fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Bisnis Produk Bernuansa Gaya Retro pada Dekorasi Interior dan Busana

Produk bernuansa gaya retro 01

Ide bisnis produk bernuansa gaya retro adalah salah satu bisnis yang digandrungi oleh banyak kalangan. Nah, produk bernuansa retro sendiri merujuk pada produk dekorasi interior gaya retro pada dekade 1950an, 1960an dan 1970an.

Produk bernuansa retro bisa kamu kenali dengan pemilihan motif, warna atau bentuknya. Sedangkan secara umum, fitur yang paling mudah terlihat adalah pemilihan warna cerah mencolok dan aksen atau motif yang menarik perhatian.  

Nah, ketika membicarakan gaya retro, tentu tidak bisa lepas dari tren busana gaya retro yang memiliki banyak penggemar. Tidak hanya generasi yang hidup pada dekade retro, generasi muda setelahnya pun menunjukkan ketertarikan terhadap gaya busana retro belakangan ini.

Jika kamu adalah seorang pebisnis yang akan berkecimpung dalam industri retro, kamu patut menyimak manakah dari produk bernuansa gaya retro dan busana retro yang lebih prospektif di masa depan.  

Sekilas mengenai gambaran pasar industri retro

Strategi bisnis untuk memasarkan produk bernuansa retro selalu memiliki segmen pasarnya. Dilansir dari EssayShark, perusahaan-perusahaan yang menyadari potensi segmen pasar generasi Y (Milenial) terhadap produk bernuansa retro, menargetkan produknya secara masif kepada segmen pasar tersebut.

Alasannya adalah generasi Y terbukti paling responsif terhadap strategi nostalgic marketing yang mana suatu brand membawa kembali kenangan masa lampau kepada mereka. Karena Milenial adalah mereka yang lahir antara tahun 1981-1996, yang berarti bahwa usia tersebut memungkinkan mereka mengingat dan terlibat langsung periode retro. 

Pada sisi lain, para generasi Milenial dapat kamu anggap sebagai segmen pasar terbaik karena umumnya pada usia tersebut mereka sudah memiliki penghasilan atau bisnis sehingga membuat mereka memiliki daya beli yang potensial. Tentu konsumen yang memiliki pendapatan sendiri akan lebih mudah mengeluarkan lebih banyak uang untuk konsumsi, sehingga menyasar segmen pasar ini sangatlah beralasan.

Nah, menargetkan segmen pasar Milenial, lalu seberapa bagus potensi pasarnya bagi produk dan busana gaya retro? Menurut website World Economic Forum, Milenial adalah kelompok usia dengan proporsi terbesar di dunia yakni meliputi 23% dari total populasi global. Dengan angka ini, konsumsi produk oleh Milenial tentu lebih besar jika kamu bandingkan dengan kelompok usia lainnya.

Oleh sebab itu, melalui segmen pasar Milenial, pebisnis dapat memaksimalkan profitnya jika berbisnis dengan produk retro yang tepat. Lalu manakah yang lebih prospektif, berbisnis busana atau produk bernuansa gaya retro pada desain interior? 

Produk Bernuansa Gaya Retro pada Dekorasi Interior

Produk bernuansa gaya retro 02
young woman in sunglasses holding magazine while posing and sitting armchair on grey

Produk bernuansa gaya retro bisa menjadi salah satu pertimbangan terutama karena adanya tren yang menunjukkan permintaan konsumen terhadap barang furniture second hand saat pandemi dimulai.

Pada Vogue, Chairish (sebuah jasa penjualan furniture online) menyatakan bahwa terdapat peningkatan penjualan perabot interior lama sejumlah 60% terhitung sejak tahun 2020. Sedangkan menurut Statista, proyeksi penjualan furniture second hand akan mengalami kenaikan hingga 70% dari tahun 2018 hingga tahun 2025. 

Selain itu, prospek bisnis produk bernuansa gaya retro dapat kamu lihat dari beberapa aspek berikut ini. 

Prinsip sustainability 

Selain kualitas dan keunikan produk bernuansa gaya retro, salah satu nilai tambah dalam produk retro adalah prinsip sustainability yang diusungnya. Melalui prinsip tersebut, kamu dapat membantu agar lebih banyak produk olahan kembali dan tidak berakhir di tempat pembuangan.

Di samping itu, menjadikan prinsip ini sebagai visi brand juga akan menarik banyak konsumen untuk penasaran terhadap bisnismu. Sebab lebih banyak orang telah melek dengan isu lingkungan dan berupaya membantu membuatnya tidak bertambah parah.

Rantai pasokan 

Memiliki stok produk bernuansa gaya retro yang biasanya berasal dari pemilik sebelumnya, memungkinkan pebisnis untuk mengurangi alur distribusi barang. Hal ini akan terlihat jelas bila melihat pembandingnya yaitu produk konvensional yang memiliki alur distribusi kompleks dari pabrik pembuatnya hingga ke tangan konsumen akhir.

Dengan adanya efisiensi waktu, konsumen akan makin tertarik dan makin cepat melakukan keputusan pembelian. Nah, dari sisi pebisnis, distribusi barang yang makin singkat bisa menghemat ongkos kirim sehingga potensi profit akan lebih maksimal. 

Potensi laba

Membeli produk bernuansa retro yang memiliki harga awal rendah bisa memberikan laba optimal bagi pebisnis. Jika kamu bandingkan dengan produk biasa dari produksi massal, kamu berkesempatan mengantongi lebih banyak keuntungan karena memangkas berbagai biaya terkait produksi dan pengiriman.

Selain itu, potensi profit juga bisa kamu dapatkan dari penjualan beberapa barang yang memiliki keunikan khas sehingga mempunyai daya tawar lebih tinggi. Sebab kadang ada saja kolektor barang retro yang bersedia membeli barang tertentu dengan harga lebih mahal jika kamu bisa menyediakannya. Tertarik untuk berbisnis produk dekorasi interior gaya retro?

Busana gaya retro

Produk bernuansa gaya retro 03
multicultural women in stylish retro clothing sitting on bicycle isolated on grey

Fashion atau busana gaya retro sudah menjadi pilihan mainstream bagi hampir semua orang. Banyaknya public figure yang menggunakan busana gaya retro turut mendukung popularitasnya di mata banyak konsumen.

Nah, prospek bisnis busana gaya retro ini patut kamu pertimbangkan jika kamu ingin memulai bisnis. Beberapa hal di bawah ini adalah faktor yang membuat gaya retro memiliki potensi untuk mendatangkan banyak cuan untuk bisnismu.

Gaya yang selalu sesuai dengan perkembangan zaman

Busana gaya retro adalah salah satu pilihan tepat bagi penggemar fashion yang selalu ingin mengikuti perkembangan zaman dengan tren terbarunya. Keinginan konsumen ini adalah kabar baik bagi kamu yang ingin mulai bisnis retro second hand karena minat konsumen terhadap gaya retro tidak dipengaruhi oleh hal tertentu yang akan menyebabkannya mengalami pasang surut. 

Oleh sebab itu, bisnis busana gaya retro bisa mendatangkan banyak konsumen bukan karena kebaruannya, tetapi karena karakter klasik yang membuat orang tertarik untuk membelinya. 

Memiliki kualitas bagus

Busana gaya retro terbuat dari bahan-bahan terbaik di mana pembuatnya memiliki prinsip bahwa busana tersebut harus awet hingga bertahun-tahun lamanya. Tentu materi bahan busana retro tersebut hampir tidak bisa kamu bandingkan dengan kebanyakan pakaian pada zaman sekarang.

Karena dengan minimnya bahan buatan yang memiliki kualitas rendah tetapi lebih murah. Selain itu, kita juga bisa menemukan banyak detail dan aksen yang mewah dan awet sehingga pakaian tersebut. Sehingga bisa kamu wariskan hingga ke generasi setelahnya. 

Pada zaman sekarang, industri pakaian menitikberatkan produksi massal, pakaian terbuat dengan lebih banyak material berkualitas rendah yang murah. Selain lebih praktis, pembuatan massal tersebut juga memungkinkan biaya produksi yang lebih rendah.  

Prospek bisnis yang cerah

Dilansir dari website resmi Harper Bazaar, industri fashion mulai bergerak ke arah sustainable dengan berbagai penjualan barang second hand-nya. Dari situ bisa kamu perkirakan bahwa dalam waktu 10 tahun, industri pakaian bekas akan mengalami pertumbuhan lebih tinggi daripada pakaian konvensional. 

Busana gaya retro second hand bisa menjadi ide bisnis terbaik berdasarkan laporan global yang diadakan oleh Thredup yang menyatakan bahwa pasar penjualan pakaian bekas sedang mengalami pertumbuhan sebesar 11 kali lebih cepat daripada pasar pakaian konvensional. Tidak sampai di situ, angka tersebut akan terus mengalami kenaikan hingga tahun 2030. 

Nah, semoga penjelasan di atas bisa memberikanmu gambaran mengenai prospek produk bernuansa gaya retro. Selain itu, kamu dapat menyesuaikan bisnismu dengan permintaan pasar sesuai dengan segmen pasar yang kamu tuju. Agar kamu mendapatkan untung maksimal. Selamat berbisnis!