fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Apa Arti Ekuitas dan Nilai Pentingnya? Ini Uraiannya

Ekuitas

Apa yang ada dalam benakmu mendengar kata “ekuitas”? Atau, barangkali kata tersebut masih asing di telingamu. Padahal, sebagai pebisnis, kamu perlu memahaminya karena ekuitas merupakan bagian tak terpisahkan dari keseharianmu. Lantas, apa arti ekuitas? Apa unsur-unsur, jenis-jenis, dan tujuannya? Mari simak uraian di bawah ini.

Apa Arti Ekuitas?

Ada beberapa pengertian antara lain sebagai berikut:

  1. Menurut PSAK atau Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan: hak residual atas aktiva bisnis setelah dikurangi dengan semua kewajiban.
  2. Merujuk KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia: kepemilikan dalam bentuk nilai uang.
  3. Menurut Freddy Samuel Kawatu dalam bukunya yang berjudul “Analisis Laporan Keuangan Sektor Publik”: salah satu pos utama dalam neraca selain aset dan kewajiban.
  4. Berdasarkan asal kata ekuitas yang berasal dari kata equity: kepemilikan atas suatu hal atau sumber daya.

Dari beberapa pengertian di atas, kamu bisa menyimpulkan, bahwa ekuitas adalah kekayaan bersih yang perhitungannya adalah dengan cara semua aset dikurangi semua kewajiban. Dalam pandangan awam, ekuitas kerap disebut juga dengan modal.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Tujuannya

Dalam konteks ini, yang dimaksud dengan tujuan adalah tujuan pelaporan ekuitas. Mengapa kamu harus melaporkannya. Padahal, ekuitas adalah hak kamu sebagai pebisnis atau hak pemilik modal. Mengapa juga mesti melaporkan dan menjabarkannya? Bukankah hal tersebut seharusnya privasi? Apakah kamu berpikir demikian?

Jelas, kamu mesti melaporkannya. Pasalnya, kamu bisa mendapatkan banyak informasi dari pelaporan tersebut. Misalnya, apakah ada peningkatan modal dari bisnismu? Atau, seberapa banyak peningkatannya? Apalagi, jika penanam modal pada bisnismu bukan hanya dirimu, tapi ada pula keterlibatan pihak ketiga. Tentu, mereka sangat ingin tahu dong apakah modal yang mereka tanam pada bisnismu berkembang atau tidak. Nah, untuk lebih memahami, kamu bisa membaca bagian selanjutnya.

Unsur

Setelah memahami tujuan, apa arti beserta nilai pentingnya, kamu pun perlu memahami unsur-unsur. Terdapat sejumlah unsur ekuitas, yakni:

  1. Modal Disetor

Sesuai dengan namanya, modal disetor yakni modal yang sudah disetor atau dibayar pemegang saham untuk kegiatan operasional perusahaan.

Jadi, dalam praktiknya jenis modal berupa saham (atau kepemilikan) suatu bisnis dibagi menjadi 3, yakni modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor. Modal dasar adalah total saham yang kamu terbitkan untuk modal bisnis. Misalnya, untuk membuat bisnismu ini running, kamu menerbitkan 10.000 lembar saham. Nah, 10.000 lembar saham itu merupakan modal dasar. Selain itu, ada modal ditempatkan, yakni besaran modal yang disepakati untuk diambil oleh para pemegang saham baik yang sudah dibayar maupun belum. Sementara itu, modal disetor, yakni modal yang benar-benar sudah dibayar sebagaimana dijelaskan di awal.

  1. Laba Ditahan

Selain modal disetor, ada pula laba ditahan. Sesuai dengan namanya, laba ditahan berarti laba kegiatan operasional bisnis yang memang sengaja tidak dibagikan. Apa tujuannya? Tentu saja, kamu juga sudah bisa menebak, yaitu untuk menambah modal bisnis.

  1. Modal Penilaian Kembali

Apakah kamu baru mengenal istilah “modal penilaian kembali”? Boleh jadi, kamu sebenarnya sudah familier dengan kegiatan tersebut. Misalnya, sebagai pemilik bisnis, kamu memiliki sebidang tanah dengan nilai Rp100 juta yang menjadi salah satu bagian dari modal awal. Nah, setelah sekian tahun berjalan, ternyata nilai tanahmu naik menjadi Rp250 juta. Selisih sebesar Rp150 juta tersebut harus kamu masukkan ke dalam “modal penilaian kembali”. Kamu harus menyesuaikannya lagi. Hal tersebut berlaku juga jika nilainya turun. Intinya, kamu harus menyesuaikannya modalmu secara berkala karena boleh jadi nilai buku atau nilai awal sudah sangat jauh berbeda dengan nilai sekarang atau nilai pasar.

  1. Modal Sumbangan atau Hibah

Sebagaimana namanya, modal sumbangan atau hibah adalah pemberian modal dari pihak lain tanpa syarat tertentu atau menuntut apa-apa. Contoh sederhananya, kamu mendapat suntikan modal senilai sekian rupiah dari ayahmu tanpa adanya tuntutan apa pun (kamu tak perlu mengembalikan atau bagi hasil).

  1. Modal Lainnya

Yang termasuk modal lainnya adalah modal yang tidak masuk dalam empat unsur modal sebelumnya. Sebagai gambaran modal lainnya, yakni pembuatan akun cadangan dengan tujuan untuk berjaga-jaga jika bisnis dalam keadaan darurat.

Jenis Ekuitas

Ya, setelah memahami apa itu atau arti ekuitas beserta unsur-unsurnya, hal berikutnya yang perlu kamu pelajari mengenai ekuitas adalah jenis-jenisnya.

  • Pemegang Saham

EkuitasApa itu ekuitas pemegang saham? Dalam neraca, kamu kerap melihat dua jenis ekuitas, salah satunya ekuitas pemegang saham. Untuk bisnis skala kecil yang belum punya pemegang saham, kamu boleh menyampingkan ekuitas jenis ini. Namun, ketika skala bisnismu membesar dan melibatnya pihak lain sebagai penyetor modal, ekuitas pemegang saham akan muncul secara otomatis.

Sebagaimana namanya, ekuitas pemegang saham adalah besaran aset bersih yang menjadi hak pemegang saham sesuai dengan persentasenya masing-masing. Misalnya, jika ekuitas pemegang saham A sebesar 50% dan jumlah aset bersih perusahaanmu adalah Rp100 juta, maka besaran ekuitas pemegang saham A setara dengan Rp50 juta. Unsur dari ekuitas pemegang saham ada dua, yaitu modal yang disetor dan laba ditahan.

  • Pemilik Bisnis

Sebenarnya, prinsipnya serupa yakni aset bersih dari hasil mengurangkan semua aset dengan semua kewajiban. Bedanya, jika ekuitas pemegang saham hanya untuk bisnis yang terdaftar di bursa efek, maka ekuitas pemilik bisnis mencakup semuanya, baik bisnis yang terdaftar di bursa maupun tidak. Namanya saja ekuitas pemilik bisnis, pastinya ruang lingkupnya lebih luas daripada ekuitas pemegang saham. Misalnya, kamu punya perusahaan A dan B di mana yang terdaftar di bursa efek hanya A. Dengan demikian, pemegang saham bisnismu hanya berhak terhadap A saja, sedangkan kamu selaku pemilik berhak atas keduanya.

  • Merek

Apa arti ekuitas merek? Apabila dua poin sebelumnya sifatnya tangible atau terlihat, maka jenis ketiga ini sifatnya intangible atau tak terlihat. Ekuitas jenis ini tak bisa kamu dapatkan dengan tiba-tiba, melainkan melalui proses. Semakin lama bisnismu berdiri dan mendapat tempat di hati konsumen, nilai ekuitas merek bisnismu akan semakin naik. Demikian pula sebaliknya.

Kelebihan Pembiayaan 

EkuitasKetika bisnismu sudah semakin berkembang, kamu jelas tak bisa “hidup” sendiri. Biaya yang kamu butuhkan juga semakin tinggi. Kamu butuh peran pihak lain. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan pasokan atau tambahan dana, yakni dengan pembiayaan ekuitas seperti menerbitkan saham. Cara itu merupakan langkah alternatif yang bisa kamu pilih selain berutang pada pihak ketiga, seperti bank. Ada beberapa kelebihan yang bisa kamu dapatkan dengan cara ini, yaitu sebagai berikut:

  1. Kamu tak perlu mengembalikan uang yang sudah mereka setor karena bukan utang piutang. Sebagai gantinya, mereka memiliki hak sekian persen atas bisnismu.
  2. Kamu mendapatkan tambahan modal dengan cara cukup cepat, apalagi jika bisnismu sudah memiliki nama. Siapa yang tak mau menjadi bagian darinya.
  3. Melibatkan publik sebagai salah seorang pemilik modal. Hal itu bisa membuat lebih banyak orang yang mengenal bisnismu.

Kekurangan Pembiayaan 

Tak hanya kelebihan, kamu pun harus aware dengan kekurangan pembiayaan ekuitas.

  1. Kamu mesti berhati-hati karena semakin besar kepemilikan pihak ketiga atas bisnismu, semakin besar pula “suara” mereka. Jika kamu sendiri tak kuat, siap-siap saja kamu “terpinggirkan” dari bisnis yang sudah kamu bangun dan perjuangkan.
  2. Boleh jadi, kamu dan investor yang punya kepemilikan kuat mengalami friksi atau perbedaan pendapat yang bisa mengancam kelangsungan bisnismu.

Ekuitas menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan bisnis. Ada beberapa unsur serta jenis ekuitas yang mesti kamu pahami. Untuk mendapatkannya pun kamu bisa menggunakan beragam cara. Semangat mencoba, ya!

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca juga artikel terkait lainnya

Tips-Tips Mendapatkan Venture Capital

Jurnal Umum Perusahaan Dagang, Begini 5 Tahapan untuk Membuatnya

Laporan Perubahan Modal: Pengertian, Contoh dan Cara Membuatnya

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP