fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Branding vs Marketing: 5 Perbedaan Yang Harus Kamu Pahami

Brandig vs Marketing

Seringkali pebisnis terkecoh dengan istilah branding dan marketing. Banyak yang mengira dua istilah ini memiliki arti yang sama. Padahal, branding dan marketing adalah dua hal yang berbeda, lho. Sebagai pebisnis online, penting bagimu untuk memahami keduanya. Sebab kedua hal ini juga jadi faktor penentu kesuksesan dari bisnis kamu, selama dijalankan dengan konsisten dan berdasarkan strategi yang matang. Mari cermati penjelasan berikut untuk memahami perbedaan branding marketing.

Definisi Branding

Kata branding berasal dari kata ‘brand’ yang artinya merek. Mengutip dari Hubspot, branding berarti proses untuk membuat brand-mu berbeda dengan kompetitor yang didasari proses riset mendalam. Sebagai bagian dari praktik marketing, branding bertujuan untuk membentuk identitas dan persepsi publik atas sebuah brand. Branding berfokus pada bagaimana cara mengkomunikasikan siapa kita, visi dan misi seperti apa yang ingin dicapai, value apa yang kita yakini dan berikan, serta apa yang membuat brand kita berbeda dengan yang lainnya. Komunikasi tadi biasanya dilakukan lewat logo, gaya bahasa, dan bagaimana tampilan brand secara keseluruhan.

Perbedaan branding marketing dapat dilihat dari manfaat yang ditawarkannya. Berikut adalah manfaat dari branding yang bakal berguna bagi perkembangan bisnismu:

  1. Dapat menarik perhatian konsumen;
  2. Semakin mudah buatmu untuk membangun loyalitas konsumen;
  3. Bisa memasang harga yang kompetitif tanpa takut tersaingi;
  4. Menonjolkan keunggulan dari produkmu; dan
  5. Meningkatkan kredibilitas brand kamu.

Definisi Marketing

Lain halnya dengan marketing. Marketing adalah seperangkat alat, proses, dan strategi yang digunakan untuk mempromosikan produk kamu. Jadi secara singkat marketing berhubungan dengan segala bentuk cara yang kita gunakan untuk dapat membangun koneksi dengan calon pembeli dan konsumen. Sehingga mereka percaya terhadap produk atau jasa yang kita tawarkan dan mau membelinya. Marketing bukan cuma mempromosikan dan menawarkan produk kepada konsumen. Kamu perlu melakukan riset dan analisis pasar secara mendalam sebelum masuk ke strategi marketing. Dengan begitu, kamu bisa memilah mana sekiranya strategi marketing yang berhasil maupun tidak.

Sama halnya dengan branding, marketing juga menawarkan beberapa manfaat yang membawa untung buat bisnismu, diantaranya:

  1. Memperluas jangkauan pasar;
  2. Bisa mendapatkan insight dari konsumen;
  3. Meningkatkan transaksi pembelian;
  4. Memperkuat brand kamu; dan
  5. Memahami konsumen dengan lebih baik.

Bagaimana, sampai sini apakah kamu sudah punya bayangan mengenai perbedaan branding marketing? Kalau belum, mari lihat 4 perbedaan branding dan marketing secara singkat pada tabel berikut ini:

4 Perbedaan Branding & Marketing

Marketing

Branding

Digunakan untuk menarik perhatian pembeli Digunakan untuk mempertahankan perhatian mereka pada brand 
Dilakukan untuk mendatangkan atau meningkatkan penjualan Dilakukan agar brand dapat dikenal dan membuat pembeli loyal
Dilakukan setelah branding karena akan memiliki strategi yang lebih terarah. Marketing yang dilakukan sebelum branding tidak akan memiliki identitas. Dilakukan sebelum marketing karena bersifat sebagai fondasi yang menentukan bagaimana sebuah brand harus berjalan dan bersikap.
Bersifat sementara. Artinya strategi marketing memiliki awalan dan akhiran. Sebuah brand bisa memiliki cara marketing yang berbeda-beda dan harus terus berganti. Bersifat selamanya. Branding harus terus berkembang dan berevolusi seiring berkembangnya brand. Identitas ini yang kemudian dibawa untuk tetap mempertahankan brand pada fondasi awal dibentuknya.

Download LummoSHOP sekarang di sini untuk meningkatkan branding tokomu menjadi lebih terpercaya dengan identitas yang lebih baik. Permudah marketing produkmu sekarang!

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Jenis-Jenis Branding dan Marketing

Secara praktik, ada banyak jenis branding dan marketing yang dapat jadi pertimbanganmu. Hal ini tentu semakin mempertegas bahwa perbedaan branding dan marketing itu nyata. Apa sajakah itu? Simak paparan di bawah ini, ya.

Jenis-jenis Branding

Perlu diketahui kalau terdapat beberapa opsi branding yang bisa diterapkan pada bisnismu. Tentunya jenis branding yang dipilih harus sejalan dengan objektif bisnis yang kamu miliki. Di bawah ini adalah rangkuman jenis-jenis branding yang dilansir dari Taylor Brands.

  1. Product Branding
    Jenis branding yang ini mungkin sudah cukup familiar di benakmu. Sesuai namanya, product branding adalah upaya membuat brand kamu bisa sangat melekat pada suatu produk. Sampai-sampai menggeser nama asli dari produk tersebut. Product branding dapat dibilang berhasil apabila konsumen menyebut brand-mu saat ingin membeli suatu produk.

    Kamu tahu alat pengeras suara bernama toa? Faktanya, Toa merupakan brand asal Jepang yang sudah berdiri sejak 1934. Melansir dari CNBC Indonesia, Toa telah mengembangkan pengeras suara berbentuk corong ini sejak 1947 atau setelah Perang Dunia II. Keberhasilan product branding dari Toa membuat orang Indonesia selalu mengasosiasikan pengeras suara dengan sebutan “toa”.

  2. Online Branding
    Zaman dan teknologi semakin berkembang, pebisnis pun harus siap untuk bisa beradaptasi dengannya. Bagaimana cara menyesuaikan bisnis di era digital? Dengan memperkuat online presence dari brand kamu. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan media sosial, membuat website brand, menulis blog, dan lain sebagainya. Selain mudah, teknik branding yang satu ini cukup hemat biaya. Karena yang kamu perlukan hanyalah koneksi internet dan rencana branding.

  3. Personal Branding
    Namanya saja ‘personal’, artinya teknik ini ditujukan untuk perorangan. Personal branding bertujuan untuk meningkatkan citra dari individu. Teknik ini seringkali dilakukan oleh politisi, selebriti, atau influencers. Lalu bagaimana teknik ini bisa membawa cuan bagi bisnismu? 

Sederhananya seperti ini. Semakin publik mengetahui eksistensimu, mereka akan semakin yakin pada bisnis yang kamu tekuni. Hal ini karena kamu sudah memiliki kredibilitas yang telah dibangun lewat personal branding tadi. Neil Patel adalah salah satu contoh pebisnis yang berhasil menerapkan personal branding.

Jenis-jenis Marketing

Jenis-jenis marketing juga tak kalah banyak dari branding. Mulai dari marketing konvensional sampai digital marketing. Saking banyaknya, mungkin kamu malah bingung ingin pakai yang mana. Jangan khawatir, LummoSHOP sudah merangkumnya spesial buat kamu.

  1. Word-of-Mouth Marketing
    Word-of-mouth marketing merupakan salah satu teknik marketing yang cukup terkenal di kalangan pebisnis. Melansir dari Kayako, WOM marketing adalah situasi di mana konsumen merekomendasikan langsung produk yang mereka beli ke orang-orang terdekatnya. Singkat kata, ini merupakan bentuk promosi dari mulut ke mulut. Meskipun tergolong konvensional, teknik ini cukup efektif untuk menggaet konsumen baru. Nielsen menemukan bahwa 92% konsumen lebih percaya rekomendasi dari teman mereka ketimbang iklan.

  2. Relationship Marketing
    Mengutip dari Hubspot, relationship marketing merupakan upaya untuk menjaga hubungan dengan konsumen secara jangka panjang supaya mereka puas dan loyal dengan produk kita. Dengan teknik ini, jangan harap konsumen akan langsung membeli produkmu, ya. Butuh waktu, strategi, dan konsistensi untuk menciptakan hubungan yang sehat dengan konsumen. Sebagai permulaan, kamu bisa coba tingkatkan mutu pelayanan atau membuat promo yang lebih personal. Dengan begitu, konsumen akan merasa dihargai dan enggan berpaling ke brand lain.

  3. Digital Marketing
    Nah, teknik marketing yang ini sepertinya sudah sering disinggung di berbagai media. Seperti namanya, digital marketing adalah teknik marketing yang memanfaatkan media digital atau internet untuk berpromosi. Salah satu keuntungan dari digital marketing adalah kamu bisa menentukan jenis konsumen yang ingin disasar. Bisa dari jenis kelamin, usia, umur, tempat tinggal, profesi, dan lain sebagainya.

Mana yang Lebih Penting?

Ini merupakan pertanyaan yang seringkali diajukan oleh para pebisnis karena mereka bingung akan perbedaan branding dan marketing. Sebetulnya, keduanya sama-sama penting bagi pertumbuhan bisnis. Disunting dari Bisnis Indonesia menurut pakar branding, Subiakto Priosoedarsono, branding dan marketing berada di posisi yang sejajar. Keduanya juga saling melengkapi satu sama lain.

Walau begitu, tetap saja branding dan marketing merupakan dua teknik berbeda untuk memajukan suatu bisnis. Efek yang dihasilkan pun akan berbeda pula. Maka dari itu, kamu perlu memprioritaskan salah satu dari keduanya tergantung dari tujuan yang ingin kamu raih. Jika bisnismu masih di tahap awal pengembangan, akan lebih baik kalau menerapkan branding terlebih dulu. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan brand kamu kepada konsumen. Saat brand awareness sudah tercipta, maka lebih mudah bagimu untuk melakukan strategi marketing.

Itu dia penjelasan mengenai perbedaan branding marketing. Untuk mendapat hasil yang optimal, kamu perlu menjalankan keduanya dengan seimbang. Mana yang ingin kamu mulai duluan, branding atau marketing?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add Comment *

Name *

Email *

Website