandingkan surat kabar.

Bagi yang sudah mempunyai website sebagai tempat usaha, maksimalkan website jualan tersebut sehingga lebih menarik pelanggan. Hal ini bisa dilakukan dengan menambah artikel yang bermanfaat, mengubah tampilan website dan lain sebagainya.

Berikan sesuatu yang ‘gratis’ ketika orang mengunjungi website-mu, karena semua orang suka semua yang gratis. Hal itu bisa  berupa tips atau tutorial berkaitan dengan produk atau jasa yang kamu tawarkan.

Ingat, calon pembeli selalu menginginkan informasi selengkap mungkin seputar produkmu. Kalau kamu sekarang sedang jualan alat-alat dapur. Maka berikan tips-tips cara merawat, cara menyimpan, cara menggunakan agar tetap awet dan lain sebagainya.

Kalau kamu belum punya website sendiri, cobalah bergabung dengan LummoSHOP yang akan memfasilitasi setiap merchant-nya dengan sebuah domain gratis. Jangan khawatir ribet, tim LummoSHOP akan memandumu mengenai cara buat website jualan yang efektif. Selain itu kamu juga diberi kesempatan untuk ikut kelas mentoring cara sukses jualan online.

4. Tingkatkan Promosi Online

Surat elektronik (e-mail) merupakan cara yang tepat untuk membangun kepercayaan bisnis online kamu dengan pelanggan. Lakukan sepenuh hati dan buat nuansa seakrab mungkin agar pelanggan minimal mau merespons apa yang kamu tulis.

Upaya meningkatkan promosi online bisa dilakukan dengan beberapa cara,  baik itu gratis maupun berbayar. Kalau perlu sewa iklan di beberapa spot yang memiliki banyak pengunjung seperti iklan di media sosial, forum dan lain sebagainya. Kerjasama dengan pemilik blog atau website lain juga bisa menjadi pertimbangan untuk meningkatkan promosi.

Kolaborasikan beberapa strategi untuk pemasaran online dan offline. Misalnya dengan membuat sebuah video yang menerangkan tentang produkmu agar lebih menarik. Atau buat brosur yang memuat tentang keberadaanmu di internet.

5. Perluas Wawasan 

Coba cairkan pikiran dan lapangkan dada untuk menerima sesuatu yang baru dengan ikut kelas bisnis. Selain mendapatkan ilmu yang mungkin belum kamu ketahui,  di sana biasanya berhamburan ide dari para pemula dan orang-orang kompeten di bidangnya. 

Sekarang sudah banyak kelas-kelas bisnis baik yang diselenggarakan secara online maupun kelas bisnis konvensional. Di kota-kota besar, acara ini bisa dijumpai hampir setiap saat.

Kamu juga bisa memanfaatkan e-book gratis yang membahas tentang manajemen usaha secara umum maupun khusus. Kalau sempat, bisa lakukan blog walking atau mengunjungi beberapa blog yang relevan. Lakukan interaksi dengan pemilik blog, tanya-jawab, sharing dan lain sebagainya. 

6. Perbaiki Citra 

Setiap orang di zaman sekarang berinteraksi melalui media sosial. Kenapa kamu tidak membuat business profile melalui media sosial? Tulis apa saja tentang bisnismu. Yakinkan orang yang berinteraksi dan dapatkan hati mereka. 

Banyak jalan ke Roma. So, jangan frustasi saat bisnis down atau stagnan. Sudah saatnya kamu melirik solusi teknologi digital untuk mengatasi bisnis yang sedang melambat.

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP