fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Cara Daftar, Lapor dan Bayar Pajak Pribadi untuk Karyawan

Djp online

Di zaman sekarang melapor dan bayar lapor pajak tidak perlu ke kantor pelayanan, cukup mendaftar di DJP Online. Apalagi bagi kamu seorang pebisnis yang baru memulai bisnis, pasti sungkan datang ke kantor pajak, karena seharian hanya menunggu antrean untuk melapor dan bayar pajak perusahaan serta karyawan.

Namun, semua masalah itu sudah ada solusinya dengan dibuatnya situs DJP Online oleh Direktorat Dirjen Pajak. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Apa itu DJP Online? 

Menurut keterangan dari website Kementerian Keuangan, DJP Online merupakan layanan pajak online yang disediakan oleh DJP (Direktorat Jenderal Pajak) melalui laman website. Adapun tujuannnya untuk memudahkan masyarakat, seperti kamu dalam menyampaikan SPT (Surat Pemberitahuan) Masa, SPT Tahunan dan melaporkan pajak penghasilannya.

Di dalamnya terdapat beberapa aplikasi seperti e-filling. Yaitu layanan untuk menyampaikan SPT Tahunan dan SPT Masa secara online dan real time.

Selain e-filling, terdapat e-billing yaitu aplikasi yang ada dalam DJP online untuk melakukan proses pembayaran pajak online dengan menggunakan kode billing. Adapun kode billing adalah kode identifikasi yang diterbitkan melalui Sistem Billing Direktorat Jenderal Pajak atas suatu jenis pembayaran atau penyetoran pajak.

Dengan kedua aplikasi itu,  kegiatan mengisi dan mengirim SPT hingga membayar pajak dapat dilakukan dengan mudah. Sebab, DJP online sudah menyediakan formulir elektronik di layanan e-filling yang akan memandu kamu dalam melaporkan SPT Tahunan. Selain itu kamu juga dapat mengakses kapan dan di manapun dalam menyampaikan pajak online.

Bagaimana Melapor Pajak Karyawan Melalui DJP Online?

Djp online

Setelah kamu mengetahui apa itu DJP Online dan beberapa aplikasi di dalamnya seperti e-filling dan e-billing, selanjutnya adalah mengetahui cara melaporkannya. Dalam melaporkan pajak karyawan melalui DJP Online yaitu dengan mengisi Form SPT PPh 21. 

Form tersebut untuk melaporkan pajak atas penghasilan karyawan kamu berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain yang sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subjek pajak dalam negeri. Adapum batas waktu pembayaran jatuh pada tanggal 10 bulan berikutnya, diikuti oleh batas akhir waktu lapor, yaitu tanggal 20.

Jadi, paling lambat kamu membayar pajak penghasilan karyawan adalah tanggal 10 bulan berikutnya, diikuti batas akhir waktu lapor, yaitu tanggal 20. 

Mereka yang kamu potong pajak online PPh 21 berdasarkan Perdirjen PER-16/PJ/2016 ada 6 kategori, antara lain pegawai, bukan pegawai, penerima pensiun dan pesangon, anggota dewan komisaris, mantan pegawai dan peserta kegiatan.

Jika ditanya mengapa pebisnis juga harus melaporkan, membayar pajak karyawan sebab berdasarkan peraturan dirjen di atas yang mewajibkan. Selain itu, kamu juga wajib memberikan bukti potong PPh 21 setelah pajak kamu setor. Ini berdasar peraturan DJP No. KEP-269/PJ/2020.

Setelah kamu tahu apa itu SPT PPh 21, ada hal-hal yang perlu kamu persiapkan dalam melapor pajak online karyawan.

Membuat EFIN 

Untuk melaporkan pajak online karyawan, pertama yang kamu perlukan adalah EFIN (Electronic Filing Identification Number). EFIN merupakan nomor identitas bagi kamu yang ingin membayar pajak online dengan DJP.

Untuk mendapatkan nomor identitas ini kamu perlu mengajukan permohonan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat. Namun, semenjak pandemi untuk mendapatkan EFIN cukup mudah. Kamu tak perlu ke KPP, cukup melalui email KPP setempat dan mengirimkan beberapa dokumen sebagai persyaratan sebagai berikut:

  1. Foto atau Scan NPWP Badan/Bisnis kamu

Ini perlu sebagai syarat aktivasi EFIN. Adapun statusnya harus aktif. Apabila non aktif, kamu perlu mengaktifkan terlebih dahulu.

  1. Foto atau scan NPWP Pengurus

Tidak perlu seluruh pengurus difoto, cukup kamu atau direktur keuangan

  1. Foto atau scan KTP Pengurus

Seperti nomor 2, kamu tidak perlu memfoto atau scan semua KTP pengurus. Cukup kamu saja atau direktur keuangan yang akan mengurus perpajakan.

  1. Foto Selfie Salah Satu Pengurus Memegang KTP & NPWP Pengurus Badan serta NPWP Badan

Nah, selanjutnya adalah foto selfie sambil memegang KTP dan NPWP. Adapun cara fotonya satu-satu. Jadi nantinya kamu punya dua foto, pertama selfie dengan KTP dan kedua dengan NPWP

  1.  Scan Akta Pendirian

Apabila kamu belum pernah men-scan akta pendirian, sebaiknya lakukan. Sebab, ini merupakan syarat untuk mendapatkan EFIN

  1. Sertakan Alamat Email Aktif dan Nomor Handphone Aktif

Untuk kamu ketahui, satu email untuk untuk satu permohonan layanan aktivasi EFIN  Nantinya, email dan nomor handphone ini untuk aktivasi EFIN.

  1.  Di Dalam Subjek Email, Tuliskan Perihalnya, misal : PERMOHONAN EFIN

Pegawai Sudah Terdaftar Pajak

Setelah mendapatkan EFIN, adapun syarat kedua adalah karyawan kamu harus sudah terdaftar di pajak atau mempunyai NPWP Jika belum, kamu bisa membuatnya secara kolektif mendatangi kantor pajak. Ini sesuai Perdirjen Pajak Nomor PER-16/PJ/2007 tentang Pemberian NPWP Orang Pribadi yang Berstatus Sebagai Pengurus, Komisaris, Pemegang Saham/Pemilik dan Pegawai Melalui Pemberi Kerja/ Bendaharawan Pemerintah. 

Dalam peraturan di atas, kamu bisa mengajukan pembuatan kolektif dengan mengumpulkan data karyawan yang belum memiliki untuk diajukan daftar  ke KPP terdekat. Sebab, dengan mereka sudah terdaftar maka pajak yang dibayarkan juga kecil. Beda yang belum atau tidak punya, karyawan kamu bisa terkena pajak penghasilan 20%. 

Hitung PPH 21 Karyawan

Ketiga adalah kamu perlu menghitung DPP (Dasar Pengenaan Pajak) PPH 21 dan pajak terutangnya. Untuk menghitungnya kamu perlu menghitung satu-satu PPh 21 Karyawan dan pajaknya. 

Adapun cara memotong pajak PPh 21, kamu perlu menghitung PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) terlebih dahulu, baru dikalikan tarif PPh 21. PTKP yang harus kamu ketahui sebagaimana ketentuan UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), PTKP orang pribadi masih Rp 54 juta setahun. Adapun detailnya adalah sebagai berikut: 

  1. Rp54.000.000 untuk diri Wajib Pajak orang pribadi.
  2. Rp4.500.000 tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin.
  3. Rp54.000.000 untuk istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami.
  4. Rp4.500.000 tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak tiga orang untuk setiap keluarga.

Adapun tarif pajak penghasilan adalah sebagai berikut

Tarif

  1. 0 – Rp60 juta 5%
  2. >Rp60 – 250 juta 15%
  3. >Rp250 – 500 juta 25%
  4. >Rp500 juta – 5 miliar 30%
  5. >Rp5 miliar 35 %

Berikut ini contoh perhitungannya. Misal, Adi merupakan karyawan kamu yang pendapatannya sebesar Rp 6 Juta dan belum menikah.

Perhitungan DPP PPh 21 UU HPP :

Penghasilan Bruto Setahun

Rp.6.000.000 x 12 Bulan = Rp. 72.000.000,-

Dikurangi :

Biaya Jabatan Rp.72.000.000 x 5% = Rp 3.600.000 (Biaya jabatan dalam setahun maks. 6jt)

Maka penghasilan Neto Setahunnya   Rp.68.400.000,-

Dikurang

Penghasilan Tidak Kena Pajak (TK/0) Rp.54.000.000

Maka Penghasilan Kena Pajak Rp.14.400.000,-

PPh 21 :

Tarif Lapis Pertama  5% x Rp.14.400.000,-

Maka PPh terutang setahun adalah Rp. 720.000. Jadi tiap bulan, kamu harus memotong gaji Adi sebesar Rp 720 ribu dibagi 12 bulan adalah sebesar Rp 60 ribu.

Lapor SPT PPh 21 Karyawan melalui DJP Online

Djp onlineSetelah semua persyaratan terpenuhi, seperti EFIN, semua pegawai sudah terdaftar di pajak, total pajak terutang karyawan, barulah kamu melapor pajak online karyawan melalui DJP.  Adapun cara melapor SPT PPh Karyawan adalah sebagai berikut:

  1. Masuk ke DJP Online
  2. Klik Lapor
  3. Pilih e-filling.
  4. Maka akan muncul form baru dan klik buat SPT. Ikuti panduan yang diberikan. Nantinya ada sejumlah pertanyaan yang harus kamu jawab. Jika benar akan muncul SPT Masa Pajak PPh Pasal 21 atau Pasal 26
  5. Masuk dan isi formulir SPT tersebut

Isi data formulir (tahun pajak, status SPT, Pembetulan) dan semua kolom yang ada oleh sistem.Apabila kamu sudah mengisinya maka sistem akan menampilan ringkasan isian SPT kamu. Periksa terlebih dahulu sebelum melakukan kirim SPT.

Bayar Pajak Karyawan

Setelah melapor semua pajak karyawan dengan SPT Masa Pajak PPh adalah membayar pajak mereka yang telah kamu potong tiap bulan sesuai perhitungan yang telah ditentukan UU HPP.

Adapun cara membayarnya kamu bisa masuk ke situs DJP Online. Situs tersebut merupakan salah satu aplikasi pajak online yang dibuat oleh pemerintah yang fungsinya memberikan fasilitas kepada Wajib Pajak untuk lapor SPT Pajak atau pembayaran pajak secara online melalui aplikasi e-filing & e-Billing Pajak. Nah, sekarang kamu sudah mengetahuinya apa itu DJP online? 

Sekarang kita ke topik pembahasan adalah membayar PPh 21. Adapun untuk membayarnya kamu harus melalui e-Billing dengan masuk ke situs DJP Online. Masukkan NPWP perusahan kamu dan passwordnya hingga masuk dashboard. Di sudut atas terdapat menu informasi DJP Online, lalu klik bagian bayar. Setelah itu, klik menu E- Billing dan akan muncul Form Surat Setoran Elektronik.  Di bagian jenis pajak, pilih 41121 – PPh Pasal 21. Di jenis setoran pilih 100-Masa, untuk tahun pajak adalah tahun saat ini, tuliskan total jumlah setor PPh 21 yang akan kamu bayarkan.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Jangan lupa tuliskan uraian apa yang kamu bayar sebagai keterangan.  Setelah itu buat kode billing. Lalu masukkan kode Captcha, kemudian klik Submit. Kemudian muncul ringkasan surat setoran elektronik. Setelah data yang kamu isi sudah benar, kemudian klik Cetak. Cetakan kode billing akan terunduh otomatis dan pajak bisa kamu dibayarkan dengan menggunakan ID billing yang tertera melalui bank, ATM, kantor pos maupun marketplace.

Itulah beberapa cara daftar, lapor, pajak karyawan melalui DJP Online. Semoga dapat bermanfaat.