fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Begini Cara Lakukan Affiliate Marketing Pada Bisnis D2C

cara lakukan affiliate marketing

Bisnis dengan model D2C atau direct-to-consumer yang berarti menjual langsung kepada konsumen, mengalami peningkatan signifikan di masa pandemi. Terutama untuk model bisnis D2C yang dilakukan secara online. Salah satu model pemasaran yang dapat mendorong penjualan dalam bisnis direct-to-consumer adalah dengan menggunakan affiliate marketing. LummoSHOP akan membahas lebih lanjut cara lakukan affiliate marketing pada bisnis D2C.

Model D2C memang memudahkan pebisnis atau produsen untuk berhubungan langsung dengan konsumen secara online. Selain itu pandemi memang telah mengubah banyak hal, salah satunya gaya belanja yang cenderung online.

Sehubungan dengan hal tersebut, pemasaran tetap saja menjadi senjata utama dalam bisnis termasuk dalam model D2C. Lalu bagaimana cara lakukan affiliate marketing dalam model bisnis D2C? Kita akan bahas tuntas dalam tulisan berikut. 

 

Affiliate Marketing dan D2C

Affiliate marketing adalah model pemasaran yang memberikan komisi pada pemasar atau marketer-nya, berdasarkan: hasil penjualan, klik, download, pengisian formulir dan sebagainya. Cara ini sangat umum dalam bisnis online, dan dapat kamu terapkan dalam aneka model bisnis termasuk direct-to-consumer. Karena dilakukan dengan online, maka jangkauan konsumen cukup luas dan tak terbatas waktu. 

Sedangkan D2C yang merupakan singkatan dari direct-to-consumer, adalah model bisnis yang sedang marak terutama setelah terjadi pandemi. Model bisnis ini menghubungkan langsung antara produsen dengan konsumen. Sehingga tidak perlu adanya retailer atau perantara lagi. Oleh sebab itu, lebih menguntungkan bagi kedua belah pihak. Hal itu karena produsen akan menerima pendapatan penjualan secara penuh, dan konsumen memperoleh pelayanan langsung dari produsen.

Model bisnis apa pun termasuk D2C tentu membutuhkan pemasaran. Salah satu model pemasaran yang cukup efektif adalah dengan affiliate marketing

 

Cara Lakukan Affiliate Marketing dalam Bisnis D2C

Cara lakukan affiliate marketing dalam bisnis D2C, sama dengan cara lakukan affiliate marketing pada model bisnis lainnya. Pertama adalah harus ada tiga pihak yang terlibat, yaitu:

  1. Penyedia produk atau produsen. Pihak ini yang akan menyediakan link afiliasi dan membayarkan komisi kepada pemasar atau affiliate marketer.
  2. Affiliate marketer adalah pihak yang memasarkan produk dari produsen lewat link afiliasi. Tentu saja untuk menjadi affiliate marketer, kamu harus tergabung dengan produsen yang menawarkan barang atau jasa tertentu. 
  3. Konsumen adalah pihak yang melakukan pembelian dari produsen dengan melakukan klik pada link afiliasi. 

Ketiga pihak tersebut kemudian terhubung dalam sebuah alur kerja. Berikut adalah alur kerja dalam affiliate marketing.

  1. Produsen menyediakan link afiliasi.
  2. Affiliate marketer mendaftar pada produsen dan memperoleh link afiliasi yang telah produsen sediakan.
  3. Affiliate marketer memasang link afiliasi pada platform online-nya (website, blog, media sosial, dan sejenisnya).
  4. Konsumen melakukan klik pada link afiliasi saat membeli. Maka terjadi penjualan.
  5. Produsen melakukan verifikasi terhadap link afiliasi atas penjualan.
  6. Affiliate marketer memperoleh komisi atas penjualan yang berhasil mereka lakukan.

Cara lakukan affiliate marketing dalam D2C tidak berbeda dengan model lainnya. Di samping itu, affiliate marketing tetap bisa menghubungkan langsung antara produsen dan konsumen. Sebuah prinsip utama dalam D2C.  

Meski demikian, dampak affiliate marketing terhadap peningkatan penjualan model bisnis D2C ternyata cukup signifikan. Bagaimana bisa?

cara lakukan affiliate marketingAffiliate Marketing Membantu Bisnis D2C

Cara lakukan affiliate marketing dalam bisnis D2C memberi dampak lebih baik ketimbang model marketing lainnya. Hal itu karena salah satunya adalah pemasaran yang sudah tersegmentasi dengan lebih baik.

Lalu bagaimana affiliate marketing bisa membantu bisnis D2C untuk bertumbuh lebih baik?

  • Menarik pelanggan baru

Affiliate marketing efektif untuk menggaet pelanggan baru. Bisa demikian karena affiliate marketing dilakukan lewat platform online, dengan jangkauan yang luas dan bisa kamu lakukan kapan saja. Selain itu, para affiliate marketer biasanya berasal dari kalangan model pegiat online, seperti: blogger, YouTuber, TikToker, dan sejenisnya. Dengan keragaman tersebut, maka potensi untuk menarik pelanggan baru lebih besar. 

Seiring bertambahnya pelanggan baru, maka penjualan pada bisnis pun ikut meningkat. Bukankah dalam bisnis D2C memang perlu adanya peningkatan penjualan termasuk bertambahnya pelanggan baru?  

  • Sarana tepat untuk memberikan tawaran promosi eksklusif dengan waktu terbatas

Affiliate marketing mampu memberi tawaran promosi eksklusif dengan waktu terbatas. Pada bisnis D2C, tujuan dari promo ini adalah menambah jumlah konsumen, mempertahankan konsumen setia, dan mendorong konsumen untuk segera melakukan pembelian kembali. 

Dengan menggunakan affiliate marketing, maka sasaran promo akan lebih tepat. Hal tersebut karena para affiliate marketer sudah menentukan produk tertentu untuk diberi link afiliasi. Affiliate marketer sudah menargetkan audiens yang akan diberi link afiliasi. Sehingga lebih mudah bagi affiliate marketer untuk menjaring konsumen. Dengan begitu, konversi penjualan pun sangat mungkin untuk tercapai.

  • Menekan biaya pemasaran

Dalam model affiliate marketing, affiliate marketer baru mendapat komisi setelah terjadi penjualan, klik, pengisian formulir, download sebuah software, atau persyaratan lainnya. Tanpa aktivitas tersebut, maka produsen tidak perlu membayar komisi. 

Para affiliate marketer baru bisa memperoleh komisi setelah mereka berhasil melakukan pekerjaannya, yaitu menggiring konsumen untuk melakukan sesuatu pada sebuah produk. Cara ini sudah pasti bisa menghemat biaya pemasaran dan pebisnis hanya perlu memberikan komisi sesuai kinerja. 

Berbeda dengan pemasaran konvensional seperti memasang iklan pada website atau blog. Rendah atau tingginya kinerja iklan, pebisnis tetap harus membayarkan sejumlah dana kepada marketer.  

  • Membangun loyalitas merek

Model bisnis direct-to-consumer tentu harus memberi perhatian lebih pada konsumen. Oleh karena itu, penting untuk membangun loyalitas merek. Untuk melakukannya perusahaan bisa menawarkan program affiliate marketing kepada konsumen yang loyal. Sehingga mereka terus terhubung dengan produkmu sekaligus bisa menambah jumlah konsumen.

Model affiliate marketing sudah sejak lama dipercaya mampu membangun loyalitas merek dengan baik. Tentu saja hal tersebut harus didukung dengan pelayanan dan produk terbaik dari produsen. 

  • Mengevaluasi kinerja

Salah satu hal penting dalam sebuah bisnis adalah kemampuan mengukur kinerja pemasaran. Dengan data tersebut, maka lebih mudah melakukan evaluasi mengenai promosi yang telah dijalankan. Program affiliate marketing bisa bantu kamu mengerjakan hal itu, karena affiliate marketing memakai teknologi yang dapat melacak model pemasaran seperti apa yang berhasil dan yang tidak.

Saat model marketing lain mengukur kinerjanya secara kualitatif, affiliate marketing justru memberikan data riil dari hasil kerja affiliate marketer-nya. Data ini menjadi pedoman untuk mengevaluasi performa strategi pemasaran.

Cara lakukan affiliate marketing di atas terbukti membantu bisnis D2C untuk terus bertumbuh. Bukan hanya menambah jumlah konsumen, tetapi juga mampu meningkatkan penjualan.

Jadi bagi kamu yang berbisnis online dengan model D2C, kini saatnya mulai menggunakan kekuatan affiliate marketing untuk mengembangkan bisnis kamu.