fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Cara Cek BPOM Melalui Website dan Aplikasi BPOM Mobile

Cara Cek BPOM

Bukan hanya konsumen, pelaku usaha pun perlu mengetahui cara cek BPOM. Selain untuk mengetahui status izin edar, cek BPOM juga bisa kamu gunakan untuk mengetahui apakah produk izin edar telah tertarik karena alasan tertentu. Saat ini, cara cek BPOM sangat mudah untuk kamu lakukan.

Memeriksa keamanan sebuah produk melalui cek Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sangat penting. Hal ini karena saat ini tidak sedikit produk yang beredar di pasaran tidak memiliki izin edar dan nomor BPOM. Beberapa produk bahkan cukup berani untuk memalsukan nomor BPOM. Kondisi seperti ini cukup meresahkan, karena beresiko membahayakan kesehatan konsumen.

Produk yang Mendapatkan Izin Edar BPOM

Secara sederhana, produk bisa beredar secara legal jika memenuhi ketentuan yang berlaku di Indonesia. Produk tersebut harus memenuhi persyaratan keamanan, mutu dan gizi pangan. Izin edar BPOM berikan berdasarkan penilaian pada kriteria-kriteria tersebut. Untuk mendapatkan izin edar tersebut, pengusaha harus melakukan pendaftaran produknya ke BPOM.

Semua produk yang berhubungan langsung dengan manusia, baik dikonsumsi, dihirup, dioles, digosok, ditempel, wajib mendapatkan izin edar. Contohnya, segala jenis obat termasuk yang herbal dan tradisional, vitamin dan suplemen, pangan olahan, minuman, kosmetik, pasta gigi, dan masih banyak lagi.

Namun, tidak semua izin edar BPOM keluarkan. Pada umumnya, izin edar BPOM berlaku untuk semua produk pangan yang memiliki masa simpan lebih dari tujuh hari. Tetapi, ada beberapa produk yang mendapat pengecualian.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Peraturan tentang produk pangan yang dikecualikan untuk mendapat izin BPOM tertuang dalam Peraturan BPOM Nomor 27 Tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan. Berikut ini adalah produk pangan yang tak perlu izin BPOM:

  1. Pangan olahan produksi industri rumah tangga.
  2. Konsumsi olahan yang mempunyai masa simpan kurang dari tujuh hari.
  3. Pangan olahan impor dalam jumlah kecil untuk keperluan: (a) sampel dalam rangka pendaftaran; (b) penelitian; dan (c) konsumsi sendiri.
  4. Olahan yang digunakan lebih lanjut untuk bahan baku dan tidak dijual langsung pada konsumen akhir.
  5. Konsumsi  olahan yang dikemas dalam jumlah besar dan dan tidak dijual langsung pada konsumen akhir.
  6. Makanan yang dijual dan dikemas langsung di hadapan pembeli dalam jumlah kecil sesuai permintaan pembeli.
  7. Pangan siap saji.
  8. Pangan yang hanya mengalami pengolahan minimal (pasca panen) meliputi pencucian, pengeringan, penggilingan, pemotongan, penggaraman, pembekuan, pencampuran, dan/atau blansir, serta tanpa tambahan Bahan Tambahan Pangan (BTP), kecuali BTP untuk pelilinan.

Selain daftar produk di atas, produk-produk yang memiliki masa simpan kurang dari tujuh hari harus mengurus izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT). Izin P-IRT ini berlaku untuk industri rumah tangga.

Bagi pengusaha, adanya izin edar BPOM dalam produk usaha ini akan membantu pelaku usaha untuk memasarkan produk dengan jangkauan yang lebih luas. Selain itu, izin edar BPOM bisa meningkatkan daya saing produk. Di sisi lain, bagi konsumen izin edar ini juga bisa memberikan keamanan ketika menggunakan atau mengkonsumsi sebuah produk.

Nomor Registrasi Produk

Cara Cek BPOMSetelah mendapatkan izin edar, produk akan mendapatkan nomor registrasi produk. Nomor ini bisa dengan mudah kamu temui pada kemasan produk tersebut. Beberapa kategori produk memiliki kode yang berbeda-beda. Misalnya MD XXXX XXXX, ML XXXX XXXX atau PIRT XXXX XXXX.

Kode MD yang merupakan singkatan dari “Makanan Dalam” adalah nomor izin yang Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) keluarkan untuk industri makanan besar dan berasal dari dalam negeri. Satu merek makanan bisa memiliki kode MD yang berbeda jika lokasi pabrik yang memproduksi produk makanan tersebut berbeda.

Kode ML merupakan singkatan dari “Makanan Luar” adalah nomor izin yang BPOM keluarkan untuk industri makanan besar dan berasal dari luar negeri atau impor. Selain jaminan keamanan makanan yang akan kita konsumsi, Kode ML juga menandakan bahwa makanan tersebut telah secara legal dan resmi masuk ke Indonesia.

Yang terakhir adalah Kode PIRT, kode ini tidak BPOM keluarkan melainkan oleh pemerintah daerah yaitu Dinas Kesehatan di Kota atau Kabupaten setempat kepada industri pangan skala usaha kecil dan menengah (UKM) atau rumahan. 

Belakangan, ada beberapa kasus pemalsuan nomor MD dan ML, sehingga pengecekan nomor registrasi ini menjadi semakin penting untuk dilakukan. Pengecekan nomor MD dan ML ini bisa dilakukan di website yang telah disediakan BPOM maupun melalui aplikasi mobile.

Cara Cek BPOM Melalui Website BPOM

BPOM telah menyediakan situs tersendiri untuk melakukan pengecekan yang cukup mudah untuk digunakan. Situs tersebut menyediakan opsi pencarian berdasarkan nomor registrasi, nama produk, merek, jumlah & kemasan, bentuk sediaan, komposisi, serta nama pendaftar. 

Berikut cara cek BPOM untuk melakukan cek produk BPOM dan cek nomor BPOM yang sudah terdaftar melalui website:

  • Kunjungi situs resmi BPOM di https://cekbpom.pom.go.id/
  • Langkah selanjutnya adalah tinggal memasukkan salah satu opsi pencarian, misalnya nama merek, nama produk, atau kode registrasi pada kolom yang tersedia. Kemudian klik “CARI”
  • Setelah itu, website akan memberikan hasil dari data produk yang kamu cari.

Cara Cek BPOMCara Cek BPOM Menggunakan Aplikasi

Berikut cara cek BPOM untuk melakukan cek produk BPOM dan cek nomor BPOM yang sudah terdaftar melalui aplikasi:

  • Unduh aplikasi “Cek BPOM” melalui Play Store untuk Android dan di Apps Store untuk iOS.
  • Kemudian buka aplikasinya dan masuk
  • Pada halaman utama, klik “SEMUA PRODUK” dan bisa memilih produk teregistrasi, produk yang terbatalkan, atau public warning
  • Kemudian pilih “NOMOR REGISTRASI” dan masukkan nomor registrasi produk.
  • Kemudian sistem akan menampilkan hasil informasi dari data yang kamu masukkan.

Cek Produk yang Ditarik

Cara Cek BPOMProduk yang beredar bisa BPOM tarik izin edarnya jika masih BPOM periksa atau karena ada unsur bahaya. Pengecekan produk BPOM dan nomor BPOM dari produk yang tertarik juga bisa kamu lakukan dengan cara berikut ini,

Setelah masuk ke bagian recall, sistem akan menampilkan nama produk-produk yang ditarik BPOM, surat keputusan, nomor BETS, disertai alasan mengapa produk tersebut bisa ditarik dari edaran.

Cara Lapor BPOM

Tidak hanya sekedar untuk cek produk BPOM dan cek nomor BPOM saja, cek BPOM juga bisa kamu gunakan untuk melakukan pengaduan atas suatu produk. Caranya sebagai berikut:

  • Kunjungi situs resmi BPOM https://www.pom.go.id/
  • Klik menu “LAYANAN ONLINE”
  • Kemudian klik “LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN”
  • Setelah itu, akan muncul keterangan terkait layanan pengaduan konsumen dan selanjutnya tinggal mengikuti arahan.

Aturan Mengenai Izin Edar BPOM

Aturan mengenai kewajiban izin edar terdapat dalam Peraturan Kepala Badan POM No. 27 Tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan. Aturan tersebut menyebutkan bahwa setiap produk pangan olahan baik yang terproduksi di dalam negeri atau yang impor untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran wajib memiliki izin edar.

Aturan lainnya yang juga mengatur mengenai izin edar yaitu Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2017 Pasal 2 menyebutkan bahwa, BPOM memiliki tugas untuk menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang pengawasan obat dan makanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Izin edar BPOM adalah salah satu syarat bagi pengusaha untuk bisa mencantumkan label BPOM pada kemasan produk. Melalui adanya label tersebut, berarti produk tersebut telah terjamin status keamanannya oleh BPOM. Jadi, pastikan status produkmu sudah bisa kamu periksa statusnya melalui cek BPOM agar konsumen tidak khawatir akan keamanan mereka!