fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

7 Tips Foto Produk Menarik Bikin Omzet Melejit

foto produk omzet 01

Foto produk adalah elemen penting dalam sebuah bisnis. Foto yang berkualitas akan membuat website atau media sosial bisnis tampak lebih baik dan terpercaya, sehingga bisa meningkatkan pengalaman konsumen dalam berbelanja.

Penelitian berjudul Reaching the Visual Learner: Teaching Property Through Art, membuktikan 65% populasi adalah visual learner, artinya kita lebih memilih mempelajari sesuatu lewat ilustrasi atau gambar yang menyampaikan suatu pesan, dibanding hanya lewat tulisan.

Sebuah studi yang dilakukan Forbes pada 2012 menyatakan bahwa lebih dari 50% konsumen beranggapan bahwa foto produk yang high-quality lebih penting daripada informasi produk, deskripsi, rating, atau review.

PR Daily juga menyebutkan perusahaan yang memiliki foto yang menarik dalam strategi pemasarannya memiliki 94% kunjungan lebih banyak dibanding perusahaan yang tidak melakukannya. Itu artinya foto produk punya dampak yang besar terhadap pengambilan keputusan pelanggan dan kesuksesan suatu usaha.

Baca juga: 5 Cara Ampuh Foto Produk Tingkatkan Penjualan dari Digital Marketer

Meski begitu, sayangnya kita masih sering bingung bagaimana cara mengambil foto produk yang menarik dengan peralatan yang terbatas. Sebab, tidak semua dari kita memiliki kamera profesional, kan?

Untuk mengatasinya, ini dia beberapa tips foto produk yang mudah dan bisa kamu praktekkan hanya dengan menggunakan smartphone!

  1. Kenali smartphone yang digunakan

Melalui Masterclass LummoSHOP  bertajuk “Foto Produk Menarik Bikin Omzet Melejit”, Muhammad Nur Akhdiat, Master Trainer Content Creator menjelaskan bahwa kita tidak harus memotret menggunakan handphone dengan harga mahal untuk mendapatkan foto produk yang bagus. “Memotret bukan cuma sekadar mengambil gambar, tapi membuat gambar,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Akhdiat ini menyebutkan ada unsur-unsur fotografi yang harus kita pahami, yaitu komposisi, cahaya, angle, foreground, background, dan speed. Semuanya bisa kita pelajari hanya dengan memakai smartphone.

Akhdiat menyarankan hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengenal fitur kamera di masing-masing smartphone. Dia sendiri merekomendasikan fitur Pro dan Panorama untuk mengambil foto produk yang menarik.

Dengan fitur Pro, kita bisa memotret dengan mode manual seperti menggunakan kamera DSLR. Kita dapat mengatur fokus dan intensitas cahayanya sendiri. Sedangkan, fitur Panorama bermanfaat untuk mengambil foto yang luas.

Terkait kamera smartphone, Fotografer dan Videografer, Joshua Ariel, mengingatkan kita untuk memahami kelebihan dan kekurangan kamera yang kita punya, serta jangan memaksakan ke setting yang paling tinggi.

“Contohnya, bila smartphone kita tidak mendukung zoom yang terlalu jauh, lebih baik fitur itu tidak digunakan karena hasil fotonya nanti akan pecah. Begitupun dengan kamera smartphone yang belum mendukung fotografi di kondisi yang gelap. Bila kamu memaksakannya foto malah akan terlihat tidak jelas atau grainy,” paparnya di Masterclass LummoSHOP “Tips Dapatkan Foto Bagus Hanya dengan HP.”

foto produk omzet 02

  1. Pelajari cahaya sebelum memotret

Selanjutnya, Akhdiat menjelaskan berbagai jenis cahaya yang kita butuhkan dalam memotret. Cahaya sangat berpengaruh pada hasil foto produk, karena akan memengaruhi kualitas dan mood yang terlihat di foto tersebut.

Pertama, cahaya asli (available light). Tidak perlu alat mahal untuk mendapatkan cahaya asli, karena sumbernya berasal dari matahari. Kita hanya perlu mendekatkan objek ke dekat jendela untuk mendapatkan sinar matahari yang baik.

Kedua, cahaya buatan (artificial light). Cahaya buatan ini bisa kita peroleh dari lampu meja belajar, ring light, atau berbagai jenis lampu lainnya. Usahakan kondisi ruangan dalam keadaan gelap total supaya objek terlihat lebih fokus. “Untuk foto produk kosmetik, saya menyarankan untuk menggunakan cahaya buatan, karena hasilnya akan jadi lebih detail,” ujar Akhdiat.

Ketiga, cahaya kombinasi (mixed light). Jenis cahaya yang satu ini biasa kita igunakan untuk foto yang terdapat backlight. Kombinasi dari dua cahaya akan membuat objek tetap fokus, meski di belakangnya ada cahaya.

Baca juga: Foto Produk Untuk Promosi Toko Online, Ini Triknya

  1. Pahami komposisi foto 

Rule of third adalah komposisi foto yang para fotografer gunakan. Rule of third adalah membagi bidang foto menjadi 9 kotak sama besar dan meletakkan POI (point of interest) pada titik atau garis pada bidang yang terbagi menjadi 3×3 tersebut.

Menggunakan rule of third berguna untuk menarik mata konsumen ke komposisinya secara keseluruhan, tidak hanya pada bagian tengah foto saja. Teknik ini juga membantu menyoroti background yang menarik.

foto produk omzet 03

  1. Mengedit foto produk dengan aplikasi

Tidak hanya mengambil foto, tapi tahap editing juga sangat penting. Dengan mengedit, foto produk akan tampak lebih bagus, karena kita bisa menyesuaikan aspek-aspek yang kurang sempurna saat memotret objek.

Ada tiga aplikasi foto smartphone yang bisa kita gunakan, semuanya dapat diunduh di Playstore atau App Store.

  • Snapseed: Snapseed adalah aplikasi serbaguna yang penggunaanya sangat mudah. Kita bisa melakukan editing dasar yang lengkap, seperti contrast, brightness, healing untuk menghilangkan objek yang tidak kita inginkan, serta menambah berbagai filter.
  • Lightroom: Lightroom merupakan aplikasi edit foto dari Adobe yang sederhana. Ada fitur seperti crop, color touch, brush, dan lainnya. Aplikasi ini juga terintegrasi dengan komputer, jadi kita bisa melanjutkan editing di komputer bila kita memerlukannya.
  • Photoroom: Photoroom akan berguna sekali untuk keperluan foto produk, sebab aplikasi ini bisa menghilangkan background foto secara mudah. Ada juga i yang bisa kita pakai supaya hasil foto terlihat lebih profesional.
  1. Cari referensi 

Jangan malas untuk cari referensi! Saat ini kita sangat mudah dalam mencari inspirasi, misalnya lewat Pinterest atau Instagram. Carilah menggunakan kata kunci yang tepat untuk mendapatkan referensi foto yang mirip dengan produk yang kita jual.

“Tapi jangan sampai 100% sama, dari objek, warna angle, sampai ornamennya, karena kalau semuanya sama persis akan melanggar hak cipta,” kata Joshua. Oleh sebab itu, ingat bahwa kita hanya bertujuan mencari inspirasi, bukan untuk menjiplak!

Baca juga: Trik Foto Produk Agar Website Bisnis Online Naik Kelas

  1. Buat production timeline 

Satu hal yang seringkali luput dalam pembuatan foto produk adalah production timeline. Meski bisnis kita masih kecil, penting untuk membiasakan diri dengan menerapkan timeline ini.

Menurut Joshua ada tiga tahap dalam production timeline, yaitu capturing, editing, dan publishing. Semuanya harus kita lakukan secara cukup, jangan terlalu perfeksionis, tapi juga jangan kelewat santai.

Contohnya, kita mengambil foto asal-asalan dan cepat, karena berpikir akan merapikannya saat proses editing. Namun, pada kenyataannya editing akan lebih lama karena hasil fotonya yang kurang baik.

Sebaliknya, kita ingin foto sangat sempurna dan terus-terusan mengubah angle. Proses pengambilan foto jadi berjalan lebih lama dari yang kita perkirakan, sehingga harus cepat-cepat mengedit foto supaya bisa lekas kita post di media sosial atau website.

Production timeline berguna agar kita bisa lebih efisien dari segi waktu. Bila efisien secara waktu, kita akan bisa menyelesaikan pekerjaan lainnya dengan efektif.

  1. Gunakan tripod saat foto produk

Salah satu investasi guna mendapatkan foto yang baik adalah tripod. Tripod akan membuat smartphone lebih stabil, sehingga gambar produk yang dihasilkan konsisten dan lurus.

Kalau produk jualan kita berukuran kecil, bisa gunakan tripod berukuran mini, tapi kalau produknya berukuran besar seperti furnitur, lebih baik pilih tripod yang ukurannya besar. Pastikan tripod yang kamu beli memiliki klip untuk dipasangi smartphone.

Ternyata tidak sulit kan membuat foto produk yang menarik menggunakan smartphone? Yuk, terapkan tips-tips di atas!

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP