fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

7 Cara Kenali Calon Pelanggan Bisnis Kuliner Online

pelanggan online

Bisnis online adalah bisnis yang dinamis, terus mengalami perkembangan dan perubahan seiring waktu. Model bisnis online juga terus mengalami perkembangan dan perbaikan untuk menyesuaikan dinamika tersebut. Model bisnis yang sedang naik daun saat ini adalah D2C atau direct to consumer, sebuah model bisnis yang fokus kepada pelanggan. Pelanggan online mempunyai habit yang agak berbeda dari pelanggan offline. Sehingga perlu cara khusus untuk mengidentifikasi habit belanja mereka.

 

Bagaimana dengan pelanggan yang merupakan fokus dalam model D2C?

Pelanggan jualan online, juga cepat mengalami perubahan selera dan minat. Hari ini senang dengan yang nabati, bisa jadi besok hewani. Oleh karena itu, perlu untuk mengidentifikasi dan mengenali habit pelanggan kuliner online, sehubungan dengan penggunaan model bisnis direct to consumer. Untuk melakukannya, kamu bisa mengikuti 7 cara berikut: 

  1. Hadirkan Sesuatu yang Unik

    Penjual makanan beku ada banyak, tetapi bagaimana dengan makanan beku khusus untuk olahan laut? Tentu akan mendatangkan pelanggan dengan minat terhadap hidangan laut. Itulah yang disebut dengan keunikan dalam bisnis. D2C atau direct to consumer fokus pada konsumen, maka hal pertama yang diperlukan untuk menjaring mereka adalah menjadi unik.

    Cara mengidentifikasinya, kamu dapat melihat sekitar atau browsing di internet untuk mengetahui apa yang sedang dibutuhkan oleh pelanggan. Berjualan makanan online dengan memiliki keunikan akan memberikan nilai lebih, dan membuat pelanggan datang ke bisnis online-mu. 

  2. Bangun Portofolio Produkmu

    Caranya membangun portfolio produk kulinermu adalah dengan mengidentifikasi produk kuliner dari jualan online-mu yang mana yang paling diminati oleh pelanggan. Pisahkan pula yang kurang diminati. Produk yang paling diminati dipergunakan untuk mengidentifikasi pelanggan dengan minat sejenis, sehingga bisa menarik konsumen baru. Sedangkan produk yang kurang diminati bisa dilakukan perbaikan atau justru dihilangkan. Dengan cara ini, akan ada lebih banyak pelanggan datang membeli produkmu, dan jualan online-mu juga menjadi lebih efisien, karena arus kas lebih lancar.

    Berkaitan dengan hal ini, kamu bisa banyak belajar dari perusahaan retail fast food asal Amerika Serikat McDonalds. Perusahaan makanan cepat saji tersebut asalnya menjual aneka makanan yaitu: burger, minuman ringan, pai, kentang goreng, susu, kopi, dan milkshake. Seiring berjalan waktu, perusahaan terus melakukan evaluasi, dan kemudian burger menjadi ciri khas dari McD yang membuatnya mendunia.

    Bagaimana cara membangun portofolio produk? Tentu kamu membutuhkan data penjualan dan pelanggan yang terorganisir dengan baik. Kamu dapat melakukannya dengan mudah sekarang, yaitu melalui penyimpanan di website. Kamu dapat menggunakan jasa pembuatan website online, yang kini banyak tersedia, salah satunya LummoSHOP yang juga sangat mendukung model bisnis direct to consumer.

    pelanggan online

  3. Pahami tentang Positioning Bisnis Kulinermu

    Cara berjualan makanan online untuk mendatangkan banyak pelanggan, adalah memahami positioning bisnis kuliner online-mu. Positioning maksudnya produkmu untuk siapa? Kalau untuk orang-orang yang hanya cukup kenyang, kamu bisa menjualnya dengan porsi besar dengan harga murah. Namun jika menjualnya kepada golongan yang menginginkan gengsi, jual dengan porsi sedikit, kemasan cantik, dan tentunya harga mahal.

    Sebelum menentukannya, lagi-lagi kamu perlu mengidentifikasi calon pelanggan dari: media sosial, website, dan survei langsung. Dari beragam sumber identifikasi tersebut kamu sebaiknya mengetahui tentang: hobi dan hal yang digemari, cara belanja, pergaulan atau komunitasnya, gaya belanjanya, usia, jenis kelamin, dan pendapatan. Dengan mengetahui semua hal tersebut kamu akan mengetahui positioning dari produk kulinermu.

    Penggunaan seluruh data identifikasi tersebut, akan tampak sebagai berikut. Jika kamu menemukan bahwa identifikasi yang kamu lakukan menghasilkan ciri-ciri pelanggan sebagai berikut: usia antara 15-20 tahun, suka nongkrong, belanja dengan tunai, senang dengan musik, pendapatannya masih minim sebagian masih minta orang tua. Maka kamu sebaiknya mengambil positioning produk kuliner seperti kopi, yang cocok buat nongkrong gaya dengan harga murah.

    Dengan mengetahui positioning, kamu juga akan mengetahui strategi penentuan harga produk kulinermu. Harga tepat sesuai target pasar, akan menjaring banyak pelanggan. Dan ingat, tidak selamanya yang murah memang diminati.

  4. Pilih Platform Online yang Tepat

    Cara identifikasi pelanggan berikutnya adalah dengan memilih platform online yang tepat untuk tempat jualanmu. Umumnya, berhubungan erat dengan pemilihan media sosial. Kalau kamu berjualan khas anak muda jaman sekarang, maka kamu bisa gunakan TikTok. Jika target pasar lebih tua, Facebook akan mendatangkan pelanggan yang tepat. Instagram cocok untuk beragam usia

    Tetapi paling penting dalam bisnis makanan online dengan D2C, kamu harus fokus untuk membangun branding. Sehingga bisnis online-mu memang menjadi usaha yang serius bahkan bisa menjadi besar. Agar bisa berjualan makanan online dengan tetap mem-branding diri, maka kamu harus memiliki website, baik yang berbayar atau gratis.

    Paling disarankan adalah website yang memuat informasi lengkap tentang bisnis online-mu. Kamu bisa membuatnya di banyak platform, salah satunya LummoSHOP yang akan membuat tampilan website-mu lebih menarik, khas web bisnis online, tetapi branding tetap jalan. 

  5. Umumkan Mengenai Pembukaan Bisnismu

    Bisnis online termasuk kuliner, tentu butuh diumumkan agar diketahui oleh pelanggan. Kamu tak akan bisa mendatangkan pelanggan, tanpa memperkenalkan diri. Jika memang usahamu masih baru, buat program launching. Kalau bisnismu sudah jalan, kabarkan kondisi bisnismu sehari-hari. Paling sederhana adalah mengenai menu kulinermu.

  1. Buat Rencana Marketing

    Rencana marketing penting untuk identifikasi calon pelanggan dan mendatangkan pelanggan. Buat rencana dan lakukan pemasaran secara teratur. Dengan melakukannya maka kamu akan menggiring pelanggan yang sesuai dengan bisnismu secara pasti.

    Mengenai pemasaran yang selalu menarik bagi pelanggan kuliner bisnis online adalah program promo. Umumnya pelanggan yang sudah setia selalu menanyakan adanya promo. Kamu bisa melakukan promo melalui:

    • Produk baru. Selalu berinovasi melalui penciptaan produk baru. Tidak harus selalu sebuah produk yang benar-benar baru. Kamu bisa mengkombinasikan satu produk dengan lainnya. Produk baru akan membuat tampilan bisnis online kulinermu selalu tampak baru. Dan pelanggan saat ini sangat menyukai hal tersebut.
    • Penjualan paling laris. Umumkan tentang menu yang paling laris terjual. Hal tersebut akan menimbulkan ketertarikan. Orang yang semula sudah punya hati untuk membeli produkmu tetapi selalu menunda, akan segera melakukan pembelian.
    • Kode promo. Berikan kode promo untuk membuat penjualanmu makin meningkat. Kode promo ini juga untuk meneguhkan pilihan orang yang selalu ragu.
  2. Jaga Agar Bisnismu Terus Tumbuh

    Jika bisnismu sudah mampu mendatangkan pelanggan dan bahkan ada pelanggan setia. Kini saatnya untukmu menjaga bisnismu terus bertumbuh. Membuat bisnis online baru memang mudah, tetapi membuatnya bertahan dan bertumbuh adalah sebuah tantangan. Berikut adalah cara untuk menjaga bisnis agar terus bertumbuh. 

    • Mekanisasi untuk meminimalkan kerja manual agar pekerjaan menjadi lebih ringan.
    • Upselling produk atau jual produk yang lebih mahal. Cara ini berlaku untuk bisnismu yang sudah bertumbuh, dan memiliki basis pelanggan yang kuat. Arahkan pelanggan setia untuk membeli barang yang lebih mahal dengan kualitas lebih baik. 
    • Manfaatkan keranjang belanja yang terbengkalai. Bisa jadi orang-orang yang belanja online sudah memilih produkmu tetapi tidak meneruskannya sampai pembelian, alias barangmu masih di keranjang belanja. Gunakan kesempatan ini untuk menjaring pelanggan baru. Sapa mereka lewat email atau kontak yang ditinggalkan saat belanja online, dengan kata-kata pembuka “kamu melewatkan sesuatu”. Selanjutnya tawari produkmu, promo atau apa pun yang membuat mereka tertarik untuk benar-benar membeli. Lewat platform pembuatan website bisnis online di LummoSHOP, kamu juga bisa melakukannya dengan mudah. 
    • Buat follow up terotomatisasi. Selalu follow up setiap penjualan. Jika memang pelangganmu memiliki email, maka buat email terotomatisasi, ingatkan tentang tawaran-tawaran produk bisnis online-mu. Jika menggunakan media sosial lainnya, kamu juga bisa melakukan hal yang kurang lebih sama.
    • Jadwal post di media sosial. Tetaplah eksis di media sosial, sebab di sanalah sumber pelanggan. Identifikasi pelanggan tentu dengan membuat postingan yang teratur, sehingga pelanggan yang tepat datang ke bisnis onlinemu. 
    • Temukan bisnis makanan online yang sukses untuk sumber belajar. Belajarlah terus untuk membuat bisnismu terus bertumbuh. 

    pelanggan online
    Identifikasi pelanggan potensial yang akan menjadi pembeli produkmu adalah bagian penting dari bisnis online dengan D2C. Sehingga menjadi sebuah keharusan, dengan harapan bisnis online kulinermu terus bertumbuh memberikan pendapatan dan laba yang besar.