fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Cara Jual Foto Online, Simak 9 Platform Ini

jual foto online 01

Apakah kamu berpikir untuk memiliki passive income dari menjual foto di internet? Jika ya, kamu mungkin terpikir bagaimana cara memulainya, bukan? Nah, cara jual foto online sebenarnya tidak sulit. Terutama jika kamu sudah memiliki banyak karya fotografi. 

Jangan khawatir, cara jual foto online ini tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah profesional, tetapi juga mereka yang memiliki kemampuan fotografi sebagai hobi. Penasaran apa saja cara-caranya? Sebelum itu, ada baiknya kamu mengetahui kategori foto yang paling banyak permintaannya berikut ini.

 

Cara Jual Foto Online: Foto yang Paling Banyak Dicari Konsumen

Kamu dapat memilih kategori-kategori di bawah ini, mengombinasikannya atau memilih beberapa kategori yang masih ada dalam satu niche. 

Objek manusia 

Saat memutuskan mempelajari cara jual foto online, kamu juga harus mengetahui bahwa foto dengan objek manusia adalah salah satu jenis foto yang paling banyak peminatnya. Kamu dapat memotret anak-anak, pria dewasa atau wanita. 

Baca juga: Trik Foto Produk Agar Website Bisnis Online Naik Kelas

Peralatan

Nah, berbeda dengan figur manusia pada kategori pertama, perusahaan dan blogger mencari foto peralatan kerja seperti palu, roda gigi, sekrup, mikroskop dan sejenisnya guna melengkapi ilustrasi tulisan mereka. 

Pemandangan kota

Pemandangan kota juga memiliki kepopuleran yang tinggi, loh. Kamu dapat memilih beberapa sudut kota untuk sebagai objek foto. Tidak melulu menyajikan modernitas, kamu juga dapat memilih spot yang memperlihatkan sisi lain kota di bagian pinggiran. 

jual foto online 02Alam 

Tidak lengkap rasanya jika cara jual foto online tidak membicarakan bagaimana lanskap alam diminati banyak konsumen. Kamu dapat memotret pemandangan alam yang ikonik di suatu tempat dan menghasilkan uang darinya. Sudah siap dengan potret keindahan alam di sekitarmu? 

Bertema travel

Bepergian ke kota atau negara lain selalu menghasilkan pemandangan yang terlalu cantik jika tidak diabadikan. Nah, jenis foto travelling juga memiliki banyak peminat karena keunikannya. Selain itu, kamu dapat menambahkan beberapa aksen warna dan bayangan pada hasil fotomu dengan Lightroom atau Photoshop.

Baca juga: Ubah Hobimu Jadi Bisnis Menguntungkan dengan Cara Ini

Makanan 

Jenis foto makanan adalah yang paling umum kita jumpai di media sosial. Namun tentu di tangan seorang fotografer, kamu bisa menyajikan gambar dengan sentuhan yang berbeda. Tidak harus makanan restoran, kamu dapat berkreasi dengan makanan tradisional dan memainkan kombinasi warna dengannya. 

 

Cara Jual Foto Online: Ragam Platform Jual Foto

Bila kamu telah memiliki stok-stok foto, maka kamu bisa mulai mencari website jual foto yang saat ini berlimpah di internet. Bagian berikut akan menunjukkan platform-platform mana saja yang bisa kamu coba untuk menjual foto-foto hasil jepretanmu.

    1. Shutterstock

Shutterstock adalah sebuah platform di mana semua orang dapat berkontribusi memberikan hasil fotonya. Di dalamnya, kamu akan mendapatkan pembagian laba sebesar 20%-30%. Dengan persentase tersebut, tidak berarti kamu otomatis mendapatkan profit dari setiap foto unggahan, ya. Pasalnya, harga foto di platform Shutterstock terbilang cukup murah. Jadi, kamu harus berkontribusi dengan lebih banyak mengirim foto agar perolehan profit tinggi. 

jual foto online 03

     2. iStock Photo

Cara jual foto online selanjutnya adalah melalui iStock Photo. iStock Photo adalah sebuah platform non-eksklusif yang berarti kamu dapat mengunggah hasil karyamu di platform lain. Namun konsekuensi dari kontribusi di platform non-eksklusif adalah harga per foto yang lebih rendah dari platform eksklusif. Sedangkan komisi per foto berkisar antara 15%-45%.

     3. Getty Images

Getty Images adalah salah satu platform terpopuler bagi konsumen mencari foto eksklusif di dalamnya. Ketentuan cara jual foto online di platform ini termasuk lebih sulit daripada platform lain. Salah satunya penyebabnya adalah karena sifatnya yang ekslusif. Sementara persentase komisi per foto di Getty Images adalah 20%-45%.

Nah, karena standar foto yang lebih tinggi di platform eksklusif, kamu dapat mulai berkontribusi di platform non-eksklusif terlebih dulu. 

Baca juga: LummoSHOP Extra, Paket Langganan Khusus Pengembangan Bisnis

    4. Can Stock Photo

Ingin mencoba skema komisi lain yang bisa buat kamu mendapat komisi dengan tarif tetap dan bukan dengan persentase komisi? Mungkin kamu akan tertarik dengan Can Stock Photo. Pada platform ini, kamu akan mendapatkan US$5 setiap ada 50 foto yang terjual secara referral. 

Selain itu, salah satu keunggulan berkontribusi di Can Stock Photo adalah hasil karyamu akan masuk ke dalam Fotosearch, sebuah agensi stok foto. Hal ini memungkinkan lebih banyak konsumen melihat hasil fotomu. 

    5. Stocksy

Cara jual foto online di Stocksy agak sedikit berbeda dengan beberapa platform sebelumnya. Pasalnya, foto yang kamu unggah ke Stocksy adalah foto eksklusif sehingga tidak dapat kamu unggah ke platform lain. Namun hal tersebut diimbangi dengan nilai komisi dari Stocksy yang termasuk sangat menarik, yakni 50%-75% per fotonya. 

Menariknya, jika kamu berhasil menjadi kontributor di Stocksy, kamu berpeluang mendapatkan pembagian profit dari sistem patronage jika terjadi surplus. Tentunya besaran pembagian profit tersebut tergantung dari seberapa besar kontribusimu dalam penjualan foto. 

    6. Adobe Stock

Mau hasil karyamu termuat dalam dua platform sekaligus? Dengan berkontribusi pada Adobe Stock, hasil fotomu juga akan secara otomatis tersimpan di Fotolia. Melalui Adobe Stock, kamu bisa berkesempatan menghasilkan profit dari hasil jepretanmu dengan persentase komisi 33% per fotonya. 

Selain itu, kepopuleran Adobe Stock yang sudah lebih dari 10 tahun berdiri dan menjadi platform penjualan foto pertama juga bisa membantumu menjangkau lebih banyak konsumen. 

Baca juga: Tips Menjual Produk Kebutuhan Sehari-Hari Secara Online

    7. Twenty20

Berkontribusi pada platform satu ini bisa menjadi salah satu cara jualan foto online yang menarik untuk dipertimbangkan. Pasalnya, kamu bisa sekaligus bertemu dengan klien yang menawarkan pekerjaan terkait fotografi di platform tersebut. 

Jadi, kamu bisa mendapatkan profit dari 3 skema di bawah ini.

    1. Mendapatkan US$2 per foto
    2. 100% komisi dari klien yang mempekerjakan kamu melalui platform tersebut
    3. Memenangkan hadiah berupa uang dari perlombaan di Twenty20

     8. Alamy

Cara jual foto online di Alamy tidak sesulit di platform lainnya. Kamu dapat mengunggah foto dan mendapatkan profit dari hasil penjualannya. Meskipun pengunjung Alamy tidak sebanyak Adobe, tetapi kamu perlu tahu bahwa Alamy tercatat telah memberikan komisi kepada para kontributornya sebesar US$180 juta sejak awal pendiriannya. 

Selain itu, kamu bisa mendapatkan komisi melalui 3 skema berikut ini.

    • Komisi sebesar 50% jika penjualan foto mencapai US$25.000 per tahun
    • Sebesar 40% jika penjualan foto mencapai US$250 – US$25.000 per tahun
    • Komisi sebesar 20% jika penjualan foto bernilai kurang dari US$250 per tahun

    9. Dreamstime

Cara jualan foto online selanjutnya dapat kamu coba di platform Dreamstime. Menjadi kontributor Dreamstime mengharuskan kamu menyimpan 70% portofoliomu di platform tersebut selama 6 bulan. 

Namun kamu dapat memilih untuk menjadi kontributor eksklusif dan non-eksklusif. Bagi kontributor eksklusif, komisi yang diberikan yaitu 27,5%-55% sedangkan bagi kontributor non-eksklusif, kamu akan mendapatkan persentase komisi berkisar antara 25%-50%. 

Baca juga: Sistem Konsinyasi, 5+ Kekurangan, Kelebihan, Contoh dan Pajaknya

Cara Jual Foto Online: Platform Eksklusif & Non Eksklusif

Sudah tahu platform apa yang akan kamu coba? Sebenarnya, kamu dapat memilih beberapa platform sekaligus yang tidak bersifat eksklusif. Namun pertimbangkan juga untuk mendaftarkan diri pada platform eksklusif. Bukan hanya karena komisinya yang lebih besar, melainkan kamu juga tahu kualitas foto karena adanya ketentuan dan kurasi tertentu dari pengelolanya.

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP