fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Cara Atur Stok Barang Grosir

Stok Barang

Mengelola stok barang atau produk adalah masalah penting dalam bisnis. Kamu pasti sepakat, apalagi stok grosir yang besar jumlahnya. Stok barang yang tidak diatur dengan baik, dapat membuat bisnis rugi dan mengecewakan pembeli.  Selain memakan tempat, barang yang disimpan terlalu lama berisiko rusak, cacat, hilang, bahkan bisa dicuri tanpa kamu sadari. 

Saat barang masih berjumlah sedikit, pengaturan stok barang mungkin gampang dilakukan. Namun, ketika bisnismu mulai berkembang dengan SKU mencapai jumlah ribuan, pengaturan stok bukan lagi masalah sederhana. Apalagi jika bisnismu sudah berskala grosir dan kamu masuk ke ranah online. Itu sama artinya kamu membuka jenis pasar baru yang skalanya lebih besar.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Salah satu risiko manajemen stok yang buruk adalah barang rusak atau kamu tidak tahu jumlah stok  yang ada. Sebagai pemilik bisnis grosir online, kamu pasti tidak ingin mengalami kerugian karena salah kelola stok barang, bukan? 

Nah, agar penjualan lancar dan pelangan puas, yuk, simak cara atur stok barang grosir berikut ini.

Gunakan ruang / tempat penyimpanan khusus dan berikan kode barang

Meskipun transaksi toko online-mu masih kecil, kamu harus punya tempat penyimpanan khusus untuk stok grosir. Kamu dapat menggunakan gudang atau garasi dan tempatkan masing-masing kategori produk itu dalam wadah / tempat tersendiri. Perhatikan apakah barang itu sensitif terhadap perubahan suhu dan kelembaban udara. Pastikan juga aman dari gangguan serangga. 

Pemberian kode akan sangat membantu dalam penataan di gudang. Barang yang sudah diberi kode juga akan membuatmu tidak bingung ketika terjadi transaksi dengan konsumen. 

Lakukan Quality Control (QC) sebelum penyimpanan

QC bisa dilakukan sebelum pemberian kode. Prosedur ini sangat penting untuk memilah barang yang cacat, salah produksi, atau kedaluwarsa. Kumpulkan barang-barang bermasalah di dalam satu tempat khusus dan berikan catatan kecil tentang cacat masing-masing. Untuk reseller, barang yang tidak lolos QC bisa kamu kembalikan kepada distributor (retur). Kalau barang itu produksimu sendiri, kamu bisa melakukan proses daur ulang atau direkondisikan. 

Manajemen stok barang grosir dengan analisis ABC 

Kamu harus membuat daftar stok grosir secara rutin. Tujuannya untuk memudahkanmu melakukan pengecekan, merekap barang keluar masuk, serta menganalisis barang mana yang sering terjual, mana yang mulai numpuk karena tidak laku, sehingga kamu bisa mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan keadaan.  

Sementara untuk merencanaan persediaan barang secara akurat, ada beberapa teknik manajemen stok yang bisa digunakan. Salah satunya adalah teknik analisis ABC untuk mengidentifikasi barang yang paling banyak dan paling tidak populer.  Dalam analisis ABC barang dikategorikan menjadi tiga yaitu: 

  • A: Barang bernilai tinggi yang tingkat penjualannya rendah
  • B: Barang bernilai menengah dengan tingkat penjualan menengah
  • C: Barang bernilai rendah dengan tingkat penjualan tinggi.

Meskipun tingkat penjualannya tidak bisa diperkirakan, barang yang masuk dalam kategori A perlu mendapatkan perhatian khusus dan rutin karena efek finansialnya besar.

Stok BarangForecasting barang 

Metode ini berguna untuk menjaga agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan stok grosir dan kamu lebih mudah dalam melakukan perkiraan stok ke depan. Supaya lebih mudah mengaturnya, kamu perlu menetapkan jumlah minimum yang harus selalu ada di gudang. Jadi, saat stok yang tersedia sudah mendekati jumlah minimal, kamu bisa langsung melakukan pesanan atau kembali memproduksi. 

Sesuaikan jumlah minimal dengan kecepatan penjualan barang serta waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan stok barang pada jumlah minimum. Secara berkala, lakukan pengecekan untuk menyesuaikan dengan tren order yang masuk. 

Jaga hubungan baik dengan supplier

Hubungan baik dengan supplier merupakan salah satu kunci dalam mengoptimalkan stok grosir. Jika hubunganmu dengan supplier berjalan baik, kamu tak akan segan mengembalikan barang yang kualitasnya kurang baik atau bermasalah. Kamu juga akan mudah mengorder barang dengan cepat jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan permintaan. 

Selalu komunikasikan kepada supplier saat ada momen khusus seperti promosi seasonal Ramadhan atau momen nataru (natal dan tahun baru), di mana kamu perlu melakukan pemesanan lebih banyak. Mintalah supplier untuk memberi kabar kalau mereka mengalami keterlambatan produksi barang, agar kamu bisa segera menunda promosi dan mencari penggantinya dengan segera.

First-in First-out

Ini adalah salah satu prinsip manajemen stok grosir yang paling penting.  Pastikan menjaga alur keluar masuk barang dengan prinsip memprioritaskan barang stok lama. Jadi, keluarkan dulu barang lama di gudang ketika ada penjualan. Kalau barang yang kamu jual berpotensi busuk atau basi, prinsip ini akan meminimalisir risiko kerugian. Untuk barang yang tidak dapat basi, dengan tips ini barang yang kamu tawarkan akan selalu dalam keadaan prima dan sesuai dengan tren yang ada. Untuk menghindari percampuran, sediakan satu tempat khusus untuk menyimpan barang stok baru. 

Stock Opname

Stock Opname adalah pengecekan barang secara berkala untuk mengetahui apakah ada barang yang rusak, hilang atau kedaluwarsa. Untuk mengecek kondisi ini, kamu bisa menerapkan metode pelacakan batch (batch tracking) yang bisa dimanfaatkan dalam pelacakan tanggal kedaluwarsa atau adanya item yang rusak. Batch tracking sendiri merupakan suatu sistem yang memungkinkan kamu untuk mengelompokkan dan memantau sekelompok produk yang memiliki sifat atau karakteristik mirip. Batch juga mengacu pada sekumpulan produk yang diproduksi bersamaan dan menggunakan bahan yang sama. 

Jaga hubungan baik dengan pengecer

Pengecer merupakan bagian dari mata rantai distribusi barang yang berlangsung antar pedagang grosir sebelum akhirnya sampai ke tangan konsumen. Sebagai mata rantai terakhir pendistribusian barang ke pelanggan, hubungan baik dengan retailer akan mempermudah kamu dalam menjalankan bisnis. Siapa tahu, pengecer akan merekomendasikan bisnismu kepada pengecer lain dan dengan demikian, meningkatkan penjualanmu sehingga alur keluar masuk barang juga akan terjaga. 

Atau jika kamu juga menerapkan dropshipper, jangan lupa juga untuk atur stok dengan tepat karena faktanya, menjalin kemitraan dengan pihak lain dalam berbisnis bisa jadi agak tricky. Kamu bisa cari tahu tipsnya di sini.

Pertimbangkan untuk memakai sistem pengelolaan otomatis

Ketika melakukan pengelolaan stok grosir secara manual, efisiensi dapat menjadi kendala. Tim kamu perlu merekap secara berkala stok produk di inventori dan memastikan berkali-kali apakah jumlahnya sudah sesuai semua. Selain itu, kamu juga perlu memfilter inventori berdasarkan jenis, nama, dan SKU produk, sehingga pendataan menjadi lebih rumit ketika kamu mulai menjual produk baru. Terlebih lagi, setiap ada produk yang terjual, kamu harus merekap kembali stok yang ada. 

Pengelolaan stok secara manual berisiko human error, di mana data dengan jumlah produk asli tidak sesuai. Kalau kamu berjualan di banyak channel, pengelolaan stok manual akan makan banyak waktu dan mengurangi efisiensi tim.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Demi kecepatan dan efisiensi, ada baiknya kamu mulai menerapkan sistem untuk mengelola stok  grosir secara otomatis. Dengan demikian, kamu tidak perlu lagi membuang waktu untuk merekap stok yang ada di gudang ataupun sudah terjual. 

Idealnya, pengelolaan stok barang grosir dilakukan rutin setiap minggu atau maksimal setiap bulan.  Stok barang yang teratur dan optimal akan membuat operasional bisnis online kamu semakin lancar, karena risiko kerugian jadi jauh berkurang. 

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP