fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

9 Tips Rahasia Meningkatkan Brand Awareness bagi Bisnis D2C

Agar dapat mencapai tujuan bisnis, sebagai pebisnis, kamu harus memiliki pemahaman yang kuat tentang pentingnya brand awareness dan bagaimana cara menggunakannya. Selain mencapai tujuan bisnis, brand awareness juga berguna untuk menjaga brand tetap diingat oleh audiens dan menimbulkan rasa akrab dan nyaman sehingga brand kamu menjadi pilihan utama mereka. 

Imbasnya, tentu saja peningkatan pangsa pasar dan penjualan, meningkatkan persepsi brand dan mendapatkan data audiens. Tak hanya untuk bisnis B2C, atau B2B, tapi bisnis online direct to consumer pun perlu melakukan peningkatan brand awareness

Lantas bagaimana cara meningkatkan brand awareness khusus untuk bisnis D2C? Simak penjelasannya pada artikel ini ya. 

 

1. Gunakan review dan testimoni

Strategi marketing dari mulut ke mulut adalah senjata ampuh untuk brand apa pun, tetapi khusus untuk bisnis direct to consumer akan bergantung pada pelanggan setia. Mengumpulkan testimoni dari pelanggan setia dan kemudian membagikannya di iklan, media sosial, website, landing page, halaman produk (product page), dan tempat lain yang relevan. Sebelum memajang ulasan atau testimoni, ada baiknya kamu memastikan bahwa ulasan dan testimoni tersebut jujur, tulus serta positif yang mampu menarik pelanggan potensial.

2. Manfaatkan User Generated Content

User generated content (UGC) adalah konten yang dibuat oleh pengguna atau pelanggan yang dapat bertindak sebagai media bagi brand D2C, terutama brand yang baru muncul, untuk meningkatkan keterlibatan (engagement) pelanggan mereka. Keberadaan UGC ini menjadi penting untuk mendorong pelanggan agar mengunggah testimoni dan ulasan tentang produk kamu di media sosial mereka. 

Selanjutnya, kamu bisa memposting ulang konten UGC di akun media sosial kamu. Konten UGC yang dilakukan oleh pelanggan akan terasa lebih otentik bila dibandingkan dengan endorsement. Brand seperti Apple dan Porsche adalah beberapa contoh bagus yang memanfaatkan UGC untuk keuntungan mereka. 

3. Jangkau target sasaran bisnis D2C 

Menjalani bisnis online dengan metode direct to consumer berarti kamu bermain di jagad digital. Maka pendekatannya pun lewat digital. Salah satunya kamu bisa menggunakan iklan SEO (search engine optimisation) dan PPC (bayar per klik/pay per click) untuk menjangkau audiens target di beberapa channel yang berbeda. Kamu dapat mempelajari keyword dan frasa yang digunakan untuk menemukan apa yang dicari pelanggan. Selanjutnya kamu bisa membuat iklan yang memanfaatkan keyword tersebut. Oleh sebab itu, kamu sebagai pengusaha atau pebisnis D2C harus memiliki pemahaman yang jelas tentang solusi yang kamu tawarkan untuk pelanggan. Menariknya, kamu dapat menargetkan ulang pelanggan dengan iklan ini untuk tetap menjadi yang terdepan dalam benak pelanggan.

4. Penempatan iklan yang tepat

Sebagai seorang pebisnis, direct to consumer dapat membawa model bisnis ini ke level berikutnya dengan menyediakan iklan di mana audiens target berada. Kamu harus menggunakan keyword yang terkait dan relevan yang digunakan pesaing serta yang sudah pasti dicari oleh audiens target. Cara ini adalah cara yang sangat penting yang menghasilkan keajaiban bagi bisnis kamu. Gunakan cara iklan di Facebook dan cara iklan di Instagram yang bisa kamu pelajari di berbagai situs spesifik lainnya.

5. Penawaran unik

Memberikan penawaran unik adalah langkah yang sangat penting untuk bisnis online terutama D2C. Jika kamu akan menjual produk langsung ke pelanggan, maka pelanggan perlu mempersiapkan alasan untuk membeli. Dan menariknya, terkadang penawaran unik, promo ataupun value yang berbeda dapat mengalahkan brand terkenal yang menjadi kompetitor kamu. Jadi, untuk menjalin hubungan jangka panjang dengan pelanggan, kamu dituntut untuk harus selalu memunculkan ide-ide unik dan cara yang berbeda.

6. Referral

Jika sebuah brand D2C dibangun dengan cara yang tepat, pelanggan dapat menjadi marketer atau sales terbaik. Ketika pelanggan sudah menyukai brand D2C milikmu, mereka tak segan untuk mengajak orang di sekitarnya untuk memilih brand kamu sebagai solusi saat mengalami masalah serupa. 

Selain itu, mereka dapat berbicara lebih baik daripada brand atau perusahaan yang sudah memiliki pengalaman karena lebih tulus (genuine), otentik dan relevan dengan khalayak. Sedangkan dari sisi brand, yang bisa dilakukan adalah kamu bisa mempermudah opsi berbagi dengan menyediakan URL singkat dan dapat mengirim hadiah untuk program loyalitas agar mendapatkan lebih banyak referral dan feedback positif.

brand

7. Berpartisipasi dalam komunitas

Pelanggan suka membeli dari brand yang memiliki value dan membagikannya ke masyarakat (give back to the community). Kalau bisnis atau brand kamu sudah memiliki atau bergabung secara aktif dengan sebuah komunitas, hal ini sangat berharga untuk strategi pemasaran konten (content marketing) bisnis online kamu.

Kamu dapat menggunakan keterlibatan (engagement) komunitas untuk meningkatkan brand awareness dengan menyorotnya di konten dalam beberapa format berbeda, seperti:

  • Posting foto

Salah satu cara terbaik untuk mengikat keterlibatan komunitas dengan strategi konten adalah dengan memposting foto. Kalau brand kamu sudah berpartisipasi dalam penggalangan dana atau ikut serta dalam acara komunitas, publikasikan foto di situs dan saluran sosial milik bisnis kamu.

  • Posting video

Video adalah cara hebat selain foto untuk menunjukkan partisipasi komunitas. Jika beberapa karyawan brand kamu mengikuti perlombaan amal ataupun terlibat dengan komunitas, posting di balik layar untuk menunjukkan aksinya! Video aksi tim brand kamu adalah cara yang bagus untuk menyoroti keterlibatan komunitas dan menunjukkan kepada pelanggan bahwa brand kamu peduli untuk memberikan kembali ke komunitas.

8. Mengirimkan e-newsletter

Mengirim e-newsletter merupakan salah satu cara terbaik untuk menjaga perusahaan kamu tetap terdepan di benak pelanggan. Kamu dapat berbagi informasi, berita ataupun cerita tentang bisnis kamu, tips yang membantu mencapai tujuan mereka, dan konten seperti panduan gratis yang terkait dengan industri kamu.

Berikut adalah beberapa tip untuk membantu memaksimalkan e-newsletter kamu:

  • Tautan ke konten terbaru di website

Menautkan ke konten terbaru di website adalah cara untuk memastikan audiens tidak melewatkan postingan kamu. Sebagai pebisnis yang sudah menghabiskan waktu membuat konten baru, kamu ingin memastikan audiens target membacanya. Oleh sebab itu, tautkan ke konten terbaru di media sosial atau di website untuk mengarahkan audiens ke blog, artikel, webinar, atau podcast baru.

  • Beri tahu audiens bahwa kamu senang berbicara dengan mereka

Kamu harus selalu melibatkan calon pelanggan dalam percakapan yang ramah, menarik dan mendorong mereka ingin terlibat. Kalau kamu berhasil membuat pelanggan merasa nyaman untuk memulai percakapan, mereka akan cenderung menanggapi email atau mengambil tindakan untuk menjadi pelanggan.

Dalam rangka meningkatkan percakapan dengan calon pelanggan, dorong mereka untuk menanggapi langsung email dengan pertanyaan atau komentar apa pun yang mungkin berkaitan dengan brand yang kamu miliki. Cara ini membuat calon pelanggan dan pelanggan tahu bahwa brand kamu sangat terbuka dan mau berbicara dengan mereka.

9. Manfaatkan blog bisnis 

Cara paling mudah untuk meningkatkan brand awareness bisnis online direct to consumer adalah menggunakan blog website kamu. Ada banyak manfaat menulis blog website seperti memberi brand kamu ‘suara’ di industri serupa, dan dapat menjadi alat yang berharga untuk membangun brand awareness. Jadi, jika kamu belum memilikinya, sangatlah disarankan untuk membuatnya sesegera mungkin.

 

Lalu apa saja yang bisa dilakukan untuk membangun brand awareness di blog bisnis kamu? 

  • Membuat konten baru yang unik

Orang selalu mencari informasi baru. Kalau kamu memposting informasi yang sama dengan pesaing, maka bisa dibilang kamu tidak akan terlihat menonjol di industri. Agar pelanggan potensial menganggap brand kamu sebagai perusahaan yang unik, kamu juga harus menghasilkan konten yang unik.

Memang, menemukan topik baru yang inovatif dan menuangkannya ke dalam bentuk konten tidak bisa dibilang mudah, tetapi waktu dan upaya yang diperlukan untuk membuat konten ini sepadan dengan hasilnya.

  • Pilih topik yang diminati audiens kamu

Saat memilih topik baru untuk blog kamu, pelajari terlebih dahulu minat audiens kamu. Misalnya, jika banyak pengikut Twitter atau Instagram kamu yang menanyakan pertanyaan yang sama, pertimbangkan untuk menulis blog tentang topik tersebut.

Cara ini memberi kamu kesempatan untuk menunjukkan otoritas dan pengetahuan brand atau bisnis kamu tentang topik yang sudah diketahui ingin dipelajari oleh audiens.

Kamu juga bisa menulis tentang topik yang memberi audiens pandangan ke dalam tentang bisnis kamu. Misalnya, kamu dapat menulis konten tentang behind the scene atau cerita di balik layar tentang bagaimana salah satu produk kamu dibuat. Semua orang suka storytelling!

  • Lihat apa yang diposting oleh kompetitor

Cara ini agak sedikit stalking dan melakukan sedikit pekerjaan detektif. Kamu bisa coba melihat blog dengan konten jenis apa yang diposting oleh pesaing untuk melihat topik apa yang sepertinya menarik perhatian audiens.

Ya memang kamu tidak boleh menyontek apalagi menyalin konten dari kompetitor, tetapi kamu bisa menjadikannya inspirasi untuk berpikir tentang ide-ide umum yang membantu kompetitor kamu terhubung dengan pelanggan.

Sebagai contoh, jika kompetitor memposting konten pada blog setiap minggu yang menggunakan video petunjuk, kamu juga dapat mempertimbangkan untuk memposting video atau webinar setiap minggu. 

brand
Nah itu adalah tips bagaimana meningkatkan
brand awareness bagi bisnis direct to consumer. Apakah cukup tercerahkan? Setelah membaca artikel ini, gimana langkah kamu selanjutnya? Siapkah untuk mendongkrak brand awareness bisnis kamu? 

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP