fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Bangun Hubungan Baik dengan Komunitas Pembeli, Ini 10 Caranya

komunitas pembeli

Memiliki komunitas pembeli untuk mendukung bisnis saat ini menjadi prioritas utama para pebisnis. Konsumen yang kemudian berubah menjadi pelanggan setia merupakan support system yang juga turut menjaga keberlangsungan sebuah bisnis. Lantaran demikian, penting untuk mengelola hubungan baik dengan komunitas konsumen atau komunitas pembeli supaya hubungan yang baik itu bisa berdampak dalam jangka panjang.

Tak hanya kamu sebagai pebisnis yang mendapatkan keuntungan dalam mengelola hubungan baik dengan komunitas pembelimu, mereka yang tergabung di dalam komunitas tersebut juga mendapatkan keuntungan yang sama. Manfaat yang bisa mereka peroleh sebagai satu kesatuan komunitas itulah yang juga harus menjadi perhatian. Sangat perlu upaya memperbesar manfaat tersebut dengan berbagai aktivitas yang mengaktivasi konsumenmu. Makin menarik, makin ramai respons, makin hiduplah sebuah komunitas.

Kenali Prinsip ala Komunitas

Komunitas pembeli yang berbasis kecintaan pada sebuah brand pada dasarnya mirip dengan komunitas umum. Ada ikatan kecintaan akan sesuatu, solidaritas, kebersamaan, dan semangat berkolaborasi agar komunitas makin solid dan melebarkan sayapnya. Dalam komunitas yang sehat, semua orang penting untuk terlibat aktif, sehingga bisa terbangun jejaring untuk saling mengenal dan berbagi satu sama lain.

(Baca juga: Selain Network, Ini Pentingnya Gabung dengan Komunitas Bisnis)

Bahkan, dengan adanya dunia digital saat ini, komunitas bisa berwujud hybrid, online, maupun offline. Komunitas online bisa terbangun di platform mana pun yang memungkinkan terjadinya diskusi. Dari situlah, juga bisa berkembang menjadi komunitas offline saat melakukan kopi darat alias kopdar.

komunitas pembeli

Sebaliknya, komunitas yang berbasis offline, kini pun bisa bertransformasi menjadi komunitas online karena dampak pandemi seperti saat ini. Tapi, pada waktunya, semua akan memainkan peran hybrid ini dengan alasan kemudahan dan efisiensi.

Di sinilah perusahaan harus jeli memanfaatkan peluang untuk menciptakan sesuatu yang menarik dan mengundang mereka untuk ikut aktif di dalamnya. Seperti halnya mengundang beberapa teman dekat untuk berkunjung ke rumah, kamu membukakan pintu dengan hangat, menyediakan sajian yang mereka suka, dan ngobrol dengan hangat hingga lupa waktu saking nyamannya. Seperti itulah upaya guna membangun kedekatan.

Jangan lupa untuk pahami juga karakterisik anggota komunitas pembeli brand-mu dengan mempelajari latar belakang mereka, seperti gender, usia, latar belakang pendidikan, hobi atau profesi. Seumpama perlu, turut mempelajari asal daerah dan kultur yang melekat di suatu daerah tertentu.

10 Cara Mengelola Komunitas Pembeli

Ada banyak cara untuk mengelola komunitas pembeli yang bisa kamu coba. Namun, sebaiknya kamu juga menginisiasi community guidelines yang bisa menjadi panduan beraktivitas oleh semua anggota komunitas.

Ini dia 10 cara yang bisa kamu coba untuk mengelola komunitas pembeli atau pelanggan setiamu, di antaranya:

  1. Bangun Platform yang Terbuka untuk Berdiskusi

Semua orang suka pendapatnya didengar. Begitu juga para anggota komunitas pembeli brand-mu. Beri mereka ruang untuk menyampaikan unek-unek, aspirasi, opini, atau saling berdiskusi satu sama lain layaknya sebuah forum.

Kamu pasti ingat kan kesuksesan forum seperti KasKus dulunya dan bagaimana mereka segera berkembang menjadi komunitas yang sukses. Saat ini, sejumlah platform seperti Facebook Group, WhatsApp Group, maupun Telegram bisa mewadahi keperluan berdiskusi. Salah satu platform lainnya yang bisa menyediakan forum itu, yakni website.

  1. Kelola WhatsApp Group (WAG) dengan Jadwal Rutin

Keberadaan WAG tak hanya menjadi ajang mengumpulkan contact number konsumen dan pelangganmu, ya. Perlu juga kelola WAG dengan menerapkan jadwal rutin untuk membuat grup terorganisasi. Misalkan, membuat jadwal diskusi tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan brand di hari tertentu. Selanjutnya, mengadakan sharing time dengan mengundang anggota lain sebagai narasumber di lain hari. Bias pula mengadakan program challenge di WAG, kemudian membagikan di media sosial. Buat jadwal mingguan dengan panduan admin atau moderator grup.

Dengan jadwal teratur, WAG akan minim spamming dan diskusi yang tidak terarah. Alhasil, semua anggota dapat merasakan manfaatnya, meski hanya melalui platform WAG. 

  1. Informasikan Update Terkini tentang Brand-mu

Informasi update terkini ini bisa kamu unggah atau informasikan di berbagai platform, seperti Facebook, Telegram, WhatsApp Group, hingga website. Bahkan, bisa juga e-mail yang dikemas personalized dengan konsep buletin misalnya.

(Baca juga: 10 Trik Sederhana Tingkatkan Efektivitas Iklan di Facebook)

Update terbaru bisa berkaitan dengan apa pun, misalnya launch produk baru, flash sale, komplemen produk atau jasa yang sudah ada, dan sebagainya. 

  1. Mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Tematik

Diskusi yang hidup adalah salah satu aktivitas menarik untuk komunitas. Semua orang bisa membantu satu sama lain untuk menemukan solusi terbaik atas berbagai hal, misalnya kendala.

Pengemasan apik FGD dengan beberapa group leader dari anggota yang merupakan konsumen atau pelanggan senior bisa juga mengundang perwakilan perusahaan. Di dalam FGD, ada bahasan tema dan semua berpendapat tentang tema tersebut untuk kemudian bersama-sama mencari kesimpulan di akhir FGD.

Tema bisa saja dipilih dari expertise atau juga hobi anggota, bidang di perusahaan, atau menyikapi sesuatu yang sedang viral dihubungkan dengan niche bisnismu. Pelaksanaan FGD bisa secara online dengan menggunakan break out room di Zoom meeting atau secara offline.

  1. Beri Ruang untuk Pamer Karya Komunitas

Apabila produk atau jasamu memungkinkan mengundang interaksi berupa karya dari komunitas konsumen atau pelanggan setiamu, berikan ruang pamer bagi mereka di kantor bisnismu. Misalnya, produk lego, aksesoris yang bisa dikreasikan, atau produk atau layanan lain yang bisa divisualisasikan atau dipajang di sebuah showcase. Komunitas bakal merasa beroleh penghargaan atas upayanya saat berkesempatan menggunakan ruang pamer darimu.

  1. Memberi Privilege bagi Anggota

Poin tentang privilege ini tentu menjadi hal yang perlu berlaku ketika seseorang resmi bergabung menjadi bagian dari komunitas pembelimu. Beri hak istimewa yang memang eksklusif dan tidak bisa didapatkan oleh orang yang belum bergabung sebagai member di komunitas.

(Baca juga: Cara Bikin Followers jadi Pelanggan Setia)

Biasanya, privilege berupa free ticket untuk segala macam event atas penyelenggaraan perusahaan terkait dengan brand, affiliate marketing atau member get member. Untuk pengiriman informasi terkini kepada anggota komunitas lewat e-mail. Bentuk privilege bagi anggota komunitas juga bisa berupa keuntungan menjalani tes market lebih dulu untuk produk yang belum masuk tahap peluncuran atau bahkan masih dalam proses pembuatan. Privilege akan membuat seseorang bangga menjadi bagian dari komunitas, dan makin mencintai brand mu. 

  1. Memberi Reward untuk Anggota Komunitas Pembeli

Bentuk pemberian reward secara khusus bermacam-macam, misalnya program poin rewards, pemilihan best member, most valuable person saat event tertentu atau saat brand ingin mengukur loyalitas dari konsumen. Program ini dilakukan oleh komunitas brand yang dibangun Starbucks.

  1. Mengadakan Kopdar atau Gathering Komunitas Pembeli

Cara ampuh selanjutnya adalah mengadakan kopi darat bagi komunitas yang bertumbuh dan sering bertatap muka di ranah online. Bisa juga mengadakan gathering pembeli offline sebagai sarana memperkenalkan program komunitas konsumen.

Bagaimana pun, langkah membangun keakraban di ranah online akan menemukan chemistry-nya saat ada pertemuan secara tatap muka. Tak jarang, hubungan yang terjalin akan semakin akrab dan solid.

  1. Menyelenggarakan Webinar atau Live Streaming

komunitas pembeli

Di era pandemi, penyelenggaraan webinar, live streaming di YouTube maupun Instagram sangat masif. Banyak pihak yang melakukan itu, termasuk perusahaan dengan brand besar hingga perusahaan dengan brand rintisan.

(Baca juga: Strategi Mempertahankan Bisnis D2C di Tengah Pandemi)

Tetap mengedukasi menjadi semangat untuk menyelenggarakan webinar maupun live streaming, apa pun format acaranya. Kamu bisa mengagendakan rutin event virtual dengan mengundang narasumber kompeten dan mengajak komunitas konsumenmu menyaksikan bersama-sama. Jangan lupa juga mengadakan kuis dan hal menarik lainnya untuk mereka, ya.

  1. Jalankan Challenge dan Kompetisi di Media Sosial

Jangan lupakan untuk membuat semua anggota komunitas konsumenmu terlibat. Jalankan challenge atau kompetisi di media sosial yang memungkinkan campaign ini sampai pada banyak orang. Boleh dengan berbagai format, misalnya meminta para anggota komunitas untuk mengunggah foto saat menggunakan produk atau jasa, lalu tag ke akun bisnis brand-mu serta menggunakan hashtag tertentu. Kamu pun bakal mendapatkan banyak konten review sekaligus membangun brand awareness dengan lebih banyak jangkauan.

(Baca juga: Kiat Bangun Branding Bisnis di Media Sosial)

Komunitas konsumen atau pelanggan setia adalah tentang menciptakan jejaring berharga dalam bisnismu. Lakukan sepenuh hati dengan perencanaan yang matang, dan biarkan efeknya bekerja bagai bola salju untuk bisnismu.

Sekarang, saatnya untuk mengembangkan bisnismu dengan 10 cara mengelola hubungan baik dengan komunitas konsumen atau pelanggan setiamu di atas. Jangan lupa untuk memodifikasinya untuk kebutuhan segmen pasarmu.

 

Baca juga artikel terkait lainnya:

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP