fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

7 Do’s & Don’ts Jualan Online Fotografi

jualan online fotografi

Era digital berdampak pada kebutuhan foto yang sangat besar untuk beragam aktivitas. Siapa pun kamu, pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, pekerja lepas, ataupun pemilik bisnis mungkin pernah sangat membutuhkan foto untuk kepentingan aktivitas kamu. Akan tetapi, kamu tidak bisa menggunakan foto yang kamu dapatkan di internet tersebut secara gratis. Sebab, foto tersebut memiliki hak cipta. Untuk menggunakannya, kamu harus membeli foto tersebut. Inilah yang disebut jualan online fotografi.

Bisnis fotografi merupakan peluang menghasilkan cuan yang makin menjanjikan bagi kamu yang suka memotret, secara amatir maupun profesional. Makin banyak stock website atau platform jualan online fotografi yang dapat menjadi sarana memulai jualan hasil karya fotomu. Namun, sebelum terjun, kamu perlu mengetahui do’s & don’ts berikut ini.

Perbanyak Karya Fotomu agar Punya Portofolio Mengesankan

  1. Mulailah!

Tidak ada kata yang tepat untuk mendapat penghasilan dari jualan online fotografi selain kata ini; mulailah! Meskipun begitu, sebelum memulai kamu perlu tahu do dan don’t terkait jualan online fotografi.

(Baca juga: Teknik Foto untuk Produk Fashion)

Do: Buat portofolio dengan menghasilkan foto sebanyak-banyaknya. Sebab, satu foto yang kamu jual, mungkin hanya menghasilkan pendapatan yang kecil. Jadi, maksimalkan pendapatan dengan memperbanyak jumlah foto yang kamu jual.

Don’t: Memilih gaya atau jenis foto yang kamu tidak merasa nyaman. Contohnya, jika kamu belum pernah membuat foto lanskap dengan wide-angle, kurang bijaksana kalau kamu memokuskan untuk menjual foto genre (gaya) ini. Tujuan kamu adalah menawarkan foto-foto terbaik yang menarik dan berbeda dari foto kebanyakan. Memang tidak mudah. Jadi, fokuslah pada kelebihan yang kamu miliki.

  1. Bergabung sebagai kontributor di stock website

Jualan online fotografi, berarti foto kamu harus muncul di stock website atau platform penjualan online foto.

Do: Buat fotomu tersedia di berbagai platform penjualan online foto. Namun, kamu harus membaca syarat dan ketentuannya secara detail. Hal ini untuk memastikan supaya kamu paham cara pembayaran fotomu yang terjual, hak cipta, dan lain-lain.

Don’t: Meremehkan untuk menjual karya fotomu secara eksklusif hanya pada satu platform penjualan online foto. Sebagai contoh, salah satu stock website yakni Getty Images memberikan komisi 15% untuk kontributor standar. Tapi, persentase itu naik menjadi 25% hingga 45% untuk kontributor eksklusif. Stock website lainnya, yakni Stocksy, malah meminta eksklusivitas pada fotografer yang ingin menjual foto di website mereka.

  1. Miliki nilai jual

Hal yang wajar jika kita suka menghasilkan sesuatu yang kita kuasai. Tapi, kamu juga bisa mencoba sesuatu yang baru dan tidak familier untuk jualan online fotografi.

Do: Temukan selling point atau nilai jual yang unik dari foto-fotomu dan ciptakan kelompok konsumen. Jika kamu konsisten, konsumen akan langsung mengarah kepadamu ketika mencari jenis foto tertentu. Seorang kontributor asal Indonesia di stock website, Odua Images, berbagi pengalaman soal unique selling point. Sebelum memulai jualan online fotografi, ia bekerja sebagai desainer grafis di sebuah penerbit. Suatu hari ia membutuhkan foto orang Asia, khususnya Asia Tenggara. Tapi, kala itu tidak mudah mencari foto orang berwajah Asia. Ia lebih banyak menemukan wajah orang Barat di stock website. Ketika ia memulai bisnis jualan online fotografi, ia pun sadar untuk fokus membuat foto orang berwajah Asia, khususnya Asia Tenggara. Sekarang, ketika konsumen membutuhkan foto orang Asia Tenggara, Odua Images adalah pilihan utama.

Don’t: Mencoba meng-copy karya fotomu sendiri. Maksudnya, membuat foto yang sama karena gaya foto itu banyak terjual. Kamu berharap foto-foto dengan gaya yang sama akan menggandakan penjualan. Namun ternyata, konsumen biasanya hanya akan memilih satu dari dua foto dengan gaya yang sama.

Selalu Perhatikan Tren dan Puaskan Konsumen

  1. Identifikasi foto-fotomu

jualan online fotografi

Konsumen akan mencari foto kamu di platform penjualan online foto, dengan mencari kata kunci tertentu.

Do: Pastikan konsumen mudah mencari foto-foto yang kamu jual. Carilah kata kunci yang kemungkinan akan digunakan untuk mencari fotomu. Beri fotomu dengan judul spesifik dan tag dengan keyword yang relevan. Sebuah foto seseorang yang sedang memperbaiki mobil, keyword-nya bisa mencakup: mekanik, garasi, konsentrasi, dan pekerja pabrik.

Don’t: Iseng memasukkan tag yang tidak relevan. Misalnya, konsumen yang sedang mencari foto tukang kayu, tidak akan tiba-tiba mengubah pikiran mereka dan membeli foto anak memanjat pohon milikmu yang  muncul secara random dalam pencarian “alat pertukangan”.

  1. Perhatikan tren

Do: Selalu memperhatikan tren foto, mencakup tema-tema yang sedang hot (aktual), foto-foto dengan demand tinggi maupun yang terkini.

Don’t: Mengurangi stok foto dari jenis yang selalu dicari-cari seperti foto-foto genre perkantoran. Tetaplah memproduksi foto-foto jenis ini, tapi pastikan kamu menawarkan perspektif dan sisi estetik yang berbeda agar jualan online fotografi tetap lancar.

(Baca juga: Pilih Mana, Jual Produk Nge-Tren Atau Bikin Tren Baru?)

  1. Foto-foto yang bercerita

Konsumen biasanya mencari foto yang bercerita.

Do: Fokus membuat foto-foto dengan orang-orang yang aktif melakukan sesuatu di antara mereka. Misalnya, jika punya kenalan yang memiliki restoran, kamu bisa meminta izin memotret para staf restoran itu saat sedang bekerja di dapur.

Don’t: Lupa mendapatkan izin dari model fotomu. Sebagian besar platform penjualan foto online tidak akan menerima fotomu jika tidak ada izin dari model fotomu.

  1. Beri perhatian pada detail

Do: Buat foto-fotomu secara terencana dan beri perhatian pada detail. Akan lebih baik jika kamu membuat storyboard terlebih dulu. Hal ini supaya kamu tidak melupakan detail yang penting.

Don’t: Berhenti memotret. Buatlah jadwal memotret dan konsisten melakukannya. Jika ada sesuatu yang menurutmu salah dan menghambat rencanamu dalam jualan online fotografi, cobalah untuk tetap menghasilkan foto. Itu lebih baik daripada tidak melakukan apapun.

Tips Memulai Jualan Online Fotografi

Apakah kamu makin tertarik pada bisnis jualan online foto? Jika ya, maka kamu perlu tahu tips untuk memulainya.

  • Tentukan niche-mu

jualan online fotografi

Sama seperti bisnis online lainnya, kamu juga perlu menentukan niche foto yang akan kamu jual. Kamu dapat melakukan riset kata kunci untuk mencari tahu demand berbagai macam foto di internet. Tentu, kamu perlu perlu menjalani proses uji coba sebelum akhirnya menemukan niche yang tepat.

(Baca juga: Niche Market adalah Peluang Bisnis, Ini 4 Cara Menentukannya)

  • Belajar cara menghasilkan foto yang menarik

Kamu dapat mencoba mengenali beragam gaya stok foto dengan melihat-lihat koleksi foto yang ada di stock website populer.

  • Jadilah pengguna platform yang aktif

Bergabung di stock website atau platform penjualan foto online adalah salah satu upaya penting memulai bisnis jualan online foto. Nah, selain mengunggah foto karyamu, menjual foto, dan mengelola lisensi, kamu dapat menggunakan forum, kompetisi, atau metode interaksi lainnya untuk berhubungan dengan pengguna maupun kontributor lainnya. Kamu bisa mendapatkan berbagai tips menghasilkan foto yang lebih baik, meningkatkan profil, dan hal lainnya.

(Baca juga: Curi Perhatian Konsumen di Media Sosial dengan Cara Ini)

  • Pahami hak dan kewajiban sebagai kontributor di stock website

Memahami cara kerja lisensi foto mungkin tidak mudah. Kamu akan menemui beragam istilah dan informasi baru yang harus dipahami dengan baik. Misalnya, kamu perlu memahami perbedaan penggunaan editorial, penggunaan komersial, dan penggunaan retail. Kamu juga perlu mengetahui pengertian label domain publik, bebas hak cipta, rights-managed, dan creative commons, serta istilah lisensi eksklusif dan non-eksklusif.

Nah, itu dia do’s & don’ts beserta tips memulai jualan online fotografi. Siap menghasilkan foto-foto menarik dan mendapatkan penghasilan dari bisnis online foto? Semoga sukses!

 

Baca juga artikel terkait lainnya

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP