fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Beda Nama, Beda Harga: Yuk, Pelajari Trik Penamaan Produk!

Pada zaman sekarang ini, ketika berbagai brand dari berbagai penjuru dunia wara-wiri di Indonesia dan menjadi gaya hidup terutama di kota-kota besar, kamu mungkin sangat familiar dengan kondisi betapa bedanya saat memesan Americano di Starbucks dengan kopi hitam di warung kopi. Atau ketika di mana-mana orang memesan sesuatu dengan akhiran salted egg, padahal belum tentu kamu sebelumnya terbiasa makan telor asin bulat. 

Tentu kamu menyadari bahwa ternyata ada beda harga dengan membeli omelet dan telur dadar. Rupanya sama tapi dinamakan berbeda. Sehingga harganya beda jauh. 

Cara menentukan harga produk memang tak bisa semaunya. Hanya karena masalah nama saja, margin yang didapatkan bisa jauh berbeda. Jika Shakespeare bilang, “apa arti sebuah nama”, maka rupanya hal tersebut tak berlaku jika kamu memiliki toko online. Konsumen pun seolah sepakat. Mereka lebih rela bayar mahal orange juice ketimbang bayar mahal jus jeruk. Padahal, kedua minuman tersebut sama saja. Sekali lagi yang berbeda, “hanya” nama.

Jika saat ini kamu punya toko online yang baru beroperasi, cara menentukan harga produk juga harus mempertimbangkan masalah NAMA, lho. Jangan sampai, sebutan untuk produk yang kamu buat malah menjatuhkan “image” yang membuat nilainya turun.

Tentu saja, faktor pembentuk harga barang ada banyak, tidak sebatas nama. Tapi tak bisa dipungkiri, bahwa sebuah nama seolah “mewakili” keseluruhan produk mulai dari mana asalnya hingga untuk siapa. Kalau kamu melihat di beberapa marketplace misalnya, ada yang menjual keranjang rotan senilai Rp50.000 sementara di tempat lain dengan “penampakan” barang yang sama persis hanya beda di nama yakni jadi small wicker basket harganya bisa mencapai Rp300.000,00. Luar biasa, bukan? Oleh sebab itu, kalau kamu mencari cara sukses jualan online, tampaknya masalah penamaan tak bisa dianggap sepele.

Toko Online vs Marketplace

Mungkin kamu akan bertanya heran bagaimana bisa barang jelas-jelas sama, hanya nama saja yang berbeda, tapi harga bagaikan bumi dan langit? Makin heran ketika konsumen mau saja membeli barang yang harganya lebih mahal padahal mereka tahu ada barang sama persis yang harganya jauh lebih murah hanya beda nama saja. Mengapa bisa begitu?

1. Nama dari bahasa asing dinilai lebih bergengsi

Tak bisa dimungkiri jika di tanah air, nama produk dengan istilah asing masih dinilai lebih bergengsi atau “di atas” nama produk yang menggunakan bahasa daerah populer. Ini bukan masalah diskriminasi, sama sekali bukan, hanya persoalan kebiasaan masyarakat saja yang “diwariskan” turun-temurun. Tidak heran, kalau kemudian kita menemukan harga jasa potong rambut lebih murah daripada barber shop. Padahal, secara prinsip dua kegiatan tersebut sama.

2. Kalaupun namanya mengandung unsur kedaerahan, kemasannya premium dan keterangan di dalamnya berbahasa Inggris

Mungkin, kamu sudah tak asing lagi dengan cokelat MONGGO, cokelat Indonesia yang ada sejak 2005. Nama merk-nya diambil dari nama Jawa “MONGGO” yang artinya “mari” dan dipadu dengan packaging yang wah serta unsur-unsur bahasa asing lainnya. Secara tampilan, cokelat MONGGO justru seperti menyasar konsumen ekspatriat atau turis. 

3. Produk atau jasa bernama asing dianggap konsumen memiliki pelayanan di atas rata-rata, sehingga wajar harganya mahal

Misalnya untuk contoh kasus barbershop versus pangkas rambut. Yang satunya ada jasa creambath sedangkan yang satunya lagi tidak, misalnya.

Tak bisa dipungkiri bahwa bahasa asing, bahasa Inggris misalnya, memiliki daya pikat atau daya pragmatik yang mampu menimbulkan citra tertentu seperti mahal, mewah, dan semacamnya sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh balai bahasa Provinsi Riau yang dilansir oleh riaupos.jawapos.com menyebutkan bahwa pemberian nama produk secara tidak langsung akan membuatmu ‘menarik’ konsumen yang se-frekuensi dengan produkmu. 

Jadi ketika orang ke barbershop, ia bisa berharap akan mendapatkan kapster yang menguasai gaya rambut terkini. Sementara bagi orang yang hanya butuh gaya biasa saja, menggunakan jasa potong rambut keliling juga tidak masalah dan pasti tidak akan kecewa. 

Ternyata, cara menentukan harga produk tak hanya sebatas berapa harga penjualan atau biaya yang kamu keluarkan. Juga tak hanya tentang berapa keuntungan yang kamu inginkan, tapi juga mengenai image apa yang ingin kamu buat dari produk yang kamu tawarkan ke konsumen.

Jadi, jika kamu ingin menciptakan atau membentuk image bahwa produk di toko online-mu ini untuk kalangan tertentu, menengah ke atas misalnya, maka pastinya kamu akan mempertimbangkan untuk memberi sentuhan istilah-istilah asing dalam menamai produkmu. Pun sebaliknya, jika produkmu untuk kalangan menengah ke bawah atau mereka dengan penghasilan biasa saja, maka namai produk dengan istilah asing yang membuat mereka berpersepsi produkmu pasti mahal tentu bukan tindakan yang bijak. Cara sukses jualan online dengan aware terhadap nama produk adalah tindakan konkret bahwa kamu peduli dengan konsumenmu.

LummoSHOP_Nama-Produk

Selain masalah nama produk, kamu sebaiknya juga memperhatikan nama website jualan yang kamu gunakan. Nama website yang catchy di lidah dan di mulut akan lebih mudah terngiang-ngiang di pelanggan. Janganlah menggunakan istilah yang susah dihafal atau kurang familiar. Nama website jualan yang rumit membuat konsumen enggan datang karena dianggap membebani pikiran mereka, pun sebaliknya. 

Jika saat ini kamu belum memiliki website jualan sebagai penunjang bisnismu, tak perlu khawatir karena kamu bisa membuatnya saat ini juga dengan mudah. Tinggal download saja aplikasi LummoSHOP di playstore kemudian ikuti langkah-langkah sesuai petunjuk. Selanjutnya, kamu sudah bisa membuat toko online gratis setelah mendapatkan domain gratis dari LummoSHOP. Tak hanya itu, sebagai pebisnis pemula, kamu mungkin ingin meng-upgrade ilmu termasuk mencari inspirasi nama-nama menarik untuk produkmu selanjutnya. Tenang, kamu bisa ikut komunitasnya dan mendapatkan banyak ilmu di sana dari ahlinya seperti cara sukses jualan online, cara buat website jualan yang user friendly, cara jualan online dengan modal minimal, dan masih banyak lagi, termasuk cara memberi nama produk inspirasinya dari mana saja sebagaimana pembahasan pada tulisan ini.

Kembali lagi ke persoalan pemberian nama produk yang bisa berpengaruh pada harga. Tentunya, kamu tak bisa menyamaratakan semua wilayah di seluruh dunia seperti ini. Bisa saja, bahasa asing di negara asalnya akan terlihat biasa saja dibandingkan ketika digunakan sebagai nama tertentu di sini. Misalnya, kamu menjual fried rice di Inggris, image-nya mungkin biasa saja ketimbang kamu menjual nasi goreng dengan nama tersebut di sini. Jadi pertimbangkan juga sosial budaya, ya.

Masalah harga nyatanya tidak hanya persoalan teknis seperti total biaya, harga pokok produksi, harga pokok penjualan, biaya overhead, margin atau keuntungan yang diinginkan, harga yang dipasang kompetitor, atau hal serupa. TIDAK. Akan tetapi, lebih daripada itu. Jangan lupakan juga masalah nama karena ternyata hal tersebut sangat bisa mempengaruhi harga.

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP