fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Bitcoin, Kenali Cara Kerjanya di Sini 

Bitcoin

Bitcoin adalah mata uang kripto (cryptocurrency) pertama dan yang paling populer saat ini. Menurut Investopedia, bitcoin adalah mata uang digital terdesentralisasi yang telah ada sejak Januari 2009. 

Satoshi Nakamoto adalah sosok yang pertama kali membuat bitcoin. Tujuannya adalah untuk menandingi mata uang dalam bentuk fisik yang beredar di dunia dan banyak orang memakainya hingga sekarang.  

Bitcoin tidak ada bentuk fisik. Dia hanya ada dalam bentuk digital. Kamu tidak bisa melihat atau memegang mata uang kripto ini seperti halnya kamu memegang uang lembaran sepuluh ribu atau koin seribu perak. 

Karena tidak ada wujud fisik, maka tidak ada otoritas yang mengatur dan mengendalikannya. Sebagai perbandingan, otoritas bank sentral saat ini mengendalikan mata uang setiap negara. Misalnya di Indonesia, Bank Indonesia adalah institusi yang mengawasi dan mengendalikan mata uang rupiah. Sementara bitcoin tidak ada lembaga otoritas seperti itu yang mengendalikannya. Mata uang kripto ini juga tidak bisa jadi alat pembayaran yang sah di banyak negara di dunia. Namun, ada beberapa layanan yang mau menerima uang kripto sebagai alat pembayaran. Salah satunya adalah PayPal

Walau pun tidak bisa jadi alat pembayaran yang sah, bitcoin sangat terkenal dan memicu munculnya mata uang kripto lainnya, seperti dogecoin, stellar, dan  binance coin. Banyak orang berlomba-lomba untuk membeli bitcoin sebagai sumber investasi.

Siapa Satoshi Nakamoto, Sang Pencipta Bitcoin?

Satoshi Nakamoto, Penemu BitcoinSatoshi Nakamoto adalah yang pertama kali menciptakan bitcoin. Ada banyak spekulasi soal sosoknya. Ada yang bilang dia orang ahli, ada juga yang bilang seorang mahasiswa atau figur publik. 

Walau profil aslinya masih jadi perdebatan, tetapi banyak orang masih mempercayainya sebagai pencipta bitcoin. Malah, banyak orang yang tertarik untuk menggunakan mata uang kripto ini sebagai salah satu cara berinvestasi dan aset digital. 

Cerita mengenai Satoshi Nakamoto mengenalkan bitcoin bermula pada tahun 2008. Saat itu Nakamoto menerbitkan makalah ke semua komunitas kriptografer soal mata uang kripto ini. Makalahnya berjudul Bitcoin: A Peer to Peer Electronic Cash System. 

Makalah ini menjelaskan sistem pembayaran elektronik yang tersentralisasi dan menjadi dasar dalam perekonomian dunia. Dia mengkritik sistem pembayaran di dunia yang mana pemerintah saat ini memegang kendali penuh atasnya. 

Menyoal Otoritas Keuangan

Dalam makalahnya, Nakamoto mengatakan, selama ini transaksi elektronik berlangsung tanpa ada kepercayaan yang pasti dan terlalu tersentralisasi. Pemerintah sudah membuat protokol keuangan yang tidak ada seorang pun bisa mengganggu gugatnya.  

Contoh sederhananya, kamu beli barang dari seorang teman, kamu transfer uang lewat ATM. Secara tidak langsung, kamu harus lewati bank dan ada biaya administrasi. Sebagaimana kita ketahui, yang mengatur biaya administrasi transfer antar bank saat ini adalah Bank Indonesia dan tidak bisa seseorang mengganggu gugatnya.

Nah, Nakamoto merasa protokol / aturan dari pemerintah tersebut tidak perlu ada. Dia menawarkan konsep bitcoin, yang mana sistem transaksi mata uangnya bersifat peer-to-peer (langsung orang ke perorangan). 

Setahun kemudian, tepatnya tahun 2009, Nakamoto berhasil membuat kode untuk perangkat lunak bitcoin. Dia juga mengundang orang-orang dari komunitas open source untuk berkontribusi pada perangkat lunak bitcoin. 

Pada tanggal 3 Januari 2009, Nakamoto menambang sendiri blok pertamanya. Dari alamat bitcoin miliknya, tercatat saat ini dia sudah memiliki bitcoin senilai lebih dari US$19 miliar. Sebuah jumlah yang membuat dia jadi urutan ke 44 orang terkaya di dunia.

Popularitas bitcoin meningkat tajam karena mendapat dukungan penuh dari Elon Musk. Lewat akun Twitter-nya Elon pernah menyatakan dukungan soal bitcon dan menilainya sebagai sebuah investasi luar biasa. Kabarnya, seseorang bisa membeli mobil Tesla dengan bitcoin. 

Mengenal Blockchain

Ketika berbicara soal bitcoin, kamu perlu mengerti juga blockchain. Dalam menjalankan sistem uang kripto, Nakamoto menggunakan teknologi bernama blockchain. 

Secara sederhana, blockchain adalah buku besar kas digital. Dalam blockchain ini, setiap transaksi tercatat secara kronologis dan didistribusikan ke publik. Data yang ada tetap aman karena menggunakan teknik kriptografi. 

Cara Kerja 

Lalu bagaimana cara kerja blockchain dalam transaksi uang kripto? Diawali dengan menyiarkan transaksi yang memanfaatkan peer-to-peer. Semua data sifatnya transparan dan siapapun yang menggunakan mata uang kripto tersebut bisa mengaksesnya. Transaksi keuangan pun bisa berlangsung tanpa perantara pihak ketiga. Ini mirip seperti mengirim pesan lewat aplikasi chat. 

Sederhananya, seperti kamu tergabung dalam grup chat di WA. Ketika kamu ada dalam suatu grup chat, kamu bisa memantau dan berhubungan dengan siapa saja yang menjadi anggotanya. Bayangkan blockchain dari bitcoin adalah sebuah grup chat WA dengan jaringan yang luas. Siapa saja bisa berpartisipasi dan melakukan transaksi.

Setiap orang yang ada dalam jaring blockchain bisa menjadi pencatat transaksi. Pencatat transaksi ini akan menjalankan program komputer yang sama untuk membuat jaringan peer to peer. Semua informasi transaksi yang masuk akan tersebar. Data yang ada dalam blockchain pun jadi transparan, permanen dan seseorang tidak bisa memanipulasinya. 

Dalam blockchain ini, kamu bebas melakukan transaksi digital dan orang lain bisa melihat dengan transparan transaksi yang terjadi. 

Keamanan dari Teknologi Blockchain

Karena sifatnya transparan, maka ketika ada transaksi, perlu ada validasi dulu. Permintaan transaksi tersiar pada jaringan bernama Nodes. Jaringan ini akan memvalidasi terlebih dahlu permintaan transaksi. Setelah terverifikasi, transaksi akan dikombinasi dengan transaksi lain yang ada untuk membuat blok data baru. Kemudian blok data baru tersebut ditambahkan ke blockchain dan tersimpan permanen. Setelah itu bisa diakses oleh siapa pun. Transaksi pun selesai. 

Contohnya, kamu bertransaksi, dalam hal ini menggunakan bitcoin. Catatan transaksi kamu tersimpan dalam sebuah blok data, lalu masuk ke dalam buku besar kas digital (blockchain) yang sudah ada. Kalau ada orang lain yang ingin tahu seperti apa kamu bertransaksi, mereka bisa buka data transaksi itu. 

Bandingkan dengan konsep transaksi di bank. Misalnya kamu transaksi dengan A. Orang lain tidak tahu seperti apa transaksinya. Kalau pun ingin tahu, misalnya terjadi penipuan atau kesalahan transfer, orang harus menghubungi bank. Hanya pihak bank yang punya otoritas mengecek data-data kamu dan A.

Teknologi blockchain ini punya beberapa keuntungan yaitu: 

  • Proses transaksi jadi lebih cepat 
  • Transaksi lebih murah tanpa ada keterlibatan pihak ke tiga 
  • Lebih transparan 
  • Keamanan lebih baik.

Cara Membeli

Bitcoin

Karena jumlah bitcoin yang terbatas, yakni hanya 21 juta saja, orang di seluruh dunia berebutan untuk memilikinya. Ada beberapa cara untuk mendapatkannya, yaitu: 

  1. Membeli dengan menggunakan uang nyata (dalam hal ini uang rupiah, dollar atau mata uang lain yang berlaku).

Umumnya pembelian model ini melalui bursa online atau transaksi lewat gerai (OTC). Transaksi OTC kadang bisa berlangsung secara perorangan atau lewat broker yang mengurus semua negosiasi. Bila seseroang ingin membeli dalam jumlah besar, mereka biasanya menggunakan broker.

Di Indonesia kamu bisa membeli dengan cara mendaftarkan pada beberapa tempat. Antara lain di www.bitcoin.co.id. Bisa juga di wallet digital Luno dan Triv

  1. Menjual barang dan menerima pembayaran dengan bitcoin. Kamu bisa menjual barang yang dimiliki untuk mendapatkan kepingnya.

Walau di Indonesia membeli barang dengan uang kripto masih ada larangan, tetapi beberapa negara mengizinkannya. Kamu bisa menjual barang kamu di eBay dan menerima pembayaran dari pembeli dengan keping uang kripto tersebut. Di Amerika ada beberapa pula bitcoin marketplace di mana orang menjual barang mereka dan mendapatkan mata uang kripto tersebut. Misalnya, Cryptothrif, Bitcointalk Market

  1. Menambang (bitcoin mining) dengan menggunakan komputer.

Arti menambang di sini bukan seperti mencari pertambangan bitcoin, tetapi lebih pada menggunakan perangkat komputer. Karena pada dasarnya keping mata uang kripto adalah data file komputer yang tersimpan pada aplikasi dompet digital, maka kamu  harus memiliki perangkat komputer dan software yang canggih dimana komputer mengatur perhitungan matematika yang sulit. Dari hasil perhitungan itulah uang kripto bisa ditambang. Proses menambangnya bisa dibilang lambat, tetapi aman. 

Ragam Mata Uang Kripto Selain Bitcoin

Pangsa pasar bitcoin memang jauh lebih besar ketimbang mata uang kripto lainnya. Berdasarkan data dari Coinmarketcap, pangsa pasar bitcoin mencapai US$ 771 miliar. Sementara di bawah bitcoin, terdapat sejumlah cryptocurrency terbaik lainnya yang juga beredar di pasaran, antara lain:

  1. Bitcoin, kapitalisasi pasar US$ 771 miliar
  2. Ethereum, kapitalisasi pasar US$ 366 miliar
  3. Tether, kapitalisasi pasar US$ 83 miliar
  4. Binance Coin, kapitalisasi pasar US$ 69 miliar
  5. USD Coin, kapitalisasi pasar US$ 50 miliar
  6. XRP, kapitalisasi pasar US$ 37 miliar
  7. Solana, kapitalisasi pasar US$ 34 miliar
  8. Cardano, kapitalisasi pasar US$ 32 miliar
  9. Terra, kapitalisasi pasar US$ 29 miliar
  10. Avalanche, kapitalisasi pasar US$ 20 miliar

Bitcoin memang menjadi fenomena yang menarik banyak perhatian. Pertumbuhannya yang kian pesat dan berbagai isu yang menyertai tak lantas meruntuhkan keyakinan para penggemar kriptografi.

Tren bitcoin nampaknya akan berlangsung lama mengingat harganya semakin meningkat. Mata uang digital ini juga telah membuat berbagai pengusaha di dunia kaya raya dan masuk ke dalam jajaran orang terkaya di duni versi Forbes.

Di balik kepopulerannya, penggunaan bitcoin masih perlu dikembangkan lagi, terutama dari segi keamanannya. Transaksi bitcoin yang dilakukan secara digital dapat memicu terjadinya tindak kejahatan, seperti pencucian uang, pendanaan terorisme, atau perdagangan barang illegal.

Oleh karenanya, penting bagi sang pemilik aset agar lebih berhati-hati dalam melakukan investasi bitcoin serta mata uang cryptocurrency lainnya.

Apa itu Bitcoin Mining

Bitcoin mining atau menambang bitcoin termasuk salah satu cara yang banyak peminat. Walaupun prosesnya cukup lama dan membutuhkan komputer. Kamu yang memang tertarik mendapatkan bitcoin bisa mencoba cara tersebut.

Meskipun namanya bitcoin mining atau menambang bitcoin, bukan berarti kamu harus mencari pertambangan bitcoin secara fisik. Hal itu hanya istilah yang menggambarkan pencarian bitcoin yang sulit seperti halnya mencari emas di sebuah pertambangan. 

Bitcoin mining sebenarnya adalah proses validasi dalam transaksi kripto atau proses membuat koin baru.  Dalam buku Getting started with Bitcoins, mining berarti mekanisme dalam memproduksi dan mendistribusikan bitcoin. Dalam proses ini, ada tindakan menambahkan transaksi ke blockchain agar semua orang dapat menyetujui rangkaian transaksi yang sama. 

Ketika kamu melakukan bitcoin mining, kamu menggunakan seperangkat alat komputer yang bisa memvalidasi transaksi bitcoin. Kenapa harus pakai komputer? Karena pada dasarnya, keping bitcoin adalah data file komputer yang tersimpan dalam aplikasi dompet digital di komputer atau di smartphone.

Proses penambangan bitcoin membutuhkan komputer dan perangkat lunak yang canggih. Komputer memerlukan pengaturan sedemikian agar mampu menjalankan sebuah perhitungan matematika yang rumit. Dari hasil penghitungan itulah seseorang bisa menambang bitcoin.

Semakin canggih komputer dan software yang kamu miliki, peluang mendapatkan bitcoin semakin besar juga. Meskipun, cara menambang bitcoin sebenarnya terbilang cara yang lambat tetapi cukup aman. 

Perangkat yang Dibutuhkan

BitcoinUntuk menambang, kamu harus “mempersenjatai” diri dengan sejumlah perangkat lunak dan komputer berteknologi tinggi. Perangkat yang kamu butuhkan di antaranya:

  1. FPGA 

Field Programmable Gate Array (FPGA) adalah sistem pemrosesan komputer yang untuk menambang bitcoin. FPGA bekerja menyelesaikan masalah perhitungan matematika yang rumit agar bisa mendapatkannya.

  1. ASIC 

Selain FPGA, muncul hardware khusus lainnya yang bisa mengerjakan bitcoin. Namanya adalah ASIC (Application Specific Integrated Circuit)ASIC merupakan hardware untuk menambang bitcoin yang termasuk sebagai alat tambang terbaik. ASIC bertujuan khusus agar bisa menambang bitcoin gratis dengan jumlah banyak.

  1. CPU (Central Processing Unit) 

Apabila kamu ingin jadi penambang, kamu memerlukan CPU (Central Processing Unit) yang canggih. Tujuannya adalah untuk mengatasi berbagai masalah matematis yang terjadi saat melakukan penambangan bitcoin.

  1.  Graphic Card (GPU)

Ini adalah alat yang paling terkenal di antara para penambang kripto. Ada banyak jenis dan merek yang bisa kamu pilih. Yang paling umum adalah Geforce dari Nvidia. Kamu bisa menggunakan Nvidia Geforce RTX seri 2060.

  1.  Prosesor

Kamu membutuhkan prosesor dalam penambangan bitcoin untuk meningkatkan kecepatan penambangan. Salah satu saran komputer yang untuk melakukan bitcoin mining adalah komputer yang memiliki prosesor Intel seri i5 atau i7 dari generasi terbaru.

  1.  Hard Drive 

Hard drive sangat penting dalam proses penambangan bitcoin. Alat tersebut akan berfungsi untuk menjalankan sistem operasi sekaligus menyimpan data. Kamu membutuhkan memori space yang besar untuk menyimpan blockchain.

  1.  RAM

Walau RAM bukan komponen utama saat menambang tetapi perannya cukup penting. Kamu perlu mempertimbangkan RAM yang besar untuk mendukung sistem operasi dan program penambangan ini. 

  1. Motherboard 

Motherboard pada komputer berfungsi menyediakan tata letak terbaik. Semua komponen penting dalam sebuah komputer seperti CPU (Central Processing Unit), RAM dan Graphic Card tertanam di motherboard. Selain itu, motherboard juga menghubungkan seluruh komponen itu. 

  1. Power Supply 

Saat menambang bitcoin, komputer membutuhkan daya listrik yang besar. Sebaiknya, kamu menambahkan daya tambahan dengan power supply. Semakin banyak kamu menggunakan graphic card, semakin besar daya yang kamu butuhkan.

  1.  Pendingin 

Kipas pendingin berfungsi untuk menjaga agar alat-lata tetap dingin dan tidak overheat. Kalau kamu ingin menambang bitcoin secara lebih sederhana, kamu bisa juga menggunakan laptop dengan spesifikasi tinggi. Umumnya, laptop untuk yang sering orang gunakan untuk gaming. Laptop tersebut sudah memiliki spesifikasi tinggi, termasuk beberapa komponen yang mampu menambang kripton, termasuk bitcoin.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Cara Menambang 

BitcoinSetelah Kamu membekali diri dengan sejumlah perangkat Kamu siap melakukan penambangan. Ada 4 cara menambang yang sering dilakukan oleh para penambang, yaitu: 

  1. Pool Mining 

Dengan cara ini, kamu bergabung dengan para penampang lain dalam satu kolam (pool) penambangan. Peserta dalam mining secara berkelompok menyumbang kekuatan dari komputer yang dimiliki untuk mencari blok.

Untuk mendapatkan blok cukup sulit karena banyaknya orang yang berebutan. Bila sudah mendapatkan blok, perlu pula ada validasi transaksi. Kalau transaksi sudah tervalidasi, kamu sebagai miner (penambang) akan mendapatkan imbalan dalam bentuk aset bitcoin. Imbalan tiap orang berbeda-beda tergantung dari proporsi kekuatan pemrosesan masing-masing. 

Untuk bergabung dengan penambang lain di pool mining, kamu harus mendaftar dulu. Kalau semua penambang yang ada di pool itu setuju, kamu bisa diterima dan mulai menambang.

  1.  Cloud Mining 

Metode ini adalah menambang tanpa alat komputer yang canggih. Kamu bisa menggunakan fasilitas layanan cloud mining. Teknisnya, kamu akan menyerahkan semua proses penambangan kepada provider cloud mining. Ada beberapa yang menyediakan layanan ini seperti Hashing 24, Hashflare dan Genesis Mining. 

Cara cloud mining terbilang lebih mudah karena kamu tidak harus punya pengetahuan yang luar biasa soal hardware mining. Kamu juga tidak perlu membeli komputer dan software yang terlalu canggih. 

  1. Solo Mining

Cara ini adalah menambang bitcoin sendiri atau tanpa bantuan orang lain. Biasanya, penambang melakukan solo mining karena tidak mau membagi hasil bitcoin yang didapatkan. Untuk melakukannya, butuh biaya yang besar karena kamu harus menyediakan sendiri semua alat-alat dan software-nya. Kamu harus mengeluarkan budget besar untuk membeli VGA Card untuk mining yang harganya sangat mahal.

Selain itu, kamu harus punya daya listrik yang dan harus jago memecahkan algoritma matematika yang sulit demi mendapatkan bitcoinUntuk solo mining, kamu bisa menggunakan hardware ASIC (application specific circuit chips). Serta, software lain yang digunakan adalah Bitcoin miner, BTC miner, Easy miner, CGminer dan BFGminer. Kalau kamu masih pemula, sebaiknya tidak menggunakan cara solo mining ini. 

  1. Menggunakan Platform Trading 

Kamu bisa juga menggunakan platform trading bitcon yang banyak bermunculan saat ini. Alternatif ini cukup sederhana karena Kamu bisa mengunduh aplikasinya lewat handphone. Beberapa aplikasi bitcoin mining, di antaranya:

    • MinerGate 
    • Eobot 
    • Crypto Miner 
    • Cyrptotab 
    • Bitzfree 
    • AA Miner 
    • NeonNeon Miner 
    • Droid Miner 

Nilai per-Keping

Jumlah keping bitcoin yang beredar di dunia produksinya terbatas hanya 21 juta saja. Ketika pertama kali Nakamoto merilis mata uang kripto buatannya tersebut, harganya masih US$0. Saat itu tidak ada orang yang tertarik pada mata uang kripto ini. 

Setelah rilis satu tahun, ada investor yang tertarik dan harganya masih di bawah 1 sen. Pergerakannya pun fluktuatif dan sampai tahun 2011 harganya masih US$1.

Namun demikian, adanya pandemi selama dua tahun ini, ternyata membuatnya jaya. Harganya meningkat tajam. Terjadi banyak transaksi jual beli oleh para investor dan trader. Pada bulan Desember 2021, harga per kepingnya setara Rp713.747.456. Namun harganya sangat fluktuatif, per April 2022, harga per kepingnya adalah Rp576.353.000.

Penyebab Nilainya Fluktuatif

Sebelum Kamu memutuskan apakah ingin berinvestasi dengan BTC atau tidak, simak dulu beberapa alasan yang menyebabkan nilainya sangat fluktuatif agar tidak salah langkah. 

  1. Terpengaruh Berita yang Beredar 

Fluktuatif harga bitcoin sangat terpengaruh oleh berbagai berita yang beredar di masyarakat. 

Misalnya berita kebangkrutan Mt Gox pada awal tahun 2014. Karena bangkrut juga bursa ini akhirnya tutup. Mt Gox merupakan bursa BTC terbesar di dunia yang berasal dari Tokyo. Bursa BTC ini sudah kehilangan sekitar 850.000 keping BTC. Nilainya sekitar 500 juta US$. 

Dari kehilangan tersebut sekitar 750.000 bitcoin nasabah miliki sedangkan sisa 100.000 bitcoin adalah aset perusahaan. Dikutip dari Kompas.com, CEO Mt Gox, Mark Karpeles mengatakan kebangkrutan terjadi karena sistem keamanan yang lemah. Ada peretas masuk ke sistem dan mencuri BTC. 

Berita buruk lainnya, dikutip dari Detik, pada bulan September 2021 sejumlah bursa kripto di Korea Selatan ditutup oleh pemerintah. Alasannya, untuk memperketat aturan dagang kripto. Bursa kripto  yang tidak bisa menjalin kerja sama dengan bank, dilarang membuat layanan dengan mata uang Won. 

Ada pula berita buruk soal investor pada bulan Oktober 2013. Salah satu investor menggunakan BTC untuk transaksi narkoba dan mengakibatkan adanya penutupan transaksi oleh FBI. 

Serangkaian insiden ini membuat masyarakat jadi panik dan menjual BTC mereka. Akibatnya nilai BTC jadi turun.

  1. Pemegang Akun Besar 

Adanya pengaruh akun-akun besar yang menguasai BTC membuat harganya jadi fluktuatif. Para pemegang akun besar atau pemilik BTC dalam jumlah melebihi 10 juta US$ sulit memprediksi pergerakannya. Para pemegang akun besar ini sering disebut sebagai whales (ikan paus). Ibaratnya ikan paus, sedikit saja mengibaskan ekor mereka sudah bisa membuat ombak besar di lautan.  Sedikit saja para pemegang akun ini bergerak, misalnya melepas atau membeli lagi BTC, akan terjadi goncangan dalam bursa bitcoin. Karena itu para investor bitcoin selalu mengawasi dengan serius pergerak-pergerakan pemegang akun besar.

  1. Masalah Keamanan

Kasus kebangkrutan di bursa bitcoin Mt Gox menjadi bukti kalau keamanan BTC belum terjamin. BTC tetap bisa teretas dan tercuri. Ini menunjukan masih adanya kerentanan dalam sistem keamanan BTC.

  1. Aturan Pajak

Semakin banyak orang yang berinvestasi pada mata uang kripto membuat sejumlah negara mulai mengenakan pajak.  Amerika Serikat misalnya. Menurut IRS (internal revenue service), badan yang mengurusi perpajakan, bitcoin dianggap sebagai aset. Mereka menilai bitcoin pun bisa jadi target pajak. Ini menimbulkan reaksi pada naik turunnya harga bitcoin. Pemerintahan Joe Biden mewajibkan transaksi kripto lebih dari 10.000 US$ harus melapor pada IRS.

Tidak hanya Amerika Serikat yang memberlakukan pajak bagi mata uang kripto ini. China juga sudah lebih dulu memberlakukannya. Warga China yang mendapat keuntungan dari penjualan kripto, akan terkena potongan pajak.  

Negara-negara lain pun sudah mengeluarkan aturan pajak seputar mata uang kripto  seperti Jepang, Inggris, Rusia dan India, termasuk juga Indonesia. 

Di Indonesia mulai tanggal 1 Mei 2022 akan berlaku pajak untuk mata uang kripto. Semua transaksi mata uang kripto termasuk bitcoin akan terkena PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dan PPH (pajak penghasilan). 

Pemerintah Indonesia juga mengatur soal legalitas bursa kripto lewat BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi).

  1. Aturan Pemerintah 

BitcoinMelihat semakin berkembang luasnya investasi BTC di berbagai negara, pemerintah pada akhirnya mulai mengeluarkan regulasi atau aturan penggunaan seputar bitcoin. Aturan tiap negara berbeda-beda dan ini juga yang membuat harganya fluktuatif.

Ada negara yang melarang sama sekali transaksi BTC seperti Bolivia, Mesir dan Aljazair. Ada pula yang memperbolehkan  sekaligus memperbolehkan BTC sebagai alat pembayaran yang sah, seperti di Amerika, Kanada dan Inggris.  

Di Indonesia transaksi mata uang kripto, termasuk BTC. Semua mata uang kripto hanya mereka anggap sebagai aset investasi. BTC tidak boleh menjadi alat pembayaran yang sah. Karena itu pula  Kamu tidak bisa membeli barang di Indonesia dan membayarnya dengan bitcoin. 

  1. Karakter Investor 

Salah satu hal yang membuat orang tergiur berinvestasi di BTC karena modalnya hanya koneksi internet dan uang yang tidak terlalu besar. Berbeda dengan investasi real estate yang butuh modal besar. 

Karena kemudahan itu juga banyak investor pemula dengan pengalaman yang minim masuk dalam bursa kripto. Mereka juga yang membuat nilai bitcoin sangat fluktuatif. Karena masih pemain baru, mereka cenderung mudah panik dan gegabah. Ketika terjadi sedikit saja ketidak stabilan, mereka buru-buru menjual BTC yang mereka miliki. 

Berbeda dengan pemain lama dan besar. Mereka lebih menunggu situasi pasar, tenang dan tidak langsung menjual BTC. 

  1. Tingkat Penjualan BTC

Harga bitcoin yang fluktuatif terpengaruh juga oleh jumlah BTC yang sedang pasaran jual. Semakin banyak BTC yang terjual maka nilainya akan turun. Sebaliknya, bila jumlah bitcoin di pasaran sedikit maka nilainya akan naik. Ini sangat berhubungan dengan hukum permintaan dan penawaran. Bila banyak jumlah penawaran tetapi jumlah permintaan tetap, harga aset akan jadi turun. 

Salah satu contohnya, terjadi saat FBI menyita sejumlah BTC dari seseorang yang menggunakan BTC untuk operasi ilegal. Menurut Coindesk, hasil BTC sebanyak 30.000 BTC yang tersita dilelang pada masyarakat. Demi mendapatkan keuntungan maksimal, BTC terjual dengan harga di bawah pasaran. Akibatnya harga bitcoin pun ikut turun. 

Cerita Sukses Investasi BTC

Beberapa kisah sukses dari pemilik btc yang mendadak jadi jutawan membuat orang tergiur berinvestasi di sini. Ini kisah sukses jutawan dadakan berkat bitcoin. 

  1. Tahun 2009 Kristoffe Koch, seorang pelajar dari Norwegia yang sedang mempelajari soal enkripsi iseng membeli 5000 BTC. Waktu itu harganya masih sangat rendah sekitar 27 US$ (sekitar 387 ribu rupiah). Setelah membeli dia tidak mengutak-atik bitcoin itu. Namun, setelah empat tahun saat bitcoin mulai populer dia ingat lagi bitcoin yang pernah dibelinya.  Ternyata setelah dicek dengan harga saat itu nilainya meningkat pesat menjadi 886.000 US$  Separuh bitcoin yang dimilikinya dijual dan uangnya dia digunakan untuk membeli rumah mewah di daerah elit di Oslo.
  2. Seorang pria pengusaha dari Australia bernama Kane Ellis mulai menambang bitcoin tahun 2010. Waktu itu harganya hanya 1,60 US$ Setelah beberapa tahun kemudian Ellis menjual sedikit koinnya dan dia berhasil membeli mobil mewah Maserati.

Agar Sukses Investasi BTC

  • Tahu Resikonya

Sebelum Kamu memutuskan untuk investasi dengan bitcoin, perlu dipelajari dengan baik-baik soal mata uang kripto ini. Bagi pemula sangat sulit mengerti betapa bitcoin ini sangat fluktuatif. Kamu harus siap ketika suatu saat kehilangan sejumlah uang saat kamu menjual atau membeli bitcoin. 

  • Jadikan Strategi Jangka Panjang 

Kalau kamu berharap beli BTC sekarang dan tahun depan akan meraup untung, bisa dipastikan kecewa. Para ahli mengatakan kalau Kamu ingin berinvestasi dengan bitcoin targetkan dalam jangka panjang daripada jangka pendek. Paling tidak investasi dalam jangka 10 tahun. Apalagi biaya transaksi mata uang kripto, termasuk bitcoin, cukup tinggi. 

Dengan berinvestasi jangka panjang juga membuat Kamu tidak perlu terlalu sering memantau pasar harga bitcoin. Kamu cukup menahan bitcoin kamu dan tidak menjualnya. Jangan  cepat tergoda karena ada ajakan teman atau berita-berita di media sosial. 

  • Porsi Kecil 

Jangan gunakan semua dana investasi kamu untuk membeli bitcoin. Lebih baik lakukan diversifikasi investasi. Gunakan dana investasi pada tempat lain.  Porsi untuk investasi btc cukup sedikit saja. Ahli keuangan mengatakan sebaiknya ketika investasi pada bitcoin tidak lebih dari 3 persen dari keseluruhan dana investasi yang kamu miliki. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca juga artikel terkait lainnya :

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP