fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Cara Membuat Buket Bunga Seindah Bikinan Florist tanpa Ribet

buket bunga

Buket bunga adalah satu hadiah yang dapat diberikan dalam berbagai momen, seperti kelulusan, ulang tahun, hari jadi dan lainnya. Dengan tingginya permintaan terhadap buket bunga, kamu dapat melihatnya sebagai satu potensi bisnis yang menjanjikan.

Lalu, bagaimana seluk-beluk bisnis penjualan buket bunga, kriteria produk yang mendapat perhatian konsumen, serta apa saja jenis-jenis buket yang dapat kamu coba? Jangan khawatir, pada artikel kali ini, kamu akan mendapatkan semua insightnya. Simak sampai habis, ya.

Potensi Laba Bisnis Buket Bunga

Buket bunga adalah sesuatu yang lekat dalam kehidupan sehari-hari. Seringkali, buket bunga mawar digunakan dalam berbagai kesempatan, seperti saat kelulusan, kenaikan jabatan, serta momen-momen lain. Beberapa di antaranya di bawah ini:

  • Perayaan kemenangan
  • Cendera mata
  • Permintaan maaf
  • Belasungkawa
  • Ulang tahun
  • Pernikahan
  • Perayaan hari besar
  • dan lain-lain.

Nah, momen-momen tersebut menyebabkan permintaan terhadap flower bouquet akan selalu ada. Apalagi, momen akhir tahun di Indonesia, di mana terdapat tiga perayaan yang berdekatan (Hari Ibu, perayaan Natal serta tahun baru), berpotensi meningkatkan penjualan buket secara umum.

Melansir dari Liputan6.com, penjualan flower bouquet mengalami peningkatan yang tinggi, hingga 30-50% pada akhir tahun. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi kamu yang ingin memulai bisnis flower bouquets yang banyak peminatnya. Sudah tertarik memulai bisnis ini?

Kriteria Buket Bunga yang Laku di Pasaran

Ketika memulai bisnis itu, tentu kamu harus tahu apa saja yang membuat buket tersebut laku di pasaran dan membuat bisnis dapat bertahan lama. Lalu, seperti apa flower bouquet yang laku dan disukai konsumen?

Baca juga: 6 Taktik Promosi Bisnis D2C agar Tetap Eksis dan Laris

Kombinasi Warna Netral dan Warna Mencolok

Memadukan warna bunga yang netral, seperti putih atau kemerahan dengan bunga berwarna mencolok seperti kuning, biru atau ungu dapat menjadi pilihan terbaik. Komposisi warna tersebut akan membuat mata fokus pada warna bunga tertentu, tanpa kehilangan spotlight pada bunga lainnya.

Adanya Unsur Hijau Daun

Buket yang di dalamnya berisi bunga tentu memerlukan warna lain agar membuatnya terlihat segar. Oleh karena itu, kamu perlu menambahkan daun-daunan seperti eucalyptus, pakis, dan tumbuhan hijau memanjang ke dalam buket tersebut. Selain menambah nuansa alami, kamu juga memadatkan ruang di dalam buket, sehingga terlihat lebih berisi.

Baca juga: Seluk-Beluk Ecoprint, Pengertian, dan Keuntungan Penggunaannya

Perpaduan Bentuk Bunga

Dalam hal mengombinasikan variasi bunga, tidak ada formula pasti untuk melakukannya. Namun, kamu mesti memastikan buket tersebut memiliki berbagai bentuk bunga agar tampak menarik dan variatif. Contohnya, kamu bisa mencampur mawar yang memiliki bentuk bulat dengan bunga seperti tulip dan coral carnation.

Jenis-Jenis Buket Bunga

buket bunga

Nah, flower bouquet memiliki beberapa jenis dalam perkembangannya. Ukuran dan bentuk pengemasannya pun beragam. Apa saja?

  • Round Bouquet

Round bouquet adalah buket bunga berbentuk bulat yang dapat digunakan pada setiap momen. Bentuk buket itu terkenal dengan ukurannya yang muat untuk digenggam dan biasanya menjadi bagian dari pesta pernikahan. Kamu dapat merangkai buket bunga bulat dengan mengombinasikan beberapa warna sejenis sehingga membuatnya terlihat monokromatik.

  • Nosegay Bouquet

Sedikit berbeda dengan round bouquet, nosegay bouquet memiliki banyak daun di antara sela-sela bunga. Kesan segar bisa lebih terlihat dari buket bunga jenis ini karena adanya tumbuhan hijau di tengah warna-warni bunga.

  • Cascade Bouquet

Buket bunga berbentuk cascade memiliki lebih banyak elemen di dalamnya. Pasalnya, ukuran cascade bouquet cenderung lebih besar dan panjang daripada jenis nosegay dan round bouquet. Kamu dapat melihat cascade bouquet sebagai buket yang menjuntai ke arah bawah, serta terlihat lebih hidup karena seakan masih ada di dalam pot aslinya.

  • Rustic Bouquet

Rustic bouquet adalah buket bunga yang umumnya memiliki daun eucalyptus dan calla lily. Selain itu, rustic bouquet adalah buket dengan tema pedesaan yang hijau ditambah sentuhan vintage yang menawan. Beberapa pilihan dalam buket jenis ini adalah buket rustic limonium, garbera, krisan bola. Pemilihan unsur daun yang tidak hanya eucalyptus saja. Kamu juga bisa menambahkan daun pakis.

  • Pageant Bouquet

Pageant bouquet adalah buket yang biasa dibawa layaknya seseorang menggendong bayi di sisi tangan. Sesuai namanya, pageant bouquet bisa kamu lihat pada malam pengumuman pemenang kontes kecantikan. Ciri lain dari buket pageant adalah ukurannya yang relatif besar, sehingga terkesan mewah.

  • Posy Bouquet

Hampir mirip dengan round bouquet, posy bouquet memiliki bentuk bulat tetapi berukuran lebih kecil daripada round bouquet. Buket yang dapat digunakan sebagai buket bunga wisuda ini, biasanya memiliki tangkai lebih panjang daripada buket round agar lebih mudah digenggam.

  • Pomander Bouquet

Jika ingin membuat buket yang sedikit berbeda, kamu dapat mencoba pomander bouquet. Pasalnya, jenis buket satu ini menawarkan bentuk bulat dengan pegangan tali, sehingga pembawa buket tampak seperti membawa tas jinjing. Nah, jenis bunga untuk pomander bouquet pun harus bunga yang memiliki ukuran sama guna menciptakan bentuk bulat penuh. Oleh karena itu, mawar adalah jenis bunga paling tepat untuk buket ini.

Cara Sederhana Membuat Buket Bunga yang Bernilai Ekonomis

buket bunga

Setelah menyimak hal-hal di atas, tentu kamu juga perlu tahu bagaimana cara-cara membuat flower bouquet yang bisa mendatangkan banyak cuan.

Baca juga: Tips Memilih Bisnis Waralaba Modal Kecil tapi Cuan Besar

Rencanakan Bentuk Buket Bunga

Kamu bisa memulainya dengan merencanakan garis besar bentuk buket. Misalnya, kamu ingin membuat buket bunga wisuda yang monokromatik, maka bunga yang cocok adalah bunga dengan warna senada. Kamu juga bisa memilih konsep warna komplementer di mana warna-warna di dalamnya tidak saling berhubungan.

Baca juga: Merencanakan dengan Cermat Perihal Biaya Iklan di Instagram

Namun kamu tidak harus berpatokan pada hal-hal tersebut. Sebaliknya, terlalu terpaku pada rencana awalmu akan membuat kamu kesulitan dan gagal melihat warna-warna lain yang menarik, baik di toko bunga atau di kebun bungamu sendiri. Alih-alih berkutat pada satu rencana, penting bagi kamu untuk melihat apa yang ada dan mengombinasikannya.

Persiapkan Bunga

Proses penyiapan bunga meliputi memotong daun yang tidak diinginkan, membuang kelopak yang layu serta memastikannya dalam keadaan bersih. Selain itu, jangan ragu membuang bagian kuncupnya agar bunga yang merekah bisa terlihat sempurna.

Setelah proses tersebut, letakkan bunga di dalam vas atau wadah berisi air agar bunga tetap segar hingga proses pembuatan buket selesai. Penting juga untuk memastikan seluruh bagian mendapat air yang cukup.

Siapkan Dasaran dengan Daun-daunan

Siapkan tanaman hijau seperti pakis atau eucalyptus sebagai dasaran dengan membersihkannya terlebih dulu. Setelah itu, buat segitiga terbalik dengan daun-daunan tersebut untuk menciptakan kesan paduan horizontal-vertikal. Selain itu, jangan ragu untuk menyesuaikan ulang dengan memotong tangkainya.

Mulailah dengan Focal Flower

Focal flower adalah bunga yang menjadi titik fokus karena memiliki warna, tekstur atau bentuk paling menonjol daripada bunga lainnya. Meskipun bunga jenis ini memiliki tampilan paling menonjol, tetapi jangan menempatkannya lebih tinggi daripada bunga lain, karena akan membuatnya terlihat berat dan tidak seimbang.

Baca juga: Cara Branding Produk Lewat Packaging agar Lebih Menarik

Selain itu, pastikan untuk menempatkan focal flower dalam jumlah ganjil agar bentuknya tidak simetris. Tampilan asimetris tersebut justru akan membuat buket lebih natural daripada kamu memberikan bunga dalam jumlah genap di setiap sudutnya.

Lengkapi dengan Bunga Sisanya

Persiapan terakhir adalah menambahkan bunga-bunga lain ke dalam flower bouquet. Dalam merangkai bunga, satu hal yang penting adalah membuatnya tidak berbentuk simetris atau lurus, melainkan seperti kubah atau berbentuk setengah lingkaran.

Setelah memastikan bentuk buket dengan cara tersebut, kamu juga bisa membuat clustering dengan mengelompokkan beberapa bunga berwarna sama. Hal itu akan menciptakan kesan seperti sekelompok bunga asli yang ada di alam.

Nah, sentuhan terakhirnya, yaitu menambahkan bunga-bunga pelengkap berukuran lebih kecil seperti baby’s breath, yarrow, atau sedum. Bunga-bunga tersebut ditambahkan terakhir agar tidak tertimpa bunga lain yang berukuran lebih besar.

Mudah, bukan? Nah, jangan ragu untuk memulai bisnis buket bunga karena prospeknya yang menjanjikan. Kamu dapat fokus pada musim tertentu, seperti perayaan hari besar dengan memasarkan bisnismu secara offline maupun online. Selamat berbisnis!

 

Baca juga artikel terkait lainnya

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP