fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Canvassing untuk Tingkatkan Penjualan dan Jaga Hubungan Konsumen

Canvassing

Canvassing adalah metode penjualan kontak langsung dengan calon pelanggan yang sebelumnya tidak memiliki riwayat interaksi dan tanpa membuat janji. Meski begitu, biasanya si canvasser sudah lebih dulu meneliti target pasar, serta membuat daftar prospek konsumen yang sekiranya sesuai dengan produk atau layanan jualan mereka. Beberapa metode tersebut di antaranya dijelaskan di bawah ini.

Metode Canvassing

Kamu yang lahir di era 80-an mungkin pernah mengalami sendiri ketika rumahmu kedatangan “tamu” dadakan. Kehadirannya itu ternyata hendak menawarkan barang-barang dagangan. Ada yang berupa peralatan rumah tangga, obat-obatan, dan sebagainya. Metode penjualan door to door ini merupakan bagian dari canvassing

Selain penjualan dari pintu ke pintu, metode lain yang masih sering kita temui ialah cold call. Metode ini serupa dengan telemarketing. Kalau kamu sering menerima telepon dari nomor tidak dikenal yang menawarkan produk atau layanan tertentu, itu termasuk cold call. 

Para tenaga pemasar ini biasanya mendapat nomor telepon konsumen dari pihak ketiga. Cold call bertujuan untuk melakukan penjualan langsung. Selain itu, para tenaga pemasar merasa bisa membangun hubungan dengan konsumen lewat metode ini. Sekalipun, belum tentu mendapat respons positif, para tenaga pemasar tetap optimistis di kemudian hari yang mereka hubungi bisa jadi calon konsumennya.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Selain metode door to door dan cold call, berikut ini beberapa cara pemasaran canvassing yang perlu kamu ketahui sebagai penbisnis.

  • Surat. Atau, dengan mengirimkan iklan atau penawaran suatu produk dan layanan lewat pos. 
  • E-mail. Prinsipnya sama dengan metode di atas. Bedanya, kalau surat menggunakan jasa pos, surel alias e-mail memanfaatkan internet. Dengan mengirim e-mail, konsumen jadi punya waktu lebih lama untuk mempertimbangkan pembelian. 
  • Jejaring bisnis. Mencari calon pelanggan baru dengan mengadakan atau menghadiri acara tertentu. Tujuannya tidak selalu menawarkan dagangan secara langsung ya, bisa saja sekadar menambah kenalan atau mempelajari tren konsumen terkini. 

Kelemahan Canvassing Tradisional

Canvassing

Rasanya, metode pemasaran dari pintu ke pintu, atau berkirim promo dagangan lewat pos sudah cukup usang. Sebagai gambaran, tradisional canvassing memiliki sejumlah kelemahan, yakni:

  • Biaya Operasional Tinggi

Melakukan pemasaran dari pintu ke pintu tentu butuh biaya besar. Kamu harus merekrut tenaga pemasarnya, menghitung uang transport mereka, memberi upah lembur, komisi, dan sebagainya.

  • Konsumen Resisten

Jangankan menerima sales masuk ke rumah kita, menghadapi relawan lembaga nirlaba di pusat keramaian saja kita enggan. Artinya, konsumen kurang menyukai metode canvassing tradisional. Apalagi, penawaran melalui telepon. Dalam sehari, bisa jadi seorang konsumen menerima banyak panggilan telepon penawaran produk atau layanan tertentu. Hal ini membuat konsumen merasa terganggu dan jenuh. 

  • Tingkat Keberhasilan Rendah

Sekalipun kamu memegang database konsumen potensial, tapi tingkat keberhasilan sampai mencapai kesepakatan transaksi cukup rendah.

Canvassing Era Digital

Pertanyaannya kemudian apakah metode pemasaran ini masih relevan di era yang serba digital? Metodenya tentu saja masih relevan, tapi salurannya yang berubah menyesuaikan dengan perkembangan media sosial.

Lagi-lagi kamu harus ingat teori Darwin. Bukan siapa yang paling kuat yang mampu bertahan, melainkan yang mampu beradaptasi. Canvassing adalah metode yang sangat baik untuk meningkatkan penjualan, sekaligus menjaga hubungan baik dengan konsumen. Tapi, media yang kamu gunakan harus update dengan perkembangan. 

Di era digital, saluran yang banyak orang gunakan adalah dengan unggahan media sosial. Selain itu, berkirim email juga masih cukup efektif. Lalu manfaatkan pula fitur iklan di berbagai media sosial.

Canvassing
Sumber: callhub.io/digital-canvassing/

Hindari Tiga Hal Ini

Tidak semua calon konsumen berkenan menerima penawaran penjualan apa pun bentuknya. Sales door to door sering mengalami penolakan. Penawaran lewat telepon pun kerap tidak mendapat respons. Sementara, lewat kanal digital, tantangan canvassing adalah memastikan penawaranmu tidak berlebihan.

Tujuannya supaya konsumen tidak merasa jengah lalu meninggalkan akun media sosial daganganmu. Selain itu, kamu mesti menghindari tiga hal berikut ini:

  • Pesan dalam unggahan atau iklanmu ribet atau berbelit-belit
  • Kamu menyampaikannya tidak pada waktu yang tepat. Jika kamu melakukan digital canvassing, kamu bisa mempelajari analitik untuk mengetahui waktu terbaik sesuai audiensmu. 
  • Frekuensi unggahan atau penawaran terlalu sering. Akibatnya, audiensmu menjadi jengah dan merasa terganggu. 

Manfaat Canvassing

Pilihan untuk menjalankan metode pemasaran ini secara tradisional atau digital, sepenuhnya terserah kepadamu. Apabila kamu melakukannya dengan baik, metode ini terbukti bermanfaat untuk mendongkrak penjualan bisnismu. Adapun, manfaat metode canvassing adalah:

Membangun Basis Pelanggan

Salah satu keuntungan canvassing adalah memungkinkan kamu menjangkau lebih banyak konsumen potensial. Dengan cara ini kamu terus mencari calon-calon konsumen baru yang sesuai dengan segmen pasarmu. Basis konsumen yang semakin luas ini, tentu berpotensi meningkatkan penjualan. 

Tahu Lebih Banyak tentang Target Konsumen

Pemasaran dari pintu ke pintu atau lewat telemarketing memberimu kesempatan berbincang dengan konsumen. Dengan cara itu, kamu jadi tahu apa keluhan dan keinginan mereka. Berbekal informasi tersebut, kamu bisa meningkatkan kualitas produk dan layanan. 

Meningkatkan Penjualan

Metode pemasaran apa pun, tujuannya meningkatkan penjualan sekaligus menjangkau kelompok konsumen baru. Tapi, kelebihan canvassing adalah memungkinkan kamu untuk mendekati konsumen dan meyakinkan mereka. Dengan membangun hubungan personal, konsumen bisa menjadi lebih loyal. 

Tips Agar Metode Canvassing Efektif

Canvassing

Efektivitas metode canvassing adalah ketika kamu berhasil menambah basis data pelanggan, memperluas jangkauan wilayah penjualan, sampai menciptakan loyalitas pelanggan. Supaya strategimu berhasil, kamu perlu mencoba sejumlah tips berikut ini.

  • Tentukan dan Identifikasi Pelanggan

Ketahui siapa yang menjadi target konsumenmu. Ini akan membantumu membuat daftar prospek. Cari tahu rentang usia mereka, jenis kelamin, ras, status ekonomi, minat, profesi, dan lainnya. Dengan data ini kamu bisa menciptakan persona pembeli. 

Persona ini adalah representasi pelanggan ideal yang kamu buat berdasarkan data tersebut. Persona ini yang menjadi modal dalam jualanmu. Fokus pada strategi yang sesuai persona pembeli, akan menghemat waktu dan tenaga. 

  • Tentukan Tujuan

Apabila kamu menggunakan cara tradisional, maka kamu perlu membuat tujuan harian. Misalnya, dalam sehari kamu harus berhasil menghubungi sekian puluh calon pelanggan, atau mengirimkan email ke sejumlah calon konsumen. 

  • Buat Materi Presentasi

Kamu perlu menyiapkan materi presentasi sebelum bertemu dengan calon konsumenmu. Buat materi presentasi yang lengkap, menarik, dan tidak bertele-tele. Pelajari apa yang menjadi kebutuhan calon konsumenmu, dan sampaikan itu dalam materi presentasimu. Dengan membuat materi presentasi, kamu akan mengurangi kecemasan dan kegugupan saat kamu bertemu dengan calon pelanggan. 

  • Buat Promosi Visual atau Iklan

Supaya presentasi atau penawaranmu lebih menarik, kemas visualisasi yang apik, atau buat iklan. Cara ini lebih efektif dan menyenangkan bagi audiens, ketimbang harus mendengar kamu menjelaskan panjang lebar. Materi visual dan iklan ini bisa kamu unggah pula lewat media sosial supaya canvassing dalam pemasaran digitalmu lebih efektif.

  • Rencana Cadangan

Salah satu tantangan menjalankan canvassing adalah mengalami penolakan. Bisa karena konsumen enggan menerimamu, atau brosur yang kamu berikan langsung mereka buang, dan sebagainya. Kamu harus siap dengan risiko tersebut meskipun terasa tidak mengenakkan. 

Kamu harus pahami, konsumen punya hak untuk menerima atau tidak. Yang harus kamu sadari, penolakan ini bukan sesuatu yang pribadi, melainkan calon konsumen memang tidak tertarik dengan produk atau layanan yang kamu tawarkan.

Maka, tidak ada salahnya kamu menyiapkan rencana cadangan. Misalnya, dengan menawarkan konsumen untuk mencoba sampel produk yang kamu tawarkan. Atau, tawarkan penawaran khusus, seperti, berupa keanggotaan atau diskon tertentu. 

  • Tetap Relevan

Metode pemasaran, apa pun bentuknya, rasanya akan selalu relevan selama kita bisa adaptif dan terus mencari cara-cara kreatif. Di samping itu, metode ini juga memungkinkan kita untuk lebih jauh mengenal siapa konsumen kita. Menjalin relasi personal supaya konsumen semakin loyal.

Sebagai pebisnis, kita tentu harus terus mau belajar, dan tidak berhenti mencari tahu. Yang terpenting, berorientasilah pada proses yang tidak selalu mulus. Karena hasil tidak akan mengkhianati proses. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca juga artikel terkait lainnya:

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP