fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

7 Tips Mengatur Distribusi Produk Bisnis Model D2C

LummoSHOP_distribusi-produk

Pernah nggak kamu merasa bahwa pesanan online-mu sampai dengan cepat dan tepat. Pas dibutuhkan pas datang. Barangnya masih dalam keadaan baik, alias sama sekali tidak mengecewakan. Sampai-sampai kamu dengan senang hati membagi review-nya di media sosial, kemudian memberikan bintang lima sambil tersenyum lebar. Dalam hati kamu juga berjanji akan membelinya lagi di toko online yang sama.  

Bagaimana dengan bisnis online-mu? Apakah sudah demikian, atau masih menuju yang demikian?

Bisnis online yang bisa menyajikan barangnya sampai ke konsumen dengan demikian memuaskan, memiliki satu rahasia, yaitu manajemen distribusi barang yang sudah cukup baik. Mereka tahu betul bagaimana alur barangnya agar sampai di konsumen dalam keadaan terbaiknya, tanpa cacat sedikitpun.  

Jika bisa mengatur distribusi demikian baik, dan mendatangkan kepuasan konsumen, itu adalah salah satu yang diharapkan dari model bisnis D2C atau direct to consumer

Seperti diketahui model bisnis D2C kini makin banyak dipraktikkan. Alasan utamanya adalah dengan model bisnis ini, bisnis bisa mem-branding dirinya dengan lebih baik. Bisa terjadi demikian, disebabkan oleh hubungan langsung bisnis dengan konsumen. 

Berbeda dengan model bisnis online yang selama ini sudah banyak dilakukan, ada peran perantara bisnis. Dengan direct to consumer, konsumen bisa langsung terhubung dengan bisnis dan sebaliknya. Sebab perantara tidak lagi dibutuhkan. 

Karena terhubung langsung dengan konsumen, perlu banyak persiapan dilakukan. Salah satunya adalah sehubungan distribusi barang. Seperti yang dicontohkan sebelumnya, harapan setiap bisnis dengan D2C bisa memenuhi kriteria tersebut. Barang cepat sampai dalam keadaan yang terbaik. Guna mewujudkannya, berikut adalah 7 tips cerdas mengatur distribusi barang dalam model bisnis direct to consumer

LummoSHOP_distribusi-produk

  1. Ketahui keinginan konsumen

D2C fokus kepada konsumen, maka langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengetahui keinginan mereka. Secara umum keinginan konsumen terhadap distribusi barang adalah, bahwa barang yang dipesannya segera sampai dan masih dalam keadaan baik saja, dengan harga pengiriman yang murah meriah. 

Akan tetapi tidak menutup keinginan, bahwa konsumen menginginkan fasilitas distribusi lainnya. Seperti mereka diberikan kebebasan untuk memilih jasa pengiriman. Jika demikian berikan keinginan mereka. 

Agar mengetahui lebih banyak tentang keinginan konsumen terhadap model distribusi barang, maka kamu dapat melakukan: survei pelanggan, melihat testimoni online, dan berdiskusi dengan bagian penjualan.   

  1. Buat alur distribusi produk yang paling sederhana

Cara kelola alur distribusi berikutnya adalah membuat alur distribusi yang sederhana dan pendek, sehingga barang bisa sampai dengan cepat. Fokusnya adalah bagaimana barang yang kamu jual segera sampai di tangan konsumen.

Sejak menggunakan model D2C, pemotongan alur distribusi sebenarnya telah dilakukan, yaitu dengan hilangnya perantara bisnis. Sekarang tinggal bagaimana kamu mengatur alur dari pesanan pelanggan, kemudian ke bisnismu, selanjutnya kamu mempersiapkan barang, dan kemudian memilih logistik untuk pengiriman, hingga barang sampai ke pelanggan. 

Sebisa mungkin hilangkan hambatan-hambatan distribusi, seperti pengepakan yang terlalu lama atau penyimpanan barang. Kamu bisa lakukan tips berikut untuk melakukannya. 

  • Buat gudang penyimpanan barangmu di dekat konsumenmu, sehingga alur distribusi menjadi lebih pendek. Namun ingat, pertimbangkan antara biaya dan pendapatan yang akan diperoleh, saat mendirikan gudang penyimpanan yang dekat dengan pelanggan.
  • Fokuslah pada konsumen dalam kota. Karena dengan cara demikian juga akan memperpendek jalur distribusi. 
  • Persiapkan wadah khusus untuk pengepakan. Sehingga proses pengepakan menjadi lebih mudah dan cepat. 
  1. Buat alur distribusi yang hemat biaya

Cara kelola alur distribusi yang tak kalah penting adalah membuat alur distribusi yang hemat biaya. Hemat biaya di sini, adalah hemat untuk kamu sebagai pebisnis online, dan hemat pula bagi pelanggan. 

Tips utama untuk membuat alur distribusi dengan model bisnis D2C menjadi hemat, adalah dengan mendekati pelanggan. Bisa dilakukan dengan mendirikan gudang atau fokus kepada pelanggan dalam kota. 

Selain itu, bisa pula dilakukan dengan memilih mitra pengiriman yang menetapkan tarif ramah kantong. Namun, perlu diingat bahwa mitra tersebut pekerjaannya juga bisa dipertanggung jawabkan. Intinya pilih yang murah tapi tidak murahan.

  1. Pilih mitra logistik terbaik

Bisnis online-mu sudah menerapkan pengepakan yang cepat dan aman, fokusmu kepada pelanggan dalam kota, tetapi itu semua tidak akan mempercepat alur distribusi barang jika mitra logistikmu bergerak lambat. Kamu juga perlu mitra logistik yang mampu bergerak dengan cepat. 

Dalam rangka memilih mitra logistik terbaik, kamu dapat pergunakan tips berikut:

  • Pilih yang berintegritas. Maksudnya mitra logistiknya memang dapat dipercaya dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya.
  • Pilih yang jelas perusahaannya. Tidak masalah mitra logistik yang kamu pilih masih perusahaan lokal, nasional atau bahkan internasional. Pokoknya pastikan bahwa mitramu itu jelas perusahaannya. Karena dengan perusahaan yang jelas, kamu akan mudah melakukan pemesanan dan komplain.
  • Pilih yang harganya sesuai. Tentu saja masalah harga harus menjadi pertimbangan pula. Sekali lagi pilih yang murah tetapi tidak murahan. 
  1. Berikan pilihan pengiriman pada konsumen

Meski kamu sudah memilih mitra logistik, bisa jadi pelanggan menghendaki lainnya. Karena sekarang banyak sekali pilihan jasa pengiriman dengan segala kelebihannya. Jika sudah demikian, berikan pilihan tersebut kepada konsumen. Kamu sebagai pengelola bisnis, hanya perlu fokus pada harga jual. Bukankah itu lebih meringankan, dan sekali lagi kamu bisa menghemat biaya. 

Oleh sebab itu, sediakan aneka pilihan pengiriman untuk pelanggan. Cantumkan dalam web jualan online-mu. Kini hal tersebut bisa dilakukan dengan mudah, meski kamu tidak menggunakan marketplace. Salah satu pembuat web bisnis online yang menyediakan aneka jasa pengiriman adalah LummoSHOP. 

Dengan aneka ragam pilihan ini, kamu memberikan sekali lagi keinginan konsumen, yang hal tersebut sejalan dengan model direct to consumer.

  1. Buat distribusi barang yang transparan dan mudah untuk diakses

Cara kelola alur distribusi adalah dengan membuat alur distribusi barang dari bisnismu ke konsumen transparan dan mudah diakses. Fasilitas ini dapat kamu sediakan jika membuat web bisnis online melalui LummoSHOP. 

Dengan menjadi lebih transparan akan menambahkan kenyamanan bagi konsumen. Mereka merasa puas, karena bisnismu bertanggung jawab untuk selalu memberikan informasi kepada mereka. Informasi akurat untuk pelanggan, juga bagian penting dalam model D2C.

  1. Bagi pengalaman distribusi barang pada konsumen

Menjadi dekat dengan konsumen adalah strategi utama dalam direct to consumer. Kamu bisa melakukannya dengan membagi pengalaman distribusi barang mereka, dari bisnismu sampai ke konsumen. Bagikan melalui media sosial atau saluran komunikasi lainnya.

Dengan melakukannya, konsumen seakan diajak turut memiliki bukan hanya barang, tetapi juga bisnismu. Bukankah perlu untuk membangun fan base yang kuat saat memutuskan menggunakan model bisnis D2C. Tak hanya menjadi dekat dengan konsumen, brand bisnis online-mu juga akan menjadi semakin kuat. 

Itulah 7 tips untuk mengatur distribusi barang dengan model bisnis D2C. Intinya adalah selalu perhatikan kebutuhan dan keinginan konsumen, sehingga bisnismu akan makin dicinta dan dirindukan.

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP