fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

A to Z Business Plan yang Perlu Dipahami Pebisnis Masa Kini

Business Plan

Bisnis itu yang penting praktiknya. Kalau terlalu lama mikir, yang ada malah enggak jalan. Dua kalimat tersebut tak sepenuhnya salah, memang. Namun, apa jadinya bila bisnismu hanya mengikuti air yang mengalir tanpa ada rencana dan strategi apa pun?

Bisa jadi, yang awalnya kamu seharusnya bisa mendapat keuntungan 100, namun hanya mendapat 40 saja karena tidak ada arah yang jelas. Bahkan, sebelum menyusun business plan yang notabene juga masih dalam tahap teori, kamu perlu langkah pendahuluan business plan.

Dengan itu, business plan makin kuat. Pada akhirnya, bisnismu bisa berjalan lancar sesuai ekspektasi atau bahkan lebih. Poinnya di sini adalah betapa pentingnya berpikir sebelum bertindak. Betapa pentingnya merencanakan segala sesuatu dengan hati-hati termasuk dalam berbisnis.

Business plan merupakan fondasi awal saat pebisnis memulai bisnisnya. Dengan perencanaan bisnis yang matang, kamu akan memiliki arah yang jelas dalam menjalankan bisnismu.

Fungsi lain business plan yakni sebagai pandangan awal dari sebuah bisnis layak atau tidak untuk menerima investasi dari investor. Jadi, sudah pasti dalam pembuatannya mesti mendapat perhatian serius.

Apakah kamu sudah memilikinya?

Sebelum membuat lebih jauh perencanaan bisnismu, yuk, lebih dulu cari tahu pengertian dan seluk-beluk lainnya seputar business plan.

Daftar Isi Sembunyikan

Apa itu Business Plan?

Dalam setiap kegiatan, tentu ada tujuan yang ingin dicapai. Untuk mencapainya, kamu membutuhkan sebuah perencanaan yang matang. Tanpa perencanaan, kesuksesan akan lebih sulit tercapai. Demikian pula dalam bisnis, membutuhkan sebuah perencanaan yang matang untuk mencapai tujuan. Itulah yang disebut sebagai rencana bisnis atau business plan.

Business plan adalah sebuah rancangan bisnis yang berisi segala sesuatu tentang bisnis yang sedang kamu jalankan sehingga orang lain mendapatkan pandangan tentang apa bisnismu dan sejauh mana bisnis tersebut berkembang.

Dalam sebuah business plan, biasanya terdiri atas executive summary, deskripsi perusahaan, analisis pasar, deskripsi produk atau jasa, marketing plan, logistic & operation plan hingga financial projection. Dari data-data yang kamu sajikan itulah, sebuah bisnis dapat tergambar, berprospek cerah atau tidak.

Manfaat Business Plan

Ketika membuat business plan, kamu dapat beroleh sejumlah manfaat. Berikut adalah manfaat dari business plan.

  1. Melakukan aktivitas bisnis dengan panduan yang tepat

Ibarat seseorang yang berjalan dengan menggunakan petunjuk berupa peta, maka ia akan sampai di tempat tujuan lebih akurat. Begitu juga dengan bisnis, kamu dapat melakukan aktivitas bisnis tanpa meraba-raba arah jalannya dengan panduan yang tercantum dalam perencanaan bisnis. Alhasil, kamu menjadi lebih fokus dan tahu arah tujuan bisnismu.

  1. Mengambil keputusan berdasarkan data dan fakta

Berlandaskan data dan fakta terpat yang ada, kamu sebagai pebisnis bisa menjadikan perencanaan bisnismu sebagai dasar dalam mengambil keputusan dan membuat kebijakan yang berkaitan dengan masa depan perusahaan. Misalnya, dalam merekrut SDM, mengelola cashflow, maupun menentukan strategi marketing yang tepat sesuai target pasar, dan sebagainya.

  1. Membantu mendapatkan partner atau investor

Last but not least. Kamu juga akan dengan mudah menarik partner atau investor yang tertarik dengan bisnismu. Dengan melihat perencanaan bisnis yang matang, investor tak akan keberatan untuk bergabung mendukung keberhasilan bisnismu.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Business Plan, Pentingnya bagi Bisnismu

Pernahkah kamu bepergian? Apakah selalu ada tujuannya? Bagaimana jika bepergian tanpa tujuan?

Menjawab semua pertanyaan tersebut, tentu sebagian besar dari kamu akan mengatakan, bahwa saat bepergian memiliki tujuan. Bahkan ada perencanaan matang. Jika tak memiliki tujuan, sudah pasti membingungkan.

Demikian pula dengan business plan, kamu perlukan untuk mencapai tujuan bisnis yang sudah kamu tetapkan. Supaya rencana bisnis memiliki makna, sebuah dokumen tertulis yang menjelaskan secara mendetail tentang bisnis perlu kamu buat. Dokumen tertulis itu berisi informasi detail yang terdiri atas identitas, tujuan, operasional, skema pembiayaan dan anggaran, serta produk dan jasa yang akan kamu hasilkan.

Dengan memiliki business plan, kamu akan mendapatkan beberapa keuntungan, seperti:

  1. Mempermudah untuk mengidentifikasi. modal awal untuk memulai bisnis, operasional bisnis, pembiayaan dalam bisnis, dan produk serta jasa yang akan kamu hasilkan dalam bisnis.
  2. Memiliki panduan dan standar dalam menjalankan bisnis. Adanya business plan, akan membuat bisnismu lebih terarah, karena memiliki panduan dan standar.
  3. Lebih mudah menggaet pemodal. Business plan kamu buat dalam format tertulis, dengan perincian isi yang telah disebutkan sebelumnya. Mengajukan rencana bisnis tersebut kepada pemodal, akan membuat mereka lebih mudah memahami mengenai bisnis yang kamu rencanakan. Sehingga mereka lebih yakin berinvestasi pada bisnismu.
  4. Kamu bisa mengembangkan strategi penggerak business plan yang tepat. Adanya rencana bisnis, akan membuatmu lebih mudah menentukan strategi-strategi penggerak dalam business plan. Karena panduannya adalah rencana bisnis tersebut.

penggerak business plan 02

Dampak Buruk Tak Ada Business Plan sebagai Panduan Bisnis Kamu

Apa yang terjadi jika bisnis tak memiliki rencananya? Berikut ini beberapa di antaranya.

  1. Pihak kompetitor mudah mempermainkanmu

Dalam bisnis, ada istilah perang harga, sebuah kondisi yang sebisa mungkin kamu hindari jika tidak mau babak belur. Nah, jika kamu tak punya rencana yang jelas, bukannya tidak mungkin pihak kompetitor akan mudah mempermainkanmu, salah satunya dari sisi harga. Mereka menjual harga di bawah yang kamu tawarkan, misalnya. Setelah kamu terpancing dengan ikut menurunkan harga, mereka mengurangi harga lagi, begitu seterusnya hingga bisnismu hanya tinggal nama. Dengan adanya rencana bisnis, kamu tak akan mudah terpancing dengan permainan kompetitormu.

  1. Tak bisa melakukan pengawasan karena tak ada dasar pengukuran

Karena tak ada catatan atau rencana yang jelas, kamu tak bisa melakukan pengontrolan: apakah yang kamu lakukan sudah sesuai rencana atau tidak. Kamu juga kurang ngeh dengan adanya penyimpangan, tahu-tahu bisnismu di ambang kehancuran saja.

Meskipun hanya dua poin, namun semuanya krusial dan bisa berdampak parah untuk kelangsungan bisnismu. Jadi, sebaiknya kamu tak menyepelekannya.

Jenis-Jenis Business Plan

Selain business plan secara umum, ternyata ada juga berbagai jenis perencanaan bisnis sesuai dengan tujuannya, seperti:

  1. Operations Business Plan

Kamu bisa juga menyebutnya dengan rencana operasi, rencana yang terbuat khusus untuk pihak internal bisnis saja. Di dalamnya ada penjelasan mengenai Standard Operational Procedure (SOP) atau bagaimana pekerjaan akan berjalan, bagaimana alur kerjanya, seperti apa sumber dayanya, dan semacamnya. Tujuan business plan jenis ini adalah sebagai pengendali internal dalam bisnis. Secara berkala akan ada pengecekan apakah pihak-pihak dalam perusahaan tersebut sudah merealisasikan apa yang ada dalam rencana atau belum.

  1. Growth Business Plan

Sebagaimana namanya, jenis ini berisi rencana-rencana pengembangan bisnis, termasuk di dalamnya tentang inovasi, perbaikan-perbaikan jika diperlukan, atau penampakan target pasar. Rencana bisnis jenis ini bisa dibuat saat bisnis sudah mulai berjalan sehingga kamu sudah memiliki gambarannya seperti apa. Rencana jenis ini tidak hanya untuk pihak internal, melainkan juga eksternal, seperti investor.

  1. Development Business Plan

Hampir sama dengan poin sebelumnya, rencana bisnis model ini juga berisi rencana dengan lebih detail mengenai apa yang akan bisnis lakukan untuk ekspansi lanjutan.  Rencana ini tidak hanya bagi pihak internal, pihak eksternal pun bisa mengaksesnya.

  1. Strategic Business Plan

Di antara semua jenis rencana bisnis, inilah yang paling rumit. Bagaimana tidak, jika kamu ibaratkan, strategic business plan adalah grand design atau blueprint business plan sebagai panduan yang berisi semua rencana dari a sampai z. Mulai dari awal bisnis berdiri hingga nanti saat ekspansi. Beserta kemungkinan yang akan terjadi dan hal-hal apa saja yang harus bisnis lakukan jika hal tidak menyenangkan datang.

  1. Startup Business Plan

Startup business plan adalah panduan untuk startup, mulai dari visi dan misi pendirian startup, apa produk atau jasa yang ditawarkan, siapa pangsa pasarnya, bagaimana promosinya, dan yang berkaitan dengan itu.

Business Plan

7 Langkah Pendahuluan Agar Business Plan Kamu Makin Kuat

Jika saat ini kamu ingin sedang semangat-semangatnya menyusun business plan, tolong jangan lupakan beberapa langkah pendahuluan berikut ini ya agar business plan makin kuat. Apa saja? Simak, yuk!

  1. Survei Segmen Pasar

Sebelum menyusun business plan, kamu bisa melakukan survei pasar terlebih dahulu. Ada beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan melalui kegiatan ini yaitu sebagai berikut.

    • Mendapatkan ide bisnis

Ada kalanya kamu ingin berbisnis, tapi tak tahu apa yang berprospek. Daripada bingung, kenapa tak mulai dari bagian paling akhir dulu. Apa bagian paling akhir dari sebuah ide bisnis? Konsumen, bukan. Itu sebabnya, sebelum menyusun business plan, kamu bisa melakukan survei pasar dulu. Siapa tahu, idemu bermunculan setelahnya. Survei pasar ini juga tak harus memaksamu untuk berlelah-lelah di luar karena kamu bisa melakukannya lewat online. Misalnya, kamu membuka beberapa toko online yang berjualan pakaian. Setelah beberapa waktu mengamati, ternyata kamu baru menyadari bahwa tak satu pun di antara mereka yang berjualan pakaian untuk orang-orang bertubuh jumbo. Padahal, orang-orang dengan ukuran tak biasa ini juga ingin tampil trendi dan menarik. Bukankah ini kesempatanmu?

    • Mengasah kepekaanmu sebagai pebinis

Business plan makin kuat dengan survei pasar yang notabene mengasah kepekaanmu sebagai pebisnis. Misalnya dalam contoh kasus di atas, kamu mendapatkan ide untuk berjualan pakaian bagi mereka yang berukuran jumbo dari rasa empati, bukan. Kamu ingin memberikan ruang yang sama pada mereka. Bahwa sejatinya, memiliki ukuran tubuh tak biasa bukan berarti tak bisa tampil penuh pesona. Bukannya tidak mungkin jika business plan makin kuat ketika kamu menyusun dan membuatnya dari hati berdasarkan empati / rasa peduli.

  1. Menentukan Visi dan Misi

Langkah pendahuluan business plan selanjutnya adalah menentukan visi dan misi bisnismu. Visi adalah tujuan sedangkan misi adalah hal-hal yang nantinya akan kamu lakukan untuk mencapai tujuan atau misi. Misal dalam contoh kasus di atas, visimu adalah ingin membantu orang-orang yang berukuran tidak biasa bisa tampil trendi dan menarik sedangkan misimu adalah menggunakan warna-warna dan jenis tertentu dalam produksi pakaianmu nanti yang sekiranya bisa membuat mereka makin memesona ketika memakainya.

  1. Menentukan Barang / Jasa yang Akan Kamu Tawarkan

Langkah pendahuluan business plan selanjutnya adalah menentukan barang/jasa yang akan kamu produksi atau tawarkan pada konsumen. Dalam contoh kasus di atas, yang akan kamu tawarkan adalah pakaian untuk konsumenmu yang berukuran jumbo.

  1. Menentukan Strategi Marketing

Berikutnya mengenai langkah pendahuluan business plan adalah menentukan strategi marketing yang tepat. Untuk bisa menentukan strategi yang tepat, kamu harus mengetahui dengan detail siapa konsumenmu.

Misalnya, kamu membuat membuat batasan bahwa rata-rata mereka yang bertubuh sangat besar berada di kisaran usia di atas 30-an dengan asumsi sistem metabolisme tubuh sudah tak lagi sama seperti anak remaja. Dengan satu batasan ini saja, kamu sudah memiliki sedikit bayangan. Kemungkinannya kecil kamu menemukan orang-orang bertubuh besar di sekolah dan sebaliknya kemungkinannya lebih besar ketika kamu ke ibu-ibu yang sedang menunggui anak mereka TK atau SD.

Itu hanya contoh kecil saja. Kamu bisa menyesuaikannya dengan model bisnismu sendiri. Poinnya, menentukan strategi marketing harusnya sudah ada dalam kepalamu sebelum menyusun business plan.

  1. Bertanya pada Orang Terdekat, Netizen, atau Langsung Uji Ide

Sebelum menyusun business plan, kamu bisa bertanya pada orang terdekat, teman, atau bahkan netizen melalui polling di media sosial bagaimana respon mereka ketika akan ada launching pakaian dengan beragam model khusus untuk mereka yang bertubuh jumbo. Jika tanggapan mereka positif, maka nantinya business plan makin kuat. Setidaknya, produk yang akan kamu jual tidaklah sia-sia. Sebagai pebisnis, kepercayaan dirimu akan semakin meningkat dengan tanggapan positif mereka (meskipun barangnya belum benar-benar ada).

Namun, sebaiknya jangan terlalu lama antara pertanyaan dan launching produknya karena jika terlalu lama bisa-bisa idemu diserobot oleh pihak lain. Pastinya kamu enggak mau kan hal tersebut terjadi.

  1. Menyusun Anggaran yang Kamu Butuhkan

Setelah melalui poin 1 – 5, kamu sudah memiliki bayangan seperti apa bisnismu kelak. Maka langkah pendahuluan business plan berikutnya adalah mulai menyusun anggaran untuk mengetahui modal yang kamu butuhkan. Kamu bisa menyusunnya berdasarkan tingkat urgensinya.

business plan makin kuat 03Misalnya, di antara beragam jenis pakaian yang ada, pakaian sehari-hari mungkin menjadi prioritas pertamamu untuk diproduksi lebih dulu, kemudian pakaian untuk hangout, dan terakhir mungkin pakaian untuk pesta (karena pesta tidak setiap hari). Bahkan, kamu bisa menyederhanakannya juga dengan menghitung orang-orang bertubuh jumbo yang ada di sekitarmu mulai dari saudara, kerabat, teman, sahabat, teman kantor, teman sekomunitas, dan masih banyak lagi. Misal setelah kamu total, ada 50 orang, maka sebagai langkah awal kamu bisa memproduksi sejumlah tersebut. Berapa modal yang kamu perlukan untuk memproduksi 50 item? Selain untuk produksi, modal lain yang kamu perlukan adalah untuk keperluan promosi.

Dua poin tersebut adalah yang paling krusial untuk kamu ketahui perkiraan jumlah anggarannya sebelum menyusun business plan.

  1. Menentukan Bagaimana Kamu Mendapatkan Modal

Terakhir, setelah mengetahui total modal yang kamu butuhkan, penting juga menyusun rencana untuk mendapatkan modal. Apakah dari uang pribadi, pinjaman dari orang tua atau saudara, pinjaman pihak ketiga, atau bahkan investasi dari angel investor. Di antara semuanya, siapa yang paling memungkinkan? Kamu bisa menyusunnya berdasarkan kemungkinan besar terealisasinya.

Ternyata membuat rencana bisnis tak bisa sembarangan. Kamu harus melakukan langkah pendahuluan business plan sebelum menyusun business plan yang sebenarnya agar business plan makin kuat dan bisnismu bisa berjalan lancar. Jika tidak, maka bisnismu tak bisa terarah dengan baik. Ibarat traveler, yang memiliki itinerary pastinya berbeda dengan yang tak membuatnya sama sekali. Nah, kalau kamu termasuk yang mana? Mengalir bagai air atau terencana? Namun, jika melihat persaingan bisnis yang semakin ketat, maka melakukan pendahuluan business plan sebelum menyusun business plan adalah langkah yang tepat sebagaimana sudah disebutkan di atas langkah-langkahnya. Selamat mencoba ya semoga business plan makin kuat yang pada akhirnya berimbas juga pada kelangsungan hidup bisnismu.

Menjadikan Business Plan untuk Menggaet Kepercayaan Pemodal

Kamu membutuhkan business plan guna membangun dan mengembangkan bisnis dengan menggaet kepercayaan pemodal. Kamu bisa saja bertahan menggunakan modal sendiri, namun perkembangan bisnismu tidak akan cepat. Bakal membutukan waktu lama bagimu untuk mengembangkan bisnis dengan mengumpulkan sedikit demi sedikit laba.

Peran Pemodal dalam Bisnismu

Pemodal merupakan bagian penting dalam bisnismu. Mereka terdiri atas orang-orang yang memiliki uang. Kamu bisa saja mendapat kepercayaan menggunakan uang milik pemodal untuk membangun atau mengembangkan bisnismu. Jika mendapat suntikan modal dari pemodal, kamu tidak perlu membayarkan sejumlah bunga. Biasanya, pengembalian modalnya dalam bentuk bagi hasil.

Tak hanya memberikan modal, ada beberapa peran pemodal bagi bisnismu, yaitu:

  1. Turut menjadi pemasar dari bisnismu. Ada banyak pemodal yang tak segan menjadi pemasar bagi bisnismu. Artinya, berhubungan dengan pemodal adalah hal yang menguntungkan.
  2. Menambah kolega bisnis. Umumnya, pemodal memiliki kolega bisnis yang cukup banyak. Tidak menutup kemungkinan, pemodal akan mengenalkan kamu kepada para kolega bisnisnya. Makin banyak kolega bisnis, maka itu hal yang baik bagi bisnismu.

Nah, penting bukan berhubungan dengan pemodal. Maka tidak salah jika kamu perlu membuat business plan yang mampu menggaet kepercayaan pemodal.

Business Plan yang Mampu Menggaet Kepercayaan Pemodal

Business plan untuk menggaet kepercayaan pemodal, tentu bukan rencana bisnis yang biasa saja. Ada beberapa ciri khas business plan untuk menggaet kepercayaan pemodal, yaitu:

  • Business plan yang kamu buat masih segar dan solutif. Segar maksudnya masih baru, dan belum ada yang membuatnya. Sementara itu solutif, maknanya bisnis yang kamu rencanakan mampu memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh calon konsumen.
  • Business plan-mu memiliki potensi brand yang cukup baik. Setiap bisnis haruslah memiliki brand dan pelayanan yang baik dan khas. Jelaskan kelebihan brand dan pelayanan bisnismu yang akan membuat pemodal tertarik.
  • Business plan yang kamu buat harus komunikatif. Komunikasi adalah kunci sukses dalam setiap hal termasuk bisnis. Dengan membuat business plan yang komunikatif, maka pemodal akan lebih mudah memahaminya. Jika mereka sudah sepaham denganmu, maka mereka tidak akan merasa sayang berinvestasi pada bisnismu.

7 Langkah Membuat Business Plan untuk Menggaet Kepercayaan Pemodal

Setelah memahami aspek-aspek penting business plan, saatnya kamu memahami langkah untuk membuat business plan untuk menggaet kepercayaan pemodal. Berikut langkah praktisnya:

  1. Executive Summary, tulis secara mendetail mengenai identitas bisnismu

Pertama, kamu perlu untuk menulis identitas bisnismu secara mendetail. Identitas bisnis terdiri atas nama bisnis, alamat bisnis, jenis industri, cara operasional produk.

  1. Deskripsi Perusahaan, buatlah deskripsi perusahaan yang detil dan lengkap

Kedua, buatlah deskripsi perusahaan yang mencakup visi misi, struktur tim, dan hal-hal lain tentang seluk-beluk perusahaan. Seluk-beluk itu bisa saja terdiri atas struktur bisnismu (legalitas, ownership), unique selling point dari produk atau jasa utama, bergerak dalam bidang atau industri apa. Perlu juga membubuhkan latar belakang owner, dan sudut pandang bisnismu lainnya (prestasi yang tercapai, dan sebagainya).

  1. Analisis Pasar, sampaikan analisis industri dan kompetitor utama

Analisis industri menyampaikan posisi bisnismu dalam industri yang sejenis. Sementara itu, analisis kompetitor utama, kamu menyampaikan kompetitor utama dalam bisnismu beserta kelebihan dan kekurangannya. Dengan keduanya pemodal bisa menilai bisnismu dari aspek persaingan yang bakal kamu hadapi.

  1. Deskripsi Produk atau Jasa, berikan rincian produk atau layanan yang kamu tawarkan

Pada bagian ini, kamu perlu memberikan penjelasan secara terperinci mengenai produk atau layanan yang kamu tawarkan. Jangan lupa untuk menyampaikan perihal tawaran solusi yang kamu berikan atas masalah yang dihadapi calon konsumen. Pemodal akan lebih tertarik pada produk atau layanan yang solutif, sehingga bisa memperoleh target pasar yang tepat.

Baca juga: Tips Menulis Deskripsi Produk Yang Menghasilkan Penjualan

  1. Marketing Strategy, sampaikan secara terperinci strategi pemasaran dan penjualan yang akan kamu terapkan

Bisnis tentu membutuhkan pemasaran dan penjualan terperinci. Ada banyak strategi yang bisa kamu pergunakan untuk melakukan keduanya. Hal ini juga harus kamu sampaikan dalam business plan.

  1. Logistic & Operational Plan, petakan posisi dan proses operasional bisnis kamu

Tak hanya soal marketing yang tampil “depan layar”, hal-hal “belakang layar” pun perlu dipikirkan dengan matang. Dalam perencanaan logistik dan operasional ini, kamu perlu memetakan posisi supplier, proses produksi, bahan baku dan peralatan yang dimiliki, pengiriman, termasuk gudang penyimpanan untuk produk yang masih tersimpan.

  1. Financial Plan, sampaikan secara mendetail mengenai kebutuhan dana untuk bisnismu

Ini adalah bagian penting dari hampir keseluruhan business plan untuk menggaet kepercayaan pemodal. Pasalnya, kamu memang membutuhkan modal. Lantaran demikian, buat rincian mengenai kebutuhan dana yang masuk akal dan memiliki proyeksi yang jelas. Semakin masuk akal dan jelas proyeksinya, pemodal akan makin tertarik dengan bisnismu.

  1. Buat business plan dalam format tercatat formal yang ringkas dan komunikatif

Bagian akhir ini tidak boleh kamu lewatkan. Business plan yang kamu buat mesti tertulis dan komunikatif. Tertulis tentu agar mudah dibaca. Beriringan dengan itu, perlu komunikatif. Tujuannya, agar pemodal bisa memahami semua maksud dari business plan-mu. Ujung-ujungnya, mereka mau berinvestasi pada bisnismu.

Membuat business plan untuk menggaet kepercayaan pemodal memang bukan hal mudah. Namun kamu bisa mempelajarinya, dan belajar membuatnya.

Business Plan Tercatat Formal, Panduan Bagi Bisnismu

Business plan tercatat formal adalah sebuah keharusan untuk memandu arah bisnismu. Dengan memiliki business plan sebagai panduan yang tercatat secara formal, kamu jadi lebih terarah dalam melangkah. Pada akhirnya, bisnismu bisa berkembang sesuai dengan harapan.

Pentingnya Business Plan Tercatat Formal

Bisnis yang tak memiliki perencanaan tercatat formal biasanya akan susah untuk bertahan. Bila menjabarkannya lebih lanjut, berikut adalah pentingnya business plan tercatat formal.

  1. Mengenal bisnismu dengan baik

Tak kenal maka tak sayang, pepatah ini rupanya tak hanya berlaku dalam berinteraksi dengan orang lain melainkan juga diri sendiri (bisnis sendiri). Dengan business plan tercatat formal kamu jadi makin mengenali bisnismu mulai dari visi, misi, target pasar, dll. Semakin mengenal bisnismu, maka semakin baik untukmu.

  1. Tahu apa yang harus kamu lakukan untuk mewujudkan impian

Dengan adanya business plan yang tercatat formal, kamu memiliki tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. Kamu memiliki gambaran seperti apa 5 tahun atau 10 tahun ke depan. Untuk mewujudkannya, apa yang harus kamu lakukan sekarang. Seperti itulah misalnya.

  1. Meminimalisir risiko gagal karena mengantisipasi tantangannya

Setiap bisnis memiliki risiko gagal akibat belum bisa “berdamai” dengan tantangan. Nah, dengan adanya business plan yang tercatat formal kamu jadi tahu faktor apa saja yang bisa menghambat bisnismu dan bagaimana cara mengatasinya. Ibarat ingin pergi ke suatu tempat, kamu sudah punya catatan bahwa pergi di jam-jam makan siang akan membuatmu terjebak macet. Dengan demikian, solusinya adalah pergi sebelum atau setelah makan siang, seperti itu misalnya.

Baca juga: Tantangan dari Bisnis Model D2C

  1. Tahu prioritas

Adanya business plan yang tercatat secara formal juga membuatmu tahu prioritas. Dari rencana jangka panjang dan pendek yang sudah kamu tetapkan, mana yang saat ini akan kamu lakukan untuk merealisasikannya. Coba bayangkan kalau kamu tak tahu mana yang akan kamu kerjakan lebih dulu. Alih-alih berhasil, yang ada malah gagal.

  1. Tak mudah terdistraksi

Karena ingin hasil maksimal, kamu kerap jadi mudah terdistraksi. Misalnya sedang membangun bisnis A, tapi ketika teman berhasil dengan bisnis B, kamu jadi ingin B juga. Pun ketika teman berhasil dengan C, kamu jadi ingin C juga. Begitu seterusnya hingga di akhir kamu sadar bahwa kamu tak pernah ke mana-mana karena terlalu banyak distraksi. Nah, dengan adanya business plan yang tercatat dengan formal, semua distraksi itu bisa kamu minimalisir. Temanmu memang berhasil di bisnis B atau C, tapi usaha mereka juga tak kaleng-kaleng. Dengan demikian, kamu tidak akan mudah tergoda untuk mencobanya juga hanya karena melihat sisi manis-manisnya.

  1. Tak mudah terbawa arus

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya. Karena kamu tak mudah terdistraksi, maka artinya kamu tak juga mudah mengikuti arus. Misalnya, kamu seorang penulis. Berhubung kamu sudah memiliki rencana akan fokus ke bidang penulisan konten, maka beragam “arus” yang mengajakmu pindah haluan untuk menjadi penulis skenario, buku, blogger, copy writer, atau apa pun itu tak akan mempan. Kamu tetap dengan pendirianmu.

  1. Enggak mudah julid

Tahu nggak, ternyata secara enggak sadar, business plan yang tercatat formal juga membuatmu enggak mudah julid, lhoh. Fokusmu adalah bagaimana menggapai impianmu dan bukannya sibuk membanding-bandingkan pencapaianmu dengan orang lain. Ini poinnya. Kamu akan lebih menikmati proses yang ada.

  1. Menarik investor

Tak bisa dimungkiri bahwa business plan yang tercatat secara formal juga bisa menarik investor. Meskipun bisnismu baru awal, namun jika investor melihat ada prospek di sana yang ia temukan dalam bisnis planmu, maka bukannya tidak mungkin mereka akan mendukung bisnismu.

Rencana Bisnis

Apa Saja Penggerak Rencana Bisnis?

Penggerak business plan kamu perlukan agar rencana bisnis yang sudah kamu buat bisa berjalan sesuai harapan. Jika rencana bisnis berjalan sesuai harapan, maka tujuan dari bisnismu akan tercapai. Apabila tujuan bisnis tercapai, maknanya bisnismu berhasil atau sukses.

Untuk menggerakkan rencana bisnis, tentu membutuhkan kerja nyata. Guna melaksanakan kerja nyata, kamu membutuhkan strategi-strategi penggerak business plan. Lalu apa saja strategi penggerak business plan?

Rencana BisnisKunci Sukses Rencana Bisnis

Dengan banyaknya manfaat yang bisa kamu peroleh dari business plan, nyatanya untuk menjadikannya sukses tidak mudah. Kamu perlu memahami beberapa kunci sukses dalam rencana bisnis, sebagai berikut:

  • Memiliki Tujuan

Kamu harus menentukan tujuan (goal) bisnismu terlebih dahulu. Karena dengan tujuan, maka kamu memiliki standar kerja dalam bisnis. Dengannya kamu bisa mencapai sukses.

  • Tim yang Solid

Bisnis tentu membutuhkan tim untuk melaksanakannya. Jika ingin business plan-mu sukses maka bentuk tim yang solid. Maksudnya sebuah tim yang memahami tentang rencana bisnis, sanggup melaksanakan strategi untuk sukses, dan mau bekerja keras dalam tim.

  • Ada Strategi untuk Melakukannya

Rencana tentu membutuhkan strategi untuk melaksanakannya. Inilah yang disebut dengan strategi penggerak rencana bisnis. Strategi-strategi penggerak tersebut meliputi keseluruhan bisnis.

  • Rencana Bisnis Tertulis Secara Jelas dan Komunikatif

Business plan harus kamu tulis dan komunikatif. Rencana bisnis yang tertulis akan mudah dibaca oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Komunikatif, tentu saja agar rencana bisnis mudah untuk dipahami. Dengan keduanya, maka rencana bisnismu akan sukses dalam pelaksanaannya.

Strategi-Strategi Penggerak Rencana Bisnis

Penggerak business plan, terdiri dari strategi-strategi pelaksanaan bisnis. Berikut adalah strategi-strategi penggerak dalam business plan.

  • Strategi Penjualan, adalah strategi yang kamu lakukan untuk menjual produk atau jasa bisnismu. Strategi ini mengupayakan untuk meningkatkan penjualan dari waktu ke waktu. Contoh strategi penjualan, yaitu memberikan pelayanan maksimal kepada konsumen, mendidik product knowledge secara paripurna kepada tenaga penjualan, dan masih banyak lainnya.
  • Strategi Pemasaran, adalah strategi yang perlu kamu lakukan untuk memasarkan produk atau jasa. Strategi pemasaran ini masih berkaitan erat dengan penjualan. Ketika pemasaran ditingkatkan maka harapannya adalah peningkatan penjualan. Contoh strategi pemasaran, yaitu potongan harga, beli banyak dengan harga lebih murah, voucher pembelian, membership, dan masih banyak lainnya.
  • Strategi Keuangan, adalah strategi yang kamu lakukan untuk mengelola keuangan, dengan tujuan stabilitas dan profitabilitas bisnis. Contoh strategi keuangan, yaitu pencarian sumber dana, pengelolaan dana, dan pembagian dana.
  • Strategi Biaya, adalah strategi yang kamu perlukan untuk pengelolaan biaya dalam bisnis. Dalam strategi ini berlaku hukum ekonomi, penekanan biaya serendah mungkin untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Contoh strategi biaya, yaitu strategi kepemimpinan biaya, strategi biaya rendah, strategi diferensiasi, dan strategi fokus.

Baca juga: Strategi Bersaing Sehat dalam Bisnis D2C

  • Strategi Harga, adalah strategi yang kamu lakukan untuk menetapkan harga jual, sehingga mampu mendorong penjualan yang terus mengalami peningkatan. Contoh strategi harga, adalah biaya harga plus, mark-up dan Break Even Point (BEP).
  • Strategi Kemasan, adalah strategi kemasan produk sehingga menarik bagi konsumen. Tujuannya juga untuk meningkatkan penjualan. Contoh strategi kemasan yaitu: pengemasan serupa, kemasan kelas, kemasan terintegrasi, kemasan dengan hadiah, dan kemasan yang diperbarui.
  • Strategi Teknologi, adalah strategi dalam menggunakan teknologi yang mendukung bisnis. Teknologi ini bisa berhubungan dengan permesinan untuk produksi, dan teknologi informasi. Pada jaman sekarang, hampir semua bisnis membutuhkan strategi teknologi informasi. Contoh strategi teknologi yaitu penggunaan mesin terbaru, penggunaan seluruh saluran media sosial, penggunaan software berbasis cloud, penyimpanan data dalam cloud, dan sebagainya.
  • Strategi Konten, adalah strategi yang kamu perlukan untuk memperkenalkan bisnismu pada calon konsumen. Konten yang dimaksud adalah cerita atau isi tentang bisnismu, yang bisa menggaet konsumen. Kamu harus memiliki konten yang ajeg, sehingga bisa memperkuat branding bisnismu. Contoh strategi konten: edukasi, tutorial, cerita, tantangan, dan masih banyak lainnya.

Kenali Model Bisnis

Ternyata ada demikian banyak strategi yang bisa kamu pergunakan sebagai penggerak rencana bisnis. Kemudian kamu mungkin akan mengalami kebingungan dalam penerapannya.

Tidak perlu bingung untuk menerapkan strategi-strategi penggerak yang tepat. Kamu bisa menetapkannya dengan mengetahui model bisnismu, berdasarkan business plan yang telah kamu buat. Model bisnis, akan banyak berpengaruh dalam pemilihan strategi penggerak rencana bisnis.

Contohnya jika kamu memilih untuk menggunakan model bisnis Direct-to-Consumer (D2C) dalam business plan-mu, maka akan mempengaruhi pemilihan strategi-strategi penggerak. Beberapa strategi-strategi penggerak, yang bisa kamu terapkan sesuai model bisnis D2C, seperti:

  • Strategi pemasaran, tanpa menggunakan marketplace. Namun kamu membuat website jualan sendiri, sehingga bisa langsung terhubung dengan konsumen. Membuat website kini juga makin mudah melalui online e-commerce builder seperti LummoSHOP.
  • Strategi penjualan, adalah menggunakan kurir atau logistik. Karena kamu menjual langsung kepada konsumen, maka pengirimannya menggunakan jasa logistik.
  • Strategi biaya, maka kamu bisa menerapkan strategi biaya rendah. Penerapannya adalah dengan menghilangkan biaya untuk perusahaan perantara. Karena kamu langsung berhubungan dengan konsumen.
Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Dan masih banyak lagi strategi menyesuaikan dengan model bisnis yang kamu terapkan dalam rencana bisnis.

Ternyata rencana bisnis membutuhkan strategi untuk penggeraknya. Tanpa strategi-strategi penggerak tersebut, rencana bisnis hanya tinggal rencana. Kalau sudah demikian, kesuksesan bisnismu tinggal angan.

Jadi terapkan strategi penggerak rencana bisnis yang tepat, untuk kesuksesan bisnismu, kini dan masa yang akan datang.

6 Contoh Business Plan Gratis Download

Contoh di bawah ini termasuk business plan dalam bidang kewirausahaan yang bisa kamu download gratis, meski demikian kamu tetap bisa menjadikannya sebagai referensi untuk bisnis plan tema lainnya. Kamu bisa mengikuti struktur/ kerangka penulisan contoh bisnis plan di bawah ini:

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP