fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Seluk-beluk BPJS Ketenagakerjaan dan Cara Mencairkannya

Bpjs ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) adalah program yang telah diluncurkan pemerintah Indonesia sejak tahun 2015. Program ini merupakan asuransi bagi pesertanya berupa jaminan sosial dan ekonomi. Untuk terdaftar dalam kepesertaannya, terdapat sejumlah persyaratan yang harus terpenuhi. Selain itu, ada juga iuran yang perlu dibayarkan setiap bulan. Perihal itu, pesertanya beroleh manfaat yang juga cukup besar.

Apakah kamu juga sudah menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan? Penasaran dengan BPJS Ketenagakerjaan? Berikut ulasan lengkapnya.

Pengertian BPJS Ketenagakerjaan

BPJS adalah singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, yang merupakan transformasi dari PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Persero). Badan ini sejak dahulu memang membidangi asuransi untuk tenaga kerja. Kini, BPJS juga melakukan fungsi yang sama dan dibagi menjadi dua, yaitu BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan. Dalam artikel ini, BPJS Ketenagakerjaan yang berhubungan dengan pemberian asuransi kepada tenaga kerja menjadi fokus bahasan.

BPJS Ketenagakerjaan merupakan program pemerintah yang memberikan perlindungan sosial dan ekonomi kepada para pekerja yang menjadi anggotanya. Anggota BPJS itu terdiri atas empat jenis, yaitu penerima upah, bukan penerima upah, pekerja jasa konstruksi, dan pekerja migran.

Jenis BPJS Ketenagakerjaan

Bpjs tenaga kerja

Jenis BPJS tenaga kerja dibagi menjadi empat seperti disebutkan sebelumnya. Penjelasan untuk tiap-tiap jenis adalah sebagai berikut:

  1. Penerima Upah

Jenis BPJS ketenagakerjaan yang ini adalah pekerja yang menerima upah atau imbalan dari pemberi kerja. Contoh yang termasuk golongan ini, yakni pegawai BUMN maupun swasta, dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

  1. Bukan Penerima Upah

Untuk keanggotaan jenis ini, yaitu orang-orang yang memperoleh penghasilan dari usaha mandiri. Umumnya, yang menjadi anggota BPJS jenis ini, yakni pengusaha, seniman, dan usaha mandiri lainnya.

  1. Pekerja Jasa Konstruksi

Termasuk keanggotaan BPJS pekerja jasa konstruksi, meliputi layanan jasa konsultasi perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pekerjaan konstruksi.

  1. Pekerja Migran

Anggota BPJS yang keempat ini merupakan warga Negara Indonesia yang akan, sedang, dan telah melakukan pekerjaan dengan menerima gaji dari luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Masyarakat akan memperoleh manfaat dengan menjadi anggota dari salah satu jenis BPJS Ketenagakerjaan tersebut.

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan

Menjadi anggota BPJS ketenagakerjaan, akan memberikan beberapa manfaat, yaitu:

  • Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Jaminan ini diberikan oleh BPJS atas risiko kecelakaan yang mungkin terjadi sehubungan dengan pekerjaan. Termasuk di dalamnya adalah kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan ke tempat kerja dari rumah, serta sebaliknya. Penyakit yang disebabkan karena lingkungan tempat bekerja, juga masuk dalam jaminan ini.

Dalam hal ini, manfaat BPJS Ketenagakerjaan, yakni biaya untuk pengobatan hingga sembuh, termasuk upah selama tidak bekerja. Jika kecelakaan mengakibatkan cacat total atau sampai meninggal dunia, maka ada jaminan beasiswa untuk dua anak yang tertanggung. Total klaim maksimal untuk JKK adalah Rp174 juta.

  • Jaminan Kematian (JK)

Bagi peserta yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, BPJS bakal memberikan Jaminan Kematian kepada ahli waris. Total santunan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan bisa mencapai Rp42 juta. Santunan itu terdiri atas yang berkala selama 24 bulan dengan nilai Rp12 juta, dan yang sekaligus sebesar Rp20 juta. Ada pula tambahan dana Rp10 juta untuk biaya pemakaman.

  • Jaminan Hari Tua (JHT)

Jaminan ini berupa manfaat uang tunai yang jumlahnya adalah akumulasi iuran berikut pengembangan bunga deposito. Untuk pembayarannya, BPJS akan menyerahkan ketika peserta sudah mencapai usia 56 tahun, cacat total tetap, atau meninggal dunia. Besarnya iuran yang perlu dibayar adalah 5,7% dari gaji, yang terbagi 2% tanggungan pekera, sedangkan 3,7% lagi tanggungan pemberi kerja.

  • Jaminan Pensiun (JP)

Jaminan pensiun adalah berupa uang tunai yang BPJS berikan kepada peserta yang telah membayar iuran selama 15 tahun atau setara dengan 180 bulan sejak memasuki usia pensiun sampai meninggal dunia. Selain itu, BPJS memberikan JP kepada janda atau duda yang menjadi ahli waris, pensiun cacat dengan memberikan uang tunai bulanan, dan pensiun anak yang pemberiannya juga bulanan (maksimal dua anak hingga usia 23 tahun serta belum berkeluarga). Jika anggota JP masih lajang kemudian meninggal, yang menjadi ahli waris adalah ayah atau ibunya.

Mengingat manfaatnya yang demikian banyak, maka tidak heran jika pesertanya terus mengalami peningkatan.

Update Peserta BPJS Ketenagakerjaan Terbaru

Berdasarkan data rilisan databoks.katadata.co.id, hingga kuartal IV-2021 anggota BPJS ketenagakerjaan telah mencapai 30,66 juta. Perinciannya, yakni 20,83 juta penerima upah, 3,55 juta pekerja bukan penerima upah, 6,27 juta jasa konstruksi. Jumlah tersebut secara keseluruhan mengalami peningkatan daripada tahun 2020.

Tampaknya, peningkatan tersebut membuktikan, masyarakat membutuhkan BPJS. Bagi kamu yang belum mengikuti kepesertaan, akan lebih baik untuk mengetahui syarat dan cara mendaftar BPJS ketenagakerjaan.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Syarat dan Tata Cara Mendaftar BPJS Ketenagakerjaan

Mendaftar BPJS Ketenagakerjaan terbilang mudah, asal kamu memenuhi dapat persyaratan. Pendaftarannya pun bisa kamu lakukan secara online. Saat mendaftar, kamu perlu memahami, termasuk penerima upah atau bukan penerima upah.

Berikut adalah syarat dan tata cara mendaftar BPJS tenaga kerja.

  • Penerima Upah

Syarat:

    1. Formulir Pendaftaraan Pemberi Kerja/Badan Usaha.
    2. Formulir Pendaftaran/Perubahan Data Pekerja; dan/atau
    3. Formulir Laporan Rinci Iuran Pekerja.
    4. NPWP perusahaan.
    5. KTP pemilik perusahaan.
    6. KTP tenaga kerja.
    7. Surat Izin Tempat Usaha/Surat Izin Usaha-Perdagangan/Nomor Induk Berusaha.

Tata Cara Mendaftar:

    1. Klik website layanan pendaftaran di https://pom.bpjsketenagakerjaan.go.id/pu.
    2. Pilih Pendaftaran Peserta dan pilih Penerima Upah.
    3. Isikan alamat email dan kode captcha, kemudian klik Daftar.
    4. Cek e-mail dan klik e-mail aktivasi pendaftaran.
    5. Isi data sesuai perusahaan tempatmu bekerja.
    6. Lakukan pembayaran setelah memperoleh kode iuran melalui e-mail.
    7. Setelah terdaftar, maka kamu akan mendapatkan kartu digital melalui e-mail atau dapat kamu ambil di kantor cabang terdekat.
  • Bukan Penerima Upah

Syarat:

    1. Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau Kartu Tanda Penduduk (KTP).
    2. Alamat e-mail.

Tata Cara Mendaftar:

    1. Klik website layanan pendaftaran di https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/bpu.
    2. Pilih Pendaftaran Peserta dan pilih individu (Pekerja BPU).
    3. Isikan alamat email dan kode captcha, kemudian klik Daftar.
    4. Cek email dan klik email aktivasi pendaftaran.
    5. Isi data individu dengan lengkap (Pekerja BPU).
    6. Lakukan pembayaran setelah memperoleh kode iuran melalui e-mail.
    7. Setelah terdaftar, maka kamu akan mendapatkan kartu digital melalui email atau dapat kamu ambil di kantor cabang terdekat.

Ternyata, mendaftar BPJS tenaga kerja cukup mudah. Bagi kamu yang belum mendaftar, sebaiknya segera mendaftar.

Setelah memahami syarat dan tata cara untuk mendaftar, kamu pun perlu memahami cara untuk mencairkan BPJS Ketenagakerjaan. Tanpa memahaminya, kamu akan kebingungan dan tidak bisa melakukan pencairan saat kamu butuhkan.

Syarat Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Bpjs tenaga kerja

Sebelum mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan, kamu perlu memahami syarat untuk mencairkannya. Berlaku sistem persentase dalam pencairan JHT. Berikut adalah persentase untuk pencairan JHT BPJS beserta syarat yang harus kamu penuhi.

  • Pencairan 10%

    1. Telah terdaftar selama minimal 10 tahun dalam BPJS Ketenagakerjaan.
    2. Membawa kartu BPJS asli dan fotokopi.
    3. Masih berstatus karyawan aktif dan bekerja di dalam perusahaan yang dibuktikan dalam surat pernyataan.
    4. Kartu Keluarga asli dan fotokopi.
    5. KTP maupun paspor asli dan fotokopi apabila klaim NPWP lebih dari 50 juta rupiah.
    6. Buku rekening tabungan asli dan fotokopi.
  • Pencairan 30%

    1. Telah terdaftar selama minimal 10 tahun dalam BPJS Ketenagakerjaan.
    2. Berstatus karyawan aktif dalam perusahaan terbukti dengan surat pernyataan.
    3. Kartu BPJS Ketenagakerjaan asli dan fotokopi.
    4. Kartu Keluarga asli dan fotokopi.
    5. KTP maupun paspor asli dan fotokopi apabila klaim NPWP lebih dari 50 juta rupiah.
    6. Buku rekening tabungan asli dan fotokopi.
    7. Dokumen asli dan fotokopi perumahan.
  • Pencairan 100%

    1. Telah tidak berstatus karyawan dalam perusahaan terbukti dengan Surat Paklaring atau Surat Keterangan Berhenti Bekerja.
    2. Kartu BPJS Ketenagakerjaan asli dan fotokopi.
    3. Kartu Keluarga asli dan fotokopi.
    4. KTP maupun paspor asli dan fotokopi apabila klaim NPWP lebih dari 50 juta rupiah.
    5. Buku rekening tabungan asli dan fotokopi.
    6. Pas foto berukuran 3×4 dan 4×6 empat rangkap masing-masing.
    7. Apabila diperlukan, email dari HRD tempat perusahaan terakhir.
    8. Apabila alasan berhenti bekerja adalah pemutusan kontrak, maka perlu untuk membawa akta penetapan PHK yang diterbitkan oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Setelah memahami syarat untuk pencairan BPJS, maka kamu perlu pula tahu langkah mencairkannya.

Langkah Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

Untuk mencairkan, kamu dapat melakukannya melalui online atau langsung datang ke kantor cabang BPJS terdekat. Berikut uraian untuk masing-masing langkah pencairan.

  • Pencairan Online

Untuk melakukan pencairan secara online, kamu bisa melakukannya dengan menggunakan HP. Langkahnya adalah seperti di bawah ini:

    1. Persiapkan dokumen yang menjadi persyaratan pencairan dan sesuaikan dengan persentase yang ingin kamu cairkan.
    2. Kunjungi alamat website berikut antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id atau aplikasi BPJSTKU.
    3. Setelah laman terbuka klik Berikutnya.
    4. Isi formulir dengan data pekerja, alasan klaim dan dokumen pendukung.
    5. Konfirmasi data pengajuan.
    6. Tunggu verifikasi dan konfirmasi dari petugas BPJS.
    7. Status permohonan klaim akan diinformasikan melalui e-mail / WhatsApp / nomor telepon yang telah diisikan dalam formulir sebelumnya. Dapat pula mengecek status klain melalui alamat https://bpjsketenagakerjaan.go.id/tracking.
  • Pencairan Langsung di Kantor BPJS

    1. Persiapkan dokumen yang menjadi persyaratan pencairan dan sesuaikan dengan prosentase yang ingin kamu cairkan. Bawa pula pas foto 3×4 dan 4×6, rangkap empat.
    2. Minta nomor antrian.
    3. Isi formulir pengajuan klain JHT dan tandatangani surat pernyataan sudah tidak bekerja.
    4. Kemudian saldo JHT akan langsung dikirimkan ke rekeningmu.

Dengan segala manfaat dan kemudahan yang telah BPJS berikan, nyatanya masih banyak kendala yang dihadapinya.

Kendala-Kendala BPJS Ketenagakerjaan

Menurut Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, dikutip oleh laman economy.okezone.com, pada 18 januari 2021, BPJS tenaga kerja menghadapi 6 masalah atau kendala, yaitu:

  1. Cakupan peserta yang masih kecil. BPJS Ketenagakerjaan perlu untuk lebih memperluas cakupan pesertanya dari semua segmen.
  2. Ada program yang tidak terlaksana sesuai harapan, seperti banyak penarikan JHT lebih awal, sehingga rawan untuk proteksi para pekerja.
  3. Pengembangan program belum sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan Konvensi International Labor Organization (ILO) 102.
  4. Harmonisasi regulasi jaminan sosial masih belum maksimal.
  5. Perlu mengawasan kelembagaan terkait dengan penyelenggaraan jaminan sosial.
  6. Transformasi program yang diadakan oleh PT Taspen (Persero) dan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri, turut berdampak pada BPJS tenaga kerja.
  7. Kemudian finansial.bisnis.com pada 10 mei 2021, menyebutkan bahwa, kendala BPJS tenaga kerja adalah mengenai pelayanan. Hal ini berdampak pada cakupan pesertanya yang tidak segera menjadi banyak.

Dari banyaknya kendala tersebut, tentu menjadi kesempatan BPJS untuk terus berbenah. Akan tetapi daripada kendalanya, manfaat yang bisa kamu peroleh dengan mengikuti BPJS lebih besar.

Bagi kamu yang belum mendaftar, segera daftar. Bagi yang telah terdaftar, jangan lupa bayar iuran setiap bulan ya!

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca juga artikel terkait lainnya

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP