fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Cara Atur Stok Bisnis Hewan Peliharaan

Bisnis hewan peliharaan

Manajemen stok dalam bisnis adalah hal yang penting. Apalagi kalau barangnya adalah makhluk hidup yaitu hewan peliharaan. Perlu kecermatan, baik penyediaan tempat yang layak maupun sistem pengelolaannya. Jangan sampai hewan peliharaan sakit atau bahkan mati, hanya karena pebisnis tidak memahami cara mengatur stok bisnis hewan peliharaan. 

Lantas, bagaimana sebenarnya cara mengelola stok bisnis hewan peliharaan yang baik? Yuk, kita bahas.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Mengapa Perlu Manajemen Stok?

Stok atau persediaan adalah barang yang disimpan untuk digunakan yang memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk proses produksi, distribusi, atau seperti yang kita bicarakan untuk memenuhi stok bisnis hewan peliharaan. Bisnis hewan peliharaan adalah bisnis khusus. Kamu tidak dapat meremehkan manajemen stok bisnis ini, karena ini terkait dengan makhluk hidup dan tentunya, terkait dengan untung rugi bisnis yang kamu jalankan. 

Dalam akuntansi, persediaan adalah aset perusahaan yang berhubungan dengan penjualan maupun produksi. Jadi, jika ada masalah dalam manajemen stok barang, maka akan berpengaruh terhadap untung rugi bisnis. Beberapa manfaat mengelola stok adalah:

  • Menjaga kualitas dan kuantitas barang.
  • Penataan logistik dan peralatan.
  • Meningkatkan pelayanan distribusi.
  • Menyediakan data dan informasi persediaan barang yang akurat dan aktual.
  • Memudahkan akses dalam pengendalian dan pengawasan barang.
  • Menertibkan proses administrasi.

Pada praktiknya, mengelola stok bisnis hewan peliharan cukup mudah. Namun, diperlukan komitmen dan pengetahuan yang baik terkait hewan peliharaan. Jika stok hewan peliharaan tidak terpelihara dengan baik, implikasinya akan meningkatkan biaya pemeliharaan dan penyimpanan. 

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Mengatur Stok Bisnis Hewan Peliharaan

  1. Gunakan Tempat atau Ruang Penyimpanan Khusus 

Hewan adalah makhluk hidup dan perlu perhatian lebih dibanding produk yang berupa benda mati. Untuk itu, kamu harus memiliki tempat penyimpanan khusus yang disesuaikan dengan karakteristik bisnis hewan peliharaan yang kamu jalankan. Menyimpan ikan hias, kucing, hamster, atau kura-kura tentu berbeda. Meskipun ada beberapa kesamaan, seperti: sediakan makanan/minuman, tempat buang kotoran hewan, dan suhu/kondisi kandang yang sesuai dengan jenis hewan. Satu hewan saja penanganannya bisa berbeda, misalnya kucing Anggora dan Bengal. Perhatikan, apakah hewan tertentu sensitif terhadap perubahan suhu dan kelembaban udara. Pastikan juga hewan peliharaan aman dari gangguan hewan lain.

Bisnis hewan peliharaan

  1.  Pemberian Kode

Pemberian kode akan sangat membantu dalam manajemen stok bisnis tipe ini. Barang yang sudah diberi kode juga akan membuatmu tidak bingung ketika terjadi transaksi dengan konsumen. Apalagi jika kamu menjual beragam jenis hewan peliharaan. Kamu dapat memberi kode dalam bentuk label, misalnya untuk membedakan kucing Anggora dengan Persia, atau Munchkin dan lainnya.

Kode akan membantumu mengenali dan menyebutkan jenis barang secara spesifik dengan waktu yang lebih singkat.kepada konsumen. Penggunaan kode juga mempermudah kamu dalam mengelompokkan peletakan barang di gudang. Misalnya

  1. Lakukan Quality Control (QC) Sebelum Menyimpan Hewan Peliharaan

Prosedur satu ini sangat penting untuk memilah jika ada hewan yang cacat atau sakit, atau tidak sehat. Quality Control bisa dilakukan sebelum pemberian kode. Hewan peliharaan yang tidak sehat dapat kamu cek atau obati dulu.

  1. Otomatisasi Stok

Salah satu cara agar bisnis hewan peliharaan kamu berjalan lancar  adalah melakukan otomatisasi stok. Mengapa? Sebab, pengelolaan stok secara manual kurang efisien. Pastinya kamu dan tim harus merekap secara berkala stok hewan pemeliharaan di kandang untuk memastikan bahwa jumlahnya sesuai dengan data yang ada. 

Pengelolaan stok secara manual juga berisiko human error, di mana data dengan jumlah hewan peliharaan yang tersedia tidak sesuai. Dengan menerapkan sistem atau otomatisasi untuk mengatur stok hewan peliharaan, kamu tidak perlu lagi membuang waktu untuk merekap stok yang ada di gudang ataupun sudah terjual. 

Idealnya, pengelolaan stok barang grosir dilakukan rutin setiap minggu atau maksimal setiap bulan. Stok barang yang teratur dan optimal akan membuat operasional bisnis hewan peliharaan kamu semakin lancar, karena risiko kerugian jadi jauh berkurang. 

  1. Aturan 10%

Meskipun sudah memanfaatkan otomatisasi dalam pengelolaan bisnis hewan peliharaan, kamu perlu memberikan aturan 10% sebagai batas bawah stok hewan yang ada. Misalnya, stok yang kamu miliki sejumlah 100 hewan, maka batas minimal stok tersedia adalah 10. Artinya apabila stok sudah minimal, kamu harus menyetok kembali. Dengan adanya pembatasan minimal 10%, kamu bisa mengetahui hewan peliharaan mana yang berpotensi  meningkatkan keuntungan. 

Bisnis hewan peliharaan

  1. First In First Out (FIFO)

Ini adalah metode pengelolaan stok barang yang penting, yakni berdasarkan keluar masuk barang persediaan. Prinsipnya adalah memprioritaskan barang stok lama. Jadi, keluarkan dulu barang lama di gudang ketika ada penjualan. Nah, terkait bisnis hewan peliharaan, kamu tetap dapat melakukan metode ini, dengan menjual hewan yang pertama kali masuk. Walaupun begitu, kondisi hewan peliharaan yang kamu jual harus tetap dalam kondisi prima.

  1. Forecasting Barang 

Metode ini berguna untuk menjaga agar stok hewan peliharaan tidak kelebihan atau kekurangan.Supaya lebih mudah mengatur stok, kamu perlu menetapkan jumlah minimal yang harus selalu ada di tempat penyimpanan (gudang). Jadi, saat stok yang tersedia sudah mendekati jumlah minimal, kamu bisa langsung melakukan pesanan atau kembali memproduksi. 

Sesuaikan jumlah minimal stok hewan peliharaan dengan kecepatan penjualan, serta waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan stok hewan peliharaan pada jumlah minimal. Kamu juga perlu melakukan pengecekan secara berkala, untuk menyesuaikan dengan tren pesanan yang masuk. 

  1. Stock Opname

Stock opname adalah pengecekan barang secara berkala untuk mengetahui apakah ada barang yang rusak, hilang, atau kedaluwarsa. Terkait bisnis hewan peliharaan, stock opname bermanfaat untuk mengecek jika ada hewan peliharaan yang sakit, hilang (bisa jadi dicuri), atau bahkan mati. 

  1. Jaga Hubungan Baik dengan Supplier

Jika kamu menjalankan bisnis hewan peliharaan, dengan membeli hewan dari supplier, maka penting bagimu menjaga hubungan baik dengan mereka. Jika hubunganmu dengan supplier berjalan baik, kamu tak akan segan mengembalikan hewan peliharaan yang mungkin tidak sehat, terluka, atau cacat. Kamu juga akan mudah mengorder barang dengan cepat jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan permintaan bisnis hewan peliharaan yang kamu jalankan.


Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Itu dia, cara mengatur stok bisnis hewan peliharaan. Kelihatannya agak rumit, ya. Tetapi segala sesuatu bila dilakukan dengan baik, apalagi jika bisnis tersebut kamu sukai, misalnya karena kamu suka dengan hewan, maka akan berjalan juga dengan baik.

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP