fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

7 Alasan Niche Market Bisa Jadi Bisnis Menguntungkan

niche market

Ada banyak cara yang bisa kamu terapkan untuk membuat bisnismu moncer dalam waktu relatif singkat. Salah satunya adalah dengan membuat niche market yang tepat. Mungkin, ada beberapa di antara kamu yang kurang familier dengan istilah tersebut. Tapi, kalau ceruk pasar atau segmentasi pasar sepertinya kamu sudah akrab, ya. Nah, cara itulah yang akan kamu gunakan untuk membuat bisnismu menguntungkan.

Apa Itu Niche Market

Dilansir dari THEBALANCESMB, niche market adalah pasar dengan target konsumen yang lebih spesifik, lebih khusus, lebih tersegmentasi, atau lebih fokus. Contoh sederhananya, kamu punya bisnis pakaian, ini masih umum. Namun, ketika kamu punya bisnis pakaian khusus untuk konsumen dewasa baik laki-laki maupun wanita bertubuh besar daripada kebanyakan, ini lebih fokus.

Untuk yang pertama, biasanya masih akan timbul banyak pertanyaan, misalnya pakaian seperti apa, ukuran berapa saja, harganya berapa, dan lain-lain. Namun di yang kedua, pertanyaan akan lebih sedikit karena bisnismu lebih fokus. Contoh, konsumen bertubuh biasa saja, pastilah akan “tereliminasi” dengan sendirinya karena jelas-jelas bisnis pakaianmu adalah untuk konsumen bertubuh besar.

(Baca juga: Ini Caranya agar Brand Kamu Selalu Diingat Konsumen)

Perbedaan Niche Market dengan Mass Market

niche market

Lalu, apa bedanya dengan mass market? Jika ceruk pasar atau segmentasi sifatnya lebih khusus dan terfokus, maka mass market sifatnya masih umum atau untuk siapa pun. Contoh konkret perbedaan keduanya, yakni air mineral dan kopi. Jika pangsa pasar air mineral adalah untuk siapa pun, maka kopi lebih khusus ke mereka yang gemar minum kopi atau setidaknya sasarannya bukan anak di bawah umur. Jadi,  meski keduanya sama-sama air minum, tapi ternyata beda ya.

Dari sisi pangsa pasar, mass market mungkin terlihat lebih menguntungkan karena luasnya jangkauan. Padahal tidak juga, lho. Jangkauan memang luas, siapa pun bisa. Tapi, jangan lupa, kompetitornya juga banyak. Berbeda dengan bisnis yang pangsa pasarnya lebih tersegmentasi. Kompetitornya cenderung tak sebanyak mass market.

7 Alasan Niche Market Menguntungkan

Sebagai pebisnis, kamu harus tahu mengapa niche market menguntungkan dan mengapa strategi ini cocok banget untuk bisnis yang baru saja kamu mulai.

  1. Fokus, Tak Mudah Terdistraksi

Niche market membuatmu lebih fokus, tak mudah terdistraksi. Misalnya, ketika di awal bisnis kamu sudah memutuskan untuk memproduksi dan menjual pakaian berukuran jumbo, kamu akan lebih detail dalam memikirkan hal-hal apa saja yang sekiranya bisa bermanfaat untuk bisnismu tersebut. Ketika ada teman atau tetangga yang jualan pakaian dengan ragam rupa dan warna, kamu tak akan terpengaruh karena pikiranmu sudah terfokus bagaimana mengembangkan bisnis pakaian berukuran tidak biasa itu.

  1. Kompetitor Sedikit

Meskipun pangsa pasar mungkin tak sebanyak mass market, tapi kompetitornya masih sedikit. Hal tersebut tentu sangat membantumu yang baru saja merintis bisnis. Coba bayangkan kalau belum-belum kamu sudah diadang banyak kompetitor. Boleh jadi, nyalimu akan ciut karena merasa sudah kalah start. Dengan niche market, kompetitormu akan lebih sedikit, efeknya kepercayaan dirimu juga bisa lebih tinggi.

  1. Mudah Membangun Loyalitas Konsumen

Hubunganmu dengan konsumen bisa jadi lebih dekat akibat segmentasi sejak awal. Kamu dan mereka tak hanya sebatas pebisnis dan konsumen saja, melainkan rekan atau partner yang mana kamu bisa memberikan solusi atas masalah yang sedang mereka hadapi. Misalnya, kamu menjual pakaian untuk mereka yang berukuran besar. Dari hal tersebut, konsumen bisa memiliki insight baru ternyata memiliki tubuh lebih besar daripada kebanyakan tak menghalangi mereka untuk tampil cantik. Tak hanya mendapatkan cuan, tapi juga kepuasan yang kamu rasakan karena bisa membantu.

(Baca juga: Pentingnya Loyalty Program untuk Pelanggan)

Dengan strategi niche market, kamu sebenarnya juga tak perlu bingung ingin bisnis apa jika belum memiliki ide. Cukuplah dengan mengamati perilaku orang-orang di sekitarmu saja mereka butuhnya apa. Ya, kamu bisa memulai dari sudut pandang konsumen. Contoh sederhana, di lingkungan tempat tinggalmu banyak orang tua yang butuh jasa antar-jemput anak. Kamu bisa mengambil kesempatan itu untuk menolong mereka sekaligus mendapatkan cuan dari sana, yakni dengan membuka usaha antar-jemput anak sekolah.

  1. Mudah Dikenal

Karena lebih tersegmentasi plus kompetitor yang tak terlalu banyak, bisnismu jadi lebih mudah untuk dikenali konsumen. Tentu saja, hal ini sangat cocok untukmu yang baru saja merintis bisnis yang notabene sedang mencari konsumen baru. Dengan strategi niche market, kamu akan lebih mudah membangun reputasi. Ibarat bekerja di kantor atau sebuah institusi, mana yang lebih mudah terlihat menonjol, berada di kantor pusat yang jumlah karyawannya ratusan, atau di kantor perwakilan yang jumlah karyawannya paling banyak puluhan. Tentu jawabannya yang kedua, bukan?

  1. Menghemat Input

Karena kamu sudah mengkhususkan bisnis ke bidang tertentu, efek lainnya adalah kamu bisa menghemat input. Misalnya, ketika kamu punya bisnis katering, kue, dan camilan, kamu butuh tiga orang karyawan untuk mengerjakan tiap-tiap tugas yang berbeda tersebut. Namun, ketika usahamu hanya fokus di camilan saja misalnya, maka kamu cukup memperkerjakan satu orang karyawan saja sudah bisa. Sebagai pebisnis baru, menghemat input adalah hal yang sangat penting. Kalau belum-belum biaya sudah meluber, bagaimana bisa mendapatkan untung.

  1. Menikmati yang Dikerjakan

Jika pada poin di atas, kamu bisa memulai bisnis berstrategi niche market ini dari sisi konsumen (mau mereka apa), pada poin ini kamu bisa memilih bisnis yang kamu banget. Kamu bisa memilih bisnis yang paling nyaman untuk dikerjakan. Misalnya, bisnis di bidang literasi karena kamu suka menulis atau bisnis di bidang public speaking karena kamu gemar cuap-cuap. Pastinya, mendapatkan cuan dari hal yang kamu sukai itu sangat menyenangkan. Tidak semua orang bisa mendapatkan posisi tersebut. Jadi ketika kamu mendapatkan kesempatan itu sebaiknya kamu menggunakannya seoptimal mungkin dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati.

(Baca juga: Ubah Hobimu Jadi Bisnis Menguntungkan dengan Cara Ini)

  1. Terhindar dari Perang Harga

niche market

Perang harga adalah salah satu hal yang sebisa mungkin kamu hindari karena bisa mematikan bisnismu. Hal itu biasanya terjadi pada bisnis yang sudah populer atau pemainnya sudah banyak. Lantaran ingin mendapatkan pelanggan atau bahkan merebut pelanggan kompetitor, pebisnis kerap menurunkan harga di bawah harga pasar. Nah, kalau kompetitornya sedikit, kamu bisa menghindari perang harga. Kamu pun tak akan rugi.

Ternyata, niche market memiliki banyak keuntungan, ya. Di antara ketujuh hal di atas, mana yang paling menggiurkan menurutmu, sehingga kamu harus banget menggunakan strategi ini?

(Baca juga: Mesti Tahu, Efek Perang Harga untuk Bisnismu Jangka Panjang)

Sebagai pebisnis, ada beberapa strategi yang bisa kamu lakukan untuk membuat bisnismu terang dalam waktu relatif tak lama. Salah satu strategi itu adalah niche market atau menetapkan pasar yang sudah tersegmentasi atau fokus ke konsumen tertentu. Ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan ketika menerapkannya sebagaimana ulasan artikel ini. Kamu bagaimana? Apakah setelah membaca artikel ini, kamu bertambah yakin untuk menggunakan strategi niche market pada bisnismu yang baru saja kamu rintis? Jika iya, semangat, ya! Percaya, kamu akan mendapatkan “lebih” ketika produkmu lebih tersegmentasi.

 

Baca juga artikel terkait lainnya

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP