fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Seluk-Beluk Reklame dan Nilai Pentingnya untuk Bisnis

Apa Yang Dimaksud Dengan Reklame

Reklame adalah salah satu bentuk media yang biasanya berada di luar ruang. Tujuannya adalah menyampaikan informasi suatu barang atau jasa atau ide untuk menarik perhatian dari banyak orang. Melalui penggunaan sarana ini, orang akan lebih mengenal informasi yang akan disampaikan oleh pihak tertentu sehingga muncul minat untuk mengetahuinya lebih jauh.

Masih efektifkah sarana ini di era digitalisasi? Yang mana digitalisasi terus berkembang hampir dalam semua aspek kehidupan, termasuk dalam dunia periklanan. Saat ini, media iklan terus berkembang dengan hadirnya sarana-sarana baru, terutama yang mengandalkan screen atau layar digital dengan kemudahan akses yang ditawarkan.

Daftar Isi Sembunyikan

Efektivitas Reklame

Iklan digital memang memiliki nilai konversi yang tinggi ketimbang  periklanan digital yang langsung menuju target audiensnya. Tetapi pada saat yang sama, orang cenderung kurang sensitif terhadap iklan digital. Kebanyakan orang buru-buru menutup atau menekan tombol skip jika iklan muncul ketika dia sedang menggunakan smartphone maupun perangkat lainnya.

Sementara reklame yang masuk dalam kategori media Out of Home (OOH) ternyata masih membuktikan bahwa jenis iklan tersebut masih cukup efektif dalam mencapai target audiensnya, terutama dalam hal marketing. Reklame mempunyai beragam jenis, mulai dari spanduk, poster, brosur, baliho, billboard, dan masih banyak lagi.

Menurut riset dari Nielsen, orang yang melihat iklan di papan billboard memiliki kecenderungan untuk melihat pesan marketing yang ada di dalamnya tidak hanya sekali, tetapi beberapa kali. Kurang lebih sekitar 50% di antaranya akan mengingat pesan marketing tersebut. Hal ini membuat reklame masih menjadi sarana marketing yang efektif untuk mencapai target audiensnya. 

Apa Yang Dimaksud Dengan Reklame

Ada sejumlah faktor yang memengaruhi efektivitas dari reklame, misalnya lokasi pemasangan. Lokasi yang strategis cenderung membuat iklan jadi lebih efektif. Semakin ramai lokasi tersebut, semakin besar pula efektivitas Begitu pula desain dan konsep yang menarik, sehingga mampu menarik perhatian audiens lebih mudah. 

Hal ini secara kasat mata juga masih bisa kamu lihat dari fenomena artis pasang reklame berjenis billboard beberapa waktu belakangan yang kemudian cukup viral di media sosial. Salah satunya adalah Jerome Polin yang mengirim pesan kepada orang tuanya di Indonesia melalui billboard yang terpasang di Jakarta dan Surabaya.

Sebelumnya, Deddy Corbuzier juga pernah mengiklankan Channel Youtube-nya melalui baliho. Contoh lainnya adalah pengusaha asal Surabaya Tom Liwafa yang memberikan kejutan ulang tahun kepada istrinya dengan menyewa baliho berukuran 4,5×8 meter.

Pentingnya untuk Bisnis

Memanfaatkan reklame sebagai media promosi bisnis akan mendatangkan berbagai keuntungan bagi bisnis kamu. Jadi, jika kamu mempunyai budget lebih untuk mendapatkan calon pelanggan baru, kamu bisa mengalokasikannya untuk membuat reklame.

Berikut ini fungsi dan alasan mengapa sangat efektif untuk promosi bisnis kamu:

  1. Membujuk dan mengajak calon konsumen untuk membeli dan menggunakan jasa produk usaha kamu
  2. Sebagai tempat untuk memberikan informasi yang detail dan jelas kepada calon konsumen mengenai produk atau campaign yang sedang kamu promosikan
  3. Memberikan pengaruh yang baik kepada calon konsumen dalam menunjukkan kesan terhadap produk, brand, atau jasa
  4. Membuat pelanggan merasa puas terhadap produk yang mereka gunakan karena informasi yang mereka lihat lewat reklame sesuai dengan ekspektasi mereka
  5. Menjadi media komunikasi yang baik antara calon pelanggan dengan pemilik usaha

Kelebihan dan Kekurangan Reklame

Selain efektivitasnya yang masih cukup tinggi, reklame juga memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan dengan sarana iklan lainnya, khususnya untuk kategori baliho atau billboard.

Kelebihan

  • Harga Kompetitif

Besaran tarif untuk memasang akan berbeda-beda di tiap lokasi. Setiap agen juga mengenakan tarif sewa yang berbeda-beda. Tetapi, jika diperhitungkan secara rinci, reklame terbilang lebih murah jika dibandingkan dengan media promosi iklan lainnya. Hal ini juga berlaku untuk kategori media promosi iklan cetak lainnya misalnya koran atau majalan. 

Tarif juga akan tergantung dari jenis media yang akan kamu pasang dan penggunaan material. Berikut contoh tarif pemasangan di Bekasi sebagai gambaran umum:

    • Billboard, dari Rp 600 ribu – 750 ribu per meter persegi.
    • Neon box, dari Rp 1,3 juta – 1,6 juta per meter persegi. 
    • Huruf timbul, dari Rp 8 ribu – Rp 15 ribu per meter persegi.

Selain contoh di atas, artikel dari Bisnis.com menyebutkan bahwa harga pemasangan billboard berada di kisaran Rp10 juta – Rp50 juta per bulan, tergantung pada ukuran dan letak pemasangan. Sementara jenis-jenis yang lain seperti spanduk, poster, brosur, memiliki harga yang jauh relatif lebih murah.

  • Tahan Segala Cuaca

Karena biasanya berada di luar ruangan, papan reklame biasanya memang tahan dan kuat menghadapi segala kondisi suhu dan cuaca. Semakin bagus materialnya, maka akan berbanding lurus terhadap tingkat ketahanan dan keawetan reklame tersebut.

Mayoritas papan menggunakan bahan akrilik sebagai material utamanya. Penggunaan material ini memiliki kelebihan yaitu tidak bereaksi pada sinar matahari, tahan terhadap cuaca luar area dan dapat didaur ulang. Dengan kelebihan tersebut penggunaan reklame sangat cocok digunakan sebagai media promosi dengan jangka waktu yang lama.

  • Mudahnya Proses Pemasangan

Jika kamu bandingkan dengan media promosi iklan cetak berukuran besar lainnya, pemasangan reklame cenderung lebih mudah dilakukan meskipun memiliki sistem pemasangan khusus. Karena proses pemasangan yang lebih mudah, penggantian isi iklan pada baliho juga jadi lebih mudah. Waktu pemasangannya pun tidak terlalu memakan waktu yang cukup lama.

  • Menarik Perhatian Audiens

Kebanyakan reklame memiliki ciri-ciri ukuran yang sangat besar, peletakan posisi yang tinggi dan berada di pusat keramaian, serta penggunaan warna kontras yang mudah menarik mata. Hal ini cukup efektif untuk menarik perhatian khalayak. Sementara informasi yang cenderung singkat dan jelas juga membuat pesan bisa tersampaikan dengan baik dan lebih mudah untuk dimengerti.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Kekurangan 

  • Pengurusan Pajak

Salah satu kekurangan metode beriklan yang satu ini adalah cukup rumitnya masalah perizinan dan perpajakannya. Namun, saat ini banyak agen yang sekaligus menawarkan jasa pengurusan izin dan pajak sekaligus. 

Umumnya, besaran pajak yang harus kamu bayar adalah 20% dari nilai sewa reklame (NSR). Adapun beberapa faktor yang memengaruhi besaran pajak, di antaranya: jenis reklame, apakah produk atau non-produk; lokasi pemasangan; kategori kelas jalan; jumlah yang terpasang, semakin banyak semakin murah; penggunaan bahan; ukuran; jangka waktu pemasangan; dan waktu pemasangan.

  • Rentan Mengalami Vandalisme

Penggunaan reklame juga rentan menghadapi aksi vandalisme. Peletakan papan di lokasi-lokasi strategis sekaligus membuat media tersebut rawan menjadi sasaran para pelaku vandalisme yang sering merusak karya dan properti umum.

  • Mudah Terlupakan

Meskipun masih menjadi sarana yang cukup efektif untuk menarik perhatian audiens, di sisi lain pesan dari reklame juga cukup mudah terlupakan audiens. Terlebih lagi jika isi dari informasinya tidak memiliki keunikan dan daya tarik dibandingkan dengan pesan iklan yang lain. Papan reklame juga memiliki risiko kehilangan audiensnya jika lokasinya berada di sisi jalan. Ini lebih mungkin terjadi di jalan-jalan yang lebih lenggang atau lebih banyak pengemudi yang berkendara cepat. 

  • Membutuhkan Banyak Ruang untuk Menginstal

Selain ukurannya yang terbilang besar, penggunaan reklame akan lebih efektif jika dilakukan berulang-ulang atau repetitif. Dengan demikian kebutuhan ruang untuk pemasangannya menjadi lebih besar ketimbang media promosi lainnya.

Kekurangan ini juga sering berubah menjadi kritik terhadap pemasangan media promosi out of home seperti reklame karena dianggap menyebabkan polusi visual. Maksud dari polusi visual sendiri adalah terganggunya pemandangan, tata kota, dan estetika suatu kawasan. Misalnya saja iklan-iklan ruang seperti spanduk, reklame, billboard, papan nama toko/perusahaan, baliho, poster, umbul-umbul, hingga videotron yang kerap dijumpai di persimpangan jalan. 

Jenis-Jenis 

terdapat 4 jenis baligo atau reklame yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan bisnis, antara lain:

Berdasarkan Pengadaan

terbagi menjadi dua, yaitu reklame komersial dan non komersial yang masing-masing memiliki perbedaan.

  1. Komersial

Ini adalah jenis reklame yang bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada banyak orang terkait profil perusahaan, produk barang atau jasa, serta hal lain yang berkaitan dengan bisnis agar mendatangkan profit.

  1. Non Komersial

Jenis reklame ini berada di seluruh tempat kedinasan, seperti kantor kecamatan, sekolahan, dan area lampu lalu lintas. Ia memiliki tujuan untuk mengajak masyarakat melakukan berbagai kegiatan sesuai peraturan pemerintah. Misalnya, membayar pajak tepat waktu atau mengutamakan keselamatan saat berkendara dengan tidak kebut-kebutan.

Apa Yang Dimaksud Dengan Reklame

Contoh di atas termasuk dalam kategori reklame komersial. Salah satu ciri dari reklame komersial adalah penggunaan informasi yang singkat, padat, dan jelas dan persuasif. Reklame ini menggunakan gambar dan kata-kata yang singkat, unik, dan jelas untuk membuat banyak orang tertarik untuk menggunakan produk atau jasa yang ada pada reklame tersebut. Kombinasi gambar, warna, dan kata-kata yang unik akan membuat orang mengingat produk atau jasa itu.

Contoh Reklame Komersial

Dari bentuk dan ukurannya, reklame terdiri dari beberapa jenis, antara lain:

  • Poster 

Poster adalah reklame yang berupa selebaran kertas berisi gambar dan tulisan yang cukup menarik. Untuk penyebarannya, poster biasanya menempel di tempat-tempat umum yang strategis dan mudah terjangkau oleh publik.

  • Selebaran 

Reklame selebaran memiliki sebutan lainnya yakni brosur. Reklame ini biasanya berukuran kecil agar bisa masuk kantong setelah orang membacanya. Pembuatan reklame selebaran biasa membagikannya di tempat wisata, di pameran, hingga di jalan-jalan.

  • Buklet 

Pamflet atau buklet merupakan buku kecil yang jumlah halamannya sangat sedikit, umumnya hanya satu atau dua halaman berisikan informasi penting. Buklet termasuk dalam reklame visual. Tujuannya untuk mempromosikan suatu produk, organisasi, perusahaan, lembaga masyarakat, dan lain sebagainya.

  • Baliho 

Baliho adalah reklame yang berisi gambar atau tulisan yang menarik dan informatif dengan ukuran besar. Pemasangannya adalah di tempat umum dan strategis menggunakan tiang besar, kuat, dan semipermanen.

  • Spanduk 

Spanduk adalah reklame yang bentuknya ringkas, padat, dan jelas dengan bahan kain atau sejenisnya. Pembuatnya akan membentangkan spanduk di antara dua tiang di tempat strategis. Biasanya, terbentang melintang atau membujur di atas jalan raya. 

  • Embalase

Reklame embalase adalah jenis reklame visual yang bisa kamu jumpai pada pembungkus atau kemasan dari sebuah produk komersial. Jenis reklame visual ini hanya ada pada kemasan sebuah produk, seperti produk makanan, minuman, kosmetik, dan sebagainya. Berdasarkan fungsinya, embalase memiliki fungsi ganda, yakni sebagai pembungkus produk sekaligus menimbulkan daya tarik konsumen terhadap suatu produk.

Sebuah reklame komersial yang bagus mesti mampu mencapai tujuan-tujuannya, yakni menginformasikan, mengajak, menganjurkan, serta menawarkan produk atau jasa. Untuk bisa mencapai tujuan tersebut, ada beberapa cara yang bisa dipraktikkan. Simak sejumlah tips berikut.

Berdasarkan Sifatnya

Ada tiga sifat berbeda yang bisa kamu temukan dalam tujuan reklame. Yakni, reklame yang bersifat penerangan, peringatan, dan ajakan.

  1. Penerangan

Ini adalah reklame yang isinya berfokus pada informasi yang ingin kamu sampaikan. Oleh karenanya, penggunaan kata-katanya juga lebih informatif daripada persuasif agar informasi yang tertera bisa tersampaikan dengan baik kepada khalayak ramai.

Dalam pembuatannya, kamu harus memastikan pemilihan kata atau kalimatnya tidak ambigu sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di antara orang-orang yang melihat. Contoh dari reklame ini adalah cara pengurusan SIM atau KTP, cara pendaftaran peserta didik baru, dan lain sebagainya.

  1. Peringatan

mengandung kalimat yang berisi pesan dengan tujuan untuk mengingatkan masyarakat akan suatu hal yang penting. Diharapkan masyarakat tidak mengabaikan peringatan yang sudah disampaikan.

Selain berisi pesan yang mengingatkan sesuatu hal, biasanya dalam reklame jenis ini juga dimuat sebuah visual yang mewakili isi pesan tersebut. Visual dibuat semenarik mungkin agar masyarakat yang melihatnya dapat fokus memerhatikan dan menyerap informasi yang disampaikan. Contoh: peringatan agar pengguna jalan selalu berhati-hati saat berkendara.

  1. Ajakan

biasanya menggunakan kata-kata serta kalimat persuasif agar masyarakat tertarik untuk mengikuti ajakan dari informasi yang disampaikan. Bentuk ajakannya bisa berupa ajakan untuk membeli suatu produk, menggunakan suatu layanan jasa, atau ajakan untuk melakukan suatu gerakan yang tidak ada hubungannya dengan produk atau jasa. Contohnya adalah ajakan memakai masker dan menjaga jarak selama pandemi Covid-19.

Berdasarkan Tempat Pemasangannya

Reklame juga dibedakan berdasarkan tempat pemasangannya. Terdapat dua jenis reklame yang termasuk ke dalam kelompok ini, yaitu reklame jenis indoor dan outdoor. Simak penjelasannya di bawah ini!

  1. Indoor

biasanya dipasang di dalam ruangan. Tujuannya adalah karena meterial reklame ini tidak memiliki kemampuan untuk bertahan dari cuaca panas atau dingin. Contoh: biasanya terdapat di pusat perbelanjaan seperti mal.

  1. Outdoor

umumnya ditempatkan di luar ruangan dan bisa kamu temukan di tepi jalan. Desainnya sendiri sudah dibuat dengan material yang bisa bertahan dari teriknya matahari dan air hujan. Ukuran dari reklame ini juga lebih besar dari reklame yang biasa terpasang di dalam ruangan. Contoh reklame ini antara lain spanduk, papan nama, dan baliho.

Berdasarkan Medianya

Berdasarkan medianya, reklame terbagi menjadi tiga jenis. Yaitu, media audio, visual, dan audio visual.

  1. Audio

Memanfaatkan audio sebagai tempat untuk menyampaikan informasi. Contohnya adalah radio.

  1. Visual

Memanfaatkan tulisan dan gambar untuk menyampaikan informasi. Contoh dari jenis reklame ini adalah baliho di pinggir jalan.

  1. Audio Visual

Memanfaatkan audio dan visual untuk menyampaikan informasi. Contohnya adalah iklan di YouTube atau televisi.

Itulah seluk beluk reklame yang perlu kamu ketahui jika ingin memanfaatkannya sebagai media promosi bisnis. Kamu bisa menentukan jenis reklame mana yang cocok dengan kebutuhan bisnis kamu agar informasi yang ingin kamu sampaikan tersalurkan dengan baik. 

Tips Membuat Reklame Komersial

Agar reklame komersial berjalan efektif, ikuti beberapa tips di bawah ini:

  1. Menentukan Ide

Hal pertama adalah mencari ide reklame komersial sesuai tujuan. Salah satu cara mencari ide adalah dengan mempelajari banyak referensi. Biasanya, desainer maupun content creator populer juga melakukan hal itu. Mereka mengamati referensi dan belajar dari karya-karya orang-orang sebelumnya.

Saat mempunyai banyak referensi, orang tersebut akan lebih mudah menentukan ide. Hal demikian juga berlaku untuk menemukan ide reklame komersial.

Ide juga bisa muncul dari perpaduan dua hal yang sebenarnya jauh berbeda. Perpaduan dua hal yang bertabrakan tadi bisa memicu kreativitas. Musisi yang juga personil dari Eurythmics, Dave Stewart pernah mengatakan hal serupa. Dia menyebutkan, baginya kreativitas selalu tentang membuat koneksi di antara dua hal yang normalnya berseberangan, mengenai penggabungan titik-titik yang tidak terlihat.

  1. Menentukan Jenis 

Ada berbagai macam jenis reklame dalam rangka memaksimalkan pesan yang akan kita sampaikan agar tujuan komersialnya tercapai. Setiap jenis reklame tersebut memiliki ukuran dan karakter yang berbeda-beda, sehingga pengaplikasian desain, layout, maupun isi pesannya pun bisa berbeda untuk tiap-tiap jenis reklame komersial.

Kendati demikian, secara umum ada aturan yang sama yang berlaku pada hampir semua jenis reklame komersial. Menurut ulasan yang tercantum pada situs Flip Hound, sebuah reklame, apa pun jenisnya, setidaknya mesti memiliki satu gambar, satu logo, dan tujuh kata. Hal ini akan membuat reklame komersial lebih efektif untuk menyampaikan informasi.

Sementara itu, reklame yang memiliki banyak gambar dan kalimat yang terlalu panjang malah akan membuat penyampaian informasi tidak efektif. Pemilihan font, ukuran font, penggunaan kombinasi warna juga akan banyak berpengaruh terhadap efektivitas reklame komersial.

  1. Pemilihan Font Untuk Reklame Komersial

Penggunaan font merupakan salah satu unsur yang cukup penting. Pastikan memilih font yang mudah terbaca oleh masyarakat yang mengakses reklame komersial kamu. Misalnya, untuk reklame jenis baliho, pemilihan font mesti yang mudah terbaca oleh para pengendara kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil. Ukuran font pun perlu menjadi bagian pertimbangan dalam rangka memudahkan pembaca menangkap pesan dengan baik.

Dalam dunia periklanan, terdapat beberapa contoh jenis font yang populer, di antaranya; Helvetica, Bodoni, Avenir, Arial, Futura, Trajan, VAG Rounded. Sebagai catatan, Helvetica merupakan salah satu font dengan jumlah pengguna paling banyak dan mungkin yang paling terkenal dalam dunia periklanan.

  1. Kombinasi Warna Untuk Reklame Komersial

Pemilihan warna yang baik akan mampu mencuri perhatian orang-orang. Oleh karena itu, pemilihan warna tidak boleh sembarangan. Ada beberapa aturan yang mesti menjadi pertimbangan, salah satunya adalah palet warna.

Dalam hal ini, palet warna adalah sekumpulan warna yang serasi. Pengaplikasian palet warna kerap terjumpa saat mendesain sesuatu dengan tampilan dan nuansa yang konsisten. Pengguna palet warna, yakni desainer logo, desainer grafis, illustrator, pengembang web, dan seniman lainnya.

Penentuan kombinasi melalui palet warna juga mesti sesuai dengan penyampaian ide atau gagasan reklame komersial. Kamu bisa mencari banyak referensi palet warna yang menarik dengan berselancar di situs web. Selain itu, kamu bisa menggunakan sejumlah aplikasi yang menyediakan opsi palet warna.

  1. Gunakan Foto atau Gambar yang Menarik

Apa Yang Dimaksud Dengan ReklameAndaikan kamu menggunakan foto atau gambar untuk reklame komersial, pastikan bahwa foto atau gambar tersebut menarik untuk mendapatkan perhatian dari audiens atau khalayak. Soalnya, sebuah foto atau gambar yang bagus bisa menyampaikan banyak informasi sekaligus, walaupun tanpa mencantumkan tulisan apa pun.

Kamu juga bisa mempertimbangkan menggunakan desainer atau fotografer profesional untuk mendesain pembuatan reklame. Upaya itu dalam rangka menghasilkan reklame komersial yang menarik dan bisa menyampaikan pesan sesuai tujuanmu.

  1. Menggunakan Kata-Kata yang Singkat dan Jelas

Sebagaimana uraian di atas, sebaiknya  tidak menggunakan terlalu banyak kata agar penyampaian informasi bisa lebih efektif. Umumnya, penyertaan kata-kata atau tulisan, bertujuan untuk memperjelas atau untuk mempermudah penyampaian pesan.

Pilihlah kata-kata yang singkat namun jelas serta bermakna. Sebaiknya, mudah terbaca agar audiens atau khalayak dapat mengerti isi pesan maupun gagasan pada reklame dalam waktu kurang dari 5 detik saja. Selain pemilihan kata, pilihlah juga jenis huruf yang membuat audies mudah membaca dan memahami, walaupun hanya melihat sekilas.

  1. Pemilihan Material 

Meskipun tampak sepele, pemilihan material juga cukup penting. Beberapa material yang biasanya digunakan dalam membuat reklame, di antaranya kanvas, papan, kertas, akrilik, dan masih banyak lagi. Tiap-tiap material tersebut memiliki karakteristik berbeda-beda, sehingga kamu perlu lebih dulu mecocokkan dengan pilihan jenisnya.

Pertimbangan harga dalam memilih material juga cukup penting, bahkan perlu menjadi perhatian. Setiap material memiliki harga atau biaya yang berbeda-beda. Usahakan memilih bahan yang tidak terlalu mahal.

Misalnya, kamu ingin membuat billboard, cutting sticker untuk bagian teks menjadi pilihan yang cukup murah daripada digital printing maupun spray printing. Kendati demikian kualitas dari ketiganya tidak jauh berbeda.

  1. Cari Lokasi yang Tidak Terlalu Mahal

Hal ini hanya berlaku pada untuk jenis reklame yang membutuhkan biaya sewa, seperti baliho atau billboard, videotron, atau beberapa jenis lainnya . Sementara seperti brosur dan leaflet tentu tidak perlu mempertimbangkan ini karena tidak ada biaya sewa yang dibutuhkan.

Lokasi pemasangan reklame komersial yang berbeda tentu akan memiliki tarif sewa yang berbeda pula. Kamu bisa mencari lokasi yang memiliki tarif sewa yang tidak terlalu mahal. Poin pentingnya adalah untuk mencari lokasi yang mampu mencapai target konsumen yang diinginkan. Lokasi yang besar dan ramai tidak selalu menjadi tempat yang paling efektif. Kamu bisa mencari lokasi yang lebih kecil tetapi masih tetap dilalui target konsumen yang tepat. Dengan demikian Kamu bisa menghemat banyak biaya.

  1. Mengikuti Aturan Pemasangan yang Baik dan Benar

Tips terakhir, yakni tidak memasang reklame sembarangan. Biasanya, setiap daerah memiliki aturan perihal zona atau area tempat pemasangan maupun mendirikan yang baru. Oleh karena itu, sebelum memasang reklame, kamu mesti lebih dulu mengantongi izin.

Pasanglah di lokasi yang benar dan pastikan iklan yang terpasang bisa terlihat dari berbagai macam sisi, tetapi tidak mengganggu kenyamanan pengguna jalan serta tak mengganggu keselamatan. Tempat-tempat yang biasanya tidak boleh menjadi tempat pemasangan di antaranya:

      • Dekat penerangan jalan umum. Soalnya, bisa saja menghalangi penerangan jalan umum
      • Di pohon
      • Dekat rambu lalu lintas
      • Di kawasan jalur hijau
      • Di tiang telepon maupun listrik
      • Pagar pembatas jalan dan pagar taman
      • Melintang di jalan protokol

Aturan Perpajakan

Apa Yang Dimaksud Dengan Reklame

Di Indonesia, peraturan daerah mengatur pemasangan hingga pajak reklame. Ini karena pemasangannya berkaitan dengan ruang publik. Perda mengatur hal tersebut agar pihak terkait, seperti penyelenggara  dan biro (perusahaan jasa periklanan), dapat memasang dengan tertib tanpa mengganggu kepentingan publik.

Di Jakarta misalnya, aturan mengenai reklame termasuk dalam Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pajak Reklame. Perda tersebut menjelaskan bahwa pajak reklame adalah pungutan atas semua penyelenggaraan reklame.

Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pajak Reklame menyebutkan subjek pajak reklame adalah orang pribadi atau badan yang menggunakan reklame tersebut. Sedangkan objek pajak reklame adalah:

  1. Semua penyelenggaraan.
  2. Objek pajak yang dimaksud pada poin pertama, meliputi, papan/billboard/videotron/megatron dan sejenisnya; reklame kain; reklame melekat, stiker; selebaran; reklame berjalan, termasuk pada kendaraan; reklame udara; apung; suara; film/slide; dan reklame peragaan.
  3. Tidak termasuk sebagai objek pajak adalah:
    • Diselenggarakan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah;
    • Penyelenggaraan melalui internet, televisi, radio, warta harian, warta harian, warta mingguan, warta bulanan, dan sejenisnya;
    • Label/merek produk yang melekat pada barang yang diperdagangkan, yang berfungsi untuk membedakan dari produk sejenis lainnya;
    • Nama pengenal usaha atau profesi yang dipasang melekat pada bangunan tempat usaha atau profesi diselenggarakan sesuai dengan ketentuan yang mengatur nama pengenal usaha atau profesi yang luasnya, tidak melebihi 1 m2 (satu meter persegi), ketinggian maksimum 15 (lima belas) meter dengan jumlah reklame terpasang tidak lebih dari 1 (satu) buah;
    • Penyelenggaraan yang semata-mata memuat nama tempat ibadah dan tempat panti asuhan;
    • Penyelenggaraan yang semata-mata mengenai pemilikan dan/atau peruntukan tanah, dengan ketentuan luasnya tidak melebihi 1 m2 (satu meter persegi) dan diselenggarakan di atas tanah tersebut kecuali reklame produk;
    • Diselenggarakan oleh perwakilan diplomatik, perwakilan konsulat, perwakilan PBB, serta badan-badan khususnya badan-badan atau lembaga organisasi internasional pada lokasi badan-badan dimaksud.

Soal masa pajak objek sendiri terhitung dalam jangka waktu satu bulan dan batas paling lama untuk membayar pajak adalah tiga bulan. Untuk membayar pajak baliho, baik pihak penyelenggara perorangan atau badan hukum, keduanya harus mengisi formulir Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKP Daerah) yang meliputi nilai:

    • Ketinggian 
    • Lokasi 
    • Sudut pandang
    • Sewa (NSR)

Setelah formulir terisi, maka langkah selanjutnya adalah membayar pajak objek pada loket pembayaran dinas pendapatan daerah. Biaya harus segera kamu lunasi dalam kurun waktu 30 hari sejak SKP Daerah kamu terima.

Untuk perihal detailnya, kamu bisa menanyakan langsung ke kantor dinas pendapatan daerah setempat mengingat syarat dan ketentuan masing-masing daerah bisa berbeda.

Jika kamu masih bingung untuk mengurusnya seorang diri, kamu bisa meminta bantuan konsultan hukum agar proses pengurusan bisa berjalan lebih cepat dan efisien. 

Langkah-Langkah Mengurus Izin Pemasangan Reklame

Kini saatnya kamu mencari tahu cara mengurus perizinannya. Peraturan izin sebenarnya tidak begitu sulit selama kamu memahami tahapan demi tahapannya.

Setiap daerah pun memiliki kebijakan masing-masing dalam hal pemasangan baliho. Namun, sebagai gambaran umum, berikut kami berikan langkah-langkah pengurusan izin pemasangan baliho.  


  • Individu atau Perorangan

    1. Ajukan Permohonan 

Kamu bisa mendatangi langsung kantor Dinas Pendapatan Daerah atau mengunduh formulir pengajuannya di situs resmi Pemda setempat (jika ada).

    1. Memenuhi Persyaratan dan Administrasi

      • Fotokopi tata letak bangunan untuk pemasangan
      • Gandakan IMB (Izin Mendirikan Bangunan) apabila menempelkan pada sebuah bangunan
      • Menyertakan Izin Pelaksanaan Teknis Bangunan (IPTB) penanggung jawab perencana arsitektur
      • Fotokopi bukti kepemilikan tanah seperti SHM, SHGB, Sertifikat Hak Pakai, dan Sertifikat Hak Pengelolaan
      • Membuat surat pernyataan mengenai kebenaran dan keabsahan data di atas kertas yang bermaterai Rp6.000
    2. Menyiapkan Dokumen Identitas Pemohon

    3. Menyertakan Fotokopi PBB Tahun Terakhir

    4. Membuat Surat Permohonan Bermaterai Rp6.000

berisi tentang pernyataan bahwa baliho yang akan tayang pada atas tanah atau bangunan sewa tidak akan berubah bentuknya

    1. Proposal Teknis

    2. Dokumen Tambahan

Jika kamu memasang pada atas tanah atau bangunan sewa, maka harus turut menyertakan dokumen seperti:

      • Surat perjanjian sewa menyewa tanah atau bangunan
      • Surat bermaterai Rp6.000 dari pemilik tanah atau bangunan yang menyatakan tidak keberatan apabila tanah atau bangunannya kamu gunakan untuk kamu tayangkan baliho
      • Fotokopi KTP pemilik tanah atau bangunan
  • Badan Hukum

Apa Yang Dimaksud Dengan Reklame

    1. Menyiapkan Dokumen Penting:

      • Akta pendirian atau akta perubahan SK (jika mengalami perubahan)
      • NPWP badan hukum
    2. Surat Kuasa

Jika Pengurusan Izin ini dilakukan oleh pihak ketiga, maka harus menyertakan surat kuasa bermaterai Rp6.000 serta KTP orang yang diberi kuasa. Setelah melengkapi persyaratan di atas dan pemasangan reklame disetujui, langkah selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah:

      • Membayar pajak baliho sesuai tarif yang berlaku. Penting untuk mengetahui apa saja yang termasuk ke dalam objek pajak dan yang tidak.
      • Bayar sewa lokasi pemasangan baliho
      • Membayar biaya jaminan bongkar sebesar 15% dari jumlah pajak baliho
      • Bayar nilai strategis baliho apabila akan tayang di luar sarana dan prasarana kota
Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca juga artikel terkait lainnya :