fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Ini 7 Jenis dan Bentuk Buku Besar yang Wajib Pengusaha Ketahui

Buku Besar

Buku Besar akuntansi atau General Ledger atau Ledger saja, tentu sebuah istilah yang tidak asing bagi para pengusaha seperti kamu. General Ledger ini sangat penting bagi perjalanan bisnismu. Karena ibarat sebuah buku harian yang merangkum kisah hidupmu. Apakah memang benar demikian? 

Kamu akan menemukan jawabanya, setelah membaca keseluruhan artikel ini. So, hayuk langsung dibaca!

Apa itu Buku Besar?

Buku Besar adalah buku yang berisi rangkuman perubahan sebuah akun dalam suatu bisnis, disebabkan adanya transaksi keuangan. Tentu saja General Ledger dipergunakan untuk periode akuntansi tertentu. Buku ini adalah bagian penting dalam sebuah siklus akuntansi. Karena tanpa membuatnya akan sulit menelusuri perubahan sebuah akun, sebagai dampak transaksi keuangan.

General Ledger dipersiapkan terutama untuk membuat laporan keuangan, yang terdiri dari: neraca, dan laporan laba rugi. Untuk neraca mengacu pada General Ledger akun riil, seperti: kas, utang usaha, modal, dan lainnya. Sedangkan laba rugi, akan mengacu pada General Ledger akun nominal, seperti: pendapatan, penjualan, beban, HPP (harga pokok produksi), dan lainnya. 

Manfaat yang Bisa Kamu Peroleh dari General Ledger

Saat kamu berbisnis, pernahkah kamu mencatat kas dalam satu buku khusus?

Jika ya itulah bentuk General Ledger, dalam hal ini General Ledger untuk kas. Kamu mempersiapkannya tentu karena ada manfaat yang bisa kamu peroleh. Seperti mempermudah penelusuran sebuah transaksi. Dan memang salah satu manfaat General Ledger adalah mempermudah tracking suatu akun. Tetapi selain itu, ada beragam manfaat lainnya, yaitu:

  • Memudahkan menelusuri arus bertambah dan berkurangnya suatu akun.
  • Mempermudah dalam mempersiapkan neraca percobaan, yang pengusaha butuhkan dalam mempersiapkan laporan keuangan.
  • Dapat memudahkan melihat saldo akhir suatu akun.
  • Saat melakukan pemeriksaan (audit) jadi mudah, karena ketika ditemukan kejanggalan dalam laporan keuangan.
  • Merangkum perubahan akun dalam satu periode tertentu. 
Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Semua manfaat tersebut, tentu kamu butuhkan sebagai pebisnis. Makin menarik bukan, mempelajari mengenai General Ledger? Selanjutnya kamu perlu tahu juga komponen dalam General Ledger.

Komponen yang Harus Ada dalam General Ledger

General LedgerKomponen yang harus ada dalam General Ledger diantaranya:

  • Penjelasan identitas General Ledger, yang terdiri dari: nama dan nomor akun. 
  • Keterangan waktu, yang berguna untuk memberikan keterangan terjadinya transaksi sebuah akun.
  • Keterangan transaksi adalah penjelasan mengenai transaksi yang menyebabkan bertambah atau berkurangnya jumlah akun tertentu.
  • Debit dan kredit, adalah penempatan nilai transaksi sebuah akun, sesuai aturan penempatannya. Berikut adalah aturan penempatan sebuah akun.

Buku Besar (General Ledger)

  • Saldo, adalah saldo akhir sebuah akun setelah mengalami perubahan akibat transaksi keuangan. 

Memahami komponen dalam General Ledger, akan memudahkanmu untuk membuat General Ledger. Namun sebelumnya ada jenis dan bentuk General Ledger yang perlu kamu kuasai.

7 Jenis dan Bentuk Buku Besar

Jenis dan bentuk General Ledger pun beragam. Semua perusahaan menggunakannya, sehingga setiap pengusaha wajib dan harus memahaminya. Berikut adalah 7 jenis dan bentuk General Ledger, yang wajib penguasa kuasai. 

Berdasarkan Luasnya Informasi

Jenis General Ledger berdasarkan luas informasi yang diberikan dibedakan menjadi dua, yaitu General Ledger Umum, dan General Ledger Pembantu.

  1. General Ledger Umum

Adalah General Ledger yang merangkum keseluruhan perubahan yang terjadi pada satu akun tertentu. Sesuai namanya informasi yang diberikan sifatnya umum untuk satu akun tertentu. Sumber General Ledger ini adalah jurnal umum. Setiap akun memiliki satu General Ledger umum. Contoh General Ledger umum untuk: kas, piutang usaha, peralatan, perlengkapan, utang usaha, modal, pendapatan, penjualan, dan lainnya.  

  1. General Ledger Pembantu

Buku pembantu atau biasa disebut pula “buku tambahan” adalah rincian dari General Ledger umum. Kamu akan memperoleh informasi terperinci mengenai sebuah akun dari General Ledger ini. Akun yang biasanya memiliki General Ledger pembantu adalah yang memerlukan rincian. Contoh General Ledger pembantu adalah: buku pembantu utang dan buku pembantu piutang. Di dalam buku pembantu kedua akun tersebut, diperinci nama-nama pemberi utang pada perusahaan dan yang memiliki piutang pada perusahaan. 

Berdasarkan Utang Piutang

Berdasarkan utang piutang, General Ledger dibedakan menjadi dua yaitu kreditur dan debitur. 

  1. Buku Kreditur

Kamu perlu untuk menyusun buku ini untuk keperluan merinci utang perusahaan. Sehingga ini adalah buku sumber untuk mengetahui kepada siapa saja perusahaan memiliki kewajiban. Informasi untuk pembuatan buku ini adalah jurnal pembelian dan utang usaha. 

  1. Buku Debitur

Keperluanmu untuk menyusun buku debitur adalah untuk merinci piutang perusahaan. Maka buku ini adalah sumber untuk mengetahui siapa saja yang memiliki piutang kepada perusahaan. Sumber informasi untuk buku ini adalah jurnal penjualan dan piutang usaha.  

Berdasarkan Bentuknya

Untuk membuat General Ledger, tentu perlu memahami bentuknya. Ada tiga bentuk Ledger, yaitu: bentuk T, Skontro, dan Staffle.

  1. Bentuk T

Sesuai namanya bentuknya memang seperti T kapital. Bentuk ini adalah General Ledger yang paling sederhana diantara bentuk-bentuk lainnya. Buku ini menempatkan debit di sebelah kanan, dan kredit di sebelah kiri. Kemudian pada kolom akhir ada kolom total debit dan kredit, serta saldo. 

Berikut adalah contoh General Ledger bentuk T

General Ledger

  1. Bentuk Skontro

Buku ini dikenal pula dengan bentuk dua kolom. Pada dasarnya juga berbentuk T, namun memiliki rincian transaksi yang lebih lengkap. Berikut adalah contoh buku bentuk skontro.

Buku Besar (General Ledger)

  1. Bentuk Staffle

Bentuk ini adalah yang paling detail diantara bentuk Ledger lainnya. Oleh sebab itu banyak perusahaan yang menggunakannya. Bentuk ini masih terbagi menjadi dua, yaitu: saldo tunggal dan rangkap.  

    • Saldo tunggal

Bentuk staffle saldo tunggal, kamu pergunakan jika memerlukan penjelasan transaksi yang cukup banyak. 

Berikut adalah contohnya :

Buku Besar (General Ledger)

    • Saldo rangkap

Buku ini sama dengan saldo tunggal, namun kolom saldo terbagi menjadi dua yaitu kolom debit dan kredit. 

Berikut adalah contohnya :

Buku Besar (General Ledger)

General Ledger ternyata mudah dibuat bukan? Sebagai pengusaha, kini saat yang tepat untuk mulai mempraktekkannya. 

Terus semangat berbisnis, dan jadikan bisnismu makin membesar. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP