fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

9 Cara Mengubah Pertanyaan Pelanggan Jadi Pesanan

cara mengubah pertanyaan pelanggan jadi pesanan 01

Penjual yang jeli pasti punya cara mengubah pertanyaan pelanggan jadi pesanan. Sebelum memesan, pasti banyak pertanyaan yang muncul dari calon pelangganmu tersebut. Kadang mereka masih merasa ragu-ragu untuk membeli karena kurang yakin atau kurang memahami produkmu. Meyakinkan calon pelanggan agar segera melakukan pembelian memang bukan perkara mudah. Tapi bukan berarti produkmu kurang menarik, lho! Bisa jadi calon pelangganmu memang ada yang sangat kritis atau butuh diyakinkan lebih kuat lagi. 

Seorang pengusaha yang siap berbisnis harus sudah memperkirakan pertanyaan-pertanyaan apa yang mungkin muncul dari calon pelanggan. Dengan begitu, kamu akan bisa mengubah pertanyaan yang diajukan calon pelanggan menjadi penjelasan atau jawaban yang meyakinkan. Setelahnya, pelanggan akan lebih tertarik dan mau membeli produk yang kamu tawarkan. 

Untuk bisa berhasil menciptakan transaksi, kamu perlu strategi komunikasi yang tepat. Nur Intan, Community Training Lummoshop, menjelaskan bahwa dalam berstrategi, kita perlu mengenali calon pelanggan kita. Caranya adalah dengan menggunakan prinsip funnel marketing.

Funnel Marketing yaitu proses yang mengubah seseorang yang awalnya tidak tahu brand kemudian mengenal, menimbang, melakukan pembelian, menilai produk yang dibeli, hingga akhirnya menjadi pelanggan setia. 

3 Fase Strategi Funnel Marketing

cara mengubah pertanyaan pelanggan jadi pesanan 02Kamu yang ingin belajar cara mengubah pertanyaan pelanggan jadi pesanan, harus mempelajari ini. Menurut strategi funnel marketing strategy, konsumen dikelompokkan dalam tiga fase, yaitu: 

  • Fase pertama (piramid berwarna biru) disebut TOFU atau top of the funnel. Fase ini merupakan fase calon pelanggan yang belum mengenal apa-apa tentang produk yang kamu tawarkan. Tahap ini disebut juga tahap awareness. Tahap yang membuat konsumen tahu produk kita. 
  • Fase kedua disebut MOFU atau middle of the funnel (piramid berwarna kuning), yaitu fase di mana konsumen sudah mengetahui keberadaan produk dan mulai mempertimbangkan untuk membeli. Tahap ini, adalah tahap untuk menarik interest atau minat belanja konsumen. 
  • Fase terakhir disebut BOFU atau bottom of the funnel (piramid warna orange), yaitu fase yang tercapai saat konsumen sudah menjadi pemakai produk. Tahap ketiga ini, merupakan tahap desire dari konsumen. Yaitu, tahapan untuk mempertahankan keinginan atau gairah konsumen untuk tetap menjadi konsumen yang loyal. Lloyalitas konsumen agar senantiasa jadi pelanggan setia. 

Informasikan Produkmu Sejelas Mungkin

Cara mengubah pertanyaan pelanggan jadi pesanan harus dimulai dengan informasi yang jelas. Saat berbisnis, terutama yang menggunakan sistem online, kamu perlu memperkenalkan produkmu kepada calon pelanggan dengan sejelas mungkin. 

Selain website atau online shop, manfaatkan semua media sosial dalam menginformasikan spesifikasi produkmu selengkap-lengkapnya, terutama mengenai fungsi atau manfaat produk, harga, pilihan warna, pilihan ukuran, serta potongan harga dan sebagainya. Kamu pun perlu memberi balasan atau respons yang cepat pada setiap keluhan dan permintaan dari calon pelangganmu.

9 Cara mengubah pertanyaan pelanggan jadi pesanan

cara mengubah pertanyaan pelanggan jadi pesanan 03

Agar pertanyaan pelanggan bisa berubah menjadi pesanan, berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mempersiapkan jawabannya:

1. Berikan info produk 

Cara mengubah pertanyaan pelanggan jadi pesanan bisa dimulai dari info produk. Produkmu bisa jadi sudah menarik perhatian mereka, mungkin dari kemasannya, bentuknya, atau harganya. Namun calon pelanggan bisa saja masih merasa ragu akan fungsi produkmu. 

Kemasan yang “terlalu canggih” memang menarik perhatian tapi bila tidak ada keterangan tentang fungsi produk, pelanggan tentu akan mengajukan pertanyaan kepadamu. Jelaskan secara gambalang tentang produkmu, manfaat yang akan didapat jika pelanggan membeli produk, dan jelaskan juga keunggulan yang tidak dimiliki oleh produk kompetitor.

2. Jujur dengan kondisi produk

Pertanyaan pelanggan sebelum memesan biasanya berkaitan dengan keaslian produk: ori (asli) atau KW? Untuk kamu yang berjualan produk-produk branded, pertanyaan ini menjadi sangat penting. Beberapa calon pelanggan mungkin tidak masalah apakah produk itu asli atau imitasi, tetapi sebagian yang lain justru mengutamakannya karena mereka ingin mendapatkan produk dengan kualitas yang pantas. Jujurlah memberikan informasi apa adanya tentang produk daganganmu. Katakan apa adanya, karena kalau kamu menipu dan ketahuan oleh pelanggan, reputasimu bisa terkena akibatnya. 

3. Siapkan aneka warna dan ukuran 

Cara mengubah pertanyaan pelanggan jadi pesanan juga bisa dengan siap menyediakan aneka warna dan ukuran produk. Agar tidak repot menjawab DM atau inbox dari pelanggan, cantumkan dengan jelas varian produk atau pilihan warna yang tersedia. Tambahkan catatan bahwa mungkin akan ada perbedaan warna sedikit karena perbedaan setting warna layar ponsel atau monitor komputer dengan produk aslinya. 

Jika pelanggan menanyakan warna yang tidak tersedia, kamu bisa tawarkan warna lain yang mirip dengan warna yang ia minta. 

Sedangkan untuk ukuran produk, informasikan dalam bentuk satuan panjang yang lazim diketahui. Misalnya, lebar dada 60cm, bukan sekedar ukuran S, M, L, XL yang sering tidak sama ukurannya.

4. Layanan purna jual

Kamu bisa mengubah pertanyaan pelanggan jadi pesanan kalau menyediakan layanan purna jual. Misalnya pelanggan boleh menukar produk kalau tidak cocok. Pertanyaan semacam ini sering muncu terutama untuk kamu yang menjual produk-produk fashion. Kamu harus membuat persyaratan yang rinci tentang hal ini, juga prosedurnya bila pelanggan ingin menukar barang. 

5. Berikan garansi

Pertanyaan pelanggan bisa berubah jadi pesanan kalau kamu sediakan garansi pembelian. Terutama untuk produk-produk elektronik, sudah sangat umum jika ada pelanggan yang menanyakan hal ini. Usahakan produk yang kamu jual memiliki sertifikat garansi pabrik atau minimal berikan garansi toko, karena ini bisa meyakinkan pembeli bahwa barang yang ia beli terjamin kualitasnya dan aman untuk dibeli.

6. Sigap dalam pengiriman

Pelangganmu tentu senang kalau layananmu sigap dalam pengiriman, pertanyaan mereka bisa segera jadi pesanan. Informasikan sejelas mungkin apakah barang yang kamu jual ready stock atau harus menunggu waktu pembuatan (PO) terlebih dahulu. Bila menggunakan sistem pesanan, tentunya waktu pengirimannya menjadi lebih lama 

Tapi masalah pada pengiriman juga bisa terjadi pada kurirnya. Jangan sampai kamu dapat reputasi buruk karena pengiriman yang lama, padahal kesalahan ada pada kurir. Kamu bisa tanyakan, apakah pelanggan ingin menggunakan layanan kurir tertentu, karena biasanya kecepatan layanan kurir tidak sama di setiap kota.

Serupa dengan pertanyaan sebelumnya, besarnya ongkos kirim sangat tergantung berat dan layanan kurir yang dipakai. Berikan pilihan yang terbaik pada pelanggan dari segi kecepatan layanan kurir maupun harga. Misalnya, kalau ke alamat pengiriman biasanya paket reguler sampai 3-4 hari, tapi bisa kalau mau lebih cepat sehari semalam sampai, bisa memilih jenis kilat tapi biayanya sedikit lebih mahal. 

7. Bijak menjawab masalah harga

Cara mengubah pertanyaan pelanggan jadi pesanan adalah dengan bersikap bijak soal harga. Memang, pembeli adalah raja. Kamu harus sudah punya jawaban jika ada pertanyaan dari pelanggan soal harga. Bila hargamu lebih mahal daripada toko sebelah, utarakan kelebihan-kelebihan dari tokomu. Bisa harga jualmu dianggap sepadan dengan kualitasnya, pelanggan akan dengan senang hati melakukan pesanan tanpa harus tawar-menawar.

8. Bandingkan dengan produk lain

Kadang kamu perlu mengubah pertanyaan pelanggan jadi pesanan, terutama soal membandingkan dengan produk lain. Ini cukup serupa dengan pertanyaan seputar harga, ya. Pelanggan yang jeli ada kalanya senang membanding-bandingkan produk yang ada di tokomu dengan toko lain. Sebagai penjual, kamu tentu lebih mengenal produkmu. Angkat kelebihan produkmu. Tawarkan nilai lebih apa saja yang akan pelanggan dapatkan, bila perlu iming-imingi dengan diskon atau bonus tertentu. 

9. Soal nomor kontak dan toko fisik

Sebagai penjual, kamu bisa punya cara mengubah pertanyaan pelanggan jadi pesanan kalau mereka ingin menghubungi atau berkunjung ke toko secara langsung. Kamu perlu menyiapkan satu nomor khusus untuk layanan pelanggan. Biasanya pelanggan akan menanyakan nomor kontak atau alamat toko fisik bila ingin mendapatkan respons yang lebih cepat dan juga merasa lebih aman bisa melihat produkmu secara langsung. Jelaskan kepada mereka waktu yang paling pas untuk menghubungimu agar pelanggan tidak kecewa bila pertanyaannya tidak cepat kamu balas. 

Kalau kamu memang tidak punya toko fisik, pastikan bahwa toko online-mu aman dan bisa dipercaya. 

Ingatlah bahwa lumrah saja pelanggan terus menerus mengajukan pertanyaan sebelum memesan. Semua pertanyaan yang datang harus kamu respon secara positif agar pelanggan puas. Jangan pernah menjawab komentar atau pertanyaan negarif dengan balasan yang negatif pula. 

Latihlah keterampilanmu melayani pelanggan agar bisa mengubah pertanyaan jadi pesanan. Kamu pasti bisa bila sudah terbiasa.