fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

7 Strategi Bisnis Berjualan tanpa Memaksa dari CEO Walan.ID

Tips Strategi

Berbisnis memang harus gigih, tapi jangan maksa konsumen untuk membeli produk kita. Ada tips – tips terkait strategi bisnis berjualan tanpa memaksa yang kami mau bagikan. Kali ini sumbernya adalah Tommy Setiawan, CEO Walan.id, aplikasi penyedia layanan transportasi, pesan antar makanan dan lainnya di lokal Bangka Belitung.

Kamu mungkin pernah bertemu sales yang agak maksa kamu untuk beli produk mereka. Sebenarnya kasihan tapi karena caranya dengan memaksa, kamu jadi malas dan tidak ingin membeli produk yang mereka tawarkan. Begitu juga dengan penjualan secara online, konsumen juga jadi enggan membeli jika hampir setiap hari mereka menyerang konsumen dengan konten-konten jualan. Teknik jualan seperti ini namanya hard selling, sedangkan teknik tanpa memaksa dikenal dengan sebutan soft selling.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Apa itu Soft Selling

Teknik soft selling adalah teknik berjualan yang tidak terang-terangan dan memaksa. Tips strategi bisnis berjualan tanpa memaksa ini semakin banyak pebisnis online gunakan saat ini dan lebih bersifat promosi atau brand awareness. Pebisnis yang menggunakan teknik ini tidak akan terang-terangan menjual produknya, tapi menggunakan konten yang berisi ide atau informasi yang masih berkaitan dengan produknya. Contohnya, konten media sosial sebuah bisnis minuman kopi atau kafe akan berisi informasi tentang jenis-jenis biji kopi atau variasi minuman kopi. Jadi tidak melulu content berisi promosi produk minuman yang mereka jual berserta harganya. 

Kelebihan Soft Selling

Sebelum berbagi soal tips strategi bisnis berjualan tanpa memaksa, mari kita pahami dulu apa saja kelebihan dari teknik soft selling. Kelebihan tersebut adalah:

  • Konsumen Tidak Merasa Dipaksa

Konsumen yang awalnya tertarik untuk beli produk kamu bakal mundur jika mereka merasa terpaksa. Secara psikologis, bila kamu memaksa seseorang melakukan sesuatu biasanya mereka akan langsung menolak. Begitu pula dalam penjualan. Sebaliknya tindak persuasif atau bujukan halus dapat mendorong rasa ingin tahu dan besar kemungkinan berujung pada pembelian

  • Membangun Reputasi Bisnis

Lewat konten di media sosial yang sifatnya soft selling, konsumen dapat mengenal produk kamu. Jika dilakukan dengan konsisten maka konsumen akan semakin yakin dan percaya, misalnya lewat testimoni, review pengguna lain atau informasi yang kamu bagikan lewat konten. Hingga terbangun reputasi yang baik di mata konsumen.

Gunakan Media Sosial

strategi bisnisLangkah paling mudah dan umum untuk menerapkan strategi bisnis berjualan tanpa memaksa adalah dengan penggunaan media sosial. Cara ini sangat efektif karena jumlah pengguna media sosial di tanah air yang sangat besar dan berasal dari beragam kelompok umur, jenis kelamin, kelas ekonomi dan sebagainya. Berikut tips strategi bisnis berjualan tanpa memaksa lewat media sosial:

  1. Kenali Target Pasar Kamu

Saat ini berjualan sebuah produk atau jasa, pastikan kamu sudah riset soal target konsumen kamu. Siapa saja yang masuk dalam kategori konsumen potensial dari produk kamu, apa saja karakteristik mereka dan jenis media sosial apa yang paling sering mereka gunakan. Misalnya, produk yang hendak kamu jual adalah seprei, maka target pasarnya adalah kaum wanita usia 25 tahun ke atas. Kelompok ini lebih banyak menggunakan media sosial Intagram, atau produk yang target pasarnya golongan milenial dan generasi Z, maka media sosial yang paling banyak mereka gunakan adalah Instagram dan Tiktok. Riset target pasar ini penting sekali agar promosi yang kamu lakukan tidak salah sasaran.

  1.  Buat Konten Kreatif

Jika kamu sudah mendapatkan media sosial yang pas, kini saatnya buat konten kreatif yang berkualitas. Isi konten tidak boleh memaksa atau terang-terangan jualan produk. Perhatikan juga penggunaan bahasa, sesuaikan dengan bahasa sehari-hari yang target pasar kamu biasa gunakan. Isi konten dapat bersifat informatif atau hiburan yang masih berhubungan dengan produk kamu. Dapat juga berupa kuis, trivia, challenge, gossip atau berita terbaru. 

  1. Gunakan Hashtag yang Tepat

Konten di media sosial akan dapat lebih eksposure dengan pemilihan hashtag yang tepat. Sekarang sudah banyak aplikasi untuk mencari hashtag yang paling banyak target pasarmu pakai di media sosial. Hashtag juga bisa kamu pakai untuk kampanye produk yang ingin kamu promosikan.

  1. Buat Iklan 

Meski butuh dana yang lumayan, iklan di media sosial cukup efektif untuk meningkatkan brand awareness dan penjualan. Agar kesannya tidak cuma jualan, buat iklan yang ‘bercerita’ seperti mini seri yang bersambung dalam beberapa iklan berdurasi singkat. Jadi antara iklan yang satu berhubungan dengan iklan selanjutnya dan begitu seterusnya. Semua media sosial saat ini sudah menyediakan ruang iklan (ads) yang dapat kita gunakan dengan harga cukup terjangkau. 

  1. Pemilihan Kata

Konten berisi visual dan juga kalimat yang efektif dalam memancing perhatian calon konsumen. Kamu perlu tahu bahasa dan ‘nada’ penyampaiannya pada konsumen yang menjadi target pasar. Bahasa dan cara berbicara kepada konsumen dari kelompok bapak-bapak tentu berbeda kelompok konsumen dari kalangan remaja. Pastikan kamu paham siapa target pasar dari produk yang kamu jual. Sebaiknya pemilihan kalimat juga singkat, padat dan bikin penasaran. Sekali-sekali konten click bait boleh saja digunakan.

  1. Visual Harus Oke

Foto atau video adalah hal yang paling pertama konsumen lihat. Visual yang oke pasti akan langsung menarik minat pengguna media sosial. Tidak selalu harus hasil foto dengan teknik fotografi yang berkualitas tinggi, tapi bisa pula berarti foto yang mengundang rasa ingin tahu, bikin emosi, kaget dan lainnya. Dengan menambah kalimat-kalimat yang pas, pengguna media sosial pasti tidak sabar untuk meng-klik postingan kamu. Jangan lupa juga untuk menyesuaikan jenis visual yang kamu gunakan dengan target pasar dan media sosial yang kamu pilih

  1. Tata Letak Konten

Poin ini perlu kamu perhatikan jika menggunakan media sosial seperti Instagram dan juga pada website bisnis. Sebelum upload konten, tentukan dulu warna dan nuansa yang ingin kamu tampilkan sebagai ciri khas bisnis kamu. Sesuaikan juga dengan target konsumen bisnismu. Akun Instagram yang punya tata letak menarik selain akan lebih menarik perhatian konsumen, juga menyiratkan profesionalitas dari sebuah bisnis. Lakukan riset terlebih dahulu seperti apa akun media sosial dari kompetitor dan cari akun yang menurut kamu desain tata letaknya apik dan sesuai dengan target pasar kamu. 

Konten Berkualitas

Strategi bisnisPembuatan konten merupakan bagian penting dari tips strategi bisnis berjualan tanpa memaksa. Berikut beberapa hal yang dapat kamu jadikan bahan untuk konten:

  • Promosi produk, konten dapat berupa promo yang dikemas lewat kuis berhadiah, pemberian doorprize, sale atau diskon
  • Kompetisi, masih bersifat promosi secara halus dan sudah banyak ditemukan di media sosial seperti Instagram. Dapat berupa kompetisi atau challenge yang menarik, seperti kompetisi pembuatan video, artikel, tantangan memasak dan lainnya
  • Webinar, lewat webinar yang dilaksanakan secara gratis konsumen secara tidak langsung akan berkenalan dengan produk kamu. Asalkan tema webinar tidak langsung mengarah pada produk tapi masih bersinggungan dengan manfaat dan karakteristik produk.
Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Itu tadi beberapa tips strategi bisnis berjualan tanpa memaksa atau soft selling yang tingkat keberhasilannya banyak bergantung pada riset target pasar yang tepat dan konsistensi kamu dalam penerapannya. Teknik soft selling memang makan lebih banyak waktu dan harus konsisten, namun hasilnya lebih baik dalam jangka panjang. 

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP