fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

7 Tips agar Produkmu Meraih Perhatian Pehobi Gaya Retro

meraih perhatian pehobi gaya retro

Bisnis produk retro merupakan salah satu jenis bisnis yang patut menjadi pertimbangan saat ini. Pasalnya, minat generasi mudah terhadap produk maupun fashion retro bisa menghasilkan banyak cuan. Tentu, hal itu memerlukan proses dengan serius dan penuh ketekunan. Jika kamu berminat mengembangkan bisnis di bidang ini, kamu patut menyimak cara meraih perhatian pehobi gaya retro sebelum memulai bisnismu.

Dengan mengetahui kiat-kiatnya, kamu dapat mengarahkan bisnismu agar lebih efektif dalam menarik minat konsumen. Penasaran apa saja?

Tips untuk Meraih Perhatian Pehobi Gaya Retro

Jika kamu ingin memulai bisnis fashion atau produk retro lainnya, kamu dapat menyimak tips-tips yang dapat langsung diterapkan pada bisnis berikut ini.

  1. Riset Pasar

meraih perhatian pehobi gaya retro

Sebelum kamu mengetahui cara meraih perhatian pehobi gaya retro, tentu kamu harus tahu kondisi pasar yang kamu masuki. Nah, riset pasar ini juga bertujuan untuk merumuskan produk apa yang paling tepat serta konsumen mana yang menjadi target pasar.

Dalam riset pasar, kamu akan menemukan informasi mengenai produk retro apa yang paling banyak peminatnya di Indonesia. Andai kata kamu sudah lebih dulu merumuskan produk, kamu bisa mendapatkan gambaran mengenai karakter segmen pasar yang menggunakan produk tersebut.

Setelah melakukan riset pasar, kamu baru bisa menentukan langkah yang lebih konkret guna menggaet konsumen di pasar terkait. Langkah itu di antaranya strategi marketing yang meliputi media sosial dan sarana lain untuk melakukan pendekatan kepada konsumen.

  1. Membangun Visi Brand

Hal yang tidak kalah penting dari riset pasar adalah bagaimana kamu memperkenalkan diri kepada pasar. Dalam hal ini, kamu harus menemukan visi brand yang sesuai agar konsumen dapat menerima.

(Baca juga: 5 Tips Membangun Brand untuk Bisnis Kamu dan Langkah Awalnya)

Selain berperan sebagai identitas, visi brand juga akan mengarahkan bisnis untuk selalu sejalan dengan usungan visi dari awal. Sebagai contoh, jika bisnismu memiliki visi untuk mengurangi limbah pakaian dengan cara menjual banyak barang retro atau vintage, kamu akan berfokus pada berbagai upaya yang sejalan dengan isu lingkungan tersebut.

Kabar baiknya, konsumen yang memiliki kesamaan visi akan merasa lebih dekat dengan brand dan mendukung bisnismu sebagai konsumen setia. Tentu, hal tersebut membawa efek baik pada bisnis dan visimu untuk berkontribusi dalam isu lingkungan.

Meskipun demikian, visi brand mesti tetap orisinal dan tidak memanfaatkan apa yang sedang tren demi menarik perhatian konsumen.

  1. Menjual Produk Fashion Retro dalam Satuan Kilogram

Menjual produk fashion dalam satuan kilo mungkin menjadi salah satu ide yang dapat meraih perhatian pehobi gaya retro. Pasalnya, konsumen yang datang bukan hanya konsumen tingkat akhir (end user), tetapi juga konsumen yang akan menjual kembali produk retro tersebut.

(Baca juga: Wajib Tahu! 6 Tipe Pembeli Online Produk Fashion)

Selain pilihan pembelian yang beragam, kamu juga bisa mempertahankan dan menarik konsumen baru.  Penjulan dengan satuan kilogram bisa membuat konsumen berpikiran dapat mendapatkan produk lebih murah dan akan membelinya lebih banyak guna mencapai minimal pembelian per kilo.

Di samping memberikan pilihan pembelian eceran dan kiloan, kamu bisa memanfaatkan loyalty cards yang akan menarik konsumen-konsumen tersebut untuk datang kembali, kemudian melakukan pembelian dalam jumlah banyak.

  1. Targetkan Produk Retro pada Periode Waktu Spesifik

meraih perhatian pehobi gaya retro

Untuk meraih perhatian pehobi gaya retro, kamu dapat memilih dekade spesifik di mana fashion atau produk retro memiliki ciri khas tertentu. Misalnya, kamu dapat memilih dekade 1970-an, saat Bohemian style atau Boho menjadi ciri utamanya. Selain itu, kamu juga dapat memilih fashion retro 1980-an yang memiliki gaya glamour dan sangat berbeda dengan Boho style.

(Baca juga: Yuk, Kenali 5 Perbedaan Niche Market dengan Segmented Market)

Selain produk fashion, kamu juga bisa mengeksplor produk-produk lain, misalnya pernak-pernik, aksesori, atau perabot rumah tangga lain bergaya retro. Namun, kamu juga tetap dapat mengombinasikannya dengan tetap mempertahankan identitas sesuai dengan visi dari bisnismu.

  1. Manfaatkan Produk Dead Stock

Produk dead stock adalah produk yang masih memiliki label harga karena tidak terjual dalam waktu lama. Jika kamu menjual jenis barang dan jasa lain, produk dead stock bisa saja kurang bisa memikat minat konsumen. Namun lain halnya jika kamu memang berbisnis produk retro. Barang yang masih berlabel harga dianggap memiliki nilai tambah dan dapat meraih perhatian pehobi gaya retro.

Kendati tidak selalu menemukan produk dead stock, kamu dapat memaksimalkan penjualan dengan memberi penawaran tertentu yang menjelaskan betapa eksklusifnya produk tersebut karena belum pernah terpakai oleh siapa pun. Produk dead stock juga bisa menarik perhatian pehobi gaya retro yang memang secara khusus membeli produk yang sustainable dan cenderung lebih ramah lingkungan daripada produk yang benar-benar baru.

  1. Nostalgia Marketing

Strategi marketing yang berhasil menyentuh emosi konsumen bisa menghasilkan lebih banyak konversi daripada yang tidak. Salah satu caranya adalah dengan memperkenalkan produk melalui nostalgia marketing. 

Nostalgia marketing, yaitu strategi marketing yang membawa kenangan di masa lampau kepada konsumen. Dengan mengembalikan ingatan akan lagu, tempat atau barang tertentu, konsumen akan merasa familier dan dekat dengan suatu brand. Kedekatan inilah yang memberi dampak positif pada eksistensi brand.

(Baca juga: Pengertian, Manfaat dan 7 Contoh Sukses Strategi Marketing)

Mungkin kamu berpikir, bahwa menggunakan nostalgia marketing akan berhasil hanya jika brand tersebut adalah brand lama yang sudah memiliki kelekatan dengan konsumen. Hal itu tidak sepenuhnya salah, mengingat beberapa brand menggunakan strategi tersebut dengan cara merilis kembali produk yang sudah tidak diproduksi di pasaran. Namun, tidak hanya itu, sebetulnya semua brand bisa memanfaatkan nostalgia marketing. Hal itu termasuk brand yang masih sangat baru.

Caranya, yakni dengan menggunakan atribut, model, atau cerita nostalgia yang dijanjikan akan terkenang kembali bila konsumen menggunakan brand terkait. Dengan demikian, konsumen akan tertarik untuk mencoba produk dan merasa dekat dengan produk tersebut.

Nah, cara meraih perhatian pehobi gaya retro berikut ini tentu bisa kamu aplikasikan ke bisnismu juga. Kamu bisa melakukan riset mengenai apa yang sempat booming pada periode waktu tertentu, kemudian memodifikasinya dan menggunakannya sebagai strategi marketing.

  1. Bergabung pada Komunitas agar Meraih Perhatian Pehobi Gaya Retro

Cara untuk meraih perhatian pehobi gaya retro selanjutnya, yaitu dengan menjadi bagian dari komunitas pencinta gaya retro. Langkah itu dalam rangka untuk membuat reputasi brand-mu bagus. Dengan demikian, kamu harus meyakinkan konsumen, bahwa kamu juga memiliki pengetahuan yang baik akan seluk-beluk industri bisnis gaya retro.

(Baca juga: Gabung di Komunitas Bisnis LummoSHOP: Apa Saja Benefitnya?)

Tergabung dalam komunitas pehobi retro tentu lebih menguntungkan jika sudah kamu lakukan jauh sebelum membuka bisnis. Namun jika sudah memiliki bisnis pun, kamu dapat segera bergabung dengan komunitas retro untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai industri retro serta berkesempatan untuk mengenalkan bisnismu kepada anggotanya.

Selain itu, kesempatan membuka jaringan yang luas juga akan membuka banyak efek positif bagi bisnismu.  Salah satunya, mengenal banyak calon konsumen serta membuat bisnismu bukan hanya dalam mode bertahan, tetapi juga mampu melakukan ekspansi.

Meraih perhatian pehobi atau pencinta gaya retro sebenarnya tidak terlalu sulit, tetapi tentu pebisnis seperti kamu harus melakukannya dengan konsisten agar bisa beroleh hasil maksimal. Namun, konsistensi tersebut patut diimbangi dengan identitas yang jelas berupa perumusan visi brand.

Beriringan dengan itu, pastikan juga untuk memanfaatkan nostalgia marketing, mengingat bisnis pada industri produk retro sangat cocok dengan strategi tersebut. Tertarik mencoba bisnis produk retro? Jangan lupa terapkan semua tips meraih perhatian pehobi gaya retro di atas, ya.

 

Baca juga artikel terkait lainnya

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP