fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

A To Z Yang Kamu Perlu Tahu Tentang Kwitansi

Kwitansi

Kwitansi atau disebut receipt dalam Bahasa Inggris, adalah selembar kertas atau bukti digital yang dapat dengan mudah kamu temui dalam keseharian. Apalagi jika kamu pebisnis, maka kwitansi adalah teman akrab bisnismu. Kamu dapat memperolehnya ketika membayar sejumlah uang untuk membeli barang. Atau bisa jadi kamu yang memberikannya kepada konsumen, setelah kamu menerima pembayaran darinya. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Sebenarnya apa sih receipt itu, dan mengapa bisnis selalu akan berhubungan erat dengannya?  

Kwitansi

Menurut KBBI, kwitansi adalah surat bukti penerimaan sejumlah uang. Oleh karenanya sering ada yang menyebutnya sebagai kwitansi pembayaran. Karena setelah melakukan pembayaranlah, si pembayar akan menerima receipt. Bahan untuk kwitansi adalah dari kertas, namun seiring berkembangnya teknologi digital, kini juga ada receipt digital. Bentuk receipt sangat beragam, namun secara umum formatnya sama, hanya menyesuaikan dengan pihak yang mengeluarkannya. 

Kwitansi adalah salah satu bukti transaksi yang penting. Oleh karenanya menjadi sumber pencatatan keuangan dalam akuntansi. Pihak yang mengeluarkan, mencatat dan menandatanganinya, juga tertunjuk khusus, karena berhubungan erat dengan transaksi keuangan. Bahkan kwitansi pembayaran bisa menjadi bukti dalam persidangan. 

Demikian penting kedudukan receipt dalam bisnis, tentu ada sejarah panjang penggunaannya. 

Sejarah Penggunaan Kwitansi

Kwitansi ternyata bukan hanya konsep yang orang modern terapkan. Bangsa Mesopotamia kuno telah mengenal konsep receipt, terbukti dengan penemuan tablet yang merinci pakaian beserta harganya. Sedangkan untuk receipt tertua ditemukan pada peninggalan bangsa Samaria. Receipt tersebut terbuat dari tanah liat, yang dipergunakan untuk mencatat hewan ternak. Dari sana kemudian ide receipt menyebar ke Mesir, yang kemudian membuat receipt dari bahan papirus. Hal ini terbukti dengan peninggalan receipt dari papirus pada masa pemerintahan Ramses II, yang mencatat pembelian barang-barang, seperti: ternak, biji-bijian dan minuman keras.  

Selanjutnya pada abad pertengahan, saat Italia menjadi pusat perdagangan dunia, penggunaan receipt menjadi makin penting. Hal ini terdorong oleh tidak praktisnya membawa pembayaran tunai yang terdiri dari uang koin dalam jumlah yang besar. Membawa uang tunai juga sangat beresiko kecurian. Receipt di sini berfungsi sebagai bukti pembayaran, yang akan dicairkan oleh Bank. Sehingga pedagang tidak perlu membawa uang tunai saat bertransaksi dagang. Cukup menggunakan receipt, yang kemudian dicairkan di Bank sesuai kebutuhan. Receipt pada masa ini menggunakan tulisan tangan seluruhnya. 

Masa Setelah Abad Pertengahan

kwitansi Setelah mesin cetak Gutenberg ditemukan, maka segera saja buku kwitansi juga dicetak. Dengan demikian proses bisnis menjadi lebih mudah bagi siapa saja. Receipt hanya tinggal mengisi kolom-kolom kosong yang telah disediakan. Kwitansi pembayaran masa itu, tidak jauh dengan bentuknya dengan yang sekarang.

Kemudian di awal Perang Dunia I, receipt mulai dicetak pada kertas thermal yang tidak membutuhkan tinta untuk mencetaknya. Receipt ini lebih murah dan memasukkan lebih banyak detail dibandingkan sebelumnya. Detail yang ditambahkan adalah tanggal dan waktu transaksi.    

Pada abad modern dengan perkembangan digital yang demikian pesat, kwitansi pembayaran yang terbuat dari kertas tetap dapat berguna. Namun kini semakin banyak yang bergeser pada receipt digital. Alasannya adalah kepraktisan, kedetailan dan seruan untuk menanggulangi kerusakan lingkungan dengan mengurangi penggunaan kertas. Di masa mendatang kemungkinan akan semakin banyak pengguna receipt digital.   

Demikian panjang sejarah penggunaan receipt hingga sekarang, maka tidak heran jika muncul beragam jenis kwitansi. 

Jenis-Jenis Kwitansi

Kwitansi adalah bukti pembayaran yang memiliki beberapa jenis. Masing-masing jenisnya menyesuaikan kebutuhan. Berikut adalah jenis-jenis receipt:

  • Kwitansi transaksi produk, merinci secara jelas barang-barang yang pembeli beli. Oleh karenanya receipt ini dilengkapi dengan: nomor seri barang, tipe barang, harga barang, dan alamat pembeli.
  • Kwitansi bukti pembayaran, adalah receipt bukti pembayaran untuk angsuran dan pelunasan. 
  • Kwitansi transfer uang, adalah receipt dalam instansi perbankan untuk bukti transfer uang. Maka receipt ini dilengkapi dengan nomor rekening nasabah. 
  • Kwitansi penerimaan sejumlah uang (cash receipt), adalah receipt yang dipergunakan perusahaan untuk mencatat dana keluar dan masuk. Fungsinya paling penting untuk pengarsipan bagi kepentingan audit perusahaan. 
  • Kwitansi serah terima uang adalah yang paling sering kamu temui. Sesuai namanya ada pencantuman sejumlah uang yang konsumen bayarkan. 

Dari beragam jenis receipt tersebut, sebenarnya memiliki format standar yang harus dipergunakan. Format standar tersebut berlaku untuk semua jenis receipt, dan menjadi panduan untuk membuat receipt bagi perusahaan atau lembaga. 

Format Kwitansi dan Fungsinya

Kwitansi bisa jadi beragam, namun format standarnya tetap sama. Berikut adalah format standar dari receipt, dan fungsinya.

Receipt terbagi menjadi dua bagian, bisa saling bersebelahan atau atas bawah.

  • Bagian pertama adalah lembar yang berukuran kecil yang disebut sub receipt. Bagian ini bermanfaat untuk bukti bagi penerima uang.
  • Bagian kedua adalah lembar yang lebih lebar. Bagian ini kamu berikan kepada pemberi atau pembayar uang, sebagai bukti. 

Receipt memuat informasi umum, yang terdiri atas: 

  • Kop perusahaan untuk memperjelas kepemilikan receipt.
  • Nomor tanda terima untuk memberikan keterangan unik pada receipt.
  • Nama pemberi atau pembayar uang, dan nama penerima uang. Hal ini penting untuk pertanggung jawaban.
  • Jumlah uang yang konsumen bayarkan baik dalam angka maupun huruf, untuk memperjelas pembayaran yang telah konsumen lakukan.
  • Produk yang lengkap dengan kuantitas dan penjelasan detail. Sehingga informasi kuitansi lebih mendetail. 
  • Tempat dan tanggal pembayaran, selalu kamu perlukan dalam setiap transaksi keuangan. 
  • Nama lengkap serta tanda tangan penerima uang, terkadang menambahkan materai. Bagian ini untuk memperjelasn pertanggung jawaban penerimaan uang, dan memperkuat dari segi hukum. 

Manfaat Penting Kwitansi dalam Bisnis

kwitansi Adanya kwitansi sangat penting dalam bisnis, terutama berguna sebagai bukti transaksi. Namun manfaat receipt tidak hanya itu saja. Berikut adalah manfaatnya untuk pebisnis dan konsumen:

Bagi Pebisnis

Receipt bermanfaat bagi pebisnis untuk:

  • Bukti telah melakukan penjualan barang kepada konsumen
  • Bukti jika konsumen melakukan komplain, maka dengan adanya kwitansi bisa memperkuat posisi pebisnis atau penjual. 
  • Alat bukti kuat yang bisa kamu ajukan dalam persidangan, jika konsumen melakukan gugatan.
  • Sebagai bukti transaksi yang kamu perlukan untuk pencatatan keuangan.
  • Untuk keperluan pengarsipan yang nantinya perusahaan butuhkan dalam rangka pengauditan perusahaan. 

Bagi Konsumen

Receipt penting bagi konsumen untuk:

  • Bukti telah membayar sejumlah uang untuk pembelian barang. 
  • Bukti untuk mengajukan komplain atas barang atau jasa yang telah konsumen beli.
  • Sebagai bukti transaksi yang bertujuan untuk penjurnalan.  
  • Sebagai pengarsipan yang bisa menjadi manfaat untuk keperluan audit.

Sebenarnya manfaat receipt baik untuk pebisnis atau konsumen hampir sama. Sebab keduanya mengandalkan receipt sebagai bukti transaksi.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Ternyata selembar kertas yang biasa kamu sebut sebagai receipt, tidak sesederhana penampilannya. Ada sejarah panjang dan manfaat besar yang bisa kamu peroleh darinya. Maka tidak mengherankan jika receipts erat kaitannya dengan bisnis. Jadi mulai sekarang jangan sepelekan adanya kwitansi, arsipkan dengan baik agar transaksi keuanganmu tetap terjaga.