fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Cara Kelola Uang Usaha dan Aset Bisnis UMKM

Kelola keuangan usaha

Cara kelola uang usaha harus kamu lakukan saat bisnis. Uang adalah tujuan utama dari bisnis yang telah susah payah kamu bangun, bahkan ada yang menyebutnya sebagai darah bisnis. Karena posisinya sebagai darah usaha, cara kelola uang usaha yang tidak tepat akan berdampak pada ketidaklancaran dalam bisnis. Jika sudah demikian maka bisnismu sulit untuk tumbuh dan berkembang, bahkan mengalami kebangkrutan. Tentu kamu tidak ingin mengalaminya dalam bisnismu.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Kelola Uang Usaha dengan 7P

Cara kelola uang usaha sebenarnya tidak terlalu rumit. Namun perlu dilakukan dengan cermat dan disiplin. Untuk pengelolaan uang usaha, dapat disingkat menjadi 7P.  

  1.  Pemisahan

P yang pertama dalam cara kelola uang usaha adalah pemisahan. Maksudnya kamu haru memisahkan keuangan ke dalam beberapa akun.

    • Keuangan Pribadi dan Bisnis

Langkah pertama ini wajib dilakukan. Tujuan utamanya agar uang bisnis bisa difokuskan hanya untuk bisnis dan tidak untuk membiayai pengeluaran pribadi. Agar kamu dapat tetap menikmati profit, maka pergunakan sistem penggajian untuk dirimu sendiri. Sehingga kamu tetap berhak menggunakan uang hasil bisnis dari gaji yang tadi sudah kamu tentukan.

Uang bisnis yang berlebih sebaiknya dipergunakan untuk mengembangkan bisnis. Bukan untuk kamu pergunakan demi pengeluaran pribadi. 

    • Akun 

Setelah memutuskan untuk berbisnis, maka wajib bagimu untuk memahami tentang pencatatan keuangan atau akuntansi. Di dalamnya ada pemisahan akun sesuai dengan transaksi yang dilakukan. Pemisahan akun ini akan sangat bermanfaat dalam mempersiapkan laporan keuangan.

Berikut adalah akun minimal yang perlu kamu persiapkan untuk bisnismu:

      • Kas untuk mencatat uang tunai.
        • Piutang untuk mencatat saat bisnismu memberikan utang.
        • Persediaan untuk mencatat barang persediaan yang kamu perjualbelikan dalam bisnis.
        • Perlengkapan untuk mencatat perlengkapan yang kamu pergunakan dalam bisnis.
        • Peralatan untuk mencatat peralatan yang kamu pergunakan dalam bisnis.
        • Utang untuk mencatat kewajiban atau utang sehubungan dengan bisnis.
        • Modal untuk mencatat modal yang kamu tempatkan dalam bisnis, termasuk perubahannya.
        • Pendapatan untuk mencatat pendapatan yang diperoleh dari bisnis jasa.
        • Penjualan untuk mencatat pendapatan yang diperoleh dari penjualan produk.
        • Pembelian untuk mencatat pembelian barang untuk proses produksi atau dijual kembali.
        • Potongan penjualan atau pembelian untuk mencatat potongan yang diberikan karena penjualan dan diterima karena pembelian.
        • Retur penjualan atau pembelian untuk mencatat pengembalian barang.
        • Beban-beban untuk mencatat beban yang dikeluarkan dalam operasional dan non-operasional bisnis.
  1. Pencatatan

P yang kedua dalam cara kelola uang usaha adalah pencatatan. Kamu harus melakukan pencatatan dalam dua hal: setiap transaksi, dan mencatat dalam laporan keuangan. 

    • Setiap Transaksi

Setiap transaksi terutama berkaitan dengan keuangan dalam bisnis wajib kamu catat. Ada baiknya kamu tetap menyediakan pencatatan secara manual. Karena pencatatan manual mudah untuk dibuka kembali. Bukti-bukti transaksi juga perlu kamu simpan, mana tahu kamu membutuhkannya di masa mendatang.

Bagaimana dengan pencatatan digital? Tentu bisa kamu lakukan dan justru ini mempermudah alur pencatatan keuangan. Sebisa mungkin miliki mobile banking supaya kamu lebih mudah untuk memantau arus uang yang masuk serta memudahkan pencatatan.

    • Dalam Laporan Keuangan

Tak cuma mencatat transaksi, ada hal lain yang mesti kamu catat untuk dimasukkan pada laporan keuangan. Setidaknya ada 3 laporan keuangan yang harus kamu siapkan: laba rugi untuk mendapat rangkuman laba atau rugi yang telah bisnismu hasilkan, arus kas untuk melihat ringkasan pemakaian dan perolehan kas, dan neraca untuk mengetahui ringkasan harta,utang, dan modal. Laporan keuangan harus ada di setiap periode agar lebih mudah dalam melakukan analisa keuangan. 

Kelola keuangan usaha

  1. Perencanaan, Cara Kelola Keuangan Usaha yang Terarah

P ketiga dalam cara kelola uang usaha adalah perencanaan. Kamu harus merencanakan setiap detail pengeluaran dalam bisnismu. Laporan keuangan dan proyeksi bisnis bisa kamu jadikan sumber utama untuk melakukan perencanaan.

Laporan keuangan akan memberikan informasi terakhir mengenai bisnis, yang kemudian bermanfaat untuk merencanakan bisnis masa mendatang. Sedangkan kamu memerlukan proyeksi bisnis untuk merencanakan kebutuhan dana dalam mengeksekusi proyek pengembangan bisnis tertentu. 

  1. Pelaporan dan Analisa 

P keempat adalah pelaporan dan analisa. Keduanya saling berkaitan erat satu sama lain. Laporan keuangan tanpa analisa yang jelas ibarat hanya memakai sepatu sebelah saja, berlaku juga sebaliknya. Pelaporan adalah segala sesuatu yang tercatat pada laporan keuangan dan laporan tersebut dapat kamu pahami lebih lanjut dengan analisa.

    • Pelaporan Keuangan

Di atas telah disebutkan bahwa kamu perlu mencatat beberapa hal untuk membuat pelaporan keuangan. Berdasarkan pelaporan keuangan tersebut, kamu bisa merencanakan anggaran untuk bisnis dan paling penting adalah analisa bisnis.

    • Analisa Bisnis

Analisa bisnis bermanfaat untuk:

      • Evaluasi bisnis secara keseluruhan. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui hal apa saja yang perlu diperbaiki serta bagaimana caranya. Evaluasi dilakukan pada setiap akun yang tercatat di laporan keuangan.
      • Pengembangan bisnis. Tanpa adanya analisa bisnis, maka pengembangan bisnis menjadi tidak terarah. Analisa bisnis menjadi panduan untuk pengembangan bisnis ke level lebih lanjut. 
      • Rencana investasi. Bisnismu sedang untung besar, maka kamu perlu untuk berinvestasi. Di sini analisa bisnis sangat dibutuhkan. 
  1. Pengembangan 

P kelima dalam cara kelola uang usaha adalah pengembangan. Seiring waktu berjalan, bisnismu cepat atau lambat akan memerlukan yang namanya pertambahan modal. Jika sudah demikian, jangan sungkan untuk segara memanfaatkannya demi keperluan bisnis. Ini adalah sinyal untuk mulai mengembangkan bisnismu. Sehingga bisnismu bisa berada di posisi yang lebih baik dari sebelumnya.

  1. Pencadangan

P kelima dalam cara kelola uang usaha adalah pencadangan. Selalu sediakan dana cadangan dalam bisnis, karena ketidakpastian selalu menghampar di depan perjalanan bisnismu. Salah satu contoh yang nyata adalah krisis akibat pandemi, yang memaksa banyak bisnis untuk berhenti sementara. Di sinilah letak pentingnya pencadangan dana.

  1. Pergunakan Bantuan Pihak Ketiga

P yang terakhir dalam cara kelola uang usaha adalah pergunakan bantuan pihak ketiga. Untuk keperluan ini kamu bisa menggunakan: bantuan software keuangan dan bantuan profesional.

    • Manfaatkan Software untuk Kelola Keuangan Usaha

Buat sebagian pebisnis, mengelola keuangan cukup memakan waktu karena harus melewati banyak proses. Terlebih lagi kamu harus memeriksa dan menganalisa kembali catatan keuangan yang kamu tulis. Beruntungnya, kini kamu tak lagi harus melakukannya secara manual. Kamu bisa memanfaatkan software keuangan untuk bantu kamu menyiapkan laporan keuangan sekaligus hasil analisanya.

Ada banyak software keuangan yang tersedia dan bisa diunduh secara online. Sebut saja ada: BukuKas, Accurate, Zahir, dan masih banyak lainnya. Aplikasi-aplikasi tersebut ada yang gratis dan berbayar. Biasanya, software keuangan menawarkan sejumlah fitur canggih berupa: laporan keuangan, analisa laporan keuangan, sampai pembuatan laporan perpajakan. Cukup lengkap, bukan?

    • Kelola Keuangan Usaha Lewat Bantuan Profesional 

Analisa yang dilakukan oleh software keuangan tentu punya keterbatasan, yakni tidak bisa menganalisa secara lebih mendalam. Oleh sebab itu, kamu memerlukan bantuan profesional di bidang keuangan dan bisnis. Bantuan profesional mampu memberimu analisa bisnis yang detail, bahkan kamu bisa berkonsultasi mengenai keuangan bisnismu padanya. Sudah tentu keuntungan semacam ini tak bisa ditawarkan oleh software.

Apakah penggunaan jasa profesional itu wajib? Jawabannya tergantung dari jumlah budget yang kamu miliki. Sebagai informasi, menggunakan jasa profesional memakan dana yang tidak sedikit. Jika keuanganmu memungkinkan, tidak ada salahnya untuk mencoba.

Kelola keuangan usaha
Sebelum kamu mulai berbisnis, ada baiknya menguasai jurus 7P cara kelola uang usaha. Manajemen keuangan yang buruk bisa berdampak bagi kelangsungan bisnismu. Paling buruk, bisnismu bisa merugi bahkan bangkrut. Jika kamu sudah menerapkan sebagian jurus 7P, artinya kamu sadar seberapa penting manajemen keuangan dalam bisnis.

Tetap semangat belajar keuangan, semangat membangun bisnis!

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP