fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

8 Kunci Tarik Minat Investor untuk Bisnis Online Produk Groseri

Cara Mencari Investor

Cara mencari investor untuk mengembangkan bisnis, memerlukan strategi khusus. Pada artikel ini, akan dibahas secara khusus cara-cara yang bisa ditiru, khususnya untuk kamu yang berjualan barang atau produk-produk kebutuhan harian (grocery), baik kategori food atau pun non-food, atau bisa juga keduanya.

Pertama, jangan pernah anggap kecil value bisnismu. Produk kebutuhan harian memang komoditas yang pada umumnya dapat dengan mudah dibeli di mana saja oleh pembeli. Namun, bukan tak mungkin, berjualan produk kebutuhan harian secara online merupakan sebuah bisnis menjanjikan dan bahkan bisa menarik minat investor, untuk mengembangkan usahamu. Buktinya, kini sudah ada beberapa brand yang sudah mulai populer namanya, khusus untuk menjual produk-produk kebutuhan harian secara online. Kalau mereka bisa, tentu kamu juga bisa, kok!

Investor! Seberapa hebat atau seberapa inovatif ide bisnis-mu, seberapa efisien biaya operasionalnya, dan seberapa besar perusahaanmu sudah tumbuh, kamu pasti butuh modal dan pengaruh keuangan untuk scale-up usaha.

Kekurangan modal adalah kendala umum yang dialami hampir semua pebisnis dalam perjalanan usahanya. Entah itu untuk keperluan ekspansi bisnis seperti pemasaran, penambahan kantor atau gudang inventaris baru, renovasi, rekrut karyawan baru. Atau untuk menambah inventaris usaha, dan aset. Bisa juga untuk menjaga arus kas. Yang jelas, semakin bisnis berkembang, semakin besar pula biaya operasional yang dibutuhkan.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Kalau kamu mulai berada pada kondisi di atas, sudah saatnya mencari investor untuk membantu dalam penambahan modal bisnis onlinemu. Dengan memiliki dana tambahan dari para investor, perusahaan akan memiliki keleluasaan untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi. 

Pertanyaannya, bagaimana cara mendapatkan perhatian dari para pemilik modal agar mau menyuntikkan dananya untuk pengembangan bisnis jual produk kebutuhan harian D2C (Direct-to-Consumer) seperti yang kamu jalankan? Mari kita bahas satu persatu di bawah ini.

Cara Mencari Investor

Jenis-jenis Investor

Sebelum memutuskan mencari investor untuk memajukan usaha jual produk kebutuhan harian yang kamu jalankan, ada baiknya kenali dulu jenis-jenis investor. 

Pada dasarnya, ada dua jenis investor. Pertama Angel Investor, dan satunya lagi Venture Capitalist. Apa bedanya?

Angel Investor

Istilah Angel Investor pasti sudah sangat sering kamu dengar karena sering banget mendampingi pemberitaan tentang kemajuan sebuah Startup. Investor satu ini datang dari kalangan individu yang memiliki kekayaan lebih dan mampu memberikan sokongan dana untuk menolong proses bisnis yang diminati.

Buat kamu yang baru melakukan rintisan usaha jual produk kebutuhan harian, malaikat bisnis jenis ini sangat cocok karena dana yang mereka miliki bersifat pribadi. Mereka bisa saja berasal dari kalangan keluarga atau teman dekatmu, orang kaya yang sebelumnya tidak terlalu kamu kenal, atau bisa juga merupakan grup.

Mendapatkan dana segar dari keluarga atau teman dekat memang enak. Kucuran dana mereka biasanya berdasarkan kasih sayang, tulus dan mungkin tidak mengharapkan keuntungan pribadi atas dana yang dipinjamkan. 

Namun begitu, harap tetap perhatikan rambu-rambunya. Yang namanya uang tidak kenal istilah keluarga atau teman dekat. Dalam soal utang-piutang, ada keterikatan di luar hubungan kekeluargaan atau pertemanan. 

Karena itu, kamu juga wajib mendahuluinya dengan mengajukan proposal rinci terkait modal yang dibutuhkan, hingga progres yang dimiliki, serta perjanjian pemulangannya. Jangan sekali-kali mengingkari perjanjian pemulangan modal karena investor malaikat menganut sistem kepercayaan.

Selain orang dekat, Angel Investor juga bisa datang dari orang luar yang mungkin sebelumnya tidak kamu kenal. Mereka biasanya merupakan sosok penting yang punya profesi atau jabatan tertentu, dan punya uang lebih untuk diinvestasikan. Dokter atau pebisnis yang telah sukses merupakan dua contohnya. 

Kalau mau berburu investor jenis ini, kamu sebaiknya mengikuti banyak seminar. Ajukan proposal usahamu, dan pastikan menjanjikan hubungan yang saling menguntungkan dari jualan online-mu agar lebih berpeluang mendapat investasi dana dari orang kaya.

Venture Capitalist

Bagi kamu, pemilik usaha kecil yang ingin mendapatkan investasi modal usaha dalam jangka panjang, maka lebih dianjurkan untuk memilih jenis investor Venture Capitalist (VC). Jenis investor seperti ini biasanya sudah mengkhususkan diri sebagai investor kaya, bankir yang menyediakan investasi, dan institusi keuangan lain sebagai pendana atau penyedia modal untuk perusahaan. 

Agar bisa mendapatkan investasi jenis ini, dipersyaratkan usaha-mu sudah berjalan minimal 2 tahun. Biasanya mereka tidak akan langsung mencairkan modal semuanya. Modal diberikan berkala, karena VC bertindak sebagai pengawas dan pembina selama perusahaan menggunakan modal darinya. karena mereka akan memantau pertumbuhan usahamu. Kalau progresnya nyata dan stabil, baru modal usaha diberikan kembali. 

Langkah-langkah dan Cara Mencari Investor

Nah, setelah mendapatkan gambaran jenis-jenis investor yang kamu butuhkan, saatnya berburu pemodal yang cocok sebagai mitra untuk mengembangkan bisnis produk kebutuhan harian yang kamu jalani. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam mencari investor? Simak langkah-langkah cara mencari investor untuk bisnis kamu berikut ini.

  1. Temukan mereka 

Di mana bisa kamu temukan mereka? Mungkin itu pertanyaan pertama yang ada di benakmu. Kalau kalangan keluarga atau teman dekat sih, sudah tidak perlu ditanya. Tapi untuk Angel Investor yang berada di luar lingkaran ekosistem-mu, tentu saja kamu harus bisa menemukan di tempat-tempat di mana mereka biasa beredar. Misalnya di seminar, pameran, atau kompetisi bisnis. Tiga tempat itu sering disebut sebagai ajang penemuan investor secara instan. 

Selain di seminar, biasanya akan banyak investor yang berkunjung ke pameran dan kompetisi bisnis. Kesempatan itu harus kamu manfaatkan sebaik mungkin. Semakin menarik konsep bisnis yang kamu perlihatkan, akan semakin banyak investor yang tertarik untuk menanamkan modal. Jadi dalam kesempatan itu, kamu harus benar-benar bisa menunjukkan semua nilai plus dari bisnis produk kebutuhan harian yang kamu jalani.

  1. Buat List Calon Investor

Kalau kamu sudah memiliki target calon investor yang diinginkan, buatlah list dengan memasukkan nama mereka sebanyak mungkin. Pastikan tidak hanya mencantumkan satu atau dua nama ya, agar peluang kamu untuk mendapatkan investor juga semakin besar. 

Namun ingat, yang masuk ke dalam list investor itu haruslah nama-nama yang memiliki potensi tinggi. Bukan hanya potensi memberikan modal berupa uang, tapi juga ide-ide kreatif yang akan menyumbang perkembangan bisnismu.

  1. Buat Proposal Mendetail

Proposal adalah “kunci” untuk menawan hati calon investor. Proposal inilah yang menjadi jembatan antara bisnismu dengan calon investor, baik angel investor maupun perusahaan. Karena itu, sangat penting bagimu untuk membuat proposal semenarik mungkin agar calon investor juga lebih mudah tertarik.

Sebelum membuat proposal, kamu wajib mencari tahu terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan setiap investor. Karena pada prinsipnya, investasi adalah simbiosis mutualisme antara kamu sebagai pemilik usaha dengan investor yang dituju.

Proposal yang menarik dan jujur (sesuai dengan kondisi usahamu) akan memberikan dampak positif besar dalam penilaian bisnismu. Tanamkan keyakinan bahwa menjual produk kebutuhan harian seperti yang kamu jalankan ini memiliki potensi di masa sekarang dan masa mendatang untuk mendapatkan keuntungan. 

Buat proposal menarik dengan detail usaha secara lengkap dan jelas. Cantumkan visi misi usaha produk kebutuhan harian secara detail, posisi arus kas perusahaan, serta rencana usaha di waktu mendatang. Jangan lupa cantumkan modal yang dibutuhkan, hingga potensi keuntungan yang bisa didapatkan.

  1. Presentasi yang Menarik

Satu tahap setelah membuat dan mengajukan proposal, kamu harus bisa lebih menguatkan kepercayaan calon investor melalui presentasi. Walaupun seluruh bagian proposal mungkin sudah dibaca oleh calon investor, akan tetapi presentasi akan memberikan pengaruh terhadap “feel” calon investor. Penyampaian yang bagus dan rapi akan sangat mudah mencuri perhatian calon investor.

Sebagai persiapan, kamu harus membuat slide presentasi yang simpel tapi terkesan menarik dan mudah dipahami. Dari slide yang simpel inilah, kamu jelaskan secara rinci terkait manajemen keuangan, tim kerja perusahaan, serta prospek usaha.

Slide presentasi tak perlu mencantumkan banyak tulisan, cukup tuliskan inti poin yang ingin disampaikan kemudian tambahkan sedikit animasi pemanis sebagai penarik perhatian.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP
  1. Jelaskan Risiko Usaha

Setiap usaha sudah pasti mengandung risiko, baik besar maupun kecil. Investor juga pasti paham itu. Apalagi untuk bisnis grocery. Karena itu, meskipun faktor risiko usaha bisa dikatakan sebagai nilai minus, tapi tetap harus dijelaskan secara gamblang.

Jangan sesekali menyembunyikan risiko usaha yang kamu jalankan, karena justru akan mengurangi respect dari calon investor. Calon investor perlu mengetahui apa saja hambatan yang mungkin dialami perusahan. Dengan menjelaskan risiko yang mungkin akan dialami perusahaan, bisa jadi investor akan memberikan masukan atau saran untuk meminimalisir risiko tersebut.

  1. Membuat Strategi Usaha

Tujuan utama seorang pembisnis dalam mencari investor sudah tentu untuk mendapatkan tambahan modal, sehingga proses bisnis bisa berjalan lancar. Namun ternyata hal ini tak cukup tanpa adanya strategi usaha yang matang.

Modal dan strategi usaha bukanlah hal yang bertentangan. Kamu harus mampu menjelaskan strategimu saat mencari cara jual sembako yang efektif dan prospektif. Jangan ragu menyampaikan ide inovasi bisnis apa yang ada dalam rencanamu. Semakin matang dan baik strategi bisnis yang kamu miliki, akan semakin mudah investor memberikan tambahan modal.

Strategi bisnis yang sudah tersusun rapi juga bisa memperlihatkan bagaimana prospek usaha tersebut di waktu mendatang. Sebab tak sedikit perusahaan besar yang mengalami kemunduran bahkan hingga gulung tikar, karena strategi yang tidak stabil dan tidak matang.

  1. Membuat Laporan Keuangan yang Benar

Persiapan terakhir dalam rangka mencari investor adalah merapikan laporan keuangan. Presentasi laporan keuangan tidak boleh luput dari perhatian, sebab dari situlah calon investor bisa diambil keputusan.

Sebelum memutuskan untuk menanam modal, setiap calon investor tentu ingin dapat jaminan akan memperoleh profit dari perusahaan tersebut. Nah, laporan keuangan inilah yang salah satu yang akan menjadi bahan pertimbangan. Jika laporan keuangan perusahaan menunjukkan profit yang cukup menjanjikan, dijamin calon investor pun lebih mudah terpikat.

  1. Kepercayaan Perusahaan adalah Segalanya

Kalau bisnis yang kamu jalankan masih sangat belia, kamu butuh tenaga ekstra untuk meyakinkan investor. Coba perhatikan kasus-kasus penipuan investasi yang marak menghiasi halaman berita. Banyaknya kasus penipuan atau semacamnya merupakan mimpi buruk bagi investor yang memberikan suntikan dana bagi sebuah perusahan.

Untuk itu, kamu dituntut bisa memberikan keyakinan pada calon investor sehingga mereka bisa mempercayai bisnis dan kredibilitas usahamu. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meyakinkan calon investor adalah dengan menunjukkan izin usaha, lokasi usaha, dan lain sebagainya. 

Nah itulah dia 8 kunci cara mencari investor demi kemajuan bisnis produk kebutuhan harian. Bagaimana, sudah siap berjuang menaklukkan hati pangeran investasi?

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP