fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Apa itu Brand Image? Fungsi, Indikator, dan Pentingnya dalam Pemasaran

Brand Image

Brand Image yang berhasil indikatornya ialah seberapa kuat ia melekat di benak konsumen. Contoh, setiap mendengar kalimat, “Apapun makanannya minumnya pasti…,” kamu pasti langsung tahu kalimat lanjutan dari jargon iklan produk minuman tersebut. Atau saat melihat kalimat “Indomie, seleraku”, pasti ada saja yang membacanya sambil terngiang lantunan jargonnya. Bisa juga seseorang termasuk golongan konsumen yang ketika membeli air mineral, apapun mereknya, pastinya menyebutnya, “Beli Aqua!“.

Inilah kekuatan citra merek yang berhasil. Merek-merek ini begitu melekat di benak kita, bahkan seringkali menjadi bahan guyonan sehari-hari. Aqua misalnya, merek ini begitu populer. Sampai-sampai, konsumen yang hendak membeli air mineral, tak peduli apapun mereknya, ya menyebutnya membeli Aqua dan bukan air mineral.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Kesuksesan sebuah merek membangun citranya merupakan hasil kolaborasi antara teknik marketing dan periklanan bermutu. Yang jelas, mengupayakan brand untuk bisa melekat di ingatan banyak orang memakan waktu tidak sebentar. Ada komitmen, konsistensi, dan keberanian menghadapi risiko jika strategi gagal dalam upaya membangunnya. 

Apa itu Brand Image?

Brand Image lebih dari sekadar logo. Ia adalah bagaimana konsumen mempersepsikan sebuah merek dalam benak mereka. Dan itu terbentuk berdasarkan interaksi dan pengalaman konsumen dalam menggunakan merek tersebut. Maksud interaksi ini tidak hanya soal pembelian, tapi juga mengenai pengalaman merasakan manfaat dan layanan suatu bisnis. 

Dari interaksi, konsumen membentuk persepsi. Bisa baik, buruk, atau netral. Hanya saja, kamu tidak bisa mengontrol semua itu. Karenanya, menjaga citra merek tetap apik dan konsisten menjadi penting. 

Pakar marketing, Philip Kotler pernah mengatakan, suatu Brand Image yang kuat bisa memberikan keunggulan ketika bersaing. Sejumlah faktor, seperti kemudahan berinteraksi dan transaksi, kualitas serta variasi produk, harga yang kompetitif, eksklusivitas produk bagi konsumen, sampai cara pemasaran produk, menjadi penentu Brand Image agar bisa melekat kuat dalam ingatan. Dengan begitu, sebuah merek bisa menjadi unggul dalam persaingan. 

Brand Image

Beda Brand Image dan Brand Identity

Sebelum lebih jauh membahas, terdapat perbedaan antara Brand Image dan Brand Identity. Melansir dari Feedough, Brand Image lebih kepada soal pemahaman atau persepsi seseorang atas suatu citra berkat interaksinya. Sementara Brand Identity atau identitas merek ialah usaha sebuah merek untuk terlihat oleh pelanggannya. Misalnya, proses dalam membentuk desain logo, situs, penggunaan warna ciri khas merek atau perusahaan, dengan tujuan-tujuan atau alasan-alasan tertentu dari pembuatnya. 

Brand Image  Brand Identity
Definisi Persepsi konsumen tentang sebuah merek berdasarkan interaksi. Bagaimana sebuah merek menggambarkan dirinya sendiri. 
Kontrol Tak bisa terprediksi atau terkontrol.  Merek mengendalikan sendiri persepsi yang ingin dibentuk. 
Indikator Persepsi konsumen terhadap merek Bagaimana merek mengindentifikasi dirinya sendiri

Membangun Citra Positif

Membangun citra merek yang positif sangatlah krusial. Caranya, kita perlu mengidentifikasi dulu yang menjadi tujuan dan Brand Identity. Setelah mengetahuinya, lalu fokus pada apa yang menjadi Unique Selling Point jualan. Apakah kualitas yang jempolan, harga yang bersahabat, atau ciri khas lain yang membuat produk atau jualanmu menonjol. 

Setelah kamu mengetahui apa yang menjadi tujuan dan landasannya, sekarang gilirannya kamu fokus mempromosikan merek. Ada beberapa elemen pendukung agar promosi yang kamu sampaikan efektif, yakni:  

  • Media sosial

Ketergantungan kita pada media sosial semakin besar. Dengan demikian, pemanfaatan media sosial sebagai cara membangun citra merek yang positif akan sangat efektif. Begitu juga dalam hal mempertahankan eksistensi brand milikmu. Kamu juga bisa mengukur reaksi khalayak lewat respons berupa like atau komentar di media sosial. 

  • Search Engine Optimization (SEO)

Visibilitas merek milikmu di mesin pencarian bisa memudahkan pelanggan mencari topik yang terkait dengan merek jualan kamu di internet. Kamu perlu mempelajari dan memahami cara kerja SEO

  • Konten

Konten menjadi media untuk menyampaikan pesan ke konsumen. Pembuatannya yang bagus dan berhasil akan memberikan dampak tahan lama di benak pelanggan. Begitu juga halnya bila kamu ingin menyampaikan merek milikmu ke konsumen, maka pengemasan konten yang baik bisa menjadi senjata ampuh. 

Nilai Penting Brand Image untuk Pemasaran

Brand Image yang kuat pada akhirnya akan membantu pemasaran. Saat situasi pemasaran membaik, tentunya akan berdampak positif bagi keuntungan bisnis. Bagaimana Brand Image menjadi bernilai penting bagi pemasaran? Berikut penjelasannya :

  1. Menciptakan kesan

    Ingat dong jargon iklan yang berkata, “Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda.” Ya, kesan pertama dalam bisnis amatlah penting. Beberapa faktor, seperti tampilan website bisnis, respon terhadap konsumen, kualitas produk, kelengkapan toko online, menariknya kemasan, dan lain sebagainya, bisa membentuk kesan terhadap merekmu.

  2. Membentuk pengakuan

    Selain Aqua, kita selalu menyebut Pepsodent setiap kali membeli pasta gigi. Padahal yang dibeli belum tentu mereknya Pepsodent. Atau kita dengan mudah mengenali mana ponsel iPhone atau Android biasa. Nah, bagi merek-merek tersebut, membangun brand yang mudah dikenali konsumen tidaklah mudah. 

    Ini bukan semata soal logo dan slogan ya, tapi konsumen juga mudah mengenali merek karena konsistensi, keandalan, dan kualitas merek tersebut. Jadi kamu mesti berupaya mempertahankan citra merek dengan tetap menjaga interaksi konsumen dengan produk atau merek terjalin baik. 

  3. Menunjukkan pengalaman

    Citra merek yang baik biasanya menunjukkan jam terbang dan pengalaman. Misalnya begini, ketika kamu menyambangi sebuah kedai kopi, tapi karyawannya tidak mengenakan seragam atau tidak punya ciri khas, pelayanan lama, barista pun masih nampak canggung mengolah kopi. Citra tidak profesional dan seadanya pasti membuatmu enggan kembali lagi ke kedai kopi tersebut. 

    Kualitas layanan, produk, fitur website jualan online yang lengkap, akan berjalan seiring dengan meningkatnya citra merek usahamu. 

  4. Membangun kredibilitas

    Kenapa kamu memilih Aqua sementara banyak merek lain yang lebih murah? Jawabannya jelas bukan karena pertimbangan harga, tapi kualitas. Bisa jadi air minum kemasan lain lebih murah, tapi airnya agak berbau atau kemasannya kurang menarik. Lebih jauh lagi, bisa jadi karena Aqua dalam kampanyenya kamu pikir banyak menawarkan nilai-nilai kebaikan bagi komunitas. 

    Artinya, citra merek membantu membangun kredibilitas yang berdampak pada loyalitas konsumen. Tapi, di sisi lain, ini menuntutmu untuk menjaga kualitas dan memenuhi janji-janji pemasaranmu. 

  5. Meningkatkan daya tarik

    Membangun citra akan merek tidaklah sebentar, butuh waktu dan konsistensi. Tapi, buah dari ketekunan ialah kamu berhasil membangun target pasar yang tepat dan kuat. Percaya deh, kepuasan dan loyalitas konsumen itu segalanya. Konsumen yang merasa puas dan melihat merek produk atau jasamu sangat positif, mereka akan membagikannya ke orang lain.  

Brand Image

Memulai Langkah yang Tepat

Bila Brand Image akan membantu upaya pemasaran dalam jangka panjangnya, mungkin kamu mulai berpikir untuk melakukannya. Dan kamu mungkin saja kebingungan untuk memulainya dari mana. Tulisan berikut akan memaparkan hal-hal apa saja yang bisa kamu lakukan untuk membangun citra usaha kamu:

  • Tentukan visi, misi, dan value

Analoginya, kalau kamu tidak tahu kemana arah tujuanmu, ya bagaimana kamu tahu cara menuju kesana. Jadi ketahui dulu apa yang menjadi visi dari bisnis online kamu, dari situ kamu susun misi atau cara untuk mencapai visimu.  

  • Kenali target konsumen

Kamu perlu mengetahui hal-hal yang menarik konsumen ketika melakukan pembelian. Dengan mengenalinya, kamu jadi tahu bagaimana mengemas produk yang sesuai, layanan pelanggan yang diharapkan, tampilan dan fitur website jualan online yang membantu, sampai bahasa dan strategi pemasaran yang tepat. 

  • Punya karakter

Karakter penting untuk membuat merek tampak lebih menonjol diantara ramainya bisnis online. Karakter ini mesti kamu suarakan lewat visual, konten, komunikasi di media sosial dan lainnya. 

  • Manfaatkan media sosial

Data GlobalWebIndex pada 2018 mendapati, bahwa sebanyak 54% konsumen mencari tahu dulu di media sosial sebelum memutuskan melakukan pembelian. Sementara riset Statista menambahkan, bahwa pada 2021 terdapat 3,78 miliar pengguna media sosial di seluruh dunia, ini setara dengan 48% populasi dunia. 

Artinya, kamu harus serius menggarap saluran media sosial untuk membangun citra merek. Buatlah konten-konten secara konsisten dan profesional. 

  • Layanan konsumen yang humanis

Teknologi boleh berkembang pesat, otomatisasi sampai penggunaan bot pada website toko online memang memudahkanmu, tapi sentuhan personal yang humanis akan membuat konsumen lebih merasa nyaman. Sempatkan atau sediakan admin khusus untuk menjawab pertanyaan konsumen secara online. Empati dan ketulusan akan membuat pelangganmu betah. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Seringkali merek yang melekat di benak kita adalah yang cara komunikasinya unik dan agak nyeleneh. Ya, memang demikian. Membangun Brand Image haruslah menyenangkan dan penuh kreativitas. Satu tips untuk kamu, perbanyak literasi dengan berguru pada merek-merek berusia tua yang mampu bertahan di tengah persaingan dan tidak terdisrupsi zaman. 

Baca juga artikel lain yang terkait :

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP