fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

8 Cara Jitu Keuangan Surplus Saat Ramadan

cara jitu keuangan surplus 01

Pengusaha UMKM perlu memikirkan cara jitu keuangan surplus saat Ramadan. Pasalnya saat konsumen ramai-ramai berbelanja menjelang hari raya, tidak sedikit bisnis yang terpaksa gulung tikar karena salah strategi. Contohnya terlalu banyak stok barang sehingga menumpuk di gudang atau terlalu berani berspekulasi sehingga kehabisan modal di tengah jalan.

Padahal, pengusaha UMKM adalah penentu keberhasilan bisnis serta menjadi ujung tombak kesejahteraan karyawan dan keluarganya. Karenanya, jangan sampai saat Ramadan justru keuangan malah minus. Ditambah lagi dengan situasi pandemi yang belum benar-benar terkendali, pengusaha harus lebih waspada dan berstrategi. 

Menata agar keuangan surplus memang bukan cara yang sepele. Berikut ini adalah delapan cara jitu keuangan surplus saat Ramadan yang perlu kamu perhatikan. 

1. Lakukan prediksi dengan memahami siklus cash flow

Keuangan surplus saat Ramadan bisa didapatkan kalau kamu bisa memahami perputaran cash flow dalam bisnis. Menurut Anabelle Amery dalam artikelnya yang dimuat di become.co, ini adalah hal yang paling krusial dalam bisnis. Kamu perlu mencatat semua aktivitas keuanganmu setiap bulan untuk dapat melihat polanya: berapa uang yang masuk dan keluar, berapa persen keuntungan yang didapat setiap bulan, termasuk melihat kapan pengeluaran tinggi dan pemasukan tinggi. Dengan demikian, kami akan bisa membuat rencana ke depan, apalagi saat Ramadan.

Dengan membuat prediksi bisnis dan mengerti perputaran cash flow, kamu akan bisa mengambil keputusan keuangan yang tepat. Bisnismu akan lebih aman dari kesulitan cash flow saat Ramadan nanti.

2. Alokasikan pada pos-pos yang tepat

Sikap bisnis yang tepat bisa membantumu mendapatkan keuangan surplus saat Ramadan. David Bach, pakar keuangan yang juga penulis buku “The Latte Factor” mengatakan bahwa setiap kali mendapatkan keuntungan dari bisnis yang kita lakukan, alokasikan dulu untuk kebutuhan dasar operasional usaha kita. Beberapa di antaranya adalah gaji karyawan, pembayaran sewa lokasi, juga pembelian bahan mentah atau stok produk.

Juga, jangan lupa untuk menyisihkan keuntungan itu untuk diri sendiri sebagai bayaran atas jerih payahmu. Ini banyak diabaikan oleh pengusaha, karena menganggap upah atas jerih payah pribadi tidak perlu disisihkan lebih awal. Kamu juga berhak menikmati hasil usahamu, bukan? Setelah itu, juga cadangkan sebagian uang untuk masa depan bisnismu. Rentang waktu untuk dana masa depan bisa kamu tentukan sendiri, misalnya setahun ke depan, tiga tahun, atau lima tahun ke depan. Kamu bisa menyesuaikan besarannya sesuai dengan kemampuan. 

Dengan menata pos-pos keuangan semacam ini, kamu akan punya kestabilan keuangan yang lebih baik. Mulai sekarang, cobalah lebih disiplin dalam mengelola setiap profit yang kamu dapatkan, ya.  

3. Selesaikan semua tunggakan

Tunggakan yang ditunda-tunda dapat menghalangimu punya keuangan surplus. Amery bahkan menyebutkan kalau 47% tunggakan saat liburan cenderung ditunda, bahkan sampai 60 hari! Ini yang perlu kamu selesaikan lebih dulu kalau ingin keuangan surplus

Kamu perlu lebih disiplin dalam melakukan penyelesaian invoice yang masuk. Bukan hanya saat Ramadan, lho, tetapi sepanjang tahun. Adanya tunggakan yang menumpuk bisa berakibat neraca keuanganmu jadi negatif dan memberatkan bisnismu di kemudian hari. Jangan abaikan tunggakan. Bayar tunggakanmu, juga tagih invoice dari pihak-pihak yang berutang kepadamu. 

Agar hubungan bisnismu tetap baik, lakukan beberapa langkah penagihan. Pertama, coba kirimkan email atau pesan yang sifatnya mengingatkan secara halus. Bila tidak berhasil, baru hubungi melalui telepon. Bicarakan dengan baik-baik karena bisa jadi mereka juga sedang mengalami kesulitan keuangan saat Ramadan. Bila perlu, berikan kelonggaran dengan pembayaran bertahap. Cara ini memang tidak ideal, namun setidaknya bisa menyesaikan utang-piutang yang ada. 

cara jitu keuangan surplus 024. Pertimbangkan sumber keuntungan lain

Dalam berbisnis, strategi agar keuangan surplus bisa didapatkan kalau kita mempertimbangkan sumber profit yang lain. Contohnya, perusahaan raksasa Apple tidak hanya menangguk untung dari berjualan hardware, tetapi juga dari berjualan musik dan aplikasi melalui iTunes. Pebisnis kuliner juga bisa mendapat pemasukan ekstra dari membuka kelas-kelas memasak. 

Cara ini bisa kamu pertimbangkan agar cash flow-mu tetap berputar. Bisnismu bisa mendapat sumber pemasukan lain kalau kamu berkolaborasi dengan pihak-pihak lain. Cobalah berdiskusi dengan rekan-rekan bisnis yang kamu percaya untuk meramu ide kolaborasi bisnis yang menarik. Ingatlah pepatah yang mengatakan bahwa “dua kepala lebih baik daripada satu kepala saja”. 

5. Cadangkan dana darurat

Saat Ramadan, kadang ada kejadian luar biasa berupa pengeluaran darurat. Kalau kamu tidak mengantisipasinya, misalnya dengan punya cadangan dana, bisnismu bisa macet. Contoh pengeluaran tambahan yang mungkin ada saat Ramadan adalah pengiriman parsel untuk rekan bisnis, gathering atau acara buka bersama dengan karyawan, sewa gudang tambahan, penambahan tenaga kerja sementara, dan lain-lain. Kalau kamu sudah punya anggaran sebelumnya, keuanganmu tidak akan terganggu.

Selain itu, saat Ramadan, pastikan pengeluaran besar yang tidak krusial ditunda dulu. Misalnya renovasi toko, pembelian rak-rak display atau dekorasi-dekorasi besar yang baru. Kebutuhan ini bisa kamu tunda dulu sampai masa hari raya berlalu.  

6. Alihkan bisnis ke penjualan online

Agar keuangan surplus saat Ramadan, minimalkan pengeluaran dana operasional dengan mengalihkan bisnismu ke toko online. Apalagi tren di masyarakat saat ini makin menyukai belanja online daripada offline. Cobalah untuk mengalihkan strategi bisnismu ke penjualan online, baik lewat media sosial maupun lewat online commerce builder seperti LUMMOSHOP. 

Cara online bisa mempermudah konsumen membeli produk atau jasamu. Juga, kamu bisa membuat promo-promo menarik melalui fasilitas live yang kini marak di media sosial. Selain itu, dengan memanfaatkan teknologi digital, kamu bisa menghemat biaya-biaya yang terjadi pada toko offline, misalnya biaya sewa toko, tenaga karyawan, listrik, keamanan, dan sebagainya. 

7. Jual aset tersier

Tak ada salahnya menjual aset demi keuangan surplus saat Ramadan. Menghadapi musim-musim belanja seperti ini, upayakan untuk memiliki cash flow yang cukup gemuk sebagai pegangan. Bila kamu memiliki beberapa aset tersier yang jarang dipakai, jual saja. Mobil mewah, rumah, villa, atau apartemen yang bukan hunian utama bisa kamu lepas untuk mengamankan bisnis. Atau, gadaikan sementara, waktu lalu segera tebus untuk mengurangi tumpukan bunga. 

8. Meminjam dana usaha

Menata cash flow saat Ramadan cukup sulit karena momennya singkat dan sangat dinamis. Kalau kamu punya masalah dalam hal permodalan, tak ada salahnya mempertimbangkan pinjaman dana usaha. Setidaknya dana tersebut dapat membantumu memastikan transaksi bisnis menjelang hari raya bisa berjalan lancar. Pilih skema pengembalian pinjaman yang tidak membebanimu, sehingga tidak terjadi kredit macet. Riwayat kredit macet dapat menghambatmu untuk melakukan pengajuan dana usaha di kemudian hari.  

cara jitu keuangan surplus 03Tetap semangat dalam menjalankan bisnis saat Ramadan akan memotivasimu untuk terus maju. Atur taktik bisnismu dengan sebaik-baiknya agar keuangan surplus tidak saja saat Ramadan, tetapi selamanya. Selamat berstrategi!

 

Stiker Ciptakan Pelanggan

Untuk mendukung jualan online dan bersilaturahmi dengan pelanggan kamu semakin bermakna di bulan Ramadan ini, LummoSHOP menghadirkan Stiker Ciptakan Pelanggan, di mana kamu bisa bikin stiker WhatsApp online shop-mu sendiri. Tersedia beragam template stiker WhatsApp kekinian yang bisa kamu modifikasi dengan menambahkan logo online shop dan kata-katamu sendiri.

Stiker Lummo ramadhan

Kamu bisa pakai Stiker Ciptakan Pelanggan ini agar chat dengan pelanggan semakin seru. Bikin brand-mu semakin dikenal dengan adanya logo online shop kamu di setiap stiker, pembeli jadi repeat order, dan nambah pelanggan baru. Langsung aja klik website Stiker Ciptakan Pelanggan, dan ciptakan pelanggan barumu. Stiker ini GRATIS, lho!

 

Baca juga artikel lainnya

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP