fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Biaya Overhead Termasuk Unsur Penting, Ini 5 Tipsnya

biaya overhead

Dalam bisnis, kamu perlu mencatat dan menghitung semua pengeluaran biaya dengan teliti. Salah satunya, yakni biaya overhead. Kamu perlu hitung biaya ini agar keuangan bisnismu stabil. Apa itu biaya overhead? Dalam bisnis, biasanya kamu mencatat pengeluaran umum, seperti biaya gaji karyawan, biaya produksi, biaya entertain. Biaya-biaya itu merupakan pengeluaran yang mesti masuk dalam buku keuangan perusahaan.

Selain itu, sebetulnya ada banyak biaya tidak terduga atau lazim dengan sebutan biaya lain-lain maupun biaya tidak langsung. Biaya tidak terduga di antaranya, biaya bensin dan perawatan mobil, biaya konsumsi karyawan saat lembur, biaya santunan, biaya penyusutan, dan sebagainya. Nah, biaya-biaya tersebut perlu tercatat dalam laporan keuangan. Kalau tidak begitu, bisa terjadi ketimpangan. Biaya-biaya yang tidak tercatat secara umum dan tidak terduga itu mempunyai sebutan biaya overhead.

(Baca juga: Catatan Atas Laporan Keuangan, Pengertian dan 7 Cara Membuatnya)

Jenis Biaya Overhead

Umumnya, perusahaan membagi biaya overhead menjadi tiga jenis, yaitu tetap, overhead variabel, dan semi variabel. Kamu perlu menghitung ketiga jenis biaya ini secara detail. Sebab, tidak hanya akan mempengaruhi laporan keuangan, tapi juga dalam proses menghitung.

Biaya Overhead Tetap

Biaya ini merupakan pengeluaran kamu secara rutin dalam operasional bisnis. Mengingat biaya ini bersifat rutin, biasanya nominalnya selalu sama dan tidak terpengaruh untung dan ruginya bisnis. Biayanya dapat berupa antara lain:

  • Biaya sewa tempat

Baik itu sewa kantor, sewa gudang, sewa ruko, yang mengharuskan kamu membayarnya setiap bulan secara rutin dan tidak berhubungan dengan produksi.

  • Biaya gaji karyawan

Biaya untuk menggaji secara rutin karyawan perusahaan kamu. Namun, karyawan itu tidak berkaitan secara langsung dalam proses produksi. Seperti gaji manajer, gaji karyawan non produksi, dan sebagainya.

(Baca juga: Ini Dia Hak Karyawan Bisnis UMKM yang Wajib Kamu Penuhi)

  • Biaya asuransi

Apabila bisnismu menyediakan asuransi untuk karyawan, ini termasuk overhead tetap. Kamu membayar biaya asuransi tenaga kerja setiap bulannya yang terdaftar pada perusahaan asuransi. Tentu saja jumlah uang yang dibayar per karyawan sudah ditentukan dan jumlah nominalnya. Biasanya, nominal itu tidak berubah.

  • Depresiasi

Biaya depresiasi merupakan biaya yang yang timbul karena pemakaian aktiva tetap. Jadi, biaya muncul karena aset mengalami penurunan nilai manfaat atau kualitas. Penyebab penurunan tersebut karena pemakaian atau penggunaan dalam periode tertentu.

  • Pajak

Ketika melakukan aktivitas bisnis, kamu pastinya akan membayar pajak. Sejumlah di antaranya, pajak pertambahan nilai dan pajak penghasilan perusahaan dengan pembayaran setiap bulan.

Biaya Overhead Variabel

Biaya ini merupakan kebalikan dari overhead tetap, yaitu biaya yang keluar cenderung mengalami perubahan bergantung kondisi dan situasi. Penyebab perubahan biaya karena volume produk atau jumlah layanan yang diberikan berubah. Misalnya, ketika hasil produksi menurun atau meningkat. Maka, nilai biayanya akan berubah. Namun, apabila tidak terjadi produksi, biaya ini tidak akan ada. Adapun jenis biayanya, meliputi biaya pemasaran, perlengkapan kantor, dan biaya telepon.

Biaya Overhead Semi-variabel

Biaya ini bersifat fleksibel dan merupakan campuran dari biaya tetap dan variabel. Artinya, kamu membayar secara rutin biaya ini dengan nominal berubah-berubah tiap waktu. Adapun termasuk biaya ini, yakni biaya telepon, biaya pengisian tinta printer, biaya air dan listrik, biaya tenaga kerja tak langsung, biaya pemeliharaan, biaya peralatan, biaya bahan mentah tak langsung, dan sebagainya.

Cara Menghitung Biaya Overhead

Dalam menghitung biaya overhead, perlu melakukan pencatatan yang rapi, terorganisir dan lengkap. Dengan cara itu, kamu bisa menghitung dengan baik biaya tidak langsung. Adapun dalam menghitung ada beberapa cara, yaitu:

  • Mencatat semua pengeluaran dan buat kategori

Siapkanlah daftar pengeluaran bisnis kamu secara lengkap dan menyeluruh. Pisahkan antara biaya langsung dengan tidak langsung. Adapun biaya langsung, di antaranya persediaan, bahan baku dan tenaga kerja. Sementara itu, biaya tidak langsung adalah persediaan, bahan baku, dan tenaga kerja produksi. Tujuannya, agar kamu bisa menghitungnya dengan mudah.

(Baca juga: Laporan Laba Rugi : Pengertian, Bentuk, Contoh, Cara Membuatnya)

  • Menghitung Persentase Biaya Overhead

biaya overhead

Setelah kamu memisahkan semua biaya, langkah selanjutnya adalah menghitung biaya persentasenya. Adapun tujuan mencari persentase, yakni agar kamu tahu berapa banyak biaya yang kamu habiskan untuk biaya overhead dan membuat produk. Adapun cara menghitungnya adalah dengan membandingkan besaran biaya tidak langsung dengan biaya langsung, lalu mengalikan dengan 100%

Dari hasil perhitungan tersebut akan menunjukan persentase biaya tidak langsung yang kamu keluarkan dalam menjalankan bisnis. Kamu bisa menjadikan hasil persentase tersebut untuk mengevaluasi biaya tidak langsung yang kamu keluarkan. Semakin rendah persentasenya, berarti menunjukkan kamu telah melakukan efisiensi biaya yang lebih baik.

Contoh:

Biaya tidak langsung setelah kamu hitung adalah sebesar 16.800, sedangkan biaya langsung adalah 48.000. Adapun rumusnya sebagai berikut:

biaya overhead

Dari hasil perhitungan tersebut, persentase yang didapatkan adalah 35%. Ini artinya, kamu telah menghabiskan 35% uang atau modal kamu untuk membiayai biaya tidak langsung seperti biaya sewa, biaya asuransi dan sebagainya.

(Baca juga: Cara Tepat Kelola Modal Usaha)

Rumus ini juga bisa kamu gunakan untuk membandingkan biaya overhead dengan penjualan, biaya tenaga kerja. Adapun rumus untuk persentase perbandingan dengan penjualan adalah total biaya tidak langsung dibagi total penjualan kemudian dikalikan dengan 100. Sementara itu, persentase tenaga kerja adalah total biaya tidak langsung dibagi total biaya tenaga kerja dan dikalikan 100. Ingat! Semakin kecil persentasenya maka semakin baik.

Tips Pentingnya Biaya Overhead

biaya overhead

Berdasarkan penjelasan di atas kamu jadi tahu betapa pentingnya biaya overhead. Sebab, keuangan perusahaan bisa terganggu apabila angka atau nominalnya semakin besar. Berikut ini tips mengapa pentingnya biaya tidak langsung.

  1. Mengetahui rincian biaya

Dengan menghitung biaya tidak langsung, kamu dapat mengetahui rincian biaya. Sebab, kamu mencatat berbagai pengeluaran baik langsung maupun tidak langsung dalam bisnis kamu. Dengan mengetahui rincian biaya, kamu bisa membuat anggaran dana untuk biaya tidak langsung, sehingga menghindari pengeluaran berlebihan.

  1. Mengontrol biaya produksi

Sebagai pebisnis, kamu pasti tahu berapa besar biaya produksi yang kamu habiskan untuk membuat produk. Lantaran begitu, gunakanlah perhitungan persentase biaya tidak langsung untuk mengontrol biaya produksi kamu. Jika persentasenya besar, maka kamu harus evaluasi, apakah yang menyebabkan biayanya membengkak.

  1. Dapat menentukan harga produk

Dengan mengetahui berapa biaya tidak langsung, kamu dapat menentukan harga produk. Mengapa? Dalam menghitung harga produk juga memasukkan data berapa banyak biaya tidak langsung yang keluar. Jangan sampai, biaya tidak langsung tidak dihitung dalam menentukan harga produk.

(Baca juga: Apa yang Dimaksud Harga Pokok Penjualan (HPP)? Simak Pengertian dan 7 Tips Pentingnya)

  1. Sebagai dasar penyusunan strategi perusahaan

Dengan mengetahui berapa besar biaya tidak langsung, kamu bisa menggunakannya sebagai dasar keputusan dalam menyusun strategi perusahaan. Dengan data ini, kamu bisa melakukan kebijakan dan berbagai strategi baik itu menaikkan harga produksi, menambah karyawan untuk meningkatkan produksi, maupun melakukan promosi besar-besaran.

  1. Melakukan alokasi anggaran

Dengan mengetahui berapa besar biaya overhead, kamu bisa menggunakannya sebagai dasar dalam mengalokasikan anggaran dana. Jika dana biaya tidak langsung terlalu besar, kamu bisa melakukan penyesuaian biayanya dan mengalokasikan untuk dana lain.

Itulah penjelasan mengapa pentingnya biaya overhead dalam dunia usaha bisnis. Semoga dapat membantu kamu dalam menghitung biaya tidak langsung sebagai bahan untuk memutuskan strategi bisnis.

 

Baca juga artikel terkait lainnya

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP