fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

6 Strategi Pemasaran Digital Bisnis Fashion

Dalam sebuah pameran seni ternama, Art Basel, bisnis fashion Levi’s menawarkan pengalaman berbelanja yang berbeda bagi pelanggannya. Ketika itu, Levi’s memberi ruang bagi pelanggannya untuk menyesuaikan jeans dan menyablon kaos sesuai keinginan mereka. Levi’s juga melibatkan seniman dan galeri seni untuk mengajak orang berlama-lama di booth Levi’s. 

Dengan cara ini, Levi’s ingin mengajak konsumennya menikmati pengalaman belanja yang berbeda. Pengalaman belanja yang membuat pelanggannya bisa menentukan sendiri apa yang ingin mereka kenakan. Karena kita sepakat ya, bahwa fashion atau produk sandang bukan sekadar sebagai penutup tubuh, melainkan bentuk pernyataan tentang siapa dan bagaimana kita ingin dikenal. 

Sebagaimana NIKE dan Adidas, Levi’s juga menjadi bagian dari industri fashion yang beralih ke konsep bisnis direct to consumer. Selain itu, Prada pada 2020 telah menyatakan bahwa produknya hanya tersedia di toko yang dimiliki perusahaan dan saluran resmi lainnya. Sebelumnya, pada 2018, Coach bahkan sudah memutuskan hubungan dengan lebih dari 1.000 toko yang menjual produknya di Amerika Utara. 

Bisnis fashion secara D2C memang menyimpan potensi yang besar dan menggiurkan. Tapi kamu mesti ingat, industri fashion itu sangat ramai dan kompetitif. Pengusaha bisnis fashion terus berlomba dengan berbagai cara untuk menarik minat konsumen. Kalau strategi pemasaran bisnis online kamu tidak ciamik, alamat gigit jari deh

Untungnya, zaman serba canggih, internet berkembang pesat dan cepat, sehingga memudahkan kamu jualan online. Selain itu, memaksimalkan pemasaran digital menjadi relevan di era ini. 

Digitalisasi dan kemajuan teknologi ikut mengubah mindset pengusaha bisnis fashion. Pengusaha tradisional biasanya membuka toko offline dulu baru merambah ke bisnis online, dan hanya sebagai pelengkap. 

Sekarang tidak lagi. Banyak pemilik UMKM justru memulai bisnisnya secara online kemudian ada yang mengembangkan bisnisnya dengan membuka toko offline, tapi ada juga yang konsisten berjualan online

Salah satu brand bisnis fashion lokal yang sukses dan mengawali bisnis dari jualan online ialah This Is April. Maria Anggraini, pemilik brand ini memulai usahanya di tahun 2012 secara online. Hanya saja waktu itu penjualan This Is April tidak menggembirakan. Maria lalu mulai rajin mengikuti berbagai bazar, yang ternyata cukup mendongkrak kunjungan konsumen ke websitenya. 

Sukses secara online, Maria kemudian memberanikan diri merambah offline dengan mendirikan toko pertamanya di Mall Ambasador, Jakarta. Namun, selama pandemi Covid-19 Maria memutuskan untuk menutup sementara 70 gerai miliknya, dan menggenjot penjualan online yang dia klaim melonjak 30 persen. 

Perubahan kondisi bisnis yang dialami oleh This Is April membuktikan bahwa digital marketing merupakan salah satu kunci untuk mempromosikan bisnis, terutama di era serba digital, terutama bagi bisnis fashion. 

Sebelum LummoSHOP lebih jauh membahas soal strategi cara jualan pakaian online, kita bahas dulu yuk apa saja sih keunggulan digital marketing bagi pertumbuhan bisnis fashion kamu. Apalagi sejalan dengan kemajuan teknologi dan zaman, pemasaran digital ibarat cara berjualan di masa depan. 

Lebih Hemat & Jangkauan Lebih Luas

Keunggulan digital marketing itu hemat biaya tapi jangkauan ke audiensnya lebih luas. Ambil contoh begini, dengan pemasaran tradisional kamu harus merogoh kocek lebih dalam untuk iklan di televisi, radio, atau koran. Biayanya tentu tak murah, tapi jangkauannya terbatas, apalagi zaman sekarang hiburan satu-satunya tak cuma televisi atau radio, minat membaca koran pun sudah turun drastis.

Investasi terbesar di digital marketing hanyalah waktu. Butuh waktu untuk merencanakan strategi, implementasi, sampai mengukur hasilnya. 

Terukur

Kamu bisa melacak hasil dari strategi pemasaran digital yang kamu lakukan dengan memantau kinerja SEO lewat Google Analytics. Jumlah klik, komentar, postingan yang dibagikan, like, dan lainnya tercatat dengan baik. Untuk mendapat data-data tersebut pun tak perlu menunggu waktu lama. 

Tepat Sasaran

Digital marketing memberi ruang bagi kamu untuk tahu siapa saja sih yang tertarik dengan bisnis fashion kamu. Biarkan penelusuran SEO melakukan tugasnya buatmu. 

Fleksibel pada Perubahan

Uniknya pemasaran digital (digital marketing) adalah kamu bisa mengubahnya kapanpun diperlukan. Bayangkan kalau promosi jualan online kamu lewat pamflet atau brosur lalu pada perjalanannya ada informasi atau strategi yang mesti diubah. Nggak mungkin dong merevisi pamflet yang sudah disebar kecuali kamu mencetak yang baru lagi. Judulnya biaya dan butuh waktu lagi. 

 

Bagaimana cara sukses bisnis pakaian atau fashion dengan memanfaatkan saluran digital?

Rasanya sekarang semua orang bisa memahami dan mempelajari strategi marketing secara digital. Namun jangan anggap sepele, digital marketing bisnis fashion-mu harus direncanakan dengan baik, di antaranya dengan:

  • Gandeng Blogger, Vlogger, atau Influencer
    Kekuatan media sosial beserta semua yang terlibat di dalamnya tak perlu diragukan. Kamu bisa undang blogger untuk personal blog, vlogger untuk konten YouTube, atau influencer di Instagram. Percaya deh, konsumen masa kini lebih percaya review dari influencer atau YouTuber ketimbang kalimat iklan yang berbunga-bunga. Promosi lewat platform media sosial ini juga membuat jualan online kamu lebih menarik secara visual dan interaktif.

  • Upgrade Website
    Sediakan anggaran untuk meng-upgrade website kamu. Bisa jadi tidak murah, tapi wajar, kan pepatah bilang ada harga ada rupa. Ya namanya saja kamu jualan online, kok website-nya biasa-biasa aja. 

Tidak harus canggih dan wah sih. Mulai saja dari tampilan yang menarik dan interaktif, serta bisa dipersonalisasi supaya konsumen kamu rela meluangkan waktu berselancar di website jualan online kamu. Hadirkan foto-foto produk yang mendetail, agar calon pembeli bisa lebih puas dan merasa lebih yakin untuk berbelanja.

Atau kalau mau praktis, kamu bisa jualan online pakai LummoSHOP. Mengelola katalog produk mulai dari foto, deskripsi, sampai ketersediaan barang bisa kamu lakukan dengan mudah. LummoSHOP juga memudahkan kamu membuka akses ke lebih banyak konsumen, sehingga jumlah pelanggan bisa meningkat lebih cepat. 

  • Aktifkan Channel YouTube
    Tahu nggak kalau jumlah pengguna YouTube di seluruh dunia mencapai lebih dari 1,9 miliar orang. Karenanya kamu harus memanfaatkan platform media sosial ini. Walau memang ketenaran brand tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah pengikutnya di YouTube. 

Sebut saja brand fashion ternama Chanel. Brand ini sudah membuat YouTube channel selama lebih dari 12 tahun, tapi untuk mencapai satu juta subscribers baru terwujud setelah belasan tahun tersebut. 

Kuncinya, YouTube itu menampilkan keaslian, dan kamu harus benar-benar genuine untuk berhasil. Selain dengan mengundang vlogger, kamu juga mesti menghasilkan kualitas video yang bagus.

  • Jangan Lupakan Instagram
    Saat ini, Instagram masih menjadi salah satu media sosial paling populer. Penggunanya mulai dari generasi X hingga Z. Tak heran, karena sampai saat ini konten yang ada di Instagram dapat menjadi sumber inspirasi banyak orang, termasuk inspirasi soal fashion. Zara termasuk brand fashion yang cukup berhasil mengelola akun Instagramnya.

Zara menjadikan Instagram sebagai ruang pamer foto dan video produk-produk terbarunya tentu dengan kualitas foto jempolan. Alhasil pengikutnya sudah mencapai lebih dari 47 juta. Ketika kamu memanfaatkan Instagram untuk jualan online, jadilah se-kreatif mungkin. 

  • Luncurkan Promo Liburan
    Untuk mendongkrak penjualan, kamu bisa menawarkan berbagai promo berupa diskon atau giveaway lewat media sosial.

  • Target Ulang Audiens lewat Iklan Facebook
    Jangankan belanja online, belanja offline saja konsumen pasti hati-hati dalam memilih, kalau perlu bandingkan harga dan kualitas dulu dengan toko lain.

Begitu pula belanja online, biasanya konsumen tidak akan langsung membeli saat pertama kali melihat iklan atau mengunjungi situs web. Inilah gunanya iklan lewat Facebook untuk meyakinkan mereka yang sedang mempertimbangkan sebelum membeli. 

Sebagai pebisnis fashion kamu tentu pantang kehabisan ide. Mulai dari menampilkan produk dengan tren terkini, inovasi soal bahan baku, dan lain sebagainya. Begitu juga soal strategi pemasaran digital, yang harus kamu lakukan adalah berusaha selalu unik dan kreatif. Kompetitor boleh bermunculan, tapi jangan gentar, kamu mesti selalu jadi yang terdepan. Semangat, ya!