fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Apa yang Dipersiapkan dalam Menjual Barang Kebutuhan Sehari-hari

kebutuhan sehari-hari

Barang kebutuhan sehari-hari adalah barang yang sering dibeli oleh banyak orang. Biasanya tiap keluarga akan menganggarkan dana belanja sendiri tiap bulan untuk membeli barang-barang kebutuhan ini. Karena sering dibutuhkan dan dibeli, menjual produk kebutuhan harian memiliki potensi yang luar biasa besar. Barang-barang tersebut selalu dibeli berulang-ulang, baik secara harian, mingguan maupun bulanan.

Kalau kamu bingung ingin memulai bisnis online, seberapa besar potensinya, kamu bisa mencoba jual produk kebutuhan harian. Apa saja barang kebutuhan sehari-hari yang bisa dijual, antara lain:

 

  1. Sembako
    Sembako adalah salah satu barang yang dibutuhkan oleh orang banyak. Sesuai namanya, sembilan bahan pokok. Jadi penting banget posisinya di sebuah rumah, karena menyangkut kebutuhan pangan. Kamu bisa mencoba menjual sembako secara online maupun dengan toko fisik.

  2. Kebutuhan Rumah Tangga
    Selain kebutuhan pangan, kamu juga bisa menyediakan kebutuhan rumah tangga. Seperti sabun mandi, shampo, pasta gigi, sikat gigi, sabun pencuci piring, deterjen, sapu, ember, gayung, kipas angin, hanger dan banyak sekali macamnya. Meski tidak tiap hari dibeli, tapi kebutuhannya tidak pernah mati.
  3. Alat Tulis
    Alat tulis juga termasuk alat kebutuhan sehari-hari. Seperti buku tulis, pulpen, pensil, penggaris, lem, kertas kado, dan gunting. Bahkan anak sekolah pun bisa menjual alat tulis ke teman-temannya, karena entah kenapa status alat tulis itu hanya dua: akan hilang atau akan rusak.

  4. Obat-obatan
    Obat-obatan juga tak kalah penting. Kamu bisa menyediakan obat-obatan yang biasa dibeli, tanpa perlu resep dokter. Seperti obat sakit kepala, obat penurun demam, obat pusing, minyak angin, koyo, obat penghilang bau badan, obat jerawat dan sebagainya.
  5. Jajanan dan Makanan Ringan
    Jajanan dan makanan ringan seperti cemilan, permen, wafer, coklat, roti, biskuit, makanan ringan, permen juga termasuk produk yang sering dibeli baik oleh anak-anak maupun dewasa.
  6. Gas Elpiji
    Gas elpiji juga sudah menjadi barang yang tidak kalah penting, terutama di kota-kota besar. Tidak ada salahnya kamu menjual gas elpiji dan beberapa perlengkapan seperti selang gas.

  7. Air Mineral
    Air mineral juga jadi barang wajib di rumah, terutama di kota besar. Rasanya sudah mulai sulit mencari orang yang masih masak air keran untuk minum. Kamu juga bisa menjual air mineral baik di toko fisik maupun online. Biasanya barang ini dibeli untuk arisan, pernikahan, acara bersama keluarga ataupun untuk kantor.

  8. Perlengkapan Bayi
    Kamu bisa juga menyediakan perlengkapan bayi seperti popok, sampo bayi, sabun bayi hingga minyak telon. Karena perlengkapan ini juga sering dicari bagi pasangan yang baru mempunyai ‘momongan’, bahkan bisa dijadikan hadiah.

  9. Produk Layanan Pembayaran Digital
    Selain berupa barang, kamu juga memberikan jasa layanan pembayaran seperti pulsa, token listrik, internet, BPJS, PDAM, hingga tiket perjalanan pesawat.

Itulah beberapa produk kebutuhan sehari-hari yang bisa kamu jual. Kesembilan jenis produk tersebut sebetulnya termasuk groseri atau biasa kita sebut toko kelontong. Sebelum kamu jual groseri secara online, ketahui dulu bahwa model bisnis yang paling pas jual produk kebutuhan harian secara online adalah dengan model D2C (direct to consumer).

D2C merupakan model bisnis yang memangkas pihak ketiga seperti grosir hingga retailer sehingga barang yang kamu jual langsung dibeli oleh konsumen. Karena memangkas pihak ketiga, tentu saja ada anggaran yang bisa kamu pangkas. 

Model D2C sangat sesuai dilakukan saat pandemi, karena terjadi perubahan perilaku konsumen dalam belanja hingga percepatan digitalisasi. Menurut ReportLinker, mereka yang jual groseri secara online akan tumbuh di semua pasar seluruh dunia.

Berdasarkan survei Salesforce Research pada Mei 2020 menunjukkan 75% konsumen di seluruh dunia melakukan belanja online dibandingkan membeli di toko fisik. Ini diakibatkan peraturan pandemi untuk mencegah penyebaran virus. Sehingga bisa dikatakan ini merupakan peluang dan potensi untuk jualan online.kebutuhan sehari-hari

Perhatikan Hal Ini Sebelum Menjual Barang Kebutuhan Sehari-hari

Memulai bisnis memerlukan perencanaan yang matang, karena selain menguntungkan juga ada risikonya. Begitu juga kalau kamu ingin jual produk harian. Adapun yang perlu dipersiapkan adalah sebagai berikut:

  1. Riset Pasar
    Riset diperlukan untuk mengetahui seberapa besar peluang untuk jualan groseri. Jika kamu ingin jualan online, kamu harus tahu apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Caranya, kamu bisa membuat survei kecil-kecilan untuk mengetahui respons masyarakat apabila kamu misalnya ingin membuka toko sembako. Kamu bisa memulai dari orang-orang sekitar kamu, seperti tetangga, kawan-kawan hingga klien kamu.Jika mereka menyambut baik, tanyakan kebutuhan apa saja yang sebaiknya kamu sediakan di toko online kamu. Kamu bisa tanyakan apakah perlu juga toko fisik juga atau cukup berupa gudang apabila mereka ingin mengambil di tempat.
  2. Hitung Modal Kamu
    Membuka usaha groseri membutuhkan modal yang cukup besar. Perhitungkan modal dengan teliti sebelum kamu mulai berbelanja untuk kebutuhan toko kamu. Kamu juga perlu memikirkan apakah groseri kamu akan memproduksi produk juga atau memutuskan sebagai pengadaan barang-barang kebutuhan sehari-hari saja. Groseri zaman sekarang juga ada yang produk sendiri untuk kebutuhan sehari-hari, terutama jika mengusung tema organik.Apalagi jika kamu mempertimbangkan membuat toko fisik, jelas kamu membutuhkan dana investasi yang besar.
  3. Pilih Produk Berkualitas
    Bila kamu ingin fokus untuk menjual sembako seperti beras, minyak goreng, dan dan sebagainya, pilihlah produk yang berkualitas. Karena salah satu cara jual sembako online yang sukses adalah produknya. Konsumen membeli bukan semata-mata karena harganya murah melainkan merek dan kualitas produk. Meski demikian, kamu juga bisa menyediakan barang dengan kualitas berbeda sebagai pilihan konsumen. Hal ini bisa kamu lakukan agar pelanggan tertarik dengan jualan online kamu.Namun, kamu bisa mendapatkan barang berkualitas dengan harga rendah, yaitu bisa membeli langsung di pabrik, dari distributor langsung, atau pemasok. Selain itu, kamu juga bisa meminta rekomendasi dari kawan-kawan pengusaha yang melakukan bisnis serupa dengan kamu, karena tak jarang barang berkualitas kalah pamor dengan yang sudah terkenal.
  4. Menyimpan Produk
    Ketika kamu memulai bisnis ini, maka kamu perlu memikirkan bagaimana menyimpan produk yang kamu jual. Karena produk groseri seperti sembako mudah rusak. Sehingga penyimpanan memainkan peran penting dalam bisnis ini. Bisa dibilang kualitas produk yang kamu jual berdasarkan pada cara menyimpan dan mengemas. Seperti ada barang kebutuhan sehari-hari yang memerlukan tempat yang lembab. Sehingga kamu perlu menyediakan fasilitas memadai seperti pendingin ruangan, lemari es dan pengatur suhu. Atau justru sebaliknya, tidak boleh di ruangan lembab, seperti beras. Jadi harus ditentukan penempatannya tetap ada pasokan cahaya dan sirkulasi udara yang baik.

  5. Pengemasan Produk
    Pengemasan produk juga kamu harus perhatikan. Jangan sampai barang itu tumpah atau rusak, bahkan tidak ada hama yang masuk. Seperti beras misalnya, jangan sampai ada kutu beras di dalamnya. Apalagi sampai tikus masuk.Pengemasan saat pengirimannya juga perlu kamu pikirkan. Apakah ada logo toko kamu, informasi tentang produk, fakta kesehatan atau informasi menarik lainnya. Misalnya, kamu menambahkan katalog dan diskon selama bulan tertentu. Langkah-langkah tersebut bisa kamu lakukan untuk membangun minat pelanggan dan meminimalisir mereka pindah ke kompetitor kamu.
  6. Harus Jual di Mana?
    Bila kamu ingin lebih fokus untuk menjual online terlebih dahulu. Maka kamu perlu menyiapkan website dan berbagai saluran media sosial untuk mengenalkan dan menjual produk kamu. Namun, apabila ingin adanya toko fisik juga, kamu membutuhkan perencanaan yang matang terkait lokasi, menciptakan rencana pemasaran dan memanfaatkan peran media sosial dengan maksimal.
  7. Kerja Sama dengan Jasa Pengiriman
    Tantangan terbesar dalam jual produk keseharian secara online adalah memastikan produk kamu yang dikirim sampai tangan ke konsumen itu aman alias tidak rusak. Oleh karena itu, kamu perlu kerja sama dengan jasa pengiriman. Meski itu akan meningkatkan biaya produk, tapi pengiriman yang cepat dan aman adalah kunci untuk mendapatkan kepuasan pelanggan.

  8. Harga Produk
    Harga juga menjadi faktor penting untuk menarik pelanggan dan bersaing dengan kompetitor. Sebaiknya kamu melakukan riset pasar terkait harga produk yang dijual para kompetitor kamu.


Itulah hal-hal yang perlu kamu persiapkan sebelum jual groseri
online. Jika kamu ingin membuat website untuk menjual produk kamu, mulailah bisnis online kamu dengan menjual pakai LummoSHOP.

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP