fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Ingin Buka Bisnis Produk Kesehatan Online? Cek Dulu Strateginya Disini!

Produk kesehatan

Bisnis produk kesehatan online menjadi salah satu peluang bisnis yang dapat beradaptasi dengan keadaan pandemi. Banyak orang pasti sudah tahu bahwa produk kesehatan sedang menjadi favorit. Jika kamu bandingkan dengan beberapa waktu yang lalu, seperti yang ada pada laman pom.go.id, menyebutkan bahwa hingga tahun 2021 ada 75 produk kesehatan mengandung probiotik yang diajukan untuk registrasi, dimana sebanyak 67 sudah disetujui. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Sedangkan kompas.com menjelaskan bahwa ada tiga produk kesehatan yang menjadi favorit atau paling banyak masyarakat beli dan cari. Mereka adalah masker, sabun air, dan hand sanitizer. Meskipun kondisi pandemi sudah mulai membaik, Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban meminta masyarakat Indonesia untuk tetap diminta untuk waspada dan jaga kesehatan. Ini artinya, produk kesehatan akan terus menjadi konsumsi. 

Persiapan Sebelum Memulai Bisnis Produk Kesehatan Online

Sebelum melangkah lebih jauh dengan bisnis produk kesehatan online, perhatikan hal-hal berikut ini: 

  1. Apa yang Kamu Jual: Produk Kesehatan atau Produk Obat, atau Keduanya

Bisnis online kamu harus fokus ke jualan apa. Apa yang kamu pilih pastinya mempengaruhi apa yang akan kamu lakukan selanjutnya. 

  1. Jika Kamu Memilih untuk Melakukan Bisnis Produk Kesehatan Online

Langkah selanjutnya adalah kamu harus menentukan lagi produk apa saja yang akan kamu jual? Kamu juga harus menyadari bahwa meskipun permintaan di beberapa produk kesehatan seperti makar dan hand sanitizer melesat. Setidaknya hingga menjelang akhir tahun 2020, produsen masker meningkat sebesar 700%, sedangkan hand sanitizer 955 sebagaimana dilaporkan pada laman liputan6.com. Bisa terbayangkan, jika baru “masuk” atau baru ikutan, kamu jelas butuh strategi khusus untuk mendapatkan konsumen.

2 Fokus Utama saat Menjual Produk Kesehatan

    • Keamanan

Terkbukti dengan jaminan SNI atau Standar Nasional Indonesia. Produk kesehatan seperti masker alangkah baiknya harus ber-SNI. 

    • Izin Edar dari Kementrian Kesehatan

Untuk produk kesehatan seperti hand sanitizer. Meski dibilang menggiurkan, nyatanya kamu tidak bisa sembarangan, ya. Pastikan bisnis online produk kesehatan milik kamu sudah memenuhi syarat di atas. 

  1.  Jika Kamu Memilih Jualan Online Produk Obat

Jika bisnis produk kesehatan tidak terlalu complicated, tapi tetep ada beberapa hal penting yang harus kamu perhatikan. Bisnis produk obat justru sebaliknya. Kami tidak bisa sembarangan jual obat karena berhubungan dengan nyawa manusia. 

Pertimbangan Menjual Obat Online:

  • Tak Semua Obat Bisa Kamu Jual Belikan Secara Bebas

Kamu tentu sudah tahu, kalau tak semua obat bisa kamu jual dengan bebas tanpa resep dokter. Melansir dari pom.go.id, obat digolongkan menjadi tiga kelompok: 

    • Obat bebas tanpa resep dokter yang notabene bisa kamu jual di pasaran.
    • Obat terbatas adalah obat yang dapat konsumen beli tanpa resep dokter, tapi disertai dengan peringatan. Biasanya peringatan tersebut berupa kalimat seperti
    • Awas! obat keras! Baca aturan pakainya! 
    • Hanya untuk kumur! Jangan di telan
    • Hanya untuk pemakaian luar! 
    • Obat keras, adalah obat yang tidak bisa sembarangan diedarkan. Konsumen harus mendapat resep dokter dulu untuk mendapatkannya
  1. Ada Izin Usaha

Sekalipun bisnis jualan obat milikmu sifatnya online, tapi tetap harus berizin. Menjual obat tak seperti jualan mainan atau semacamnya, bukan sedikit lebih kompleks memang. 

Jika kamu masih ragu untuk memulai bisnis produk kesehatan online, kamu bisa menggandeng teman atau rekan yang memiliki latar belakang farmasi. Apalagi jika kamu sama sekali belum ada basic atau minim pengetahuan tentang kesehatan.

  1. Pangsa Pasar

Selain poin-poin diatas, hal yang tidak kalah pentingnya, yaitu memikirkan pangsa pasar. Kepada siapa nanti bisnis produk kesehatan online kamu pasarkan. Cara jualan jualan produk kesehatan online, sebaiknya mulai kamu pikirkan sembari menyiapkan hal-hal seperti yang sudah ditulis diatas. 

Pandemi membuat bisnis produk kesehatan online dan produk obat melesat. Kalau kamu ingin menjadi bagian didalamnya, pahami dulu apa saja hal yang harus kamu siapkan serta pertimbangkan. Apalagi, jika model bisnis kamu langsung menyasar konsumen tanpa penghubung atau perantara (D2C). untuk itu, penting bagimu untuk mengetahui perilaku atau kebiasaan konsumen produk kesehatan atau produk obat, lho. Tentu saja kaitannya adalah metode promosi yang nanti akan kamu gunakan untuk menggaet atau memenangkan hati mereka sampai bisa menjadi pelanggan setia. 

Produk kesehatan

Cari Tahu Kebiasaan Konsumen Produk Obat dan Kesehatan

Dalam memilih produk kesehatan atau obat, apa sih biasanya  yang menjadi pertimbangan konsumen? Kenapa memilih obat A. Kenapa memilih masker B, atau kenapa membeli hand sanitizer C. Apa yang melatarbelakangi keputusan mereka?

Meskipun tiap konsumen pasti punya alasan masing-masing, bukan berarti kamu tidak bisa mengidentifikasi. Secara umum, karakter konsumen bisnis produk kesehatan online atau produk obat bisa kamu pelajari kok. Yuk, ketahui lebih dulu agar jualan online kamu tepat sasaran. 

  1. Pemilihan Masker

Salah satu produk kesehatan yang popularitas saat ini tinggi adalah masker. Sebenarnya , WHO telah menetapkan standar masker seperti apa yang seharusnya kita gunakan yang sekiranya bisa melindungi kita dari virus. Tapi, apakah kamu yakin kalau semua orang bakal mengikuti saran WHO? 

Faktanya, ada konsumen yang menggunakan masker sebagaimana “perintah” WHO, ada juga yang tidak. Beberapa pertimbangan konsumen dalam membeli masker: 

    • Yang sesuai saran WHO 
    • Lucu 
    • Murah 
    • Cantik dan modis 
    • Perpaduan antara yang sesuai WHO plus yang cantik dan modis di bagian luarnya
    • Bisa dipakai berkali-kali
    • Bercorak tertentu

Nah, masker yang kamu jual termasuk yang mana? Beda model, beda target, beda pula promosinya. Misalnya, menurut kamu siapakah konsumen yang akan membeli masker sesuai standar WHO, siapa pula konsumen yang akan lebih memilih masker murah? Jelas, ya. Untuk menggaet mereka, kamu pasti punya cara yang berbeda. 

  1. Pemilihan Hand Sanitizer

Selain masker, produk lain yang juga laris manis atau banyak dicari pada kondisi seperti ini adalah hand sanitizer. Dalam memilih pun, konsumen kerap mempertimbangkan beberapa hal berikut: 

    • Dapat izin dari pemerintah sehingga aman untuk digunakan karena sudah ada jaminan
    • Tak peduli ada izin atau tidak
    • Mereknya sudah terkenal 
    • Yang murah toh juga “cuma” untuk membasahi tangan beberapa detik
    • Baunya wangi atau memiliki bau tertentu yang khas 
    • Tidak membuat kulit tangan kering 
    • Kemasannya lucu/bagus/praktis
    • Tidak terlalu besar sehingga bisa masuk tes 
    • Semprotan
    • Lotion karena tidak suka semprotan
    • Membuat sendiri

Dari dua item bisnis produk kesehatan online ini saja, karakter atau kebiasaan konsumen bisa begitu beragam. Bayangkan kalau kamu tak punya pengetahuan sama sekali tentang perilaku konsumen karena tak mau mengamati, maka jual produk kesehatan akan terasa berat.

  1.  Pemilihan Vitamin dan Suplemen

Berdasarkan survei Neurosensum sebagaimana dilansir oleh katadata.id, 73% masyarakat  Indonesia mengonsumsi suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh, 94% diantaranya mengkonsumsi vitamin C. 

Jika kamu jual produk kesehatan berupa vitamin dan suplemen, pastikan kamu tahu pertimbangan apa yang kira-kira konsumen miliki sebelum membeli dua produk penting tersebut?

    • Kandungannya yang berkaitan dengan manfaat, semakin lengkap biasanya semakin konsumen inginkan
    • Harganya, ada pula konsumen yang lebih menitikberatkan pada harga, apalagi harga vitamin atau suplemen yang kandungannya lengkap juga tidak murah
    • Keluaran dari brand ternama, konsumen tak terlalu lagi dengan kandungan atau harga karena mereka percaya dengan brand yang mengeluarkan produk baru berupa vitamin dan suplemen tersebut mengingat produk-produk sebelumnya berkualitas juara.
    • Lebih suka suplemen dari bahan herbal.

Kira-kira konsumen sasaranmu termasuk yang mana, nih?

  1. Pemilihan Obat 

Mengapa seorang konsumen membeli obat tertentu? Di masa pandemi ini, alasannya semata-mata bukan karena dia sakit. Bahkan menurut Menkes sebagaimana dilansir detik.com, tak sedikit juga orang sehat yang membeli obat Covide-19 untuk jaga-jaga persediaan. 

Dengan asumsi kamu jualan online obat bukan karena untuk membantu konsumen yang ingin menimbun plus jenis obat yang kamu jual adalah obat bebas yang tak butuh resep dokter, maka tetap penting bagimu untuk mengetahui faktor-faktor apa yang membuat konsumen membeli jenis obat tertentu. Lagipula, hal tersebut akan mempengaruhi cara jualan obat online.

    • Jenis obat yang berkaitan dengan Covid-19

Menteri Kesehatan sebagaimana melansir dari okezone.com merilis 11 obat paling laris atau paling dicari konsumen pertengahan 2021 silam. Isolasi mandiri konon menjadi salah satu penyebab naiknya permintaan terhadap 11 obat yang disinyalir untuk mereka yang sedang menjadi Covid Fighter.

Jadi, kalau disimpulkan, konsumen akan cenderung mencari obat “penawar” dari situasi yang sedang dihadapi saat ini. Kalau sekarang yang kita hadapi adalah Corona, maka konsumen akan mencari obat yang berhubungan dengan itu.

    • Brand 

Tidak bisa dimungkiri bahwa brand menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih obat. Kamu sendiri deh, ketika demam, obat apa yang kamu ingat dan ingin beli? Meskipun banyak merk obat baru berseliweran, kenapa kamu tetap pilih yang itu?

Khasiat atau manfaat yang bisa jadi terhubung dengan musim. Misal saat musim hujan, konsumen cenderung mencari obat flu/batuk karena mereka biasanya mengalami gejala tersebut.

    • Harga

Tentu saja, harga masih menjadi pertimbangan, tak hanya untuk obat sebenarnya, ya. Sama-sama fungsinya antara A dan B misalnya, tapi harga A lebih mahal, tentu konsumen akan pilih B.

Meskipun cukup kompleks, ternyata mengamati perilaku konsumen dalam membeli obat atau produk kesehatan cukup menantang. Apalagi, jika niat kamu jualan online produk tersebut tak semata-mata karena menginginkan untung saja, melainkan juga ingin membantu banyak orang. Pastinya, ada kepuasan batin tersendiri ketika mereka bisa menerima manfaat yang kamu berikan melalui produk kamu.

Produk kesehatan

Jenis Kemasan yang Mendongkrak Penjualan Produk Kesehatan Online

Salah satu cara branding yang harus kamu lakukan adalah melalui kemasan. Jual produk kesehatan memang harus dikemas dengan baik sehingga menarik minat konsumen. Bahkan jika mungkin menghilangkan kecemasan konsumen obat. Cara jualan obat yang demikian akan memberikan ciri khas dan membangkitkan kepercayaan pada pelanggan. Sehingga mampu mendongkrak penjualan.

Berikut adalah jenis-jenis pengemasan (packaging) yang bisa mendongkrak penjualan bisnis produk kesehatan online.

Sesuaikan dengan Target Pasar

Dalam model bisnis D2C atau direct to consumer, konsumen adalah fokus utama. Sehingga dalam membuat kemasan juga harus memperhatikan konsumen. Kamu sebagai penjual online produk kesehatan, harus membuat kemasan yang sesuai dengan target pasar, sehingga menjadi menarik dan beda.

Contohnya, saat membuat kemasan untuk anak-anak, maka buat yang bergambar lucu atau bentuknya yang lucu. Jika kamu adalah toko obat online, maka kemasan pengirimannya bisa kamu lengkapi dengan gambar kartun, atau kemasannya bisa kamu buat seperti mainan. Apabila konsumennya orang dewasa, maka pergunakan packaging yang umum. Dengan melakukannya, maka konsumen akan lebih tertarik memesan obat dari bisnis online-mu.  

Miliki Ciri Khas

Kamu dapat membuat cara jualan obat online-mu menjadi khas, salah satunya dengan memberikan kartu ucapan bagi konsumen agar lekas sembuh. Kamu pun bisa menawarkan untuk custom greeting, dimana konsumen bisa menitipkan pesan di kartu ucapan yang kamu berikan. Ini bisa sangat berguna jika konsumen kamu ingin membelikan produk kamu sebagai hadiah kepada keluarga atau temannya yang sedang sakit. 

Sikap ini terkesan simpel tetapi ini justru menunjukkan bahwa kamu peduli akan kondisi konsumenmu. Terlebih lagi produk yang kamu jual berhubungan dengan kesehatan, produk yang membuat kondisi kesehatan orang lebih baik atau menjaganya agar tetap prima. Produk yang terbalut dengan penuh rasa perhatian. 

Ergonomis

Cara jualan obat berikutnya melalui kemasan adalah membuat kemasan yang ergonomis. Maksudnya adalah kemasan yang pada saat membuatnyanya mempertimbangkan faktor kenyamanan. Karena kamu menjual produk kesehatan dan produk obat, secara online, maka kamu perlu menyediakan pengemasan untuk logistik yang ergonomis, baik untuk kurir juga pelanggan. Ergonomis untuk kurir dan juga konsumen.   

Special Pack

Cara jualan obat online melalui kemasan dapat kamu lakukan dengan memberikan special pack. Kemasan model ini biasanya diberikan saat hari-hari besar tertentu. Semisal hari ibu, hari anak, atau hari kemerdekaan. Atau sesuai kebutuhan, seperti: travel pack atau get well soon pack. Tentu saja ada tema dalam kemasan dengan cara jualan obat seperti ini.

Dengan menyediakan special pack, sebenarnya juga merupakan strategi model bisnis D2C atau direct to consumer. Sebagai sebagai penjual produk kesehatan online, kamu memperhatikan momen spesial dari konsumenmu. Perhatian pada konsumen akan mendongkrak penjualan produk kesehatan dan produk obat.

Konten yang Mendidik

Model bisnis D2C juga harus memberikan pendidikan kepada konsumennya. Karena dengan melakukannya merupakan cara jualan obat yang bertanggung jawab.

Cara jualan obat melalui pengemasan dengan konten mendidik adalah dengan memberikan keterangan penggunaan obat. Umumnya di dalam obat atau produk kesehatan memang sudah menyertakan mengenai edukasi tersebut. Kalau kamu bisnis online berupa toko yang menjual aneka produk kesehatan dan produk obat, maka konten mendidiknya bisa dengan memberikan keterangan “Harap dibaca instruksi penggunaan obat dalam kemasan dengan teliti,” atau kata-kata lain yang intinya mendidik konsumen. 

Tambahkan Konten Promosi

Kemasan juga bisa menjadi alat untuk promosi. Cara jualan obat yang ini bisa kamu lakukan dengan menambahkan konten promosi dalam kemasan. Promosi bisa berupa: diskon pembelian berikutnya, diskon berlangganan, daftar barang yang dijual di jualan online produk kesehatan dan produk obat milikmu, pemberian souvenir produk kesehatan yang murah tapi bermanfaat, pemberian vitamin atau suplemen kesehatan dan masih banyak lainnya.  

Cara jualan obat online dengan menambahkan konten promosi dalam kemasan, akan membuat pelanggan merasa harus membeli dari jualan online-mu lagi. Karena kamu tidak sekadar menjual produk kesehatan, tapi berupaya membina hubungan baik dengan konsumen. 

Kemasan Ramah Lingkungan

Hari-hari ini isu pengurangan emisi gas buang, pelestarian lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan, memiliki atensi tinggi. Bahkan semakin hari, makin bertambah konsumen yang sadar tentang hal tersebut. Maka kamu sebagai pebisnis online dengan D2C harus memperhatikan aspirasi tersebut. Karena D2C selalu fokus pada harapan para pelanggan.

Jualan produk kesehatan dengan menggunakan kemasan ramah lingkungan, akan meningkatkan kepercayaan pelanggan. Jika kamu jualan online produk kesehatan dan produk obat, kamu dapat mengemasnya dengan menggunakan beberapa jenis kemasan berikut: bebas plastik, bioplastik, wadah kertas, kaca, kemasan dari kompos, re-use packaging, kemasan berbahan dasar bambu, dan kemasan dari bahan-bahan daur ulang.  

Cara Mencari Investor

Jurus Jitu Menarik Minat Investor di Bisnis Produk Kesehatan Online 

Agar bisnis produk kesehatan milikmu ini kian maju, tak ada salahnya kalau kamu menggandeng investor untuk bekerjasama. Dengan catatan, bisnis kamu sudah stabil dan siap untuk berkembang.

Selain mengembangkan, keberadaan mereka juga bisa menguatkan bisnis online jualan produk kesehatan dan produk obat kamu. Tak hanya itu, link kamu juga akan makin bertambah. Lalu, apa sih yang perlu kamu persiapkan untuk menggandeng mereka menjadi bagian dari bisnismu?

Tentukan Dulu Siapa Investor yang Menjadi Sasaran “tembak” 

Sebenarnya, siapa pun bisa menjadi investor kamu. Tapi, semua kembali kepadamu. Investor seperti apakah yang akan menjadi mitra bisnismu?

  • Orang yang sudah lama kamu kenal. Dengan asumsi kamu dan dia sudah saling nyaman sehingga dalam bekerjasama pun tak ada perasaan sungkan atau semacamnya. 
  • Dari lomba kompetisi bisnis. Saat ini banyak ragam kompetisi bisnis berhadiah tambahan modal, kamu tinggal pilih saja mana lomba atau kompetisi yang “kamu” banget. 
  • Orang yang satu komunitas bisnis denganmu. Investor juga bisa kamu dapatkan dari komunitas bisnis yang kamu ikuti.
  • Menggunakan platform penggalangan dana online. Saat ini cukup banyak platform seperti ini, kamu bisa menggunakannya kalau mau.
  • Mencarinya di perusahaan modal ventura Indonesia. Kamu bisa mengecek legalitasnya di situs Otoritas Jasa Keuangan: jika terdaftar berarti aman, jika belum terdaftar sebaiknya tak kamu jadikan pilihan.

Ceritakan Kepada Calon Investormu Seperti Apa Bisnismu Selama ini. 

Suka duka dan segala macam perjuangannya agar mereka bisa mengenal bisnis D2C (direct to consumer) yang menangani produk kesehatan dan produk obat ini dengan baik.

Apa saja yang kamu “ceritakan” pada mereka (calon investor):

  • Visi dan misi
  • Sejarah
  • Pendiri
  • Tim beserta tugas-tugasnya
  • Laporan keuangan lengkap
  • Cara jualan obat online selama ini seperti apa
  • Cara jualan produk kesehatan selama ini seperti apa
  • Kendala yang kamu alami selama menjalankan bisnis
  • Award yang kamu dapatkan kalau ada atau prestasi yang sudah kamu buat
  • Segala macam tools yang membantumu selama ini: website, media sosial, dll
  • Rencanamu ke depan untuk bisnis jualan online ini
  • Apa saja keuntungan bagi investor kalau bekerjasama di bisnis jualan online kamu
  • Risiko apa yang ada, jangan hanya ceritakan yang manis-manis, bukan
  • Citra perusahaan kamu selama ini yang tercermin dari beragam testimoni dari pelangganmu
  • Sertakan juga beberapa komplain dari pelanggan kalau ada plus cara kamu mengatasinya. Terlalu sempurna kadang hanya akan membuat investor curiga sembari bergumam, “Kok too good to be true, ya!”
  • Hal-hal lain yang sekiranya bisa meningkatkan nilai bisnis jualan online kamu di mata mereka

Kesamaan Komitmen

Jangan sepelekan. Ini penting banget, lho. Bisnis kamu adalah bisnis kesehatan yang sangat erat kaitannya dengan nyawa manusia. Itu sebabnya, penting bagimu untuk memiliki kesamaan komitmen dengan investor, tidak hanya memikirkan keuntungan semata misalnya atau secara berkala memberikan suplemen atau masker gratis ke kelompok-kelompok tertentu. Rasanya susah bertemu ya semisal kamu fokus pada memberi manfaat ke orang banyak sedangkan investormu tidak mau tahu selain untung. Ehm, jangan sampai salah pilih, ya.

Tanyakan Feed Back atau Saran Mereka

Kadang-kadang, pertemuan pertama tak langsung closing. Wajar, apalagi ini berhubungan dengan uang yang tidak sedikit. Jangan pesimis dulu jika ini terjadi. Kamu bisa kok “memancing” mereka agar semakin yakin untuk menanamkan modal di kamu dengan menanyakan beberapa hal.

  • Tanyakan ke mereka apakah ada saran terkait cara jualan obat online
  • Mungkin mereka memiliki pandangan sebagai pihak ketiga tentang bisnismu, mereka bisa juga memberi masukan terkait cara jualan obat atau jual produk kesehatan.
  • Tanyakan apa yang mereka inginkan jika kerjasama ini nantinya berjalan.
  • Mengingatkan kembali tentang apa yang akan investor dapatkan jika nanti jadi berinvestasi ke bisnismu.

Waspada dan Teliti

Pastikan bahwa investormu tidak akan macam-macam. Kamu bisa mengecek track record-nya melalui media sosial mereka. Saat ini, mengamati atau meneliti seseorang lebih mudah dengan adanya mesin pencarian ketimbang dulu.

Meyakinkan Kembali Investor

Kamu tentunya tahu kasus yang baru terjadi akhir 2021 silam mengenai kasus penipuan investasi bodong alat-alat kesehatan. Para korban terbuati dengan keuntungan yang tinggi dalam waktu singkat sebagaimana yang melansir dari republika.co.id. Masih menurut sumber yang sama, kasus ini terungkap saat salah satu korban melaporkan kerugian sebesar puluhan miliar. Setelah diproses, ternyata korbannya tidak hanya satu, melainkan ratusan orang. Para korban percaya karena tersangka begitu meyakinkan dalam berkata-kata.

Kesal memang, karena kesalahan satu orang, kadang orang lain yang kena imbas. Nah, untuk berjaga-jaga agar calon investor kamu tidak curiga, please yakinkan mereka lagi dan lagi dengan menunjukkan bukti-bukti konkret bisnis kamu selama ini plus minusnya.

Realistis

Dalam kasus penipuan berkedok investasi bodong, biasanya calon investor terbuai keuntungan yang tinggi dalam waktu singkat. Hal ini tidak logis sebenarnya. Meskipun animo konsumen terhadap produk kesehatan dan produk obat meningkat, tapi menjual semua itu ke mereka tidaklah semudah mengedipkan mata. Itu sebabnya, kamu pun sebaiknya jangan tebar janji manis yang belum tentu bisa kamu penuhi ke investor. Janji manis adalah hal-hal tidak realistis, misal janji dalam sehari investor akan untung 200%. Bukannya tertarik, investor malah ilfil dan curiga macam-macam ke kamu.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Banyak celah untuk mengembangkan bisnis produk kesehatan online kamu. Kuncinya persiapan harus matang, operasional lancar, dan jika siap untuk berkembang, kamu harus meyakinkan investor bahwa bisnis kamu ini bukanlah kaleng-kaleng alias ada wujudnya. Pertahankan integritasmu, ya! Semangat!

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP