fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Sukses Bangun Bisnis Pakaian Anak dengan Model Bisnis D2C ala Erdans

Bisnis Pakaian Anak

Kalau kamu merasa gaji bulanan masih kurang dan ingin penghasilan tambahan, kenapa tidak coba bisnis pakaian anak? Peluang bisnis ini masih terbuka luas karena baju masih jadi kebutuhan pokok yang menarik minat tiap kalangan. Terutama di momen tertentu seperti Hari Raya atau akhir tahun, bisnis pakaian anak bisa laris manis. 

Tertarik? Simak dulu kisah Shegi Mutya dan Randy, pemilik bisnis pakaian anak Erdans yang dimulai dengan modal seadanya hingga sekarang laris manis dan mampu mempekerjakan puluhan karyawan.

Buat Baju Anak di Permak Jeans

Bisnis pakaian anak Erdans dimulai dari usaha coba-coba pasangan suami istri, Shegi dan Randy. “Awalnya aku iseng aja, ambil produk bando anak dari orang lain, terus suami yang foto, kita post  di media sosial dan ternyata laku. Aku pikir lucu nih, kalau kita buat satu set dengan bajunya” cerita Shegi. Karena tidak punya keterampilan menjahit dan tidak berhasil ketemu penjahit pakaian anak yang pas, akhirnya jasa permak jeans di pinggir jalan mereka manfaatkan. 

Dari penjahit permak jeans ini, mereka berhasil mendapat 20 set baju anak yang serasi dengan bando yang mereka jual. Begitu ditawarkan, produk ini langsung habis diserbu konsumen. “Kami nggak menyangka, ternyata jualan kami bisa laku. Akhirnya kami putuskan untuk serius menjalankan bisnis ini” kata Shegi mengenang awal usahanya berjualan pakaian anak.

Tapi jasa permak jeans punya keterbatasan hingga Shegi dan Randy akhirnya harus mencari tukang jahit pakaian yang terbiasa membuat pola baju. “Setelah kita pindah rumah baru kita ketemu tukang jahit yang cocok” kata Shegi.

Untung Punya Tetangga Selebriti

Bisnis Pakaian AnakSaat ini agar sebuah brand atau bisnis pakaian anak bisa laris dan dilirik banyak orang, banyak produsen butuh di-endorse selebriti atau influencer. Apalagi jika berjualan lewat media sosial seperti Instagram. Beruntung saat mulai berbisnis, Shegi dan Randy tinggal bersebelahan dengan artis Gisel dan putrinya, Gempi. “Tadinya cuma minta tolong saja ke Gisel, boleh nggak kalau Gempi saya pakaikan bando kami, terus difoto dan di-post di akun media sosial. Kata Gisel boleh. Kami juga nggak meminta dia untuk memasangnya di IG-nya, tapi ternyata oleh Gisel fotonya juga di-post di akun pribadinya. Akhirnya banyak orang yang tahu produk kami dan follow Erdans, ya kami bersyukur banget deh,” ujar Shegi dengan rasa bangga. 

Berkat endorse gratis dari tetangga yang selebriti ini, produk aksesoris dan pakaian anak buatan Erdans makin dikenal. Penjualan per bulan pun ikut melonjak meski saat itu penjualan hanya via Instagram dan WhatsApp. “Dalam sehari, kami menerima chat konsumen dari 50 chat, naik ke 100 sampai puncaknya kita bisa terima 800 chat dari pembeli dalam satu jam. Hanya ada kami berdua yang menjawab chat secara bergantian. Harus bergantian, karena kalau sendirian pasti sudah nggak kuat balas chat,” kata Randy. Karena permintaan pasar yang terus meningkat, pasutri ini kemudian mulai mempekerjakan beberapa karyawan. Selain itu, sekarang mereka juga bekerja sama dengan pengusaha konveksi kecil di sekitar kawasan tempat tinggal mereka di Tangerang.

Inspirasi Anak

Shegi menyebut bisnis pakaian anak sebagai bisnis kekeluargaan, karena bisnis ini mereka awali sebagai suami istri dengan melihat kebutuhan dari putri mereka sendiri. “Jadi model baju yang kami buat mengikuti perkembangan anak kami, begitu anak tambah umur saya buat desain baru lagi sesuai umurnya” kata Shegi. Sempat ada saran untuk menggunakan desainer baju anak, tapi menurut Shegi itu malah akan bertentangan dengan niat awal mereka membangun Erdans

Terkadang putri mereka juga ikut menyumbang ide untuk model baju untuk Erdans produksi. “Kadang anak saya yang bilang ingin model baju seperti apa, lalu saya buat desainnya baru kita kasih ke tukang jahit. Jadi produk Erdans benar-benar produk yang kita suka dan anak kami pakai juga” tambah Shegi. 

Model Bisnis D2C

Bisnis pakaian anak Erdans dijalankan dengan model bisnis D2C (direct to customer) artinya produk mereka langsung ke pembeli tanpa perantara.  Dengan sistem D2C seperti ini, pebisnis bisa menjual produk mereka dengan harga yang lebih terjangkau dan bisa punya kontrol dari mulai dari produksi, pemasaran, dan pengiriman produk. Saat ini penjualan produk pakaian anak Erdans dipasarkan melalui Instagram, WhatsApp, marketplace dan Lummoshop

Namun berjualan di marketplace menurut Shegi awalnya saja menguntungkan. Tapi lama kelamaan keuntungan ini terus menurun. “Karena di marketplace keuntungan penjualan kita dipotong biaya administrasi yang besar. Makin tinggi status toko, potongannya jadi makin besar. Akhirnya kami malah kalah bersaing dari toko lain yang jual lebih murah karena biaya admin mereka lebih kecil,” jelas Shegi.

Perang harga juga jadi kendala yang paling ia tidak sukai. “Kami pedagang sama-sama cari untung jadi nggak perlu perang harga, kasihan juga penjual pemula, mereka harus pasang harga rendah sekali supaya bisa bersaing, padahal baru mulai jualan dan belum dapat keuntungan,” tambah Shegi.

Karena alasan ini ia kini berusaha mengarahkan konsumen Erdans untuk melakukan pemesanan melalui Lummoshop. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Berbisnis D2C lewat LummoSHOP

Bisnis Pakaian AnakSudah sejak lama pasutri ini ingin punya website sendiri untuk memasarkan bisnis pakaian anak dengan brand Erdans. Karena beberapa alasan, keinginan ini belum sempat terwujud. Sampai akhirnya mereka bertemu dengan konsultan dari Lummoshop. “Kami ketemu, kemudia konsultan Lummoshop menjelaskan apa aja keuntungan bergabung dengan Lummoshop. Kebetulan konsepnya cocok dan kami langsung setuju memakai Lummoshop Plus.” jelas Randy. Dengan Lummoshop, mereka merasa terbantu sekali karena banyak fitur yang memudahkan dalam berbisnis. Seperti fitur pembukuan, stok barang, admin yang melayani pembeli dan lainnya. Apalagi saat pandemi kemarin mereka terpaksa harus mengurangi jumlah karyawan yang dapat berdampak pada menurunnya kualitas pelayan terhadap konsumen. 

Dengan menggunakan model bisnis D2C ini, ada beberapa keuntungan yang Erdans dapatkan, yaitu:

  • Bisa Menentukan Tingkat Harga

Ini untungnya berjualan tanpa perantara seperti marketplace yang butuh biaya administrasi. Erdans bisa tentukan tingkat harga sendiri tanpa perlu khawatir soal perang harga dengan kompetitor. Dan juga karena tidak perlu pusing oleh biaya administrasi, tingkat laba dari tiap produk bisa mereka tentukan sendiri 

  • Bebas Aturan yang Mengikat

Marketplace biasanya punya aturan/rule yang ketat yang harus dipatuhi penjual, jika tidak patuh siap-siap saja kena penalti. Kendala ini juga menjadi keluhan Shegi, “Bahkan balas chat pelanggan juga ada batasannya, ada kata-kata yang dilarang padahal kami perlu menjawab pertanyaan konsumen secara lebih bebas.” jelas Shegi. Begitu juga saat input produk. Sedangkan di Lummshop, tidak ada aturan yang membatasi penjual dalam memasarkan produk mereka.

  • Dapat Data/Insight Konsumen

Insight konsumen penting sekali untuk membangun sebuah bisnis. Di Lummoshop, pemilik bisnis akan dapat data / insight seperti riwayat pembelian, pengelolaan basis pelanggan serta analitik lainnya yang penting untuk membangun dan mengembangkan basis pelanggan yang kuat, tanpa ada halangan dari pihak ketiga.

  • Fitur Manajemen Toko

Dengan fitur ini pebisnis dapat mengintegrasi beberapa platform penjualan di satu tempat. Sekaligus dapat situs web resmi tokonya sehingga mereka dapat membangun merek dan identitas unik bisnisnya.

Sebagai pemilik brand pakaian anak Erdans, Shegi berharap akan makin banyak pelanggan produknya yang beralih berbelanja di LummoSHOP Erdans. “Karena selain praktis, juga saling menguntungkan penjual dan pembeli,” kata Shegi. 

Bagaimana, kamu sudah lebih sreg untuk berbisnis pakaian anak dengan model D2C seperti Erdans? Model bisnis ini juga bisa kamu pakai untuk berjualan produk lain. Jangan khawatir, konsultan Lummoshop siap membantumu kalau masih bingung dengan fitur-fitur yang tersedia. Ayo, buruan coba ya!

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP
Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP